Aku Akan Bersabar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 December 2015

Hari itu aku pergi ke sekolah bersama teman-temanku, kami berangkat bersama karena sekolah dan rumahku jaraknya cukup jauh dan juga teman-teman dari desaku juga banyak yang sekolah di sana. Sekitar 10 orang tetapi dari 10 temanku itu hanya 3 yang laki-laki yang lainnya teman cewek semua nama teman laki-lakiku itu adalah Azwar, Nirwan, dan Iqbal. Azwar dan Nirwan mereka saudaraan sedangkan Iqbal mereka hanya temenan sama seperti kami juga.

Hari itu hari kamis, hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu untuk pelajaranku yang aku senangi. Saat jam istirahat aku dan Iqbal pergi ke kantin karena aku dan Iqbal teman kelas. Aku bertanya-tanya pada Iqbal tentang pelajaran dia menjawabnya dengan penuh semangat. Aku senang mendengar ucapan Iqbal yang menjawabku tetapi di dalam hatiku sepertinya Iqbal mencintaiku sehingga dia menjawabku dengan penuh semangat. Aku merasa baru kali ini aku merasakan hal yang berbeda darinya itu ucapku dalam hati. Tetapi karena aku takut untuk pacaran aku mulai menjauh dari Iqbal aku takut Iqbal benar-benar menyimpan rasa suka padaku seperti perasaanku yang beranggapan Iqbal mencintaiku.

Kita hari itu jarakku dengan Iqbal mulai menjauh pada kami berdua selalu bersama-sama tetapi setelah hari itu aku mulai menjauhi diriku dari Iqbal. Tetapi Iqbal terus ingin dekat denganku meskipun aku menjauh, Iqbal bertanya padaku, “kenapa kamu niz?” kata Iqbal.
Aku menjawab, “tidak ada apa-apa.”
Dia bertanya lagi, “aku tidak percaya,”
Aku menjawab, “ya sudah kalau tidak percaya bukan urusanku,” dengan muka yang sinis sambil pergi menjauh dari Iqbal.

Di dalam kelas aku melihat Iqbal sedang berduaan dengan teman kelasku. Aku melihatnya dengan penuh rasa kesal dan benci aku seolah-olah ingin mengakhiri pembicaraan mereka tetapi aku malu akhirnya aku pun pergi ke luar kelas dengan rasa kesal. Jam telah menunjukkan waktu masuk jam pelajaran ketiga aku masuk kelas dengan teman-teman. Tak sengaja aku melihat mereka berdua masih saja bicara meskipun bel telah berbunyi, aku makin kesal melihatnya.

Setelah jam pelajaran habis kini waktu pulang aku pulang bersama dengan teman-teman yang biasa. Aku dan teman-teman biasanya selalu bercanda tetapi aku merasa malas untuk bercanda gimana tidak malas ngomong juga aku malas. Selama perjalanan aku selalu murung. Akhirnya Iqbal menghampiriku dan bertanya.
“kenapa? Tidak seperti biasanya?”
Aku menjawab, “emang kenapa?”
Jawab Iqbal, “tidak nanya aja!”
“ohh, ya sudah”

Malam hari aku membayangi semua kejadian dan bertanya juga apakah Iqbal suka sama aku? Apakah ini hanyalah firasatku saja yang timbulnya dari setan yang membuatku merasa was-was untuk menghadapi segala persoalan. Di sini aku mulai sadar akan semua yang terjadi mungkin aku akan bersabar untuk mencari sesuatu yang baik untukku. Dan setelah malam itu aku mulai melupakan semua kejadian yang telah terjadi aku mulai melupakan dan menghilangkan semua prasangkaku. Aku dan Iqbal berteman seperti biasanya. Aku akan bersabar untuk tidak pacaran karena pacaran menurutku itu adalah hal yang dosa, maka aku akan bersabar untuk masa depan yang indah demi mengorbankan hati.

Cerpen Karangan: Parhatunniza
Facebook: Ilmuwan Sains Parhatunniza Amin

Cerpen Aku Akan Bersabar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ada Cinta Di Ruang Osis (Part 1)

Oleh:
Ferdi, sang ketua osis. Yah, namanya Ferdi. Tetapi ia lebih akrab dengan panggilannya, si maskot. Panggilan itu berawal saat ia telah memegang jabatan ketua osis SMAN Satu. Dia partnerku

Cinta Putih Abu Abu

Oleh:
Masa SMP telah usai, lanjutlah kami mencari sekolah SMA. Aku Santi yang selalu takut jika didekati lelaki. Maklum pemalu, masih kurang pergaulan. Santi mencoba mendaftar di sekolah yang lumayan

Bedanya Aku di Mata Bu Suryati

Oleh:
Sadarlah aku sekarang bahwa aku salah pernah membenci seorang guru, karena masalah yang pernah terjadi, dan sekarang aku sudah meminta maaf padanya, dan mungkin dia sampai sekarang belum memaafkan

Hujan Musim Gugur

Oleh:
Rena mengambil tongkatnya ia tau sekarang jam berapa makannya ia bergegas untuk pergi. Ia berjalan sekuat tenaga untuk sampai di sekolahnya yang baru. Ia baru kelas 10 jadi ia

Menggenggam Tanganku

Oleh:
Hari-hari di sekolah tetap sama menyenangkan. Hanya menyenangkan, bukan sangat menyenangkan. Kalau bicara anak SMA, di masa itu adalah titik Puncak masa-masa pacaran alias cinta-cintaan. Aku sama seperti anak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *