Andai Kau Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 November 2017

Pagi yang indah untukku. Hari ini aku melangkahkan kakiku menuju ke sekolahku yang baru. Wahh.. aku merasa bahagia sekali.
Setelah menemui kepala sekolah baruku di kantor bersama orangtuaku, aku berpisah dengan orangtuaku. Karena mereka harus pergi ke kantor untuk bekerja. Yahh.. apa boleh buat, aku sekarang harus bisa mandiri.

Aku tak tau di mana letak kelasku yang baru. Lalu aku melihat seseorang di sebelahku yang tengah duduk sambil membaca buku. Aku pun bertanya padanya.
“permisi. maaf, aku mau tanya sesuatu padamu.” Kataku padanya.
Lalu anak yang kuajak bicara itu langsung menoleh ke arahku, dengan wajah datar.
“iya, mau tanya apa?” jawabnya.
“aku adira, murid baru di sini. Aku mau tanya apakah kamu tau kelas XI MIPA 3?” tanyaku dengan ragu-ragu.
“oh, kamu murid baru. Aku tau kelas yang kamu maksud itu, aku akan antar kamu ke sana.” Jawabnya.
Lalu dia berjalan di depanku, dia mengantarkanku kelas yang aku maksud.
‘dia cuek banget sih? Senyum dikit aja masa nggak bisa?’ batinku.

5 menit kemudian.
“ini kelasmu, XI MIPA 3. Apa kamu hafal jalannya tadi untuk kemari?” tanyanya dingin.
“aku belum seberapa hafal. Kalau aku tersesat gimana? Gedungnya luas banget. Banyak ruangan juga.” Kataku jujur.
“kamu kan bisa tanya teman barumu. Ya udah, aku ke kelas dulu.” Katanya.
“oh ya, namamu siapa?” tanyaku
“seiring berjalannya waktu, kamu juga akan tau sendiri namaku.” Jawabnya. Lalu dia berjalan menjauh dariku.

Aku pun masuk ke kelas. Aku mencari tempat duduk yang kosong. Aku menemukan tempat kosong di belakang sebelah kanan. Aku berjalan menuju ke tempat duduk itu. Lalu di depan tempat dudukku seorang murid cewek tersenyum padaku.

“hai..” sapanya.
“hai juga..” jawbku.
“kamu murid baru ya dis ini?”
“iya..”
“aku silvi, kamu?”
“aku adira..”

Istirahat.
“apa kamu mau ke kantin?” tanyanya.
“boleh juga?”
“ayo..”

Di kantin
Aku dan silvi memesan makanan dan minuman yang sama. Ketika aku menikmati makananku, aku melihat dia yang tadi mengantarku ke kelas. Dia bersama 3 temannya.

“silvi, apa kamu mengenal cowok itu?” tanyaku.
“yang mana? Di sana ada 3 cowok..”
“yang tengah itu.”
“oh, itu namanya Dewa. yang sebelah kanannya kak Dewa itu Dicky, dan yang sebelah kirinya itu pacarku namanya Reno. kenapa?”
“nggak apa-apa. tadi dia itu yang ngantarkan aku ke kelas. sepertinya dia baik,” kataku
“apa aku nggak salah dengar? kalau kamu tau sifat aslinya, mungkin kamu nggak akan bilang kalau dia itu baik.”
“memangnya kenapa?”
“kak Dewa itu cuek banget, sikapnya dingin, senyum aja susah baget.”
“tapi kan kak Dewa itu tampan juga kalau dilihat-lihat.”
“kamu suka kak Dewa?”
“ngak juga sih, Cuma kan aku bilang yang aku tau.”
“ikut aku yuk!” ajak silvi.
“ke mana?”
“aku kenalkan sama mereka.” kata silvi dan menarik lenganku.

Saat berada di meja mereka..
“hai semua.” sapa silvi
“hai juga, ini siapa, vi?” tanya yang sebelah kanannya kak Dewa
“ini teman baruku, namanya adira.” kata silvi memperkenalkan aku.
Kak Dewa melihat ke arahku dengan pandangan yang sulit kuartikan.

“hai adira, aku Dicky. ini temanku Dewa dan Reno. salam kenal buat kamu.” kata kak Dicky dengan tersenyum.
“salam kenal juga kak,” jawabku.
“hai adira, salam kenal ya,” kata kak Reno.
“iya kak,”
“Dewa, apa kamu nggak kenalan sama adira? kamu jangan Cuma diam aja.” kata kak Dicky
“aku sudah mengenalnya dari tadi pagi.” jawab kak Dewa.
“kenapa nggak bilang dari tadi kalau kenal sama murid baru ini? apa kamu nggak ingin kita mengenalnya?” tanya kak Reno.
“buat apa juga aku kenalkan ke kalian? biar aja aku yang mengenalnnya sendiri.” jawab kak Dewa dengan melihat ke arahku.
“wahh, wahh.. aku kok baru dengar Dewa bicara seperti ini? apa aku nggak salah dengar?” goda kak Reno
Kak Dewa menatapku.

Bel pulang sekolah.
Saat aku menunggu dijemput. tiba-tiba kak Dewa datang menaiki sebuah mobil berwarna merah.
“kamu ngapain di sini?” tanya kak Dewa
“nunggu dijemput. kenapa memangnya?”
“mau aku antar?”
“nggak perlu. aku dijemput aja” kataku
“oh ya, kenapa nggak mau?”
“kamu baru kenal sama aku, terus ingin ngantar aku pulang. maksudmu apa?”
“aku hanya nggak tega aja lihat kamu nunggu dijemput panas-panas gini. ayo aku antar, lagian aku juga mau pulang
sekalian antar kamu.” jelasnya.
“ngak mau..”
“baiklah, terserah.” katanya, lalu meninggalkanku.
lalu sopir pribadiku datang, dan aku langsung pulang.

Di kamarku
Aku menghempaskan tubuhku ke ranjang. aku berfikir-fikir, kenapa aku sekarang harus mendapatkan teman
yang cuek seperti dia? dan kenapa juga dia tiba-tiba bersikap baik, untuk mengantarku pulang? lalu kenapa tadi dia
bicara seperti itu?

Sore hari
aku berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahanku. sudah hampir 4 tahun lebih setelah aku memutuskan
untuk meninggalkan orangtuaku demi keinginanku untuk sekolah di dekat rumah paman dan bibiku. aku merasa
bahwa tidak ada yang berubah, semua seperti biasa saja untukku.

Ssetelah aku berjalan-jalan aku duduk di taman dekat kompleks. Lalu aku mendengar ada yang memanggilku. ternyata..
“adira..”
“eh, kamu silvi? kamu kok ada di sini?” tanyaku
“Cuma jalan-jalan aja, deket rumah kok.”
“oh, rumah kamu blok apa? aku blok A nomor 14.” kataku
“kamu di sini juga? aku blok D nomor 5” jawabnya

Di rumah
ternyata orangtuaku sudah pulang kerja.
“dira sayang, kamu dari mana?” tanya mamaku
“kok baru pulang?” tanya papaku
“iya maaf pa. aku tadi jalan-jalan sebentar.” jawabku
“bagaimana sekolahmu tadi?”
“baik-baik aja pa, ma”

Di kamar.
“ah, besok harus kumpul di ruang aula. memangnya ada apa sih?” tanyaku sendiri

Cerpen Karangan: Rizka Ayu Rachmawati
Facebook: QPP ayu ayu

Cerpen Andai Kau Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pahit Manisnya Perjalanan Hidup

Oleh:
Namaku Ayu, aku lahir di tanah Jawa. Tapi, sekarang aku menetap di Bali bersama kedua orangtuaku. Kartika Sari dan I Wayan Durma mereka adalah orang yang telah membesarkanku selama

Hai

Oleh:
Semua mata memandang ke arahku, mata mereka terus berpijar tanpa henti. Seperti ingin menerkam mangsa. Apa yang telah kuperbuat sehingga mereka menatapku seperti itu? Perlahan kuperhatikan satu demi satu

Pramuka itu Asyik

Oleh:
Teman, kalian tahu kan kalau dalam kurikulum 2013 pendidikan kepramukaan itu ditetapkan sebagai program ekstrakulikuler wajib di sekolah. Nah, begitu juga dengan sekolahku di SMA N 7 TEGAL setiap

Gagal Move On

Oleh:
Kring! Kring! Kring! Alarm di kamarku sudah berbunyi, itu tandanya aku harus segera bangun dan bersiap-siap untuk sekolah. Aku langsung ngambil handuk dan langsung pergi ke kamar mandi setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Andai Kau Kembali”

  1. Aydilla Raffania says:

    Ceritanya dilanjutkan lagi ya, bikin penasaran nih… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *