Yume Dan Persahabatan Yang Manis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Jepang, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 December 2015

Hari itu hari minggu siang. Terlihat Yume yang berlari riang sambil mendekap karangan bunga lili menuju taman di mana kedua sahabatnya menunggu. Michiko Sakura dan Kazuto Tetsuya.

“Hoiii!!!”

Gadis kecil itu mempercepat larinya, hingga tak sadar sebuah batu cukup besar ada di depannya. Naasnya pula, ia tak bisa menghindar sehingga terjatuh. Buket bunga lili yang ia dekap terlempar cukup jauh. Bagi anak seumuran Yume, tersandung batu seperti itu dan terjatuh, pasti menyakitkan, bukan? Tetsuya kecil yang menyadari suara itu, bergegas menghampiri Yume. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Yume berdiri. Gadis 9 tahunan itu hanya menangis tersedu sambil membersihkan rok merah mudanya dari dedaunan kotor.

“Sakit tidak?” Tetsuya bertanya. Wajahnya berkerut kening.
Yume menyeka paksa air matanya. “Tidak kok. Justru menyenangkan! Ahaha!”

Michiko Sakura yang saat itu baru dipotong rambut menjadi seukuran rambut Yume, mendekatinya malu-malu. Yume hanya tersenyum simpul. Gadis berambut hitam pendek itu berlalu untuk mengambil buket bunga lili yang terlempar ke bawah rindangan pohon Yamazakura putih. Kemudian kembali berlari menuju Tetsuya dan Michiko. Kedua lututnya sedikit lebam, tapi itu tak mengurungkan niatnya untuk terus berlari. Masa kanak-kanak itu, masa dimana kita tak mengenal cinta dan rasa sakit.

“Aku punya ini! Pemberian dari Ibu loh, bagus kan?” Kata Yume seraya mengangkat tinggi buket bunga itu.
“Bagus. Semanis dirimu, Aiza-chan.” Puji Tetsuya. Michiko cemberut mendengarnya.
“Aku bagaimana?” Tunjuk Michiko pada dirinya sendiri, “Aku juga cantik tahu.”
“Michiko-chan yang paling cantik!” Yume mengelus lembut rambut hijau kekuningan Michiko. Tetsuya ikut tertawa.

Anak-anak itu cukup lama berada di bawah rindangan pohon Yamazakura putih, berguling-guling dan saling menata rambut mereka. Mereka bermain riang hingga tak peduli waktu. Hari sudah hampir senja. Yume yang menyadari langit mulai memancarkan lembayung, seketika berdiri.
“Ada apa Aiza-chan?” Tetsuya ikut berdiri.
“Aku harus segera pulang, teman-teman. Ibu akan mencariku.” Katanya.
“Anu, tapi aku masih ingin bermain. Ayolah, sekali lagi. Kita masih belum melakukan hal lainnya.” Michiko menepuk pundak Yume lembut.
“Tapi, aku harus segera pulang untuk belajar.”

Michiko hanya menghela napas berat, “Kembali lagi ya?”
Aizawa Yume berbalik, ia menatap sahabat-sahabatnya tersenyum. “Hukum aku kalau tidak kembali.” Kemudian mereka saling berpelukan. Gadis berambut hitam itu kemudian merogoh sesuatu di saku gaunnya. Tiga helai kertas yang dipotong menjadi kecil dan diberi tulisan. Lalu, Yume kecil memberikan kertas itu masing-masing pada telapak tangan Tetsuya dan Michiko. Kertas punyanya ia angkat tinggi-tinggi.

“Michiko, Ai, Tetsu The Best!!” Katanya riang.

Tetsu dan Michiko yang membaca tulisan sama di kertas mereka, seketika tertawa. Mereka berpelukan akrab. Hari-hari yang menyenangkan. Masa kanak-kanak yang tak akan pernah bisa mereka lupakan. Selamanya.

The End

Cerpen Karangan: Gita Amelia
Blog: gitamonogatari.blogspot.com
Hallo. Ini cerpenku yang entah keberapa, hehe. Kalau suka, ya, aku bersyukur. Nggak juga ngga apa-apa ko, heuheu. Aku masih amatiran, harap maklum.

Cerpen Yume Dan Persahabatan Yang Manis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabatku (Kimi dan Mike)

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang wanita yang cantik dia bernama Mike, dia bersekolah di SMP MUHAMMADIYAH 15. Mike orangnya sangat sombong dan pelit. Dia selalu suka pilih-pilih teman, jadi

Kesombonganku

Oleh:
Dengan sibuknya aku berlari ke sana ke mari untuk minta jawaban teman kelas. Soalnya ada pekerjaan rumah yang belum aku kerjakan. Alasannya lupa, tapi memang tidak ada niat buat

Sahabat Selamanya

Oleh:
Tita berjalan gontai sambil jari-jemarinya meremas-remas ujung jilbab putihnya. Beberapa saat kemudian Ia telah berada di ruang pertemuan OSIS. Setelah berelaksasi sekian detik, Ia pun menuju sebuah kursi kosong

Cinta Tak Sampai

Oleh:
Sudah lama ku mengenalnya. Kira kira 5 tahun yang lalu. Ketika aku duduk di bangku kelas 2 sekolah menengah pertama. Sampai saat ini kita satu kelas dan satu sekolahan.

Alisaaa

Oleh:
Matahari mulai bersinar cerah, burung burung mulai bersahut-sahutan, kulihat di sudut jalan banyak yang memulai aktivitas masing-masing, bahkan kemacetan di kota ku mulai aku rasakan, udara pagi yang biasanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *