Welt der Wissenschaft and Earth (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 14 May 2013

“Astro.. cepat..!”
“heii.. Tunggu lo mau kemana coZ!”
“cepetan lo mau liat nggak?” “liat apa?” “haaah.. Lola banget sih!, sudah cepetan ikut”
“terus Kosmo, Keo-eo, Ion, Joule nggak di ajak?”
“haaah.. Ngapain di ajak mereka sibuk sama urusan mereka sendiri”

Sore itu Ben tiba-tiba saja menarik tanganku dan menyuruhku untuk ikut bersamanya ke suatu tempat yang katanya belum pernah aku lihat. Setelah lelah berlari di padang rumput yang tingginya kira-kira 80 cm dan menyebrangi sebuah danau dengan sebuah sampan kecil akhirnya kami sampai di depan sebuah gerbang raksasa.
“fiuh.. Akhirnya kita sampe juga..”
“terus kita ngapain di sini..? Gerbang ini terkunci coZ”
“heeh.. Jangan sembarangan buka gerbang rumah orang, tunggu aja. Sebentar lagi datang kok!”
“memangnya kita mau ke mana, kita nggak boleh kabur dari asrama, Ben.”
“lo liat aja sendiri..”
“Ben.. Gue mau liat tapi kita juga nggak harus kan tinggalin asrama..”
“sudah kalau itu memang mau lo pergi sana…!”
“tapi Ben..”
“PERGI!”
“selama ini gue anggap lo sahabat yang baik tapi ternyata gue salah Ben.. Gue salah..”
Aku pun langsung lari meninggalkan Ben, baru beberapa langkah aku mendengar suara mesin yang keras di susul dengan angin yang kencang dan seberkas cahaya putih… Penglihatan ku terhalang oleh ilalang yang setinggi 80 cm.
“Ben…!”
Aku kembali ke tempat itu, tempat sumber suara keras yang mulai menghilang dan tempat tadi Ben berada.
“Ben…! Lo di mana…?”
“Ben…!”
Sekarang hanya suara gemerisik ilalang yang ada.

Aku kembali ke asrama melewati berbagai rintangan hanya untuk sahabatku. Bukan dia bukan teman lo lagi Astro sadar.. Dia tadi bentak lo apa lo nggak sakit hati sadar Astro… Memang dia bukan temanku tapi dia sahabatku yang nemenin aku pas waktu suka ataupun duka.. Dia bukan sahabatmu lagi Astro.. Dia sahabatku.. Walaupun dia pernah nyakitin aku tapi aku masih nganggap dia sahabatku.
Perang batin yang kurasakan saat ini sangat kuat tapi aku bersikeras bahwa dia tadi cuma emosi sesaat. Tak terasa aku sudah sampai di asrama ku panggil keamanan sekolah untuk minta bantuan yang lainnya. namun saat sudah sampai di tempat Ben menghilang, tidak diketahui tanda-tanda apapun…

Well, sejak saat itu, entah kenapa aku ingin menyendiri. Sekarang aku bergabung dengan kelompok bakat Robotic. Mereka adalah Tica, Robby, Otic, Cito. Semua berubah drastis setelah kejadian itu. Keo-eo, Kosmo, Ion, Joule semuanya sekarang cuek.
“hei.. Lo tau tentang gosip terbaru minggu ini..”
Aku kaget saat Tica menyapaku dari belakang. Aku lagi malas karena sedang bingung bagaimana kedepannya nasib sahabat-sahabatku itu, kutenggelamkan wajahku ke tangan di atas meja dengan malas aku menjawab.
“nggak mau tau..”
“tapi Astro ini gosipnya sekarang tentang lo..”
“jangan dipercaya, itukan cuma gosip coZ..”
“gimana nggak percaya gosipnya itu tentang lo yang ngerubah posisi bintang di lab Antariksa..!”
“itu pasti anak-anak Astronomi yang benci sama gue kali. Nggak usah di khawatirkan.. Santai aja..”
“yang gue khawatirkan bukan itu tapi salah satu anak Astronomi itukan sahabat lo kan?.. Lo sadar nggak sihh!”
Aku langsung terbangun dan menatap wajah Tica dengan kesal..
“jadi lo nuduh Kosmo yang melakukan itu..?”
“gue bukan nuduh tapi…”
“Tica, gue tau sekarang lo mau jauhin gue dari sahabat gue kan biar lo sama temen-temen Robotic bisa manfaatin gue secara keseluruhan kan? Dan salah satu cara lo adalah nuduh sahabat terbaik gue, dan lo anggap gue langsung bisa benci sama dia, nggak.. Gue nggak akan bisa kayak gitu..!”
Aku langsung pergi meninggalkan Tica.
“Astro..! Bukan itu maksud gue… Lo denger gue nggak sih..!!”
Aku langsung pergi tanpa menghiraukan Tica ngomong apa, yang jelas sekarang aku mau ke TAFK, Siapa tau ketemu Keo-eo.
Kebetulan di sana Keo-eo dan beberapa temannya sedang melakukan ekspedisi.

“Astro..!”
Aku kaget ternyata yang menyapaku lebih dahulu itu Keo-eo, tak biasanya dia seperti ini.
“ya.. Kenapa?”
“lo bisa nggak pergi dari sini sebentar aja soalnya gue sama temen temen gue ada hal penting yang perlu dibicarakan, sorry ya..”
“ng.. ng.. nggak papa kok, sorry kalau gue ganggu lo semua”
Kenapa? Mereka sekarang berbeda… Aneh! Mereka yang aneh atau akunya yang berubah… Entahlah!
“coZ!”
“eh..!”
Ion mengagetkanku saat berjalan di koridor sekolah dan hendak pergi menuju ruang Robotic.
“Astro.. Tadi lo dipanggil Mr. Kepsek tuh..”
“haah.. Mr. Ins itu ya..?”
“ya.. Cepetan lo, nanti keburu Mr. Ins ngamuk sampe satu sekolah pada ancur ha.. ha.. ha..”
“ya.. Thank..”
Baru beberapa langkah Ion pergi, aku memanggilnya..
“Ion..” dia menoleh
“lo nggak benci gue kan..?”
Dia hanya tersenyum dan berlalu dari penglihatan ku aku hanya terpaku melihatnya ‘lo bukan temen gue tapi lo sahabat gue..’
“BRUUK!”
Aku baru sadar setelah seseorang menabrak tubuhku.
“sorry..” dia lngsung membereskan buku yang berjatuhan!
“ya nggak papa kok”
Dia langsung bergegas pergi meninggalkanku. Saat ku lihat lagi, ada kartu namanya, Astra.
Haah.. Astra? Nama yang unik ha.. ha.. ha..
“oh ya.. Hampir saja..” gumamku sambil berlari ke ruang kepala sekolah.

Pintu itu sedikit terbuka..
“permisi..”
“silahkan masuk..” suara itu terdengar berwibawa dari dalam ruangan itu, terlihat seseorang sedang duduk dikursinya yang super empuk dari wajahnya terlihat kenyamanan saat mendudukinya.
“duduklah..”
Aku hanya menurut.. Aku dududk di kursi putar yang sangat nyaman. Dan menundukan kepalaku takut menatapnya entah kenapa aku begitu hormat kepadanya. Aku dan orang itu hanya terhalang oleh sebuah meja kayu jati yang terlihat sangat elegan.
“jadi, benar kah, kamu yang telah merubah posisi letak bintang di lab Antariksa..? Tolong jawab dengan jujur Astro..”
Aku yang tertunduk, kaget dengan pernyataan nya, aku menatapnya dengan tatapan bingung.
“maksud bapak…?”
“begini kabar yang saya dapat dari seseorang, bahwa kamu masuk diam-diam dan mengubah posisi bintang-bintang karena kamu ingin mengacaukan anak-anak bakat Astronomi dan untuk menghancurkan penelitian mereka, saya mohon kamu jawab dengan jujur Astro…”
Kini aku tampak mulai geram dengan ucapan Mr.Ins. Rasanya pengen hajar aja orang satu ini, Tapi aku mencoba untuk menahannya di depan beliau takut akan terjadi sesuatu jika aku melakukannya.
“saya pengen tau dulu pak siapa orang itu..”
“baiklah orang itu sekarang berada di belakangmu.”
Lalu aku memutar kursi itu, dengan penasaran. ‘Siapa orang itu? seenaknya aja bikin gosip orang, yang nggak bener pula, huh’ umpatku dalam hati..
Aku memutar tubuhku saat ku lihat orang itu matanya tak asing lagi bagiku..
Ku rasa dia…

Cerpen Karangan: Sahira Fara Nabila
Facebook: princess sahira
terimakasih sudah di nanti kan dan… lagi di buat yang chapter 4 tunggu aja…

Cerpen Welt der Wissenschaft and Earth (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hunusan Pedang tak Bermata

Oleh:
Lazimnya malam minggu di ujung bulan desa kecil, ABG hingga dewasa tanggung keluar dari gua beruangnya. Teresa hanya menghabiskan satnitenya bersama Vito dan Arman di ruangan kedap suara, yang

I Know You

Oleh:
Namaku Arcell Maria Bintang, atau singkatnya Arcell, aku bersekolah di ‘SHINING SUN’. Di sana aku mempunyai seorang sahabat namanya Cecilia Liona Nathkati, atau singkatnya Liona, dialah seseorang yang selalu

Please Come Back

Oleh:
Siang ini, panas sekali. Haduuhhh, bisa-bisa aku meleleh, nih, gara-gara panas ini. Menyengat sekali. Aku harus jalan kaki dari sekolah, karena hari ini tak ada yang menjemputku. “ES KRIM!

Lebik Baik Seperti Ini

Oleh:
Seorang lelaki tua terus berjalan tanpa henti walaupun panas terik matahari menyakiti kulit rapuhnya. Di perjalanan ia terus memikirkan bagaimana memberitahu keluarganya bahwa dia baru saja dipecat dari tempat

Indra Ke Enam

Oleh:
Sebisa bisanya mataku terbelalak, langkah gontaiku mengitari setiap sudut ruangan di dalam rumah. Ketertarikanku terhadap tidur di tengah malam membuatku terbiasa. Jelas saja, hari ini, aku kembali begadang. Menonton

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Welt der Wissenschaft and Earth (Part 3)”

  1. sahira fara nabila says:

    waaah… tolong coment dong..

  2. vi says:

    kapan chapter ke-4 nya bakal diposting?

  3. Rena Anggraeni Sucitra says:

    part 4 nya dong lanjutin ceritaanya bagus banget…….!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *