Ungkapan Cinta Pertama dan Terakhir

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 July 2015

Ocha itu cantik. Kata yang kurang tepat untuk menggambarkan bagaimana tuhan bisa menciptakan makhluk dengan fisik sempurna bernama Ocha. Rambut lurus hitam panjangnya berkibar saat tertepa angin. Bukannya merusak tatanan rambutnya tapi justru membuat dia terlihat menawan. Dengan bibir mungil merah merona. Kulit putih bersih. Semua alami tanpa make up. Benar-benar menawan.

“hei. Cha! Mau kemana?” sapa Aldi teman sekelas Ocha saat dia lihat Ocha yang berjalan di lorong sekolah. “hei, Di. Mau ke kantin nih nyusul temen-temen, tadi ada rapat Osis bentar.” Jawab Ocha berhenti sebentar dan kembali berjalan dia Cuma melambai pada Aldi dan Aldi membalasnya dengan senyuman terbaiknya.

Saat sampai di kantin Ocha celingukan mencari Rena dan Difa. Dan pandanganya terarah pada bangku panjang dekat jendela pojok. Yang membuatnya heran bukan hanya Rena dan Difa yang ada disana tapi juga seorang cowok, yang ehm. Ganteng. siapa? pacar baru Difa? Ganteng banget hidungnya mancung banget pula. Batin Ocha heran.

Tanpa pikir panjang Ocha pun langsung menghampiri mereka. Sesampainya disana mereka mengenalkan Ocha dengan Satria yang ternyata anak baru di kelas 12 kakak kelas mereka. Selanjutnya pun mereka ngorol bareng-bareng. Dan terakhir saling bertukar nomor HP. Difa seneng banget. Karena saat pertama melihat Satria dia langsung memberanikan diri menghampiri Satria yang saat itu duduk sendiri. Begitupun Ocha…

Selanjutnya Satria bingung dengan keadaanya sendiri. Ocha dan Difa keduanya saling akrab denganya sering jalan-jalan bareng juga. Kalau disuruh milih dia lebih suka Ocha yang supel dan menurutnya baik. Tapi Difa terlalu cerewet buatnya. Saat sama Difa dia lebih banyak diam dan mendengarkan, karena hampir gak sempat bicara. Dan akhirnya bosan. Bukan karena Ocha jauh lebih cantik looh.. bukan soal fisik tapi siapa yang bisa membuatnya merasa nyaman.

Seperti saat ini Difa dan Satria sedang makan bareng di sebuah resto pinggiran kota. Tanpa mereka sadari Ocha sedang ada di seberang jalan dan melihat mereka. Entah apa yang dirasakan Ocha dia merasa jadi penghianat karena mencintai orang yang sama dengan sahabatnya sendiri. Dia langsung naik mobil ayahnya dan meninggalkan pemandangan itu dengan air mata tertahan di pelupuk mata..

Setelah itu Ocha melalui hari dengan terus menghindar dari Satria dia gak pernah mau lagi terlalu dekat dengan satria. Saat keadaan Ocha dan satria memburuk Difa makin gencar mendekati Satria. Meski sering kali satria tak menghiraukanya tapi dia terus mendekati Satria.

Siang itu Ocha baru saja keluar dari gerbang sekolah. Keadaan sudah sepi karena tadi dia ikut rapat osis sebentar. Dan dia melihat Satria dan Difa yang sedang ada di seberang jalan sepertinya mereka sedang bicara serius. Terakhir Difa memeluk Satria dan tersenyum senang. Karena kaget dan tak tahu apa yang harus dia lakukan ocha langsung berjalan menjauh saat dilihatnya mobil pak Ri supirnya di ujung jalan dia langsung menyebrang tanpa melihat ke kiri kanan. Akhirnya… “AAaaaaaa” hanya terdengar teriakan Ocha keras.

Difa menangis Satria menunduk dalam-dalam keduanya sedang duduk di samping Ocha yang terbaring lemah dengan berbagai selang yang membantu memperjuangkan hidupnya. Tiba-tiba tangan Ocha sedikit bergerak. Satria yang tahu langsung menatap Ocha dan memanggilnya pelan. Dan perlahan Ocha pun mulai membuka mata. “Difa.. Satria.. kenapa sedih? Difa gak usah nangis, aku baik-baik aja. Aku bakalan damai disana” kata Ocha pelan dan tertatih.
“Dif.. aku titip Satria, aku tahu kamu sayang banget sama dia. Sat. satu hal yang aku ingin katakan buat kamu, Aku sayang sama kamu, cinta. Aku Cuma ingin mengatakanya agar gak ada lagi beban yang menghalangiku untuk pergi. Aku seneng kalau kalian bisa bersatu. Aku bakal tersenyum disana.”
Difa yang mendengar kata kata Ocha semakin menangis. Dia gak tahu apa maksudnya. “Gak Cha. Kamu pasti bakalan baik-baik aja satria buat kamu. Satria sayang sama kamu bukan aku. Maafin aku. Please berjuanglah buat sembuh.” Saat mendengar kata-kata Difa Ocha tersenyum. Dan melihat Satria dalam-dalam. “I love you ocha, love you so much” kata Satria pelan dan mencium tangan Ocha. Ocha hanya tersenyum. Dan berkata. “simpan cintamu buat Difa..” lalu memejamkan mata pelan dan tak akan pernah terbuka lagi…

Cerpen Karangan: Sulistyaningrum
Facebook: tyaningrum.sulis[-at-]ymail.com

Cerpen Ungkapan Cinta Pertama dan Terakhir merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Dari Bandung

Oleh:
Jam bekerku berdering menunjukan angka 05.00 aku langsung bergegas dan siap-siap. karena, pagi ini aku akan pergi ke rumah teman ayah di bandung. Setelah siap-siap dan menuju meja makan

Sahabatku Mencintai Pacarku

Oleh:
Haloo. Namaku Frisya Gita Ramadhani. Panggil aja Gita. Aku diam diam suka sama kakak kelasku. Namanya Dylan Pratama. Namun ternyata sahabatku juga mencintai Kak Dylan. Nama sahabatku Zaskia Adriani.

My Destiny (Last Part)

Oleh:
Waktu istirahat tiba! Segera saja aku dan Saori keluar kelas bersama-sama. “Saori, aku ingin sekali bertemu dengan Mio…” kataku padanya. “Mio?” Saori terlihat bingung. Oh, ya! Dia itu tidak

Nggak Bisa Main Uno

Oleh:
“Jadi gak Sop?” tanya Entin “Jadi apa? Main uno di foodcourt bareng Rio?” “Bukan main bareng Sop, tapi aku disuruh ngajarin Rio main uno” “Apaaa?! Gak bisa main uno?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *