You (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 August 2018

“Konichiwa!!! I am Chila Ozora Shibuki. Please call me Ozora. I am form Japan – Tokyo. Nice too meet you!” Ucapku. Aku memang baru pindah ke Indonesia. Rambutku panjang sedada warna coklat. Mataku juga sipit lhoo! “Sit down, please…” minta guru itu. Aku membungkuk lalu tersenyum. Sebagian anak ada yang cekikikan. Aku mencari bangku kosong. Aku menemukan meja berisi 1 orang yang berambut kriting, panjang, dan sepertinya… baik. Aku duduk di sebelahnya. Dia sepertinya… canggung.

“Hai, what happend?” Tanyaku ramah. “E.. a.. euh… please.. a… spe… speaking… Ind.. Indones… ian?” Katanya terbata bata. “O, kamu kenapa?” Tanyaku, mengartikan yang tadi kupertanyakan dengan senyuman manis. “Aku… cang… canggung…” katanya sambil menundukkan kepala. “Hihihi… nggak usah gitu dong… santai…” kataku menenangkan. “Iya…” jawabnya masih malu. Mereka pun menjadi sibuk menyimak matematika yang agak rumit. ‘Kayaknya… dia bisa jadi sahabatku…’ batinnya.

Tinggg!
Bel istirahat tiba. Anak anak mengerubungiku. Minta tanda tangan segala. Haha… maklum… artis seJepang! Tak lama, akhirnya bisa terbebas dari kerubungan itu. Aku menggamit tangan teman sebangkuku itu ke toilet.

“Ngomong ngomong… aku belum tahu namamu. Siapa nama mu?” Tanyaku ramah. “Jassy Zeranlya, Jassy” katanya malu. ‘Malu banget ketemu sama idolaku!’ Batin Jassy. “Oh, antar aku ke kantin ya!” Pintaku. “Hahh?! Nanti kamu dikerubungi dong?” Tanyanya heran. ‘Hm… gimana ya?’ Aku berpikir. “Sudah deh, aku aja yang pergi. Kamu di sini aja. Sekalian aku traktir deh…” tawar Jassy. “E.. eh, tunggu! Nggak ngerepotin nih?” Tanyaku memastikan. “Iya lah” jawabnya singkat sambil berlalu pergi.

Aku duduk di bangkuku. Ada 1 anak perempuan menghampiriku. “Eh.. anu m..maksudku… hai. Kenapa kamu sendirian?” Tanyanya. “Oh, hai juga. Aku nunggu Jassy” jawabku santai. “Eh, omong omong… kamu… mirip sama Jassy?” Tanyanya. Aku terbelalak. “Eh… itu… aku tanya… namamu siapa?” Aku menglihkan topik yang ada. “Sherly Fernando. Shera” katanya. Aku tersenyum manis. “Hai! Lagi pada apa?” Sapa Jassy. Aku membalas sapa annya. Aku melahapnya. Tak lama… bel pulang tiba.

“Uh… capek! Follow instagram Shera sama Jassy ah!” Gumamku. Aku segera main ipodku. Saking serunya sampai aku ngantuk. Hahaha! Tapi… akhirnya aku bangun gara gara ada instagram lagi. Aku pun… nggak jadi tidur… aku sibuk mempelajari ilmu Jepang agar tidak lupa…

1 tahun berlalu…
Walau aku jadi artis, tetep aja ada yang sebel sama aku. Mau tau nggak? Sherly Fernando alias si Shera sama Jassy Zeranlya alias si Jassy. Padahal… bagiku aku nggak pernah apa apa sama dia. Ulang tahunku 1 bulan lagi. Uh… pingin ke Jepang lagi! Merasakan indahnya bunga sakura ala Jepang! Tapi… ada yang aneh deh,… Jassy nggak masuk!!! Jadi… nggak bakal ada yang nyontek aku atau ngapain aku. ‘Yes! Jassy nggak masuk!’ Soraiku senang dalam hati.

Istirahat tiba…
Aku mengeluarkan bekalku. “Eh, liat doong… kamu bawa apa?” Pinta Shera yang sepertinya niat mencibirku. Aku yang tak mengerti maksudnya, langsung kuberikan 1 bekalku. Ia memakannya. “Uek! Kue macam apa? Rasanya nggak enak banget!” Ejeknya. Amarahku tak bisa kupendam. “SHERA! KAMU NGGAK TAHU RASA! MOM KU TAHU YANG BUAT SEPENUH HATI! DASAR NGGAK PUNYA HATI!” Aku mengeluarkan seluruh amarahku yang tak bisa kupendam. Zeny, Hasyim, Anton, Fera, Kayla, Dodo, Fanny, Lya dan Jessy melongo ‘tega banget si artis kayak gituin si Shera’ sebagian mendukung Shera, sebagian mendukungku. ‘Emang ini lomba apa?’ Hatiku bertanya tanya.

Pulang sekolah, aku berlari agar cepat pulang juga protes. Ternyata dan ternyata, ada Shera!!! BRUK!!! Ia menjegalku. Dan apa yang terjadi? Kakiku terkilir! Air mataku berjatuhan. Kayla, Shifa dan Kirya membantuku berdiri dan berjalan di tempat menunggu. Tak lama, mom menjemputku. Ia menanyakan apa yang terjadi. Aku hanya diam tak menjawab. Sungguh, hari paling menyebalkan. Aku hanya bisa menggerutu atau mengomel omel.

Setelah sampai, mom memberiku obat. “Sayang, mom izin kan kamu nggak tampil dulu ya… nanti kakimu tambah parah…” kata mom sepenuh hati. Lalu, aku menceritakan ke mom semua yang terjadi di sekolah. “Mom, aku ingin ke Jepang lagi mom. Aku nggak mau di sini.” Pintaku. “Aku sudah jengkel dengan semua teman temanku mom…” tambahku. “Sabar ya sayang… pekerjaan dad belum selesai. Bulan depan, pada saat tanggal 19 Agustus. Kamu sudah pindah lagi ke Jepang. Sabar ya…” ujar mom. ‘Yah… masih saat ulang tahunku… bagiku itu lama. Tapi… yang penting aku pindah!’ Batinku. Aku pun mencoba bangkit dan beranjak ke kamar untuk tidur. Sesekali aku terjatuh. Mom selalu bilang “hati hati sayang!” Setiap aku terjatuh. ‘Uh! Dasar Shera!’ Batinku lagi dengan kesal, kesal dan kesal!

Bersambung

Cerpen Karangan: Yusnaini Khoirunnafi
Hola! Aku Yusnaini Khoirunnafi’! Kelas 4 mau naik kelas 5. Akrab di panggil Yusi. Tinggal di Yogya. Kalau mau berkenalan, bisa lewat email ku yunaini28[-at-]gmail.com
Line ku yusiimut
Instagram ku yusnaini28
Semoga menyukai cerpen ku!

Cerpen You (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berawal Karnanya

Oleh:
Aku melangkahkan kakiku malas menuju kamar mandi. Hari ini hari senin, senin adalah hari dimana sebagian orang merutukinya. Mungkin karena belum puas dengan hari libur kemarin. Ya, aku bagian

Hanya Sebuah Harapan

Oleh:
Sudah beberapa bulan belakangan ini gua lagi mengagumi seseorang, dia rajin shalat, cool, senyumnya manis, ramah gitu deh siapa sih yang nolak kalau misalnya ditembak dia, haha kalau gua

Bukan FTV Cinta

Oleh:
“Sas.” Cinta menyikut lengan Saski yang tengah asyik melahap bekalnya. Mulutnya penuh dengan roti isi selai kacang kesukaannya. “kemarin aku lihat si Diana diantar pacarnya pergi ke butik, loh.”

For You

Oleh:
Pagi ini seperti biasa Mila pergi ke sekolahnya. Di kelas ia merasa sedih dan tampak murung. Hari ini adalah hari habis dia diputusin sama pacarnya Edo, tanpa alasan yang

Sahabat Scouts Selamanya (Part 1)

Oleh:
Suara adzan subuh bergema, begitu juga dengan suara alarm handphone yang berdering memecah telinga seisi tenda, sontak semua terkejut, mereka meraba ke sana ke mari mencari di mana sumber

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *