Vegetable Island

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 26 December 2015

“Aaaaa!!” jerit Lynzy kesakitan dan meniup-niup sikunya yang terluka.
“Stttt… sekarang kita ada di mana?” tanyaku melihat sekitarnya. Aku menarik tangan Lynzy masuk ke dalam semak-semak.
“Kita di mana Ellyane? Tadi kan kita masih di rumah?” tanya Lynzy berbisik.
“Lihat ada yang lewat” jawabku menutup mulut Lynzy dengan tangannya. “Apa? Kenapa yang lewat jagung dan tomat?”

Tiba-tiba saja sang Jagung merasakan kehadiranku dan Lynzy. “Seperti ada orang ya?” tanya si Jagung kepada tomat dan melihat ke arah dan kirinya.
“Tidak, tidak ada” jawab Tomat. Dengan perasaan bingung Jagung menatap sekelilingnya. “Sudahlah itu hanya perasaanmu saja” kata sang Tomat. Jagung dan Tomat segera berlalu pergi.
“Ayo kita pergi” ajakku menarik tangan Lynzy setelah memastikan bahwa Tomat dan Jagung telah menjauh. Namun tiba-tiba tangan mereka ditarik oleh seseorang.

“Pstttt… diam Delavi” seru seorang tersebut berbisik. Aku dan Lynzy segera menoleh ke belakang dan ternyata “Haaa!! Siapa kau? Manusia Wortel!” Lynzy menjerit panik. Sang Wortel segera menarikku masuk ke dalam semak-semak, dan ternyata di balik semak-semak ada sebuah pohon dan di atasnya terdapat rumah pohon yang sangat indah. “Cepat naik” kata Wortel berbisik. Aku dan Lynzy segera menaiki tangga dan duduk tepat di dekat ambang pintu.

“Di mana ini?” tanyaku kepada Wortel dengan tersenyum. “Vegetable island. Hmm siapa nama kalian? Apakah kalian bersaudara? Em, em apakah kalian manusia? Em, em, berapa umur kalian? apakah kalian dari bumi?” tanya sang Wortel dengan semangat.
“Emm…ya kami manusia, kami dari bumi. Kami memang kakak beradik namaku Ellyane dan ini Adikku Lynzy umurku 11 tahun dan Adikku 8 tahun” jawabku memperkenalkan diri.
“Dan siapa namamu?” kini Lynzy angkat bicara.
“Aku Carrdza, umurku 7 tahun aku manusia Carrot. Dan mengapa kalian ada di sini? Bukankah seharusnya kalian ada di Bumi?” tanya Carrdza kembali.

“Huhuhu Carrdza kami tersesat tadi saat aku bermain petak umpat di halaman rumah bersama Ellyane tiba-tiba saja kami terjatuh dari atas pohon tempat kami bersembunyi dan… kami sampai di sini. Bisakah kamu mengantar kami kembali?” jawab Lynzy panik. “Aku bisa tapi kalian harus datang ke jembatan raksasa dan menjawab teka-tekinya kesempatan kalian hanya satu kali apabila kalian salah maka kalian baru bisa mencobanya 500 tahun kemudian” seru Carrdza.

“Apa 500 tahun? emm, baiklah mari kita ke sana” jawabku. Kami bertiga segera pergi ke jembatan dan menemui sang raksasa.
“Selamat datang di jembatanku. Ada yang bisa aku bantu?” tanya san raksasa.
“Bisakah kau mempersilahkan mereka menyeberangi jembatan?” tanya Cardza kembali.

“Dengan teka-teki berikut, em, em lebih berharga dari harta, dan kita dapat mendapatinya tampa harta apapun. Mendapatinya sangat sulit tetapi melepasnya sangat mudah” seru sang raksasa. “Carrdza kau memang sahabat terbaikku aku akan selalu mengingat semua kebaikanmu” kata Lynzy di belakangku dan memeluk erat Carrdza.
“lima, empat…” hitung sang raksasa.
“Tunggu jawabannya adalah sahabat!” seruku lantang.

“Jawabanmu sangatlah tepat anak manis, tetapi Adikmu… sudahlah silahkan” kata sang raksasa.
“Carrdza terima kasih banyak tanpamu mungkin aku tidak bisa kembali. Kau sahabat terbaikku.” seruku dan adikku kami mengucapkan salam perpisahan dengan senyuman.

Cerpen Karangan: Riska Safira
Facebook: Riska Safira

Cerpen Vegetable Island merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Crumbs of Heart

Oleh:
Ina, Ira, Putri, Aya, dan Nadia. Merekalah sahabatku. Kami duduk di kelas XII.A Putri di SMAN Suka Makmur Jakarta Selatan. Kami tidak pernah berpisah semenjak duduk di bangku SMP.

Sebuah Kisah

Oleh:
Tanganku meraba-raba sekitar. Basah. Perlahan, aku menyadari aroma yang menguar dari tempatku berada. Daun. Kelopak mataku terbuka. Pupil mataku mulai menyesuaikan diri dengan cahaya sang surya yang masuk. Setelah

Rahasia Tonny

Oleh:
Namanya Tonny, ia adalah murid berprestasi di Tazmania Junior High School. Yaah.. Dia termasuk anak yang pintar. Aku saja yang peringkat ke 2 tidak bisa mengalahkan kepintarannya. Apalagi orang

Air Mata Seorang Kawan

Oleh:
“Mah, korupsi itu apa sih?” tanya Kintan. Mama agak bingung juga menjawab pertanyaan anaknya yang berumur delapan tahun duduk di kelas tiga SD. Kintan kelihatannya tidak serius dengan pertanyaannya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *