Berakhir Teman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 March 2014

“Hallo, ada apa Nick?”
“kau bisa keluar rumah sebentar”
“untuk apa? Pagi-pagi benar kau menelfon”
“ayolah, aku mohon”
Jessi pun keluar dari kamarnya, dengan turun tangga rumah mengantuk-ngantuk. Jessi keluar rumah melihat Nick berada di depan pagar. “pagi Jessi…” sapa Nick sok-sokan. “apa sih kamu pagi-pagi gini ke rumah ku, tau nggak aku tu ngantuk, lihat dong jam berapa ini!!” protes Jessi. “kau pikir aku hanya ke rumahmu aku harus ke rumah yang lainnya juga tau.” jelas Nick. “memangnya ada apa? Penting?” Tanya Jessi sambil menguap mengantuk. “ye.. Jess jadi nanti kan masuk jam 09.00, kita semua, maksudnya kelas kita berangkat pagi jam 07.00 oke” jelas Nick. “heh apa-apaan sih.. jadwalnya kan berangkat siang, ngapain berangkat pagi, nggak ah!!” protes Jessi tak terima, mungkin karena mengantuk. “eh kau jangan seperti itu dong kita disuruh Rita berangkat pagi untuk menghias kelas, karena ulang tahun Melody, kau tau kan Melody adalah juara kelas. Terkenal gitu”
Karena Jessi terlalu sebal, dan mengantuknya ia hanya berkata “iya iya nanti aku berangkat pagi. Ya udah kabarin yang lain sana-sana.”
Nick pun pergi ke rumah-rumah temannya untuk mengabari teman-temanya. Dan Jessi melanjutkan tidur lelapnya.

Saat enak-enaknya terlelap tidur, jam weker jessi berdering, ia pun langsung melihat ke arah jam yang menunjukan pukul 07.00 ia pun bergegas bangun, buru-buru mandi. Sampai di meja makan ada mama yang sedang membaca-baca resep makanan. Tentu sang mama heran melihat anaknya yang katanya masuk siang, malah terburu-buru. “Jess kau kenapa katanya masuk siang kok buru-buru?” Tanya mama.
“mama Kepo ih.. itu loh, Melody anak paling pintar di kelas kan hari ini ulang tahun, masak kelasku di suruh berangkat pagi coba, katanya mau ngehias kelas bikin kejutan gitu, padahal yang ulang tahun dia kok yang repot kita ish.” mama hanya tertawa melihat anak terkecilnya ngomel-ngomel sendiri “ya udah, bantuin sana, kan Melody memang sudah terkenal di sekolahmu juga kan, jadi banyak teman-temanya yang suka dengannya karena pintar.” jelas mama. “pintar nyonto iya.. iya.. loh ma kak Joe mana?”
“oh… kakakmu sudah berangkat dari tadi pagi jam 06.00” pikir jessi wah pasti kak joe berangkat pagi karena Melody.. wah parah apa istimewa banget sih? Kakak aja sampai suka sama Melody, yah kak Joe gak tau sih sifatnya Melody, nyesel kamu kak nyukai Melody. Melihat anaknya yang ngelamun mamanya ngagetin jessi “heh!! Nanti telat”
“oh iya ma, berangkat dulu ya” Jessi berpamitan dengan mamanya, dan mencium punggung tangan mamanya “ma… berangkat dulu ya”
Walaupun sudah telat jessi sengaja berangkatnya dilambat-lambatin, memang ia males lagi males berangkat pagi di jalan pun jessi mengomel-ngomel sendiri. Saat dia berjalan menuju gerbang, ada sebuah mobil mengklakson, sampai jessi kaget.
“hei… berisik tau” omel jessi kepada sang pengemudi mobil

“kau bisa pergi dari pintu itu, aku ingin memarkirkan mobil” jessi tau siapa yang ada dalam mobil itu, itu adalah Alex. wajahnya mirip artis-artis korea, khususnya seperti personil boyband korea. “heh.. kau, wah aku tau mobilmu bagus, tapi jangan mengklakson-klakson gitu berisik” jessi menyindirnya.
“oh iya, tapi.. tolong bukakan pintu gerbang itu”
“pintu.. gerbang.. oh, oke aku akan bukakan pintu gerbang itu tapi sebelumnya aku akan memberikan sesuatu untuk mu?”
“apa?” jessi mendekat ke mobil alex, memegang mobilnya. “apa yang kau lakukan? Nanti mobilku lecet. Cepat bukakan pintu gerbang”
“oh.. mobilmu bagus ya,” tiba-tiba jessi menendang mobil alex hingga terdengar bunyi dukk lalu jessi berlari masuk ke sekolah tanpa membukakan pintu
“heh kau.. dasar kau harus ganti kelecetan mobilku!!” teriak alex
Jessi yang berlari-lari sambil tertawa terbahak-bahak, rasanya jessi sangat puas sekali telah menendang mobil alex. Ia menendang mobil alex karena balas dendam tentang kekagetanya, tapi itu sebetulnya masalah yang sepele tentang klakson-mengklakson.

Setelah berlarian seperti itu, jessi merasa capek ia memutuskan untuk ke kantin. Kantin masih terlihat sepi karena siswa pada belum berangkat. Iya bersantai-santai di kantin tanpa diingatnya tujuanya berangkat pagi adalah menghias kelas untuk Melody. Hingga saat enak-enaknya minum ice kopi ada yang menepuk bahunya, sontak Jessi kaget, terkejut. “hei.. kau kenapa kau bersantai disini? Bukannya menghias kelas untuk Melody” jessi tau itu suara siapa. Jessi tau suara itu, ya benar suara itu satu grup dengan Melody. “Rita.. kan yang ulang tahun Melody kenapa harus aku yang repot-repot berangkat pagi-pagi gini. Ih.. jujur yang asli sebenarnya aku malas berangkat sepagi ini gak penting” bantah Jessi yang nggak terima. Ya memang Rita satu grup or genk dengan Melody mereka berempat. Biasanya genk mereka suka dikejar-kejar cowok, yah semua satu sekolah tau jika mereka cantik-cantik, fashionable, orang kaya, tapi sombong minta mati..

Saat Jessi berjalan menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku yang dipinjamnya tiba-tiba ada seorang cowok tinggi sedang ada di depannya. Lagi-lagi Jessi membuat masalah pasti “kau…?” kata Jessi agak ketakutan sambil menatap cowok itu. “kenapa kau menendang mobilku? Apa masalahku kepadamu?” bentak alex, sontak membuat Jessi ketakutan. “maafkan aku, itu juga salah kau sendiri kenapa kau mengagetiku dengan mengklakson. Saat itu aku mulai sebal denganmu” kata Jessi lemas. “pokoknya kau harus ganti rugi” muka alex sangat garang ketika marah. Begitu juga Jessi mulai bingung kenapa orang seperti alex bisa disukai di sekolah. “kenapa ganti rugi? Apa kau tak malu? Kau kan orang kaya, mobil bagus, Cuma luka sedikit saja kau minta ganti rugi? Orang kaya..” maksud Jessi adalah menyindir. “wah.. kau.. menyindirku ya?!!” alex mulai merasa jika ia disindir oleh Jessi. “wah.. baguslah kalau begitu, kau mengerti jika ku sindir” sungguh Jessi mulut frontal. Sehabis ia berkata seperti itu kepada alex ia hanya pergi begitu saja tanpa merasa bersalah.

Begitu Jessi sampai di kelas dia dicegat oleh 4 orang cewek yah betul genknya Melody. Ada Melody, Rita, Angel, Kiara memandang Jessi sinis. “kenapa kau menatapku seperti itu? Aku tak takut pada kalian.” tantang Jessi tanpa takut. “awas aku ingin masuk kelas” tetap saja genk melody masih menghadangnya. “kau tak boleh lewat, kenapa kau, selalu membuatku sebal” karena terlalu sebal Jessi langsung mendorong mereka hingga terjatuh banyak anak cowok yang ingin memberdirikan mereka. “wah.. kalian terjatuh, apa sengaja tiduran di lantai? Kalian tau lantai itu menjijikan kotor. Ih.. cantik-cantik kok kotor menjijikan. Okay permisi aku mau lewat.. kalian ingin bangun? Minta para fans mu sana okay” genknya melody sangat marah-marah besar. “Awas kau Jessi aku akan balas perbuatanmu!!! Awas kau!!” Melody marah besar. Saat jam pulang jessi menelfon kakaknya kak joe. “hallo kak jemput bisa?” Tanya jessi di telfon. “maaf jess kakak nggak bisa jemput.”

Akhirnya jessi memutuskan berjalan kaki. Saat berjalan santai tiba-tiba byurr!! Air mengguyurnya dan plakk!! Telur di atas kepalanya. “itu pembalasan dariku” kata seorang cewek di dalam mobil dan itu ternyata Melody. Kini Jessi bingung harus kemana karena keadaanya yang seperti itu. Saat sampai di rumah mama yang melihat jessi seperti itu kaget “hah Jessi kau kenapa?” Tanya mama kaget. “ini semua karena MELODY!!” teriak jessi. Jessi masih marah besar pada sikap Melody seperti itu. “kan ma, aku sudah bilang Melody dan genknya bukan anak baik-baik, bilangin sama kak Joe ma. kalau Melody anak yang terkenal sombong, sok cantik, pintar? Yah pintar nyonto iya” Jessi terlihat emosi. “memangnya kakakmu?” Tanya mama. “iya ma, kakak itu ngejar-ngejar Melody gitu, padahal Melody bukan anak baik-baik” terang Jessi dengan emosi. “ya sudah bersih-bersih sana”

“ma lapar..” keluh Jessi kepada mama. “anak mama manja, itu di meja makan ada sop daging sapi. o iya Jess kamu itu beda dengan teman-temanmu ya?” kata mama. “beda? Maksudnya?” mamanya menjelaskan bahwa anak sekolah seusianya biasanya menikmati masa remajanya bersama teman-teman entah itu pasti pulang sore. Jessi beda dengan kakaknya Joe. Jessi hanya menanggapi kata-kata mamanya dengan senyuman manisnya “hehehe, kan kak joe anak cowok ma”
“hey kenapa sebut nama-namaku?” terdengar sura cowok dari ruang tamu langsung masuk ke ruang makan “hei kau kenapa tadi tak bisa menjemputku? He? Kenapa?”
“kenapa masalah? Aku jalan sama Melody dong..” jawab joe santai. Wajah Jessi mulai memerah dia tak terima, joe lebih memilih Melody yang telah mengguyur air, telor ke adiknya sendiri. “hei bilangin sama cewek kamu, jangan suka ngelempar telor ke orang lain. Ini sekalian suruh dia nyuci baju ku yang kena telor dari dia.. o ya satu lagi aku baru tau kakak lebih mementingkan pacarnya yang jahat itu daripada adiknya sendiri. Aku gak mau punya kakak seperti kau” jessi marah besar, dia berlari ke kamar mendobrak pintu. “Joe, apa benar?” Tanya mama. “ma.. aku tak tau”
“mulai sekarang dengarkan mama baik-baik. Kau harus menjauhi Melody”
“tapi, ma.. ma.. ayolah ma, pasti Melody seperti itu juga mungkin Jesi dulu. Mama taukan Jessi anak yang nakal” rengek joe. “no.. no.. no.. mama tau Jessi memang orangnya seperti itu, tapi coba lihat dulu nilai mu, mungkin gara-gara Melody nilaimu jadi buruk seperti itu. Kau itu masih remaja belajar, belajar, belajar. Kau tau kau ini mau ujian bukannya belajar malah ndeketin Melody. Dulu sebelum kau tak terlalu kenal Melody nilaimu bagus-bagus, kau selalu dapat juara jika ada lomba antar sekolah, sekarang apa? Tidak pernah ikut lomba” omel mama. “ma apa hubungannya dengan nilai?” Tanya joe. “jelas ada. karena Melody juga masalahmu. Setelah lulus nanati kau kuliah di amerika, kau akan tinggal bersama dad. Dan mama akan lapor kepada daddy jika nilaimu menjadi turun karena si Melody itu”
“ma aku mohon jangan lapor ke daddy” mama tak mau mendengar perkataan joe. Mamanya pergi ke kamar. Joe berfikir ini gara-gara jessi nakal itu

Saat jessi masuk kelas, ia duduk di tempat duduknya tiba-tiba ada sesuatu yang membuatnya kaget sebuah tangan memakai gelang bergerincing ada di mejanya, jessi tau dari aroma parfumnya. “hei kau, kau lapor ibumu jika aku melempar kau telor, dan gara-gara kau aku dengan joe putus”.
“sebenarnya aku malas berdebat denganmu, tapi tentang kau putus dengan joe baguslah, memang keluarga kami tak menyetujuinya” jessi pergi ke kantin di kantin ia bertemu Nick, dan Jenifer “hai.. Jessi” sapa Jenif. “hai Jen, hai nick” sapa Jessi balik. “wah dengar-dengar joe putus dengan Melody karena kau?” Tanya nick. “tapi kalau seperti itu bagus dong, dengar-dengar semenjak joe pacaran dengan Melody, nilainya semakin menurun. Apa benar Jess?” tambah Jenif. “Maybe.. lagian memang keluarga gak suka” jawab Jessi. Saat enak-enaknya minum kopi pandanganya teralihkan oleh satu cowok, ia ketakutan “sembunyikan aku, sembunyikan aku” bisik jessi kedua temanya sambil bersembunyi di balik badan Jenif. “wah.. kau punya masalah dengan alex?” Tanya nick. “hmm” jawab jessi singkat tapi cukup menjelaskan jenif dan nick. “memangnya kau melakukan apa?” Tanya Jenif. “itu Cuma masalah sepele, aku Cuma menendang mobilnya” jawab jessi dengan muka yang memelas “apa?” teriak Nick dan jenif hampir bersamaan. “jangan keras-keras nanti dia dengar” bisik jessi. “kau ini, ayo kita pergi dari sini” ajak Nick. “kau itu nakal sekali, pembuat masalah” tambah Jenif. “aku seperti itu juga karena dia, dia mengklakson-klakson seperti itu, itu kan berisik, semua orang juga tau kalau mobilnya bagus tapi jangan sesombong seperti itu kenapa? Mobil lecet sedikit aja minta ganti rugi, gak malu yah.. eh.. padahal orang ka…emm” omel jessi hingga ada sesuatu yang membuatnya berhenti berceloteh. “kau kenapa?” Tanya jenif. “biasanya berceloteh terus tanpa berhenti, kenapa kau?” tambah Nick. “ouh.. kau?” jenif dan nick tidak tau jessi berbicara dengan siapa mereka menoleh ke belakang, dan mereka kaget. “k..a… kau?” kata nick tergagap. “alex?” kata jenif kaget. “hah.. akhirnya aku menemukanmu juga, kenapa kau? Kenapa omonganmu begitu menyinggung perasaan orang?” alex memulai perkataan. “heh kau, maksudmu apa, apa kau ingin mobilmu itu akan ku tending sekali lagi, hem..? mau?”
“aku kurang yakin jika kau seorang perempuan”
“lalu, apa masalahnya untukmu?”
“cewek kasar, aku tau kau yang di sebut she’s Naughty” sindir alex. “kau!! Sebenarnya mau mu apa? Kau minta ganti rugi? apa mau aku tendang mobilmu lagi?” jessi mulai emosi. Jenif dan nick menenangkan jessi yang mulai emosi. Hingga suasana semakin memanas hingga datangnya genknya Melody “hei.. kenapa kau? Memarahi alex seperti itu? Dia pacarku?” kata Melody. “iya betul” kata genknya melody. “ouh pantas dua-duanya sombong, sama-sama sombong” jessi, jenif dan nick pergi. “hei sejak kapan kau menjadi pacar ku, aku tak merasa?!!” kata alex yang sedikit menyeramkan. “kau seharusnya berterimakasih kepadaku, karena karena aku, cewek menyebalkan itu pergi” kata Melody centil. Alex pergi meninggalkan genk Melody.

“dia memang membuatku kesal, awas kau, masalah seperti itu saja dibesar-besarkan. Awas kau!!” Jessi mengomel-omel sendiri. “tapi jess masalah yang besar karena kau” kata Nick. “kenapa bisa aku!!” bentak jessi. “wah kau menakutkan… jika masalah mengklakson, itu sudah sewajarnya. Jika masalah kau menendang mobil alex, apalagi dengan sengaja itu masalah besar” jelas Nick. “ah.. terserah kalian.” Pagi itu saat Jessi bersantai di kantin, ada Mike yang memanggilnya katanya jessi harus ke lapangan basket karena ia di tantang bermain basket. Begitu mendengar itu jessi bersama teman-temanya lari menuju lapangan. “oh.. kau, berani” tantang alex. Jessi mengangguk tanda setuju. Permainan sangat rame, banyak siswa perempuan yang mendukung alex dan membuat lapangan rame karena teriakan histeris perempuan yang mendukung alex. Jessi yang sedang bermain basket merasa berisik. Kini alex sudah memasukan 5 bola ke dalam ring basket. Jessi cepat cepat menyusul dengan 5-1, dan permainan terus berlangsung. 9-9 mereka imbang sementara ini. Dan.. bola Jessi masuk ke ring basket satu poin untuk Jessi. Dan Jessi pemenang juaranya. “apa kau? Kau yang mengajak bermain tapi kau kalah!!” sombong Jessi.

Pulang sekolah semua siswa-siswi berkumpul di aula sekolah. “jessi, nick ayo kita ke aula” ajak jenif. “memangnya ada apa?” Tanya nick. “karena tidak tau ayo kesana, cepat” ajak jenif terburu-buru. “jen, kau apa-apaan itu tak penting” kata jessi. “ah.. sudahlah ayo” jenif menggeret tangan jessi, nick pun menyusulnya dari belakang. “wah apa itu ramai-ramai di aula” kata jenif penasaran. “heh.. kau. Kau yang aku tunggu-tunggu akhirnya datang juga” kata seseorang. “suara siapa itu sok menantang sekali” kata jessi. “kau pikir aku tak dengar cepat maju ke depan” tantang suara itu. “wah sepertinya suara itu ditujukan untukku, siapa takut, tunggu saja” kini Jessi tau siapa suara itu alex. “hei.. kau kenapa kau menantangku seperti itu? Kenapa? Kau beranani?!!” kata jessi menantang alex. Tapi jessi kalah dengan teriakan siswa-siswi lain “wuuuu”
“apa kau!!” jessi menyerang alex dengan menampar pipinya tapi tertahan oleh tanganya. “lepaskan tanganku!!” teriak Jessi. “kau itu perempuan atau laki-laki?” Tanya alex. “itu bukan urusanmu, urusanmu adalah hura-hurakan?, kau orang kaya pasti pekerjaanmu menghabiskan uang orangtuamu yang susah mencari uang, heh.. orang kaya sombong” sindir jessi. “apa hubungannya” kata alex. “memang tak ada hubungannya” kata jessi agak bingung. “jika memang tak ada hubungannya, mari kita berhubungan” kata alex. “Kau Gila!!!.” Jessi menampar alex, lalu pergi. “kau gila.. kenapa kau menembak cewek seperti itu, kenapa bukan aku, aku yang lebih pantas untuk mu” kata Melody memohon. Alex hanya pergi begitu saja meninggalkan Melody.
“awas kau!! Akan kubalas perbuatanmu, awass!!!” omel jessi.

Siang sepulang sekolah saat alex ingin menaiki mobil, tapi keisengan Jessi mulai muncul, Jessi mengempeskan ban mobil itu. Jessi sangat tertawa terbahak-bahak. Ia lalu mengayuh sepeda. Alex yang melihat jessi di balik dedaunan tertawa terbahak-bahak lalu menghentikan sepedanya. “kau?” kata jessi yang mukanya terlihat agak memelas, “aku tau yang membuat ban mobilku gembes kau” katanya. “kenapa aku, banyak orang-orang di sini, bukan aku” tiba-tiba alex membonceng di belakang sepedanya. “apa-apaan kau” kata jessi yang terlihat panik. “kau yang menggembesi ban mobilku sekarang aku akan memboncengmu”
“enggak, turunlah” rengek jessi. “ayo jalan” kata alex. “aku tak mau”
“kau lama sekali, biar aku saja yang mengayuh sepeda awas turun,”
“ayo cepat naik.. cepat naik..” kata alex. Dengan wajah yang cemberut, Jessi akhirnya naik di boncengan sepeda. Tapi ujungnya jika yang mengayuh sepeda alex, tak sampai rumah. Mereka mampir-mampir dulu, di setiap toko yang dilewatinya.

“kau ini, kembalikan sepedaku. Aku ingin pulang, jika pulang terlambat mamaku pasti marah. Kau itu nggak mutu sekali” marah Jessi dengan wajah yang cemberut. Alex yang melihat wajah Jessi seperti itu tertawa geli. “sebaiknya kita beli makan dulu.” kata alex singkat. Wajah Jessi terlihat semakin memerah, dia langsung menarik sepedanya dari tangan Alex. “kau kira apa? Memangnya sepedaku untuk dipinjam-pinjamkan” Jessi langsung cepat-cepat menaiki sepedanya, dan mengayuh dengan cepat. Alex yang melihat wajah Jessi seperti itu tertawa sendiri geli.

“cukup sekian, awas.. kau!!” sesampainya di rumah dia merasa sebal atas kejadian tentang sepeeda. Di telfon Jessi curhat dengan Jenif, jenif hanya tertawa mendengarnya “Jess mungkin, dia suka kamu” tebak Jenif sambil tertawa-tawa. Jessi malah semakin marah cemberut. Begitu di sekolah wajah Jessi masih cemberut. “Jess, maaf bercanda” mohon Jenif. “tapi… kau harus janji jangan seperti itu” kata Jessi. Jenif hanya menganggukan kepala, dan cukup di pahami Jessi. Tiba-tiba saja Nick sudah berada di belakang mereka dan ia membicarakan sesuatu. Yah sesuatu tentang liburan karena kakak kelas ingin ujian. Jenif hanya mengusulkan jika ia akan pergi ke Seoul karena, pernikahan kakaknya Alic Kim
dong. Memang kakaknya itu tinggal di korea, di besarkan di korea, hingga sekolah, bekerja, menikah. Tapi untuk sisa hari liburanya ia tak tau digunakan untuk apa dan akhirnya Jenif memutuskan untuk mengajak Jessi dan Nick untuk pergi ke Seoul. Cukup lama liburan ini seminggu. Mereka berangkat sabtu malam dan kira-kira sampai minggu sore. Mereka tinggal di rumah tante Jenif. Senin upacara pernikahan, kak Alic Kim dong, hari-hari berikutnya digunakan Jenif, Jessi, dan Nick berjalan-jalan keliling Seoul. Banyak orang korea yang kece-kece yang membuat Jenif dan Jessi tertarik. Begitu juga dengan Nick yang melihat perempuan korea, supaya tak nyasar mereka pergi di damping Micha, sepupu Jenif yang pintar bahasa korea and Indonesia, Translating.

Saat Micha ingin membeli sesuatu, di kerumunan orang banyak sadar tali sepatu Jessi lepas ia ingin membenarkanya. Tapi… salah satu tali sepatunya di injak oleh seorang laki-laki. Memakai kacamata, sambil memegang handphone di telinganya, keren.. tapi apakah Jessi harus memandang laki-laki itu saja tanpa membenarkan tali sepatunya?. Oh tidak. “Excuse me. Tolong jangan injak tali sepatuku,” kata jessi lirih, tetap saja laki-laki itu tak dengar. Hingga jenif yang melihat jessi seperti itu bertanya “what are you doing?” Tanya jenif. Dengan wajah yang memelas jessi menjawab “Lihat.. tali sepatuku, aku tak dapat berbicara bahasa Korean dan inggris.”
“oh My God” tak perlu menunggu lama, beberapa detik kemudian laki-laki itu mematikan handphonenya, dan pergi. Kini tak ada masalah lagi dengan shoelace.

Setelah membeli sesuatu kini waktunya ia makan siang di rumah makan korea. Sorotan mata Jenif kini tertuju pada seseorang laki-laki. “jess look, bukankah laki-laki itu yang tadi” tunjuk Jenif ke laki-laki itu. “wah… iya kau benar” kata Jessi. “so cool” puji jenif. Begitu laki-laki itu menhadap ke belakang. Jenif dan jessi kaget ternyata lelaki yang menginjak tali sepatu jessi adalah Alex musuh besar Jessi. Jessi lalu lari menghampiri laki-laki itu “kau, apa tadi kau tak dengar? Tali sepatuku kau injak, dasar kau.” kata Jessi mengomel. “kau… kenapa kalian disini.” kata Alex kaget. “harusnya kita yang Tanya kenapa kau disini, wah.. apa jangan-jangan kau mengikuti kami ke korea” sindir Jenif. “apa? Ngikutin kalian ke korea? Aku ke korea karena aku akan pindah ke sekolah korea.” kata alex menyombong. “apakah benar?” Tanya jessi tak yakin. Meski mereka saling bermusuhan, semenjak dengar kata yang disampaikan alex tadi ia merasa sepi. Tak ada lagi yang mengajak bertengkar di sekolah.
“aku mau tolong kita ber damai” alex mengulurkan tanganya. Jessi terima-terima saja untuk berdamai dengan Alex. “baiklah bagaimana jika kita berjalan-jalan” ajak Nick semua setuju. Kini damai adalah cara segalanya untuk berteman. Dan berteman atau bersahabat adalah berbagi pengalaman dan keceriaan. Mereka makan bersama, berfoto bersama, tertawaa bersama, ceria bersama. Hari keceriaan semakin berlalu waktu untuk pulang Jessi, Jenif dan Nick kembali ke Indonesia. “kau sahabatku” kata Nick pada alex, dan ia hanya tersenyum. “semoga sukses” kata Jenif pada alex. “pasti” katanya singkat. Dan kini giliran Jessi “maafkan semua kenakalanku ya? Ternyata berteman denganmu menyenangkan” kata Jessi pelan. Alex hanya tersenyum melihat wajah Jessi seperti itu. Pesawat ingin berangkat Nick memeluk alex “pulang dulu friend” Jenif berpamitan dengan menepuk punggung Alex. Kini Jessi bingung harus apa ia hanya bersalaman dengan Alex “kita akan main ke korea kapan-kapan” kata Jessi. Pesawat terbang meninggalkan korea.

Kini mereka tes ujian kenaikan kelas, dan masuk ke kelas unggulan. Sebagai kebanggaan tersendiri bagi mereka. Tentang genk Melody sebenarnya Jessi ingin berdamai dengan mereka tapi mereka nggak mau katanya “gak level” aku berfikir masih banyak teman yang lain, dari mereka. O iya ..kak joe sekarang ke amerika, sekarang yang di rumah hanya aku dan mama tapi satu lagi tanteku dari Bandung datang menemani dan tinggal bersama kita. Next… ucapku terima kasih untuk My Friend’s Best Friend.

Cerpen Karangan: Agnes Sekar

Cerpen Berakhir Teman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Och!

Oleh:
“Din, gue mau ngomong sesuatu sama lo! Tapi lo jangan marah ya, pliss” Ucap Sarah. “apa sih Sar? Kayanya serius banget nih. Hahah selow aje” jawab Dina. “gue cemburu

About Love About You

Oleh:
Aku Ara Zahira, seorang wanita yang masih setia dengan rasa kesendirian. Saat umurku sudah di penghujung remaja. Aku masih sendiri, aku nyaman dengan kesendirian ini. Aku juga punya duniaku

Cinta Tak Terbalas

Oleh:
Semua berawal dari ketidaksengajaan. Aku mencintainya karena ketidaksengajaan dan bukan karena keinginanku. Apakah aku benar-benar mencintainya? Aku pun tak tahu. Yang kutahu ini adalah takdir yang telah ditulis tuhan

Surat Di Laci Meja

Oleh:
Nama gue Cinta. Sekarang gue duduk di kelas X SMA. Gue lagi naksir sama seseorang, dia senior gue. Namanya Ciko. Gue gak tau kenapa gue bisa suka sama dia.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *