You’ll Never Know

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 26 August 2013

Matahari mulai memunculkan sinarnya di ufuk timur bumi, tanda hari kini sudah pagi. Ayam-ayam berkokok serentak membangunkan orang orang yang masih terlelap dalam tidur mereka. Carla terbangun dari tidur nyeyaknya dan segera beranjak menuju kamar mandi untuk segera bersiap-siap menuju sekolahnya
“Carla cepatlah, kita bisa terlambat” teriak Mafalda sahabat sekaligus teman sekamar di tempat kost yang di sewa nya
“sebentar” Carla berteriak balik dan segera keluar dari kamarnya sebelum Mafalda meninggalkannya

Mereka berjalan beiringan menuju sekolah yang sama, namun mereka tidak berada dalam kelas yang sama. Carla berada di kelas Bahasa sedangkan Mafalda berada di kelas Ipa. Hari itu mereka tepat waktu atau lebih tepatnya tepat ketika bel berbunyi mereka sampai di depan pintu gerbang sekolah. Mafalda segera berlari menuju kelas nya begitupun dengan Carla
“syukurlah aku tidak terlambat lagi” gumam Carla saat memasuki kelasnya

Carla berjalan menuju tempat duduknya yang berada di sebelah Olivia, dan berada persis di depan bangku Joshua, teman sekelasnya yang selalu membuat lelucon konyol dan juga biang keributan di dalam kelas. Dan Carla juga sering menjadi penyebab salah satu keributan itu bersama dengan Joshua
“Carla” Joshua memanggilnya saat pelajaran baru saja dimulai
“aku bawa kartu poker. Ayo kita main” ajaknya dengan tersenyum lebar
“jangan! Ini sedang jam pelajaran, mainlah nanti” cegah Olivia
“Ayo!” seru Carla bersemangat sementara Olivia dan Jason teman sebangku Joshua hanya menghela nafas pasrah oleh tingkah laku kedua teman mereka itu

Joshua dan Carla sibuk dengan dunia mereka sendiri sementara guru mereka sedang menjelaskan pelajaran di depan. Tanpa mereka sadari guru itu mengetahui bahwa Carla dan Joshua tidak memperhatikan pelajarannya tanpa memberi peringatan dia pun langsung mendatangi tempat duduk mereka berdua
“apa yang kalian lakukan?!” bentaknya
Carla dan Joshua yang kaget langsung memasukkan kartu mereka ke dalam saku seragam masing-masing
“tidak apa-apa, pak” ucap mereka bebarengan
“Carla sejak kapan papan tulis menghadap ke belakang?! Hadap ke depan!” serunya dan Carla langsung membalikkan tubuhnya
“kembali perhatikan pelajaran!” seru guru itu sebelum kembali melanjutkan pelajarannya
Sementara disisi lain Carla dan Joshua justru menertawakan entah hal apa yang menurut mereka lucu. Walaupun hanya terkikik pelan namun keadaan kelas yang sepi membuah mereka sangat mudah tertangkap
“Carla, Joshua. Keluar dari kelas saya sekarang!!” guru itu berteriak, yang membuat Carla dan juga Joshua terdiam seketika

Setelah mencoba meminta maaf namun tidak ada gunanya, akhirnya Carla dan Joshua pun keluar dari kelas dan duduk di taman yang berada di depan kelas mereka. Mereka saling bercakap-cakap dan seperti biasa membicarakan lelucon lelucon konyol dan akan tertawa bersama-sama atau lebih tepatnya Carla yang akan tertawa hingga memegangi perutnya
Tepat saat mereka masih duduk di taman, Mafalda lewat di koidor kelas mereka dan melihat Carla berada di luar kelas
“Carla” Mafalda melambaikan tangannya pada Carla yang masih sibuk tertawa “kenapa kau tidak berada di kelas?” tanyanya
Carla pun menghentikan tawanya dengan susah payah dan berjalan menuju Mafalda “aku mendapat hukuman bersama dengan Joshua” jawab Carla
“yah, jangan sering bermain di kelas! Dasar kau. Ya sudah aku kembali ke kelas dulu” ucap Mafalda sebelum kembali ke kelasnya
“siapa tadi?” tanya Joshua saat Carla kembali menghampirinya
“Mafalda, temanku” jawab Carla
“hey, boleh aku minta nomer ponselnya?” pinta Joshua
“minta saja sendiri” ucap Carla sambil menjulurkan lidahnya

Tanpa di duga Joshua langsung berdiri dari duduknya dan berlari menghampiri Mafalda yang belum sempat masuk ke dalam kelas. Tentu Mafalda langsung memberikan nomer ponselnya karena dia tau bahwa Joshua adalah teman dari sahabatnya sendiri

Beberapa minggu berlalu setelah Joshua meminta nomor ponsel Mafalda dan akhir-akhir ini dia juga sering menanyakan hal-hal yang bersangkutan dengan Mafalda pada Carla. Carla yang tidak tau apa maksud Joshua sebernarnya pun memberitahukan apa yang dia tau tentang Mafalda. Warna kesukaan barang barang kesukaannya dan lainnya

Sampai pada suatu hari, Carla tidak tau kenapa Joshua tiba-tiba menghindarinya. Dia bahkan tidak berbicara sama sekali pada Carla bahkan saat Carla mencoba bertanya padanya. Dia akan memutar tempat duduknya ke arah lain saat Carla mencoba menanyakan sesuatu padanya atau mengajaknya berbicara
“apa yang sebenarnya terjadi padamu, huh?” tanya Olivia pada akhirnya yang mengetahui perubahan sikap Joshua yang sangat drastis
“frustasi mungkin” canda Carla
Dan Joshua sama sekali tidak menjawab pertanyaan mereka
“sudahlah biarkan saja. Dia akan segera baikan” ucap Jason

Dan beberapa hari setelah itu Carla baru mengetahui bahwa Joshua telah menyatakan perasaannya pada Mafalda, temannya sendiri. Tidak bisa di pungkiri bahwa Carla merasa sedih karena sejujurnya dia menyimpan perasaan pada Joshua sejak lama. Dan dia baru menyadari mengapa Joshua selalu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan Mafalda. Apakah mungkin itu juga yang membuat nya menghindari Carla selama ini?
“wah, jadi kau menerimanya. Selamat!” ucap Carla sambil tertawa riang di depan Mafalda saat sahabatnya itu memberitahunya bahwa dia telah resmi berpacaran dengan Joshua
“aku kira dia menyukaimu” ucap Mafalda yang membuat Carla terdiam sejenak
“tentu saja tidak. Kami hanya teman biasa” ucapnya
“aku tau. Terima kasih” gumam Mafalda dan memeluk erat sahabat terbaiknya itu

Carla berangkat ke sekolah seperti biasa walaupun Mafalda sudah berangkat lebih dulu karena dia terlambat bangun pagi tadi. Sampai di kelas di menemukan Joshua yang sudah kembali berubah seperti dulu, Joshua yang periang dan selalu menceritakan lelucon lelucon konyolnya
“jadi kau menghindariku beberapa hari ini karena kau sudah berpacaran dengan Mafalda?” tanya Carla saat mereka sudah kembali menjadi biang keributan di kelas
“ha? Eum- aku hanya. Yah hm” jawab Joshua bingung atas pertanyaan Carla
“hahaha oh ya, selamat ya!” ucap Carla yang melihat kebingungan di wajah Joshua
“terima kasih” ucapnya
‘you’ll never know what i feel’ batin Carla sedih dalam hatinya

Cerpen Karangan: Luvila Al Fitra
Facebook: Luvila Al Fitra
Age: 15 years old

Cerpen You’ll Never Know merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beach, The Last Memory

Oleh:
Siang membawa cerita haru yang mendalam, kaki melangkah dengan pandangan hati yang kosong, menuju ke sebuah pantai yang begitu ramai dengan pengunjung. Sentuhan ombak menyadarkanku dari lamunan kesedihan, aku

Kok Aku Sih Yang Kena

Oleh:
Ku awali hariku dengan bersekolah di pagi hari. Aku berangkat agak sedikit sebel dan cemberut, memang beberapa hari yang lalu aku sedang dicuekin dan cuek dengan para sahabatku. Saat

Sedih Atau Bahagia

Oleh:
Jum’at ini aku seneng banget karena aku bakal ketemu sama Fiki, karena kemarin aku ijin gak masuk sekolah. Siang-siang kaya gini panasnya kebangetan. Yup aku termasuk murid siang karena

Perahu Kecil

Oleh:
Syah Kecil berlari menuju sebuah dermaga yang tak beratap. Hari masih pagi. Hujan malam tadi, berhenti mengguyur sejak aurora fajar mulai terang. Angin bertiup halus dan sedikit lembut, namun

Broken Heart

Oleh:
What happen? Ini cuma pencampakan konyol ternyata, rudy nggak punya hati. Kenapa dia memutuskan hubungan ini. Aku bahkan hampir mati sekarang. Aku lupa kapan terakhir aku mandi dan mungkin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “You’ll Never Know”

  1. Deny says:

    Jodoh ga ada yang tau, semoga carla bahagia kelak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *