Bawa Perasaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 August 2017

Rika berjalan dengan santai melewati koridor-koridor sekolah. Melintasi kelas demi kelas yang masih sepi. Mungkin karena faktor yang masih pagi. Biasanya Rika datang ke sekolah jika sedikit lagi bel berbunyi. Mungkin juga, karena ia memasang alarm untuk bangun lebih pagi. Tiba-tiba terdengar sebuah teriakan yang ditujukan untuk mika.
“Widii, tumben dateng pagi. Udah insyaf dateng siang?”
Kemudian orang itu tertawa. Rika tidak mempedulikan. Ia mengepal tangannya dan menarik napas. Mika tahu siapa yang berteriak seperti itu. Tanpa ucapan salam, Rika membuka pintu kelasnya dengan keras.
“Eh, berisik tau!”

Rika tidak mempedulikan komentar temannya yang merasa terganggu. Niken, teman sebangku Rika memandanginya heran.
“Lo kenapa deh?”
“Kesel aja sama adek kelas yang itu, Nik!”
“Siapa? Indra, kan?”
Rika mengangguk. “Dia mah emang biasa ngeledekin elo, kan? Udah deh, gak usah baper”

Ketika bel istirahat berbunyi, dengan senang Rika keluar kelas karena terbebas dari bahan candaan teman-temannya di kelas. Rika memutuskan jajan sendirian, setelah selesai jajan Rika tak sengaja melihat sosok kakak kelasnya yang ia kagumi baru-baru ini. Kak Adi.
Rika terus memperhatikannya dari jauh, dan Kak Adi pun memperhatikan Rika kembali sambil tersenyum geli. Rika jadi salah tingkah dan segera kembali ke kelasnya dan menceritakan ini kepada Niken.

“Jadi tuh, tadi gue ngeliatin Kak Adi, dan dia tuh kayak ngeliatin gue balik gitu sambil senyum-senyum ke gue” Niken memalingkan wajahnya.
“Hmm, mulai deh bapernya”
Tiba-tiba Rika, jadi bersemangat “Apa jangan-jangan dia suka sama gue!” Niken menepuk bahu Rika.
“Rikaaaaa, dia kan lagi pedekate sama Kak Risa. Lo inget nggak sih?”

Rika langsung diam dan mengingat hal itu. Memang, sudah dua minggu belakangan ini mereka sedang dekat. Malah kabar ini sudah sampai ke telinga anak kelas sebelas, terutama Rika. Tapi, hal itu tidak membuat semangat Rika surut untuk bisa dekat dengan Kak Adi. Walau dibandingkan, Rika dengan Kak Risa, memang lebih cantik Kak Risa.

Bel pulang sudah berbunyi lima menit yang lalu. Rika pulang sendirian. Rika berjalan perlahan. Menunggu ada yang bisa ia tebengi. Adek kelas yang berjalan di sampingnya melihat Rika tersenyum geli.
“Kenapa liat-liat gitu, cantik ya?”
Adek kelasnya menggeleng dan tersenyum geli lagi. Rika membuang napasnya dengan kesal.

“Rik! Rikaaaa!” Sebuah teriak memanggil namanya. Rika menoleh ke belakang. Di sana ada Niken yang sedang berlari mengejar Rika.

“Tadikan gue udah bilang, tungguin dulu. Gue mau beli es. Kenapa ditinggal?”
“Emang iya, ya? Perasaan nggak deh, lo nggak bilang”
Niken yang mendengar jawaban Rika seperti itu, langsung memukul pelan bahunya.
“Oh iya iya, tadi gue lupa banget. Dan baru inget sekarang” selain mempunyai sifat beper, Rika juga mempunyai sifat konyol dan pelupa.
“Eh iya, masa tadi adek kelas ngeliatin gue aja sambil senyum-senyum. Cantik kali, ya gue”
Lagi-lagi Niken memalingkan wajahnya.
“Baper deh. Dia punya alasan tersendiri kali ngeliatin elo. Mungkin aja ada yang aneh, kebiasan deh” Rika mengerucutkan bibirnya.
“Ya karena emang gue cantik kan” ucapnya lagi.
“Udah deh bapernya dia ngeliatin elo karena di pipi elo tuh, ada bekas tip ex gitu! Makanya tadi dia senyum-senyum, bisa juga kan Kak Adi ngeliatin sambil senyum-senyum karena itu. Gak usah baper makanya”
Rika tampak sebal diceramahi Niken. Ia segera menghapus bekas tip ex di pipinya. Dan, berjalan mendahului Niken dengan kesal.
“Rik? Yeh, baper lagi kan”

Di rumah Rika, Rika berdiri di depan cermin. Mengingat ucapan Niken tadi saat pulang sekolah.
“Pokoknya besok gue harus belajar nggak baper!” Ucapnya pada diri sendiri.

Pagi itu sekolah. Bel masuk lima menit lagi berbunyi. Ia kembali pada dirinya yang bangun siang.
“Kirain udah insyaf dateng siang” ledek Indra, adek kelas yang sering banget ngeledikin Rika. Rika mendiaminya. Sampai di kelasnya, ada Niken yang sedang membaca buku.
“Makasih ya, Nik” Niken melihat Rika aneh.
“Kenapa lo?”
“Itu lho, sama nasehat lo yang kemarin”
Niken mengangguk. Tapi sebenarnya ia tak mengerti.

Sepanjang hari Rika jadi cuek. Tapi entahlah, apakah ia masih baper atas ledekan adik kelasnya atau tidak. Bel istirahat sudah berbunyi, baru saja. Rika hanya membeli air putih. Tiba-tiba Niken datang dengan wajah gembira.
“Rikaaaaaa! Masa Kak Adi naksir elo!” Ucapnya rada teriak.
Teman-temannya yang berada di kelas mengalihkan pandangannya ke Niken. Niken langsung duduk di samping Rika dan mengecilkan suaranya.
“Gue serius”
Rika masuh cuek.
“Gue tau lo mau buat gue baper”
Niken ngotot.
“Astaga! Gue beneran. Orang Kak Adi sendiri yang bilang sama gue”
DEG!

Mendengar kalimat itu, rasanya Rika seperti ingin terbang bebas di udara. Rika jadi senyum-senyum sendiri.
“Eh! Lo percaya sama gue?”
“Nggak! Tar gue dibilang baper lagi sama lo”
Rika memalingkan wajahnya. “Butuh bukti?”
Dan, kebetulan Indra lewat. Niken memanggilnya. Mendengar nama Indra disebut, Rika bangkit dari posisi duduknya. Ia malas dengan adik kelas yang menyebalkan itu!

“Dengerin Indra ngomong dulu!”
Indra berdiri di hadapan Niken dan Rika.
“Kenapa?”
“Tadi kan Kak Adi bilang, kalo dia suka sama Rika kan, ya?”
Indra langsung semangat menjawab.
“Iya beneran. Lo nggak percaya? Jadi tuh Niken lagi ngobrol berdua sama Adi. Gue gak sengaja denger omongan mereka nyebut nama lo. Gue kepo. Gue dengerin aja. ketauan nguping, ya gue diomelin. Haha”
“Kata Adi, elo lucu” tambah Niken.
Kebaperan Rika muncul lagi.
“Tenang kalo urusan kayak gini, gue gak rese kok” Dia memukul pelan Rika.
“Asal comblangin gue sama Niken. Haha”

Rika tertawa, sementara Niken wajahnya merah padam. Hari itu Rika sangat senang. Benar tidaknya semoga benar. Hari demi hari, kebaperan, kekonyolan, dan pelupanya perlahan hilang. Rika menjadi pribadi yang cuek tapi tetep cantik.
Semoga kabar yang disampaikan oleh Niken dan Indra benar adanya.

Cerpen Karangan: Ika Amalia
Masih dalam proses pembelajaran

Cerpen Bawa Perasaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Love (Part 1)

Oleh:
Subhanallah, Apa yang barusan aku lihat? malaikat kan? Siapakah dia? Dia yang Menampakan wajahnya dengan senyuman yang tersungging di bibirnya, senyuman yang tak biasa aku lihat -mungkin langka. Tapi

Malam Minggu Jomblo

Oleh:
Jomblo adalah mereka yang ingin hidup bebas dan mandiri tanpa ada ikatan hubungan dengan lawan jenis. Jomblo juga bukan berarti tak laku hanya saja mereka masih ingin menjalin status

Melodi dan Memori

Oleh:
“Cause I’m broken. When I’m lonesome. And I don’t feel right when you’re gone. You’ve gone away. You don’t feel me. Anymore” Alunan lagu Broken selesai dibawakan oleh duet

Who Is My Choice

Oleh:
“Aku mau kita putus, Dan. Aku sudah nggak tahan lagi sama kamu!” Kezia memandang kesal foto pacarnya. Danny, cowok terpandai nomor dua di sekolah sudah mengisi hari-harinya selama satu

Dia Memilihnya

Oleh:
Di suatu SMP kelas 2E, hiduplah seorang siswi bernama Berlin. Dia adalah gadis yang cantik dan baik hati. Dia mempunyai banyak teman karena dia ramah kepada siapapun. salah satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *