Will Be Revealed (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 June 2017

Aku tidak pernah sebahagia ini sebelumnya. Dia hadir mengubah segalanya, menjadikan hidup ini sangat berarti. dia ada disaat tidak ada orang lain. Disaat tidak ada siapapun yang memperhatikanku. Dia… perempuan ke dua yang aku sayangi setelah almarhumah mama. Aku pikir aku tidak akan pernah bahagia lagi karena mama meninggalkanku, tapi nyatanya.. terimakasih Tuhan.. Kau masih beri aku sisa kebahagiaan itu.

Aku menatap seorang yang sedang aku pikirkan saat ini. Silvi. Sahabat termanis sedunia. Dia sangat berani, cantik, dan pintar. Aku tidak menyangka aku bisa mendapatkan sahabat sepertinya.
“kenapa lo?” tanyanya mengejutkan lamunanku.
Aku tersenyum manis. lebih manis dari gula mungkin. Tak berapa lama, bel yang dinantikan seluruh sekolah akhirnya berbunyi. Semua anak mulai mengemasi bukunya dan pergi meninggalkan kelas.
“nit.. gue pulang duluan ya? lo diantarkan sama Bayu?” tanyanya. Aku mengangguk. Bayu itu pacarku. Pacar terimut sedunia. Aku juga tidak menyangka bisa pacaran dengan cowok number uno di sekolahku. Ini keberuntunganku!

Aku dan Silvi akhirnya berpisah di pintu kelas. Aku masih melihatnya sampai dia menghilang di tembok TU -tata usaha- kemudian Bayu membuyarkan pandanganku.
“yuk…” gumam Bayu. Astaga.. dia tampan sekali hari ini. jacketnya berwarna biru dongker dan rambutnya yang sedikit jigrak membuat penampilannya begitu… keren! Aku mendanga melihatnya, dia memang lebih tinggi dariku. “kamu jacket baru ya?” ucapku sambil mencium jacketnya untuk memastikan itu baru atau tidak.
“eeitt.. apaan sih”
“iya.. baru tu!”
Bayu hanya tertawa kecil. Duh.. gemesin deh! Jadi kepingin ngejitak! Ehh salah.. jadi kepingin cubit gemes maksudnya.

Aku dan Bayu pulang bersama, kebetulan dia bawa sepeda motor jadi bisa numpang deh. Hihihi. Sampai di lampu merah, aku lihat Silvi bersama cowok asing. Aku tertegun keheranan, aku langsung meminta Bayu untuk mengikuti silvi. untungnya Bayu menuruti pintaku. Aku khawatir pada silvi. entah kenapa, firasatku tidak enak.

Aku dan Bayu terus mengikuti motor yang ditumpangi Silvi, sampai akhirnya motor tersebut masuk ke gang dan berhenti ke satu markas. Markas itu terlihat sekumpulan anak-anak punk. Jantungku spontan berdetak lebih cepat. Aku dan Bayu memilih sembunyi dari silvi. Jika aku teriak memanggil silvi, mereka pasti terkejut dan akan menghajarku dan juga Bayu. Aku harus tetap hati-hati melihat pergaulan anak Punk tersebut.
Bayu menyuruhku untuk pulang dan meninggalkan tempat ini, tapi ketika Bayu menarik tanganku, aku terkejut mendapati silvi ditawari sebatang rok*k oleh geng punk itu. “jangan… jangann sill…” teriakku dalam persembunyian. Bayu sontak membungkam mulutku. Mungkin mereka Mendengar ucapanku sehingga mereka mencari sumber suara. “siapa tu?” ucap salah satu di antara mereka.
Aku dan Bayu langsung pergi meninggalkan markas tersebut, Bayu takut mereka pasti akan berbuat jahat padaku. Tapi aku juga merasa kasihan karena sudah meninggalkan sahabatku dari pergaulan yang dapat menjerumus ke jurang dalam.

Sampai di tempat yang aman, aku dan Bayu saling menatap tidak percaya. Hampir saja kami dikeroyok mereka semua. Nafasku terengah-engah, “kamu mau mati, Nit?!” bentak Bayu.
“Bay.. kamu lihat kan.. silvi bay! Silvi di sana! dia itu… dia itu sahabat aku!”
“ya aku tahu, nit. Tapi ya nggak usah besuara gitu!”
Aku terdiam. Yah.. Aku bodoh. Bayu memang benar, kenapa tadi aku harus bersuara. Bayu menarik tanganku dan segera meninggalkan tempat itu. Jujur.. aku tidak bisa meninggalkan silvi di sana. Tak masalah kalau itu pergaulan baik-baik, sedangkan tadi.. aku tidak tahu apakah pantas pergaulan itu aku sebut baik. aku harus menyelidiki ini besok. Sendiri! Tanpa Bayu!

Pagi hari sampai pulang sekolah, aku belum mendapati Silvi di kelas. Aku rasa dia benar-benar terjebak dalam pergaulan itu. Raut wajahku pasti terlihat cemas karenanya. Tapi aku harus tetap tenang, aku harus menjaga nama baik Silvi dan menyembunyikan ini dari teman lainnya. Tadi malam aku juga meminta Bayu untuk tidak bilang ke siapa-siapa.

“Nitaa…” seru Bayu mengejutkan lamununanku. Aku menoleh ke arahnya.
“eng.. Bay kamu nggak usah antar aku ya. aku mau ke rumah Salsa. Kerja kelompok” dustaku. Mudah-mudahan Bayu tidak mencurigaiku. Soalnya aku melihat wajah Bayu mulai keheranan. Entahlah.. aku juga tidak bisa menebaknya dengan pasti sih.
“oke” singkatnya dan pergi meninggalkanku.
Astaga.. dia itu pacarku atau siapa sih. Tidak ada rasa perhatiannya sama sekali, setidaknya ucapkan, ‘kamu mau aku antar?’ atau ‘hati hati ya’ atau apa lah. dia ini memang tidak pernah romantis ya! Hiks! Ahh ya sudahlah.. aku aman untuk saat ini. berarti aku bisa mendatangi tempat mengerikan itu lagi.

Sampai di tempat…
Aku harus mengubah penampilanku menjadi penampilan berandalan agar mereka tidak mencurigaiku. Aku terpaksa mengeluarkan bajuku. dasi pita sekolah, aku lepaskan begitu saja dan rambut ikal, aku gulung berserakan. Aku menghela nafas secara perlahan sebelum masuk ke markas. “haii…” ucapku kemudian, di hadapan silvi dan geng punk tersebut. Mereka terkejut mendapati seorang gadis asing masuk secara tiba-tiba di markas mereka.
“siapa lo? Gengs, tangkap anak ini!” ucap salah seorang geng punk yang aku duga dia ketua geng tersebut. “jangan, boss. Dia temen gue!” ucap silvi membela.
“nit, lo kok bisa ada di sini?” bisik silvi
“karena aku mau ikut gaya kamu, sil” ucapku sok tegar.
“lo gila nit. Lo nggak bisa niru gaya gue, nit. Mendingan lo buruan cabut sana sebelum mereka ngehancurkan kehidupan elo, nit!”
“woii sil.. siapa nih bocah? Kok lo nggak ngenalin ke kita-kita??” itu suara anak punk berambut aneh dari lainnya. “eng… engg.. dia nita. Temen kecil gue”
“oh namanya Nita. Heh kak, sini gabung. Gue ada rok*k nii.. nah.” Dia memberikan sebatang rok*k padaku. Awalnya aku ragu menerimannya, tapi aku nekat terima tawaran itu agar silvi sadar bahwa aku peduli padanya!.
“jangan! Dia nggak bisa ngerok*k!” bantah silvi sembari merampas rok*k yang aku pegang. “nggak bisa gitu, sil! Dia uda berani nginjak markas ini, itu tandanya dia harus siap nuruti kemauan di geng ini” bentak ketuanya.
“haha.. bener tuh! sini sil rok*knya” ucapku. Silvi terpaksa memberikan sebatang rok*k itu padaku. silvi menyalakan rok*k itu untukku. Mataku mulai berkaca-kaca menatapnya, aku ragu untuk menghisap rok*k itu.
“cepetan hisap rok*knya. Kalau lo uda terbiasa sama rok*k itu entar gue kasih lo yang lebih ampuh lagi. gimana?” ucap ketua. Aku hanya tersenyum. Isapan pertama mulai aku lakukan. Aku langsung terbatuk-batuk, “ayoo lagi dongg” ucap anak lainnya.
Aku kembali menuruti perintah anak tersebut. Karena tak tahan dengan aroma di markas, nafasku terganggu dan mataku mulai berkunang-kunang melihat sekeliling tempat ini. Dan tiba-tiba aku tidak tahu… lagi!

Saat aku membuka mata. Bayu ada di sampingku juga.. silvi. sahabatku. “nit astaga syukurlah kamu sadar nit” ucap Bayu.
“nit.. nitaa maafin gue nit. Gue kan uda bilang lo itu nggak usah ngikuti gue, nit. Gue nggak mau lo itu kenapa-kenapa nit!” ucap silvi. aku mencoba bangkit dan duduk. “nggak papa sil” aku mengulurkan tanganku padanya.. “selamat ulang tahun gadis cantik” sambungku. spontan gadis itu memelukku dengan erat. Tangisnya pecah di bahuku
“ternyata lo ingat ulangtahun gue, nit. Thanks nit, lo uda peduli sama gue, lo uda sayang sama gue, dan hanya elo orang pertama yang ngucapi hari kelahiran gue nit. Maafi gue nitaa…” ucap silvi sembari menangis deras di pundakku
“nit, lo pulang ya nit. Lo jangan pernah ke sini lagi. please.. kalau lo sayang sama gue, jangan lakui itu lagi!”
aku mengangguk. “tapi kamu harus janji, sil. Kamu harus keluar dari pergaulan ini” kataku mengakhiri pembicaraan.
silvi menghela nafas panjang, “iya nit” ucapnya singkat.
Aku menunggu janjimu, sahabatku…

Bersambung..

Cerpen Karangan: Sanniucha Putri
Facebook: Sanniucha Putri

Cerpen Will Be Revealed (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Goodbye Aura

Oleh:
Hai namaku Salicha Azzhara. Aku bersekolah di SDIT BINA INSANI. Aku memiliki 2 orang sahabat, yaitu Elvyra dan Aura. Suatu hari yang indah.. “Hai, Ichaa!” sapa Elvyra ceria. “Hai

Hilang

Oleh:
Pagi-pagi sekali mama sudah sibuk menyiapkan sarapan, tak lupa juga mama selalu menyanyi dengan suaranya yang cempreng dan bernyanyi dengan nada-nada yang kurang pas. Bukannya mengolok, tapi hanya memberi

Tuhan Izinkan Dia Hidup

Oleh:
Masa muda masa yang penuh warna, derita, bahagia, dan juga penyesalan bercampur jadi satu. Begitu juga dengan masa mudaku, aku selalu berpikir seandainya saja aku tidak memilih jalan itu

Kenanglah Sahabatku

Oleh:
Saat kenaikan kelas aku duduk di bangku kelas XII-A, kesekian kalinya aku mengatakan pada diriku sendiri kalau aku tidak akan suka dengan orang yang telah mngecewakanku. Saat di kelas

Bakat (Part 1)

Oleh:
Setiap manusia dilahirkan dengan bakat yang unik dan khas bagi setiap pemiliknya. Setiap orang ditakdirkan memiliki bakat yang berbeda dengan orang lain, bahkan dengan saudara kembar saja bakat belum

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *