Adik Kelas Nekat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 April 2019

Siang itu, ada pelajaran Matematika. Della dan Tresno ribut saja siapa yang mau maju. Aku pun pasrah saja mendengar ocehan mereka.

“Gua nomor tujuh.” ucap Tresno.
“Gua yang nomor tujuh!” ucap Della.
“Gua nomor tujuh lah. Elo nomor lima.” ucap Tresno.
“Gua!” marah Della.
“Gua!” marah Tresno.
“Aku aja lah yang maju.” ucapku pasrah lalu berdiri.
“Tuh, si Caca dah mau maju.” ucap Della.
“Nanti nomor tujuh kalian berdua bagi dua. Jangan berantem.” ucapku kesal.
“Iya.” ucap Della dan Tresno.

Pada saat aku maju, tiba-tiba ada suara deheman.
“Ehem, ehem.” ucap teman sekelas.
“Apaan sih?” tanyaku heran.
“Aish, pasti gara-gara aku berdiri sebelah Galang nih. Sebel deh.” batinku kesal.

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, aku piket bersama Olive, Christo, Bintang dan Daffa. Christo merapikan meja, sedangkan aku dan yang lainnya menyapu saja. Selesai piket, kami pun pulang.

Aku tidak langsung pulang. Aku menunggu Cika, Sammy, Bima, Galang, dan Dani. Sudah lama aku menunggu, namun belum ada yang menghampiriku. Sammy dam Cika mengobrol lalu memanggil aku.
“Ca, madingnya mana?” tanya Cika.
“Nih!” ucapku sembari menunjukkan masing yang aku bawa.
“Yes, akhirnya.” batinku girang.
“Besok aja ya, Ca.” ucap Cika.
“Hah!” ucapku sembari membuka mulutku lebar.
“Lalu, ini gimana?” tanyaku.
“Ya balikin lagi lah ke kelas.” ucap Cika lalu pergi begitu saja.
“Aish! Udah capek-capek nungguin malah nggak jadi.” batinku kesal.

Aku pun mencari Lidya. Karena tidak menemukan dia, aku pun menyeberang untuk pulang. Pada saat sudah menyeberang, tiba-tiba Lidya memanggilku. Aku dan Lidya menunggu Mikha dan Linda dijemput. Setelah Mikha dan Lidya dijemput, aku dan Lidya pulang berdua.

Setelah membeli jajan, kami pun jalan. Ternyata di sana ada angkot. Dan ada seseorang.
“Itu Zahra bukan sih?” tanya Lidya.
“Bukan lah. Orang itu pake baju biru (memang khusus kelas 7 dan 8 memakai baju biru dari sekolah, sedangkan kelas 9 tetap memakai baju biru putih).” ucapku.
“Itu si Andi bukan?” tanya Lidya.
“Entah.” ucapku.

Saat sudah dekat dengan jalan raya, aku baru tahu kalau itu adalah Andi.
“Owalah, si Andi toh.” ucapku.

Lalu, aku dan Lidya menyeberang jalan dan naik angkot tersebut.
“Hai, Kak.” sapa Andi.
“Hai juga, Di.” sapaku balik.
“Kak, kakak kelas berapa?” tanya Andi.
“9.” ucapku.
“Kak, emangnya nggak pernah ketahuan apa bawa hp?” tanya Andi pada Lidya.
“Nggak hehehe.” ucap Lidya.
“Aku pernah loh ketahuan bawa hp. Waktu itu nggak tahu kalo hpnya kepencet hidup. Tahu-tahu, alarmnya nyala. Aduh, mampus aku.” cerita Andi.
“Dah tahu dari Orion.” ucapku.
“Eh, kakak pernah jatuh pas main bola nggak?” tanya Andi.
“Pernah. Tapi nendang botol. Jatuh keduduk, sakit. Sampe nggak bisa berdiri.” ucapku.
“Oh. Pas aku jatuh nggak sakit sih. Cuman, darahnya keluar, kental banget. Pas disiram air, duh, sakit banget. Sampe sekarang belom kering juga lukanya.” ucap Andi.
“Iya. Tuh buktinya, belom kering juga.” ucapku.

Pada saat orang yang ada di bangku sebelah supir turun, angkot pun jalan. Namun, Andi dengan nekatnya berjalan ke depan.
“Duduk di depan aja ah.” ucap Andi setelah duduk.
“Nekat banget tuh anak.” ucapku pada Lidya.
“Iya, nekat banget.” ucap Lidya.

Pada saat Lidya turun, aku pun pulang berdua dengan Andi.

Cerpen Karangan: Dhycia DhyneCia
Blog / Facebook: Dhycia DhyneCia
Inspirasi dari temanku si ‘C’. Rata-rata cerpenku terinspirasi dari temanku si ‘C’. Jangan tanya ya ‘C’ itu siapa. Suatu hari nanti si ‘C’ akan aku beritahu identitas sebenarnya.

Cerpen Adik Kelas Nekat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Ingin Melakukan Hobiku, Mama

Oleh:
Aku Dina. Aku feminim dan mempunyai hobi berdandan. Aku selalu menonton video di YouTube tentang makeup. Dan aku juga suka browsing di Google tentang hal-hal yang berbau makeup. Aku

Akhir Yang Manis?

Oleh:
“Aduuh, sakit!” Diandra menabrak sesuatu dengan keras hingga badannya limbung. Hap, ada yang menahan tubuhnya. Dengan perlahan Diandra menegakkan tubuhnya, membuka matanya, melihat sekeliling ternyata sudah banyak kepala-kepala yang

Dream Beat Love

Oleh:
Hi, namaku Azania Nur Fatimah aku type cewek yang paling tidak suka kalau ditatap terlalu lama, satu hal yang harus kuakui yaitu bahwa aku orang yang kaku dan tidak

Sebab Akibat

Oleh:
“Busyet dah! Udah jam setengah delapan?!” Teriakku ketika melihat jam dinding yang tepat berada di depan pandanganku ketika baru saja bangun. Reaksi ini pasti akan ku lakukan mengingat waktu

Titania’s Life (Part 1)

Oleh:
Sesuatu yang indah tak selamanya akan indah seperti hidup Titania Alvira. Titan adalah gadis cupu yang sering dianggap aneh oleh teman-teman sekelasnya. Pagi itu Titan pergi ke sekolah setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *