Worst Class

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 July 2018

Terkadang kau pasti pernah merasakan rasa banggan dan sedih secara bersamaan. Kapan? Hari itu di saat kau dinyatakan sebagai alumni, sebagai wisudawan. Sudah pasti kau bangga, siapa yang tidak bangga telah mendapat hasil dari perjalanan panjang tiga tahun itu?

Di satu sisi, setelah kau pulang, melepas pakaian wisudamu. Barulah kau akan terpikir hari-hari kedepanmu akan diisi dengan orang-orang baru, dengan guru-guru baru. Hari-hari kemarin hanya tertinggal di sana seolah-olah menatap langkah panjangmu.

Namaku andini, umurku 15 tahun, itu artinya aku baru saja lulus smp, ingin memasuki jenjang sma. Inilah aku hari ini, duduk di kursi di samping panggung bersama teman-temanku yang lainnya.
“Ih anjir, si rara belum datang ya?” tanya marwa sembari melihat jam tangan yang melingkar sempurna di tangannya
“Gue udah line baru make up katanya” jawab ica dengan pandangan lurus melihat penampilan di atas panggung
“Lah? Baru bangun dong artinya” ucapku sedikit berpikir, marwa mengangguk setuju. Rara memang selalu seperti itu, bahkan di hari bersejarah seperti hari ini. 15 menit lagi prosesi wisuda akan dimulai. Yang aku yakini, perasaan deg-degan pasti ada di diri kami masing-masing, belum lagi teman perempuanku yang terus keluar masuk wc untuk pipis dan memperbaiki make up.

“Andini, lo dari tadi di situ mulu, pantat lo ga keram?” tanya reno yang berhasil membuatku terbahak
“Apaan sih lo, ngaco banget” reno terkekeh
“Kita udah mau lulus din” ucap reno dengan pandangan lurusnya, aku menengok
“Iya, padahal lo teman gue dari sd, dari masih dicebok sama emak” reno tertawa dilanjutkan anggukannya
“Gue mau pindah din”
“Ke mana, lo sma di sana?” reno mengangguk, ada raut sedih terpamopang jelas di wajahnya, aku memeluknya, teman kecilku
“Bandung doang, dekat kok” ucapku mengelus-elus pundaknya, dia membalas pelukanku
“Lo teman terbaik gue din” aku mengangguk

“Lah? Di sini kenapa ada yang pelukan?” tanya rara yang baru datang, pelan-pelan aku melepas pelukanku
“Lagi sedih ra, elo mah ga ngerti suasa” jawabku melihatnya dari atas sampai bawah, rara beroh
“Eh gimana? Gue cantik ga?” tanya rara, aku mengangguk, reno menggeleng
“Ish reno mah, suka boong” belum lama setelah rara berbicara, bu tini sudah menyuruh kami untuk berbaris, bersiap-siap menunggu nama kami di panggil, dengan sigap kami segera berbaris seperti gladi kemarin.

“Ananda andini raisani putri, semarang 18 november 2002, putri dari bapak drs. Chaisar mohammad dan ibu deswita khaer, cita-cita penulis dan atlet bulu tangkis” namaku disebutkan, dengan langkah pasti aku menaiki panggung, menyalami satu persatu guru yang berada di panggung, aku di pakaikan piagam dan di berikan ijazah. Ini hari yang sungguh bersejarah. Setelah 26 nama setelah ku disebutkan, kami disuruh mengambil posisi untuk pengambilan gambar.
“Lembaran foto hitam putih, aku coba ingat lagi, warna bajumu kala itu, kali pertama di hidupku, manusia lain memelukku, lembaran foto hitam putih aku coba ingat lagi wangi rumah di sore itu, kue coklat balon warna-warni, pesta hari ulang tahunku” lagu itu mengalun lembut mengiri langkah para wisudawan dan wisudawati turun dari panggung
“Dimana pun kalian berada kukirimkan terima kasih, untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah, kau melukis aku”

Semuanya larut dalam suasana berfoto-foto, tak terkecuali aku yang ingin mengambil gambar bersama semua temanku.
Dan teman-teman setelah hari ini, semoga di masa depan nanti kalian dapat menemukan orang-orang yang lebih membuat kalian nyaman.

Terima kasih telah menyumbangkan warna kalian ke kehidupanku. Aku juga merasa senang pernah menambah kisah klasik di masa remaja kalian.
See you on top guys

Cerpen Karangan: Hawainah Amaani
Blog: Hawainahfatihah.blogspot.com

Cerpen Worst Class merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senyum Seindah Pelangi

Oleh:
Semuanya seperti deja vu. Masih terukir dengan jelas di benakku, tentang hari itu. Di saat butiran-butiran air berjatuhan dari langit. Petir pun seolah tak mau kalah meramaikan suasana dengan

Pelangi Dari Matematika

Oleh:
Matematika adalah pelajaran yang membuat 2 insan yang satu ini menjadi lebih dekat. Kisah seorang siswi yang banyak bicara seperti emak-emak dengan seorang siswa yang cuek-cuek bebek. Matematika ini

Makna Sebuah Piala

Oleh:
“Dasar bocah b*ngsat!!” Teriak pria bertubuh besar itu. Matanya yang sangat tajam dan terkesan sangar mampu membuat bulu romaku merinding ketika sekilas ditatapnya. Tak bisa ku bayangkan seperti apa

Maukah?

Oleh:
Pertemuan pertama kita saat duduk di kelas 9 Ingat pertama dulu, kau duduk di sampingku Aku juga ingat, kamu adalah orang yang paling tak ku suka dulu. Kamu banyak

I’m Sorry My Best Friend

Oleh:
Aku berlari kencang menyusulmu, kau di hadapanku, sedang berjalan dengan santai sambil sesekali tertawa dan tersenyum-senyum, aku ingin menghampirimu sebelum sesuatu membuatku mengurungkan niatku, seorang gadis dengan rambut sebahu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *