Aku Seorang Atlet

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Olahraga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 April 2018

Aku duduk di bawah pohon beringin di pinggir lapangan sekolahku. Nafasku masih tak karuan. Sesekali aku minum es teh tawar yang ada di sebelahku. Ibuku selalu memberiku bekal es the tawar untukku, karena aku suka es the tawar. Seperti biasa waktu soreku kuhabiskan untuk berlari mengitari lapangan sekolah yang tak jauh dari rumahku, kemudian kulanjutkan bermain badminton. Didampingi oleh ayahku sekaligus pelatihku, aku berlari mengitari lapangan dengan semangat.

3 kali berlari berputar mengelilingi lapangan sudah membuatku ngos-ngosan. Hari ini cuaca terik sekali, aku sengaja datang lebih awal agar aku bisa berlatih badminton lebih lama karena satu minggu lagi aku akan mewakili SMPku untuk mengikuti Srinda Cup, yaitu kejuaraan badminton tingkat provinsi. Ini adaah kali pertama aku mengikuti kejuaraan, walaupun sejak kecil hobbyku adalah bermain badminton, tapi aku belum pernah mengikuti perlombaan.

Pernah aku sekali mendapst juara 1 lomba badminton putri di kampungku, itu pun aku menang karena lawanku hanyalah adik kelasku, jadi aku dengan mudah mendapatkan juara. Oleh karena itu aku tidak akan menyia-nyiakan kesempaan ini. Ditambah lagi jika aku memenangkan kejuaraan ini, sertiikat juaranya akan memudahkanku untuk masuk ke SMA favoritku.

Ayahku segera bangkit dari istirahatnya di sebelahku. “Aku akan mengambil perlengkapan badminton dan memasangnya di lapangan” ucap ayahku sembari pergi ke gudang olahraga. Aku juga segera bangkit dari istirahatku dan membantu ayahku untuk memasang perlengkapan badminton.

Ayahku sendiri adalah seorang guru olahraga, jadi dia senantiasa dengan mudah untuk mengambil perlengkapan olahraga di sekolah karena dia sendiri yang memgang kunci ruanganya. Ayahku segera memasang netnya. Sesekali aku mengayunkan raketku untuk pemansan. Raketku ini adalah hadiah dari ayahku di ulangtahunku yang ke 12 tahun. Walaupun sudah dibeli beberapa tahun yang lalu, raket ini masih kuat. Benang-benangya masih rapat. Warna birunya juga masih pekat dan belum memudar, karena aku senantiasa dengan setulus hati merawat raket kesayanganku ini.

Ayahaku telah selesai memasang netnya dan aku siap untuk berlatih. Pertama-tama aku dilatih smash oleh ayahku. Berkali-kali aku melakukan smash, tapi tetap saja aku belum menghasilkan smash yang kuat. Keringatku mulai berjatuhan. Bajuku dibuat basah olehnya, tapi aku masih semangat untuk bermain. Sesekali kulihat wajah ayahku yang terlihat seolah ingin anaknya bisa bermain dengan baik. Hal tersebut menambah semangatku untuk bermain.

Tak terasa hari sudah hampir Maghrib. Kami segera mengakhiri latihan ini dan melepas peralatan badminton, kemudian mengembalikanya ke gudang olahraga. Setelah itu, kami pulang ke rumah bersama-sama. Ayah memboncengku dengan sepeda onthel tuanya yang masih kuat. Dengan sekuat tenaga ia mengayuh sepedanya menuju rumah yang jaraknya hanya 15 menit dari sekolahku.

Satu minggu telah berelalu. Hari perlombaan badminton telah tiba. Aku telah menghabiskan waktuku untuk bermain badminton setiap sore dan joging setiap pagi selama satu minggu lalu. Aku yakin fisikku telah kuat untuk mengikuti kejuaraan ini. Sebelum berangkat aku telah memohon restu kepada kedua orangtuaku.

Lomba diadakan di gedung olahraga provinsi. Aku berangkat ke sana naik mobil sekolahku bersama ayah dan Pak Budi wali kelasku. Hanya aku satu-satunya siswa yang mewakili sekolahku untuk mengikuti lomba ini. Setiba di sana aku langsung menuju ruang ganti sembari menunggu giliran mainku tiba.

15 menit menunggu, aku masuk ke lapangan karena giliran mainku telah tiba. Aku berhadapan dengan siswi dari SMP Kalisera dari daerah Lamongan. Permain berlalu, aku mengalahkan lawanku dengan menang 2 set sekaligus. Hatiku senang sekali, aku berhasil masuk semi final. Kulihat ayahku juga bangga, begitu juga wali kelasku.

Saat semin final aku berhadapan dengan siswi dari SMP Puloana. Aku berjuang sekuat tenaga. Dengan bersusah payah aku kembali memenangkan pertandingan ini. Semua latihanku kini tak kan jadi sia-sia. Aku melaju ke babak final. Aku sangat senang sekali. Aku telah membanggakan orangtuaku juga sekolahku.

Babak final dan perebutan juara 3 akan diselenggarakan besok, karena hari sudah larut malam. Aku melihat ke papan pengumuman, untuk mengecek siapa lawan mainku nanti. “Luke Susilowati dari SMP Sutomo” ucapku. Aku sedikit memandang foto Luke dalam beberapa menit. Dia memilik tahi lalat yang agak besar di bagian bawah pipi kirinya sama sepertiku. Wajahnya juga sedikit mirip denganku hanya saja, hidungnya agak sedikit mancung dariku. Ah, tak kuhiraukan hal sepele itu. Aku pulang dengan hati yang bahagia, aku merasakan lagi momen kemenanganku lagi. Terimakasih Tuhan.

Cerpen Karangan: Endru Yuninan
Facebook: Endru Yuninan

Cerpen Aku Seorang Atlet merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Khianat Cinta Dan Sahabat

Oleh:
Pagi yang cerah ini nadia berangkat dengan wajah tak bersemangat, mata merah dan bengkak, hidung mancungnya pun memerah, siapa saja yang melihatnya akan merasa iba. “nadia.. kamu gak sarapan

Nana dan Nina

Oleh:
Di salah satu sekolah swasta Yogyakarta, ada 2 anak yang menjalin persahabatan sejak mereka bertemu saat kelas X di SMA-nya. Nina dan Nana. Mereka bersekolah di sekolah islami. Tidak

Dibalik Sebuah Senyuman

Oleh:
Pagi ini gue lagi males-malesnya belajar Matematika dan gue pun akhirnya mulai terhasut oleh setan yang terkutuk untuk cabut dari kelas, dan melarikan diri ke ruangan favorit gue yaitu

Kebodohan Ku

Oleh:
“kau masih menyukainya, benar kan?” Suara itu membuyarkan lamunanku. “mungkin. Tapi rasa kecewa ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan rasa suka itu.” jawabku dengan wajah datar. Gadis berambut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *