Acenk Si Superdonat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 August 2017

Telah lahirlah, anak bernama Acenk supiardi di kawasan taman segitiga yang tepatnya di jakarta pusat. Dia adalah anak dari keluarga golongan bawah yang hanya mengandalkan hasil dari penjualan donat di taman segitiga atau yang biasa disebut tamseg. Ayah Acenk meninggal dunia saat dia berumur 4 tahun dan ibunya juga meninggalkannya saat ia umur 7 tahun. Sekarang Acenk berumur 14 tahun. Dia tinggal di sekitar tamseg bersama kakek dan neneknya. Neneknya sudah sangat lanjut usia, neneknya berumur 87 tahun dan pastinya kakeknya sudah jauh lebih tua di banding neneknya.

Acenk bersekolah di smpn 999 di dekat rumahnya. Acenk selalu diremehkan karena kurangnya ekonomi keluarganya. Meski demikian Acenk selalu tabah dan dia tetap bersungguh sungguh dalam belajar. Acenk biasa dipanggil brokoli oleh teman sekelasnya. Temannya memberi nama itu karena Acenk bertubuh kurus kering dengan rambut ikal yang sedikit tak terawat. Acenk tak merasa rendah walau dipanggil seperti itu.

Setiap pulang sekolah Acenk menjajakan donat dengan resep warisan yang dibuat ayahnya dulu. Acenk berdagang di tamseg tidak sendiri di sana ada teman seperjuangannya Udin juga dan Halam. Udin adalah tukang mainan yang umurnya jauh dari Acenk bisa diperkirakan Udin berumur 32 tahun. Halam merupakan tukang es doger, dia biasa dipanggil Aam. Aam berumur hampir sama dengan Udin mungkin hanya lebih muda 2-3 tahun.

Saat itu acenk sedang melayani pembeli yang tidak terlalu ramai. “Cenk, mau beli gelang gak nih? Lagi trand loh.. ni gelang cocok buat lu” tawar Udin “Berapaan tuh bang? Kayanya keren” tanya Acenk “Ah, murah, Cuma 5 ribuan.. banyak nih warnanya” “murah tuh cenk beli aja kesian si Udin gak ada yang beli” sahut Aam disertai tawa dari acenk “ya udah saya beli bang.. ada warna hijau gak? Biar kayak ben 10” Ben 10 adalah kartun kesukaannya saat dia berumur 7 tahun sampai sekarang dia masih kagum dengan keberaniannya Ben 10 “wah pas banget ada nihh” “nih uangnya”.

Tak terasa hari sudah hampir malam, saatnya Acenk dan teman seperjuangannya pulang ke istana kecilnya. Hari ini donat dagangannya laku hampir semuanya hanya tinggal 6 donat lagi. Meski tidak ludes semuanya Acenk tetap bersyukur masih ada keuuntungan yang bisa didapatnya. Biasanya acenk hanya dapat untung kecil atau bahkan terkadang hanya balik modal. Sesampainya di rumah Acenk telah disambut kedua barang berharga yang ia miliki saat ini.

“Cenk, gimana banyak yang beli?” tanya neneknya “Alhamdulillah sisa 6 donat lagi” “Alhamdulillah, ya udah sekarang kamu shalat maghrib lalu belajar” sahut kakeknya yang sudah rapi akan pergi ke masjid dekat rumahnya.
Waktu mengalir dengan cepat. Sangat tidak terasa waktu telah menunjukan pukul 09.30. Kakek dan nenknya telah larut dalam mimpinya.

Selesai merapikan mata pelajaran besok, Acenk segera mengikuti kakek neneknya ke dunia mimpi. Dalam mimpinya Acenk menjadi seorang pahlawan di dunia ini yang mendapat kekuatan dari gelang barunya. Berbeda dengan Ben 10, Acenk bisa membekukan semua benda termasuk para penjahat yang akan beraksi. Saat itu Acenk mendapat panggilan dari kantor polisi yang menyatakan bahwa BANK MIMPI telah dirampok. “Acenkkkkkk tolong kami!!!” “perampokan terjadi di mana mana!!!”. Dengan sigap Acenk terbang mengejar maling yang tidak lain adalah Bocy. (Bocy adalah teman yang biasa membullynya di sekolah nyatanya). Acenk membekukan semua jalan yang dilewati Bocy sehingga Bocy terjatuh karena licin. Uang rampokannya berhamburan, dan sesegera mungkin Acenk mengikat Bocy dengan jaring jaring dari jarinya. -layaknya spiderman juga elsa-. Semua rakyat memujinya, semuanya bertepuk tangan yang membuat gaduh suasana.

Mendengar tepukan yang amat gaduh Acenk terbangun dari dunia mimpinya yang indah. Saat terbangun ternyata neneknya yang menepuk pipi Acenk sehingga dia terbangun. “Cenk, Cenk ya ampun ni anak.. susah banget dibangunin. Donat sudah siap, ayo bangun habis tu jualan”. “iya Nek, sebentar nanti aku ambil donatnya” jawab Acenk yang masih ingin melanjutkan mimpinya. “ya udah jangan lama-lama” sahut neneknya sambil berlalu ke dapur.

Tanpa mandi terlebih dulu Acenk berpamitan kepada kakek dan neneknya. Acenk menuju tamseg dengan berjalan kaki. Saat sampai di sana ia melihat Udin dan Aam sedang berbincang dengan 2 preman. Semakin dekat Acenk berjalan semakin jelas. Ternyata kedua preman itu sedang memalaki Udin dan Aam dengan keterangan meminta uang sewa lapak. Selama ini belum ada kesepakatan seperti itu. Tanpa disadari ada rasa tak terima dalam hati Acenk. Dia berpikir bahwa mimpinya menjadi kenyataan. Acenk segera menghampiri kedua preman itu dan berkata “hey, beraninya sama tukang dagang.. Sini lawan aku sang superhero”. Tanpa ada rasa takut kedua preman malah tertawa “hahaha, superhero? Nghayal kali ah” “sini maju gak usah ngeremehin”. Terjadilah perkelahian antara mereka bertiga. Berbeda dengan mimpinya Acenk babak belur.

Tanpa ada rasa menyesal Acenk segera melemparkan mentega ke kedua preman itu. Tak terima preman itu menghampiri Acenk lagi. Segera Acenk melemparkan mesis juga keju ke preman itu. Dengan dibantu Udin dan Aam mereka melemparkan donat donat milik Acenk ke kedua preman itu. Kedua preman itu merasa malu karena dihina dengan donat. Tak kuasa menahan malu preman itu lari dari tamseg. Acenk, Udin, Aam merasa lega karena tak ada yang menekannya untuk membayar pajak wilayah. Acenk mendapat ES doger gratis dan mendapat tepuk tangan dari kedua temannya itu. Sejak saat itu Acenk di panggil oleh kedua teman seperjuangannya dengan sebutan Acenk si SuperDonat.

Cerpen Karangan: Davies Syawalludin Yusuf
Facebook: Davies_sawalludinyusuf[-at-]yahoo.com

Cerpen Acenk Si Superdonat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Bersemi di Toko Buku (Part 1)

Oleh:
Siang berganti menjadi malam. Matahari telah menyelesaikan tugasnya hari ini untuk menyinari bumi dan kini terganti oleh gumpalan awan yang menutupinya secara perlahan-lahan. Rini duduk di teras rumahnya, melihat

Mantan Orang Ganteng

Oleh:
Di sebuah komplek yang kumuh, hiduplah seorang pria sebatang kara yang buruk rupa bernama Sirna Ejo. Orang-orang di sana telah mengenalnya, mereka menyebutnya Si Siluman Buangan, kejam memang, tapi

Kau Hebat Nak

Oleh:
Sinar matahari masuk ke dalam kelopak mataku. Aku pun menyadari, Jika aku… Aku kesiangan!!. Aku pun bergegas bangun dari tempat tidur dan segera masuk ke kamar mandi. “Aduh, Aku

Maaf Karena Aku Terlalu Berharap

Oleh:
Hembusan angin dari jendela membangun kan ciara dari tidur nya. Ara melihat jam di meja belajar, “astagfirullah!!! Sudah jam 6 fix aku kesiangan!!!” Ujar ciara atau biasa dipanggil ara.

Mimikri Menjadi Mullerian

Oleh:
Tania namanya, anak cerdas dan cantik. Sekolah dengan bantuan beasiswa dan masuk kelas khusus akselerasi. Dia tak pernah percaya diri dan hanya jadi bully-an teman-temannya. Tiba-tiba saja ibunya mengajak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *