Without You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 April 2018

Rasanya masih hangat di ingatanku saat bersama dengannya namun jika kuingat kembali hari ini genap sepuluh tahun dia pergi meninggalkanku. Entah kenapa hari ini mentari tak bersinar, awan hitam sepertinya akan menumpahkan air yang ia bendung seakan mereka mengerti dengan perasaanku yang berkecamuk, matapun tak bisa membohongi bibir. Satu persatu air mataku menetes melihat kebahagian orang lain dalam hati aku berkata aku juga pernah merasakan hal itu tapi itu dulu saat dia masih di sini.

Seluruh tubuh basah diguyur hujan saat pulang, ayah bahkan tak menegurku sama sekali pandangannya tertuju kepada rintik hujan yang bersandar pada jendela. Tentu saja bukan hanya aku yang akan mengingat kenangan itu lamunanku terhenti saat kak Ilham tiba-tiba mengagetkanku menyuruhku untuk mengganti pakaian. Saat di kamar aku tak bisa menahan tangisku melihat foto yang terletak di meja belajarku, gambar yang diabadikan sepuluh tahun yang lalu kenangan satu-satunya yang aku miliki dari Ibu. Setelah kepergian Ibu aku hidup bersama dengan Ayah dan Kak Ilham, di usia Ayah yang tidak mudah lagi dia menghabiskan harinya di rumah sementara kak Ilham menggantikan perannya menjadi tulang punggung keluarga. Terkadang aku berniat untuk berhenti sekolah dan belajar di rumah namun mereka melarangku, mereka sangat ingin melihatku menjadi orang yang berhasil.

Di sekolah aku berusaha untuk mendapatkan nilai yang bagus demi membuat ayah dan kakak bangga namun itu tidak semudah yang aku kira terlebih lagi di kelas banyak pesaing hebat salah satunya sahabatku Sarah. Di antara aku, chyka dan rena Sarah adalah orang yang memiliki nilai yang paling tinggi namun dia di kenal pendiam berbeda dengan Rena sepupunya yang paling bisa mencairkan suasana karena tingkahnya. Sementara Chyka lebih di kenal karena sikap polosnya namun terkadang sedikit keras kepala dan sulit menerima pendapat dari orang lain. Namun kekurangan itu justru membuat kita saling melengkapi satu sama lain. Aku sangat bersyukur memiliki mereka bersama mereka rasa sepiku bisa sirna.

Hari ini kami belajar diperpustakaan mengerjakan tugas perhitungan yang seperti kerumunan semut tidak beberapa lama Arya datang membantu kami mengerjakan tugas. Arya adalah teman sekelasku saat kelas 1 dia anak yang pintar dan aktif di organisasi sekolah, dia juga ketua tim basket dan sekarang dia adalah Ketua Osis di SMA ku. Banyak yang mengaguminya termasuk aku karena kepopuleran dan kepintarannya. Saat kami masih satu kelas dia sering berbagi cerita denganku dan kami dulu cukup dekat banyak hal yang aku ketahui tentangnya begitupun sebaliknya bersama dengannya aku merasa nyaman. Saat hari ulang tahunnya aku memberikan hadiah kepadanya sebuah jam tangan hitam walau harganya tidak seberapa tapi aku sangat berharap dia menyukainya. Tidak ada yang tahu tentang hadiah itu kecuali Sarah, sarah membantuku mencarikan hadiah untuk Arya.

Tentu saja itu hanyalah hadiah biasa hadiah dari seorang teman tidak seperti hadiah yang dia dapat dari kekasihnya tapi aku cukup bahagia saat ia memakai jam tangan itu dan itu terlihat cocok di tangannya. Kami dulu sangat dekat tapi setelah pisah kelas kami jarang bertemu rasanya sekarang sedikit canggung saat berpapasan hanya senyum satu sama lain.

Hari ini kami mendapatkan tugas aku dan rena berada di kelompok yang sama sementara Chyka bersama dengan Sarah di kelompok 2 namun Sarah terlihat kebingungan melihat satu teamnya bagamana tidak Chyka berada di team yang sama dengan Fiqram keduanya tampak canggung sementara Sarah yang duduk diantara mereka lebih canggung sesekali dia menatap ke arahku dan Rena namun kami hanya tertawa melihat tingkahnya dengan tatapan seakan memberikan isyarat. Sarah hanya bisa menghembuskan nafas panjang inilah salah satu penyebab Sarah sangat tidak suka dengan ”Pacaran” selain karena keyakinannya pacaran tidak ada dalam islam dia juga tidak suka dengan hubungan yang berakhir menjadi canggung seperti itu bahkan bisa saling benci satu sama lain. Bagi Sarah jodoh itu sudah diatur dan akan datang di saat yang tepat.

Setelah pulang dari sekolah kami mampir dirumah Sarah, kami sudah terbiasa kerja tugas ataupun hanya sekedar kumpul disana kedua orang tuanya selalu menyambut kami dengan ramah. Hari ini kami membuat karya seni bunga yang dibuat dari kertas dan tangkai dari pohon kemangi dirangkai menjadi pohon mawar walaupun dari bahan bekas tapi memiliki nilai seni yang tinggi. Awalnya kami kurang percaya diri namun setalah penilaian dan melihat antusias guru untuk menyimpan dan memajangnya di perpustakaan sekolah kami merasa puas.

Seperti biasa setelah jam istirahat kami akan ke kantin sekolah memesan makanan yang sama namun minuman yang berbeda, aku tahu betul Sarah akan memesan minuman rasa melon rena akan memesan air gelas, chyka akan memesan pop ice rasa coklat sementara aku akan ditemani dengan es teh kesukaanku kami menikmati saat-saat bersama seperti ini.

Saat pelajaran kimia berlangsung Pak Herlan mengatakan minggu depan semua jurusan IPA akan melakukan penelitian di Puncak Bila selain untuk tugas penelitian kami juga bisa rekreasi tentu saja disambut meriah oleh teman-teman mereka yang awalnya sulit membuka mata karena rumus kimia yang memenuhi blackboard kini rasa kantuk mereka hilang seketika. Sarah ditunjuk sebagai bendahara yang akan mengumpulkan biaya akomodasi dan makanan sementara yang lainnya begitu semangat mereka mulai sibuk membicarakan akan memakai baju apa.

Hari yang ditunggu akhirnya datang mereka yang biasa terlambat datang ke sekolah tib-tiba datang lebih awal anak-anak yang suka bolos pelajaranpun juga terlihat semangat dengan style berbeda berdiri mengikuti antrian untuk naik ke bus yang sudah terparkir rapi di depan sekolah, namun Sarah belum juga datang dia masih di jalan aku, rena dan chyka berdiri di gerbang sekolah menunggu kedatangannya sesekali Pak Herlan memandang kearah kami bertanya apakah sarah sudah datang walaupun tidak berbicara kami paham betul pandangannya sementara anak-anak yang sudah berada di dalam bus mulai gerah dan marah karena jam sudah menunjukkan pukul 8. Tidak berapa lama akhirnya Sarah datang bersama dengan pamannya dia kemudian melepaskan helmnya dan memberikan kepada pamannya, dia berlari ke arah kami dengan nafas tidak beratur dia minta maaf kepada Pak Herlan untungnya Pak herlan memakluminya dan mengajak kami untuk bergabung bersamanya karena 3 bus sudah penuh dan berangkat lebih dulu.

Rasanya sedikit canggung kami bergabung dengan para guru kami hanya saling berpandangan dan tidak ada yang berbicara untungnya Pak Herlan dan Ibu Maya mencoba memecah kesunyian dan candaan mereka berhasil membuat kami merasa bahwa kami bersama dengan seorang teman untuk pergi liburan. Walaupun sikap ramah dan friendly keduanya kami tetap menghormati mereka sebagai guru kami. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba juga di tempat tujuan terlihat di pinggir jalan terdapat tulisan “Welcome to Puncak Bila” Puncak bila merupakan tempat rekreasi yang memadukan antara wisata alam dan waterboom dan masih banyak wahana lainnya seperti Flying fox, Dayung bebek, Motor Atv, dan Kanoe Boat.

Kami tiba lebih dulu kami pun diberi kesempatan untuk melakukan penelitian terlebih dahulu. Aku, Sarah, rena dan chyka memutuskan untuk mengambil sampel pertama di danau kemudian di kolam ikan dan terakhir di kolam renang. Awalnya kami merasa sedikit malu karena semua orang memandangi kami yang mengambil sampel di pinggir waterboom, hari ini adalah hari minggu jadi banyak pengunjung yang datang. Setelah melakukan penelitian kami mengumpulkan hasilnya dan Pak herlan mengatakan kalau kami sekarang bisa istirahat. Tidak berapa lama yang lainnya akhirnya tiba sementara mereka melakukan penelitian kami duduk di pinggir danau untuk istirahat sambil melemparkan makanan ikan.

Setelah semua kelas selesai melakukan penelitian kami bisa menikmati wahana anak-anak begitu semangat setiap moment mereka abadikan tingkah mereka membuatku tersenyum. Kami tidak begitu suka bergabung bersama yang lainnya di kolam renang apalagi Sarah dia lebih memilih untuk tinggal di pinggir danau sesekali dia melihat ke arah anak-anak yang biasa ia lihat mengenakan hijab namin sekarang melepas hijab dan memakai celana di atas lutut. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya namun yang pasti tatapannya terlihat prihatin sesekali pandangannya beralih kepada beberapa orang yang terlihat gembira duduk di atas perahu yang mirip bebek.

Tidak berapa lama rena dan chyka datang mengajak kami untuk mencoba permainan itu tanpa berpikir panjang kami segera membeli tiket, perahu itu memuat dua orang Aku naik bersama dengan Chyka sementara Sarah bersama dengan Adel dan Rena bersama dengan Fika. Awalnya aku kira sulit untuk menjalankannya namun setelah mengayuhnya ternyata lebih mudah rasanya sangat menyenangkan sesekali hembusan angin menyentuh hijabku dan pandanganku tertuju kepada Sarah yang juga sedang memandangiku dia kemudian melempar senyuman kepadaku dengan Chyka namun kami tertawa melihat Rena dan Fika yang sedari tadi tetap di tempat mereka tidak bisa mengayuhnya mereka hanya berputar di tempat kami semua tertawa melihatnya.

Belum puas rasanya mengelilingi danau dengan perahu bebek ini bunyi sempritan tanda kami harus naik karena waktunya sudah habis mulai terdengar, tapi itu sangat menyenangkan kami bahkan lupa waktu. Sarah dan Rena sudah ada di pinggir danau mereka sedang memberi makan ikan aku dan chyka ikut bergabung dengan mereka tidak jauh dari tempat kami anak laki-lakinya duduk di pinggir sambil memainkan gitar berkali-kali mereka memanggil untuk ikut bergabung bersama dengan mereka namun kami hanya tersenyum.

Keesokan harinya keadaan kembali seperti semula jam sudah menunjukkan pukul 7:30 tapi kelas masih sepi aku dan rena duduk di depan kelas sementara chyka sedang piket dan sarah duduk di dalam kelas melihatnya yang begitu lesu rena kemudian memanggilnya untuk keluar, tidak berapa lama sarah bergabung dengan kami dia duduk disamping menyandarkan kepalanya di bahuku sambil berkata kemarin dia bertemu dengan Adli saat pulang bersama dengan Jo mendengar perkataannya aku dan rena langsung mengerti penyebab sarah seperi itu dia pasti mengingat masa lalunya itu dan hidup dihantui oleh rasa bersalah. Dulu sarah pernah menampar Adli dan dia terus merasa bersalah karena hal itu sarah orangnya pendiam namun jika dia sudah merasa nyaman dan kenal dengan seseorang dia akan terbuka kami sudah bersahabat sejak kami kelas 2 SMP.

Rena mencoba menenangkannya dan mengatakan mungkin dia sudah lupa dengan kejadian itu namun sarah tetap merasa bersalah karena dia sudah menampar Adli di depan orang banyak, aku tidak tahu pasti namun saat itu Adli mencoba menyatakan perasaannya kepada Sarah namun entah apa yang ada di benak Sarah hingga dia dengan berani menamparnya padahal Adli cukup populer dan dihormati oleh anak-anak waktu itu. Suasana kemudian berubah saat Jo datang dan mengagetkan kami dan kami langsung diam saat dia datang karena dia tidak tahu tentang masalah Sarah. Jo adalah sahabat kami dia laki-laki namun tidak seperti yang lainnya yang kasar dan tidak sopan kepada orang lain dia dan Sarah berada dilingkungan yang sama jadi mereka biasanya pulang bersama, Ayah sarah juga kenal baik dengan Jo jadi sarah tidak merasa khawatir.

Saat pelajaran dimulai anak-anak mulai berbicara tentang Fiqram dengan Suci mereka dikabarkan pacaran kami kemudian melihat ke arah chyka yang dari tadi fokus kepada pelajarannya. Bagaimanapun dia menyembunyikannya kami tetap mengeti perasaannya bagaiman tidak hubungannya dengan Fiqram berakhir karena Suci walaupun bukan kesalahan suci sepenuhnya. Kelas kembali gaduh saat Fiqram datang di tengah pelajaran Fiqram memang orang yang tidak bisa mengatur waktu dia tidak bisa sehari tidak terlambat untungnya dia selalu di maklumi oleh guru yang mengajar kami sudah berkali-kali menasehatinya namun dia belum bisa berubah. Fiqram dan Jo bersahabat dengan baik.

Saat kelas sepi chyka dan anak-anak ke kanti aku dan sarah menghampiri Fiqram dan Jo aku bertanya kepada Fiqram apakah dia masih memiliki perasaan kepada chyka namun dia tidak berkata apa-apa dia hanya sibuk bermain game berkali-kali aku memanggilnya namun panggilanku tidak dihiraukan olehnya melihat tingkah Fiqram tiba-tiba sarah merebut ipad dari tangannya, sarah kemudian meminta Fiqram menjawab pertanyaanku ini bukan karena sarah sahabat chyka tapi dia tidak ingin melihat chyka terluka dan Fiqram juga adalah sahabat kami sarah mengatakan untuk tidak menyiksa dirinya sendiri namun fiqram berdiri dari tempatnya dan meninggalkan kami.

Saat akan kembali ke tempat kami Jo mengatakan untuk tidak memaksa Fiqram ini juga tidak mudah untuknya bagaima dia bisa melupakan Chyka saat mereka harus bertemu setiap hari dan mengenai Suci dia hanya mengenggapnya teman tidak lebih dulu dia hanya mengantar suci pulang karena suci minta tolong kepadanya tapi dia tidak tahu kalau hal itu membuat hubungannya berakhir dengan chyka tanpa adanya kesempatan untuk menjelaskan kepada chyka. Mendengar penjelasan Jo kami mendapatkan jawaban tapi tidak bisa membuat mereka untuk kembali seperti dulu sementara Sarah berkata untuk tidak perlu khawatir jika mereka memang jodoh sebesar apapun cobaannya pasti akan bersatu.

Setiap hari kami lalui dengan senyuman tidak peduli seberapa besar kesedihan yang kami alami semua bisa kami atasi kami percaya bukan hanya kami yang memiliki masalah semua orang pasti menghadapi masalah dengan ujian yang berbeda-beda kita hanya perlu menghadapinya karena Dia tidak akan menguji hamba-Nya dibatas kesanggupannya. Kami hanya perlu tersenyum berpura-pura tidak terjadi apa-apa maka semua akan baik-baik saja.

Malam ini aku mendapat pesan dari Vigar aku begitu terkejut setelah menghilang beberapa tahun yang lalu dia kemudin datang kembali saat aku sudah yakin bahwa dia memutuskan hubungan kami. Rasa marah masih menghantui hatiku dia pergi tanpa mengatakan apa-apa dan sekarang dia kembali lagi saat aku sudah berusaha melupakannya. Dalam pesannya dia mengatakan kalau dia harus pergi karena ayahnya tiba-tiba diipindah tugaskan dikota lain dan dia bersama dengan keluarganya harus ikut pindah dia baru menghubungiku karena aku kehilangan kontakku. Aku tidak tahu aku harus berkata apa padanya pesannya tidak berani aku balas.

Keesokan harinya dia menungguku di depan sekolah betapa terkejutnya aku bahkan Sarah dan Rena yang mengenalnya ikut terkejut mereka berdua kemudian menatap kearahku dengan tatapan tajam mereka pasti salah paham kepadaku. Bahkan Sarah terlihat marah aku bisa mengetahui dari pandangannya bagaiman tidak setelah Vigar pergi meninggalkanku dia terus menyemangatiku dengan Rena, aku dan sarah bahkan membuat perjanjian kalau aku tidak akan pacaran namun sepertinya dia salah paham melihat kedatangan Vigar ke sekolah.

Saat vigar menghampiriku Sarah dan Rena kemudian pergi aku hanya tidak ingin dia mengira aku dendam atau membencinya jadi aku putuskan untuk mendengarkan penjelasannya setelah beberapa menit kami berbicara dia kemudian pamit namun sebelum pergi dia ingin aku kembali bersamanya seperti dulu aku tidak bisa berkata apa-apa. Dia adalah orang pertama yang benar-benar ada di hatiku namun dia juga orang yang melukaiku tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku kalau aku masih mengharapkannya namun bagaimana dengan perjanjianku dengan Sarah.

Malam ini aku bena-benar tidak bisa tidur pikiranku dipenuhi pertanyaan namun jelas-jelas hatiku sudah tahu jawabannya tapi aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak lamunanku terhenti saat handphoneku bergetar tanda panggilan nama yang tertera sonta membuatku kaget telepon dari Vigar aku hanya menebak dia mungki ingin mendengar jawaban dariku apa yang harus aku katakan kepadanya. Jika aku mengatakan iya maka aku mengingkari janjiku kepada sarah tapi jika aku menolak rasanya hatiku sulit untuk menerimanya jika dia harus pergi lagi dari hidupku. Dan aku tidak ingin kehilangan dia untuk kedua kalinya keputusanku ini akan kubicarakan kepada Sarah besok semoga dia mengerti.

Ternyata tidak mudah seperti dugaanku padahal semalam aku sudah latihan beberapa kali menyusun beberapa kalimat namun setelah sarah berdiri tepat di hadapanku semuanya menjadi tidak terkendali aku tidak tahu harus memulai dari mana. Sarah hanya menatapku dengan pandangan yang penuh tanda tanya aku kemudian menghembuskan nafas panjang kemudian menjelaskan kepadanya namun raut wajahnya tiba-tiba berubah saat aku mengatakan kalau aku dan vigar bersama lagi dia tidak berkomentar apa-apa tapi dia langsung pergi meniggalkanku. Saat di kelas dia bahkan menjauhiku dan tidak bicara sedikitpun kepadaku.

Namun yang membuat aku terkejut saat Jo dan Fiqram mengganggunya dia langsung marah dan keluar dari kelas tentu saja anak-anak yang melihatnya langsung kaget karena sarah bukanlah orang yang mudah melampiaskan kemarahannya dan selalu menahan semuanya. Jo kemudian bertanya apa yang terjadi rena hanya menggelengkan kepala aku kemudian mengatakan kepada mereka penyebab perubahan sikap sarah namun mereka juga menjauhiku.

Sejak hari itu sahabatku menjauhiku namun hubunganku dengan vigar baik-baik saja kadang aku berpikir apakah ini harga yang harus aku bayar. Aku pasti tidak boleh memiliki keduanya antara cinta dan persahabatan. Setiap hari vigar menjemputku di sekolah aku tidak pernah pulang bersama lagi dengan mereka, kehadiran vigar di hidupku tentu membuatku bahagia namun aku juga merasa sedih kehilangan mereka. Aku merindukan hari dimana aku bercanda dengan mereka makan menghabiskan waktu bersama mereka.

Saat pulang aku sedikit terkejut melihat Kak Ilham yang sudah ada di depan pintu tentu saja dia marah karena aku berhubungan lagi dengan vigar. Dia juga tidak menyukai vigar dan tidak merestui hubungan kami karena perbedaan agama tapi aku tidak menghiraukannya dan langsung masuk ke dalam kamarku. Untuk pertama kalinya aku tidak ingin kak ilham mengatur hidupku dia seperti itu karena tidak mengenal vigar dengan baik.

Keesokan harinya aku terlambat bangun dan melihat pesan dari vigar dia tidak sempat mengantarkan aku ke sekolah karena ada urusan yang penting untungnya aku masih bisa mengejar waktu dan datang sebelum guru memulai pelajaran. Namun saat pulang betapa kagetnya aku saat melihat vigar bersama dengan perempuan lain yang mengenakan seragam yang sama denganku aku kemudian mengikuti mereka yang masuk ke dalam salah satu cafe, awalnya aku berusaha untuk positive thinking namun setelah melihat mereka berpelukan aku kemudian menghampiri mereka. Saat melihatku raut wajah vigar langsung berubah wanita yang bersama dengannya adalah salah satu senior di sekolahku. Dia tidak berkata apa-apa sementara air mataku mulai menetes aku tidak ingin terlihat lemah dan menyedihkan aku kemudian pergi dari tempat itu.
Aku berdiri di pinggir jalan dengan perasaan yang campur aduk sesekali aku mengusap air mataku tiba-tiba chyka melihatku dia kemudian menghampiriku bersama dengan Sarah, rena dan Jo. Sekali lagi aku sadar akan kata-kata sarah baik belum tentu baik dan yang buruk belum tentu buruk. Mereka semua menenagkanku mengerti tanpa aku ceritakan, aku bisa tanpamu tapi aku tidak bisa tanpa mereka, itulah sahabat.

Cerpen Karangan: Riani Park
Facebook: Riani Putri
Nama saya Satriani saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di makassar. Hoby saya adalah membaca dan menulis.

Cerpen Without You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Janji Dua Merpati

Oleh:
Pagi itu tak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Deret gedung pencakar langit yang tidak bergeser sedikitpun, orang-orang sibuk berlalu lalang mencari tujuan, juga suara klakson barisan kendaraan yang terdengar

Love Hour (Part 4)

Oleh:
Segelas teh limun dingin menyegarkanku kembali setelah berkutat dengan dua matakuliah memusingkan di hari Senin ini. Kevin nampak menikmati biskuit gandum krim cokelatnya -satu pak ukuran besar yang nampaknya

Jangan Pergi, Ri

Oleh:
Meskipun nama itu terdengar pasaran, tetapi orang kayak kamu nggak pasaran. Cantik, baik, lugu, pintar, feminim, dan humoris. Saat ku berteman denganmu, aku rasa kamu sahabatku. Tapi saat malam

Kakak Misteri

Oleh:
Saat bel tanda istirahat berbunyi, aku langsung merapikan bukuku ke dalam tas. Tiba-tiba aku mendengar ada seseorang memanggilku dari luar, “Nardo…” Aku menoleh ke luar dan ternyata itu dia,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *