Aku di Antara Keduanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 2 December 2017

Langit yang cerah secerah hariku. Aku tau tak ada yang berbeda dari biasanya. Keributan antara Meta dengan Herman yang selalu membuatku sibuk pergi ke ruang guru. Memang dari dulu mereka berdua tak mau akur padahal aku selalu berusaha untuk membuat mereka berdamai, namun ya selalu gagal. Aku tak begitu saja menyerah aku selalu mencoba dan mencoba dan ya gagal lagi.

Pagi ini keduanya tak nampak bertengkar mungkin salah satu dari mereka belum datang. Aku melangkah pergi dari sudut kelas yang masih sepi, ditemani kicauan burung aku duduk seraya menatap lagit yang indah. Dan
“Kamu itu ya dasar cewek tengil.”
“Kamu tuh, dasar cowok rese.” Lagi-lagi aku mendengar suara keributan yang tak asing lagi bagi diriku. Aku segera melangkah menemui keduanya yang asik bertengkar dan ribut.

“Bisa nggak sih kalian berdua berdamai,”
“Nggak!” Jawab mereka bersamaan.
Begitulah mereka tak ada yang bisa aku lakukan selain hanya diam tanpa kata.

“Dia tuh yang mulai duluan!”
“Heh kenapa harus aku? Dia tuh yang mulai.”
“Sudah, sudah! Kalian berdua apa-apaan sih. Malu dilihatin orang, kita pergi aja yuk!” Aku segera menarik Meta tapi aku salah menarik orang dan yang aku tarik adalah Herman.

“Kamu itu apa-apaan sih Met! Malu tau bisa nggak sih kamu itu akur.”
“Nggak!” Aku meliriknya dan betapa terkejutnya aku karena melihat orang yang aku tarik dan aku bawa pergi dan aku ajak bicara ternyata bukan Meta namun Herman.

“Loe nih apa-apaan sih tarik-tarik aku.”
“Kamu tuh yang apa-apaan Man! Kenapa sih kalian berdua bertengkar mulu, alesannya apa coba! Jelasin sama aku.” Herman melirikku dan perlahan ia duduk di batang pohon yang kuat menopang tubuhnya.
“Sebenarnya aku sangat marah padanya.”
“Marah? Kenapa? Alesannya apa? Sampai-sampai kamu marah padanya.”
“Dia itu kakak aku, dia kakakku namun berbeda ibu, aku tau adik itu harus baik kepada kakaknya sendiri. Tapi.”
“Tapi apa?”
“Aku tak mungkin baik padanya karena apa? Kamu tau? Dialah yang telah merebut kasih sayang mama dan papa sejak dia hadir dalam kehidupan aku papa dan mama tak sayang lagi padaku. Semua yang dia minta harus mereka penuhi sedangkan aku apa? Aku hanyalah anak yang tak diinginkan.”
“Tapi, tapi,”
“Apa kamu mau jelasin apa?”
“Meta tak mungkin sejahat itu, aku tau tentang dirinya sejak kecil, dengarkan aku Meta itu sangat menyayangi kamu, cobalah kamu untuk bertanya apa alesannya kamu dimarahin terus selama ini.”
“Haruskah?” Tanya Herman ragu.

“Harusnya kamu tau dek, kakak itu sayang padamu, kakak cuma nggak mau kamu ninggalin kakak, kakak terpaksa jahat sama kamu karena kakak nggak mau lihat adekku yang paling aku sayang tak memperoleh pengobatan dari papa. Maafin aku dek maaf.”
“Apa kak!” Herman duduk didekat kakaknya.
“Maksud kakak apa? Pengobatan apa?”
“Sebenarnya kamu sakit dek, papa dan mama nggak mau lihat aku tertular penyakit kamu, mama dan papa bilang jika kakak jauhin kamu maka pengobatanmu akan berjalan dengan baik dan jika kakak dekat sama kamu maka,”
“Tapi alasannya apa kak!”
“Cobalah untuk mengerti dek,”

Aku hanya melihat mereka berdua dari jauh, entahlah adik dan kakak itu masih saja terus ribut sampai hari ini padahal mereka tau satu sama lain. Entah apa yang mereka berdua fikirkan dan aku ada di antara keduanya.

Cerpen Karangan: Sri Ambar
Facebook: Sri ambar

Cerpen Aku di Antara Keduanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pangeran SMA

Oleh:
Suatu hari di sebuah sekolah ternama di Jakarta, ada seorang anak yang bernama Nera Aulia. Dia adalah sosok yang lincah, periang, lumayan cantik, namun agak lama lodingnya dalam berfikir

Cinta Itu…

Oleh:
Manusia, apa kau ingat siapa dirimu? Apa kau ingat tugas yang diberikan padamu di dunia ini? Apa kau ingat apa tujuan hidupmu? Manusia, kau nodai dunia dengan minimnya akhlakmu

Arya Dan Ulang Tahunnya

Oleh:
Arya menatap bingung pada sekitarnya. Semuanya terasa aneh, bahkan orang yang sedari dulu berteman baik dengannya tampak tak pernah melihatnya. Ada apa? Pikirnya. Dengan langkah pelan, dia mulai menyusuri

Cinta Di Tepi Danau

Oleh:
“Pagi yang dingin.” kataku sambil berdiri di halte bus. Pagi yang berkabut dan terlihat banyak genangan air di jalan. Angin dingin begitu menusuk kulit. Sang surya juga terhalangi awan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *