Triangle of Nature (Pendakian Gunung Sumbing)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Lingkungan, Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 12 August 2013

Kisah ini terinspirasi dari pengalaman pribadi saya yang menurut saya adalah pengalaman yang paling tidak bisa saya lupakan karena di balik semua ini saya merasa sadar bahwa tuhan telah menciptakan alam yang begitu indahnya untuk di pandang di negeri saya tercinta yaitu INDONESIA. Ketika orang bertanya apakah sebenarnya keuntungan dari mendaki gunung yang bisa di bilang hanya membuang-buang waktu dan tenaga karena kaki terus melangkah ke atas, mata yang selalu harus fokus menatap jalan, dan waktu yang terus berputar. Saya berterima kasih kepada Ory pranata, Ogi widantoro, Firman, Rian harifanka dan bang Taren karena berkat mereka semua saya bisa merasakan betapa indahnya alam nusantara ini meskipun pada awalnya rasa putus asa itu muncul ketika di perjalanan karena saya untuk pertama kalinya melakukan pendakian salah satu gunung di pulau jawa yaitu Gunung Sumbing yang terletak di perbatasan antara Wonosobo dan Temanggung jawa tengah. Dan tentunya saya berterima kasih kepada ALLAH SWT karena saya masih di beri kesempatan untuk merasakan nikmatnya merasakan salah satu alam yang begitu indahnya.

Ketika itu saya sama sekali tidak ada rencana untuk naik gunung, di dalam kamar saya sudah memakai selimut untuk tidur pada malam itu. Tiba-tiba teman saya Ory Pranata datang ke kost saya untuk mengajak saya untuk mendaki gunung. “Wak, mau ikut tak mendaki gunung?” kata ory. Kemudian saya sontak terdiam karena pada saat itu jam telah menunjukkan pukul 12 malam. Dan saya pun menjawab “Yang benar aja wak, Ini sudah jam berapa?”. Kemudian ory mengeluarkan kata-kata yang membuat saya kembali berpikir “ayolah kawan, mumpung kau belum pernah naik jadi saya ingat sama kau makanya saya ajak kamu” kata ory. Saya pun merasa terharu karena dia masih mau mengajak saya karena menurut saya pasti dalam perjalanan saya akan mengalami banyak kesusahan mengingat belum pernah mendaki sama sekali. Saya mulai bertanya kepada dia “aku gak punya perlengkapan wak, aku gak enak ntar aku jadi beban buat kalian selama perjalanan”. Ory pun kembali meyakinkan saya “Ah… tak usah kau pikirkan itu kita pergi bersama kau kesusahan pasti kami bantu karena jika mendaki gunung butuh kerjasama karena jika tidak maka tak ada gunanya kita naik kalau memikirkan diri sendiri-sendiri saja”. Saya pun mulai yakin dengan kata-kata dia dan akhirnya saya memilih untuk ikut dalam pendakian itu.

Setelah saya mempersiapkan barang-barang kemudian kami beranjak dari kost saya menuju kos Ory karena teman-teman yang lain menuju kesana. Di kost Ory saya bertemu dengan Bang ogi, Firman, Bang tharen dan Rian. Di sana akhirnya kita mempersiapkan barang-barang seperti perbekalan, Tenda, Nesting (alat memasak), kompor kecil dll. Setelah kami merasa bahwa perlengkapan sudah siap kami pun beranjak dari kota Sleman, Yogyakarta menuju Wonosobo, Jawa tengah dengan menggunakan mobil jeep dan menempuh 3 jam perjalanan.

Di perjalanan kami saling bercanda gurau agar tidak merasa bosan di jalan. Pada saat itu pukul setengah tiga kami melakukan perjalanan. Di tengah perjalanan kami singgah untuk makan untuk memberikan tenaga buat mendaki ketika nanti sampai di base camp Gunung Sumbing. Kami pun kembali berjalan saya dan teman-teman sempat tertidur di perjalanan kecuali bang Ogi karena dia yang menyetir mobil dan bang tharen yang menemani bang ori berbicara. Ketika tertidur saya pun terbangun karena mendengar suara teman-teman saya sudah bangun dan ketika saya membuka mata langit sudah terang dan tampak terlihat dari jauh gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang letaknya bersebelahan. Saya pun sangat takjub dengan pemandangan pagi itu karena Gunung yang tinggi dan udara yang begitu cukup dingin karena berada di dataran tinggi.

Akhirnya kami pun sampai di Base camp gunung sumbing yang letaknya berada di Kabupaten Wonosobo jawa tengah. Bang ogi dan bang tharen pun memutuskan untuk beristirahat sebentar karena lelah dalam perjalanan sekalian mengisi tenaga untuk melakukan pendakian nanti. Sembari menunggu mereka tidur saya, Ory, Firman dan rian pun berfoto-foto karena pemandangan yang begitu bagus sayang jika kenangan itu tidak di abadikan. Keadaan pun sangat cerah tetapi tetap dingin sekali suhu di daerah tersebut.

Waktu terus berjalan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Kami pun membangunkan bang Ogi dan bang tharen untuk melakukan persiapan sebelum mendaki. Semua perlengkapan pun telah siap dan kami melakukan laporan di base camp sebelum naik. Setelah itu kami melakukan streaching agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada badan dan melakukan doa bersama. kami pun telah siap dan melakukan perjalanan.

Baru 20 menit melakukan pendakian saya pun merasa kelelahan karena trek yang menanjak dan membawa beban yang cukup berat. Di situ saya merasa menyesal kenapa saya ikut dalam perjalanan itu. Akan tetapi saya merasa tertantang karena indahnya alam yang saya lihat meskipun belum terlalu jauh saya berjalan. Terus melakukan langkah menuju ke puncak kami pun tiba di Pos 1 Gunung Sumbing dan kami pun memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum melakukan perjalanan. Tampak di peta bahwa puncak masih sangat jauh sekali. Ketika saya melihat peta itu jarak dari pos 1 menuju ke pos 2 tidak terlalu jauh dan saya pun kembali bersemangat karena di pos 2 kami berencana untuk melakukan istirahat kembali.

Perjalanan pun kembali kami lanjutkan. Bang ogi, Ryan, Ory dan firman pun berjalan cukup jauh meninggalkan saya dan Bang tharen maklum karena mereka berempat sudah biasa melakukan pendakian gunung dan saya bersama bang tharen baru pertama kalinya mendaki gunung itu membuat kami lambat dalam berjalan. Sekitar 1 jam lebih saya berjalan sayapun merasa lelah dan putus asa karena medan yang cukup berat dan belum sampai di pos 2. Selama di perjalanan saya berpikir tau begini mendingan saya gak usah ikut saja baik di kost istirahat bermain game tanpa kelehan sedikitpun. Bang ogi, firman, ory dan rian pun memutuskan untuk menunggu kami karena cukup jauh mereka meninggalkan kita. Setelah saya dan bang tharen bertemu mereka akhirnya kami pun beristirahat karena melihat saya kelelahan.

Di sela-sela istirahat kami mereka pun semua asyik bercanda kecuali saya yang hanya terdiam dan nafas ter engah-engah. Ory pun bertanya kepada saya “Kau kenapa wak? Kok diam terus dari tadi. Karena saya merasa lelah saya pun menjawab “Capek kali aku wak, gak sanggup kayaknya aku ini” ory pun tersenyum dan ia kembali berkata kepada saya “Ah… sudah sampai sini kau nyerah begitu saja? Udah nikmati aja wak semua pasti terbayar jika kita sudah sampai di puncak” teman-teman yang lain pun ikut menyemangati saya. Saya pun merasa kembali bersemangat dan termotivasi atas kata-kata ory. Dan akhirnya kami pun kembali berjalan dan ory berjalan di belakang saya untuk menjaga saya agar tidak terjadi apa-apa. Saya pun merasa tidak enak sama mereka karena saya terlalu manja dan cepat menyerah maka seketika rasa capek itu hilang meskipun hanya sebentar saja mengingat makin terjalnya jalanan dan dinginnya udara meskipun matahari terik sekali.

Terus berjalan akhirnya kami pun sampai di pos 2. Mengingat di tengah perjalanan antara pos 1 dan pos 2 tadi sudah beristirahat kami pun terus melakukan perjalanan dan tidak istirahat di pos 2. Ketika kami keluar dari hutan kami pun sampai di daerah batu batuan yaitu di daerah PESTAN. Di situ saya sangat kaget dan kembali merasa tak sanggup berjalan lagi karena Jalan bebatuan dan makin terjalnya medan jalan yang akan di lalui. Sudah 5 jam kami berjalan dan baru ketika di daerah inilah saya merasa sangat lelah sekali. Ory yang melihat saya sudah sangat lelah pun menawarkan diri untuk membakan tas saya. “Sini tas kau ku bawa wak. Sudah goyang gitu badan kau kulihat” saya pun merasa tidak enak kepada dia karena menambah beban dia padahal dia sendiri pun membawa tas yang cukup besar. Saya pun tidak mau mengambil resiko maka saya terima tawaran dari dia. Ketika melakukan perjalanan tanpa membawa tas memang terasa beda. Badan terasa ringan dan cukup kuat untuk menanjak. Tapi itu tidak bertahan cukup lama karena makin terjalnya jalan yang kami lalui. Saya pun kembali terduduk diam menengok ke atas melihat masih begitu jauhnya perjalanan kami padahal jika di hitung saja jarak dari base camp menuju puncak hanya 7 km saja akan tetapi jalan yang menanjak membuat jarak seperti puluhan kilometer berjalan.

Terus berjalan kami pun akhirnya sampai di PASAR WATU di ketinggian kurang lebih 2438 DPAL. Hari pun semakin sore tetapi kami belum mendapatkan tempat buat camping. Menurut peta dan pemberitahuan dari orang yang menjaga base camp di bawah tadi bahwa tempat camping yang terdekat dari puncak berada di daerah WATU KOTAK yang jaraknya kurang lebih satu jam lagi jika ingin ke puncak. Kami pun cukup panik mengingat kami Cuma membawa satu senter maka Bang Ogi dan firman pun memutuskan untuk berangkat duluan untuk sampai ke WATU KOTAK. Haripun semakin gelap dan kamipun belum sampai di camp. Kembali berjalan saya kembali di hadapkan dengan medan yang sangat terjal dan jika tidak berhati-hati bisa saja kami terjatuh. Ketika saya bang tharen ory dan rian berhenti sejenak akhirnya kami mendapatkan kabar baik kalau bang ogi dan firman telah mendapatkan tempat buat mendirikan tenda. Mendengar hal itu kami yang tertinggal pun kembali berjalan dengan semangatnya di keadaan yang gelap. Dan alhamdulillah kami semua akhirnya sampai di WATU KOTAK lalu melanjutkan untuk membangun tenda dan mencari kayu untuk di bakar. Setelah semua siap kami pun beristirahat dan bisa bernafas lega meskipun keadaan di camp sangat dingin sekali sampai menusuk ke tulang meskipun sudah memakai jaket dan sleeping bag sekaligus. Setelah itu kami pun memasak untuk makan malam dan kemudian tidur untuk beristirahat.

Cerpen Triangle of Nature Pendakian Gunung Sumbing

Pukul 6 pagi saya ory dan firman terbangun dan keluar tenda. Betapa indahnya pemandangan dari atas ketika melihat kami berada di atas awan dan melihat langsung kota di bawah dan Gunung Sindoro yang berada di sebelah gunung sumbing meskipun sebenarnya itu belum di puncak Gunung Sumbing. Maka momen itu pun kami pakai untuk berfoto sebelum kabut menutupi pemandangan yang indah itu. Meskipun saya pada akhirnya tidak bisa ikut sampai ke puncak mengingat bahwa saya tidak ingin merasakan kelelahan ketika turun nanti tetapi apa yang sudah saya lihat di depan mata saya sendiri membuat saya sudah merasa puas karena sebenarnya tidak ideal bagi seorang pemula untuk langsung mendaki Gunung Sumbing karena medannya cukup berat saya sangat berterima kasih kepada tuhan karena masih bisa melihat pemandangan yang jarang bisa di lihat dan dirasakan oleh semua orang.

Jadi kesimpulan dari pengalaman saya ini adalah semua pasti akan berjalan dengan lancar jika kita bisa bersama dengan orang-orang yang bisa menyemangati kita dalam kesusahan maupun senang tanpa memilih-milih teman karena jika semua di jalani dengan bersama pasti akan mudah selanjutnya.

TERIMA KASIH

Cerpen Karangan: Juni Kurniawan
Facebook: Jhunie Koerniawan

Cerpen Triangle of Nature (Pendakian Gunung Sumbing) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kejutan Dari Fya

Oleh:
Namaku Bella, aku mempunyai sahabat bernama Fya, Fya tu orangnya lucu, baik, cantik, pinter, pokoknya lebih dah. Oh iya, ngomong-ngomong ulang tahunku 2 minggu lagi lho, aku udah gak

Rumah Angker Jogja

Oleh:
Ini kisah nyata yang dialami olehku. Waktu itu sekitar tahun 2003, Papaku ditugaskan kerja di Yogyakarta di salah satu bank BUMN. Dan bertepatan dengan itu, merupakan tahun pertamaku kuliah

Eccedentesiast

Oleh:
Eccedentesiast. Itulah reina. Gadis yang selalu menyembunyikan semua masalahnya dibalik senyumannya. Banyak hal yang terjadi di hidupnya namun kini masalahnya tak dapat lagi ditutupi oleh sebuah senyuman. “Reina…” Panggil

Teman Kecil Ku

Oleh:
Pagi ini menurutku adalah pagi yang cukup cerah. Matahari yang mulai bersinar membuat pagi ini merasa lebih berwarna. Selepas salat subuh, biasanya aku mulai membantu Ibu membuat sarapan dan

Album Kenangan

Oleh:
Besok adalah hari perpisahaan kelas 3 SMP Taruna. Masing-masing anak diperbolehkan memberikan kenang-kenangan kepada teman-teman sekelas maupun bukan. Sebelum perpisahaan Celli membeli kenang kenangan di Toko Sweet. Toko yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Triangle of Nature (Pendakian Gunung Sumbing)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *