Trouble

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 11 January 2017

“-dia menanyakan padaku bagaimana dia orangnnya sekarang, apa ada yang berubah padanya. Untuk waktu 4 tahun menjalin persahabatan, sebenarnya hanya aku yang menganggapnya sahabat, tapi dia tidak, dia menganggapku hanya sebatas teman katanya, dia menanyakan pertanyaan itu membuatku kesal-”

Kinan menutup buku diary tanpa membaca habis, diperhatikannya cover benda persegi empat tersebut yang bergambarkan princess disney dengan tersenyum. Dia melirik si empunya diary yang lagi serius dengan laptop di depannya mempublikasikan beberapa cerpen di blognya tidak menyadari apa yang telah Kinan lakukan.

“bagus gambarnya, berapa belinya?” kata Kinan manatap covernya.
“kalau mau beli, beli yang besar” sahut Pia mengambil diarynya dari tangan Kinan dan memasukkan ke dalam tasnya.
“pelit bangat, lihat gambarnya aja gak boleh” kata Kinan merajuk.
“pi?” panggil Kinan menyandarkan dagunya di bahunnya Pia.
“hm”
“pernah nonton film malaysia, pen merah pen biru?”
“ya, kenapa?”
“di situ kan tertukar diary, bagaimana kalau kita menukar diary? Aku baca punya kamu, kamunya baca punya aku”
“gak”
“ya boleh lah?” rayu Kinan yang tidak terlalu ditanggapi sama Pia yang serius dengan kegiatannya.

Kinan menyerah membujuk Pia, dia menoleh ke samping kirinya ke arah Mega yang juga serius dengan laptop di depannya yang juga memanfaatkan wifi duduk di kantin seperti halnya Pia. Karena dicuekin sama dua temannya, Kinan memilih memainkan ponselnya, mendengar lagu menggunakan headsetnya. Bibirnya bergerak mengikuti lirik lagu yang didengarnya.

Kaulah yang selalu
Selalu menemaniku
Mendengar kisah
Pahit manis hidupku

Kaulah yang disitu
Setia menungguku
Kaulah yang selalu
Menjadi sahabatku

– Najwa Latif -Sahabat-

Kinan melirik arlogi yang terpasang di tangan kananya yang menunjukkan pukul 18:12 saat dia sampai di depan rumahnya. Setelah memarkirkan motornya, dia berjalan memasuki rumah dan menuju ke kamarnya. Dia merebahkan badannya dan tersenyum membayangkan kejadian di kantin tadi.

Kinan meraih buku yang terletak manis di meja belajarnya di antara beberapa buku-buku lain dan disusul dengan pena berwarna merah yang berdekatan dengan buku tadi.

Hi diary
Aku tidak sengaja membacanya
Aku membukanya dan halaman itu yang terbuka
Dia menulis tentang aku yang menganggapnya
Hanya sebatas teman saat dia menganggapku lebih
Aku sahabat baginya

Jujur…
Egoku terlalu tinggi untuk mengatakan “kamu sahabatku”
Walaupun aku tau itu tidak aneh, tetap saja aku tidak bisa
Mangatakan atau mengakuinya padanya.
Itu sama sulitnya dengan mengatakan “aku menyukaimu”
Pada orang yang benar-benar kusuka.

Tapi asal kamu tau Piana zahira!!!
Kamu sahabat bagiku, bukan teman seperti yang kamu pikirkan.
Aku bukan tipe cewek yang dengan mudah mengatakan hal demikian.

Kinan menutup diarynya setelah menuliskan tentang hal yang dianggap penting hari ini. Dia beranjak dari tidurannya, mengambil handuk dan menuju kamar mandi.

“apa ada seorang teman yang ikut tertawa saat kita bahagia, menangis saat kita sedih? Selalu berusaha ada saat kita membutuhkannya? Setia menunggu walaupun lama? Diam saat kita memintannya diam? Mengerti kita tanpa harus kita katakan? Tetap peduli meskipun dia mengatakan dia marah pada kita? Mau mengalah meskipun itu berat? Mengingati tanpa membuat kita tersakiti? Tidak, tidak ada. Itu bukan teman namanya, tapi sahabat. Dia tidak perlu mengatakan, menandai atau mempromosikan kalau kamu sahabatnya, kamu hanya perlu melihat dan memahaminya, dia menunjukan ciri seorang teman atau sahabat. Tidak semua orang bisa mengatakannya, walau hanya sekedar “hn, kamu sahabat”.

The and

Cerpen Karangan: Ulfa Alviena
Blog: ulfaalviena.blogspot.com

Cerpen Trouble merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karenamu, Aku Mengerti

Oleh:
Takengon masih dengan suasana seperti hari-hari sebelumnya sejuk dan dingin bagi para pengunjung Laut Tawar ini. Tak seorangpun dari kelompok kami yang beranjak meninggalankan tenda apalagi untuk beraktifitas terasa

The Best Friend Forever

Oleh:
“True friends are never apart. Maybe in distance, but not in heart..” Sahabat sejati tidak akan pernah terpisah. Mungkin di kejauhan, tapi tidak di hati. Kisah ini bermula dari

Sesosok Monster

Oleh:
“Dan peringkat pertama kelas kita pada semester pertama ini diraih oleh…” ucap Bu Vira secara perlahan. Semua murid tampak duduk dengan rapi dan tenang. Tak ada seorang pun yang

Pengkhianatan

Oleh:
“Bisa gak kita berhenti melakukan ini?” Dua gadis berstatus pelajar duduk di meja masing-masing. Salah satu gadis asyik sekali menggambar di kertas sketsanya, sedangkan gadis yang lainnya berwajah kusut

Surat Terakhir

Oleh:
Aku sangat senang ketika ibu memanggilku untuk mengambil surat dari pak pos. Apalagi saat kulihat ternyata dari sahabatku Nina. Aku langsung berlari ke kamar dan membuka surat itu. Untuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *