Berandalan Remaja

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 April 2016

Kami sekumpulan pemuda-pemuda tanggung yang merasa hebat dan tak terkalahkan. Tidak ada yang benar-benar menakutkan bagi kami selama kami masih bersama. Kami hanyalah kumpulan-kumpulan teman-teman dekat yang melakukan banyak hal bersama-sama. Berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, jadi tidak ada yang merasa paling hebat di antara kami. Begitulah cara kami membangun hubungan ini. Kami terdiri dari berbagai macam bentuk manusia. Si Virgo orangnya tinggi dan kurus. Hatinya sangat lembut. Ia orang yang baik, terutama kepada wanita-wanita di sekolahan kami.

Sementara Indra adalah playboy. Rambutnya keriting seperti orang Ambon dan orang timur umumnya, beruntung warna kulitnya putih. Hidungnya pesek, tapi dompetnya tebal. Ia juga jago berbicara dan melobi wanita. Mungkin itu yang membuatnya punya banyak wanita. Bayu juga termasuk salah satu playboy di sekolah kami, tapi tampangnya pas-pasan dan giginya ada hilang satu pada bagian depannya. Entah apa yang membuat wanita tertarik kepadanya? Mungkin karena dia orangnya lucu dan suka gonta-ganti motor. Entahlah, aku masih kurang tahu pola pikir wanita pada saat itu.

Ada juga Wawan, orangnya rusuh sepertiku. Cuman dari segi sifat kami sangat berbeda. Dia orang yang pandai bergaul dan merayu wanita. Serta Ardi dan Eko, mereka bagaikan dua mata uang yang tak terpisahkan. Tidak banyak yang aku tahu tentang mereka, selain mereka adalah tipe orang yang sangat setia kawan. Ada juga Riki, Adi, dan Hendri. tapi mereka tidak selalu ikut bergabung bersama kami. Sementara aku tipe pemberontak, lumayan bisa diandalkan, dan termasuk penghibur.

Di sekolahan kami terdiri dari SMA dan SMK. Anak SMA masuk pagi dan kami anak SMK masuk siang. Kami hanya terdiri dari dua kelas, tiap-tiap kelas terdiri dari 20 lebih siswi perempuan dan 11 siswa lelaki untuk jurusan akuntansi dan penjualan. Sekolahan kami tidak termasuk sekolahan yang terpandang di kota Jambi. Dan tidak banyak yang tahu tentang keberadaan sekolahan kami, kecuali orang-orang di sekitar tempat sekolah kami berada saja. Tugu Juang yang merupakan ikon daerah Sipin telah menjadi saksi bisu dari kehebatan-kehebatan kami yang sebenarnya konyol. Bolos sekolah, berkelahi, alkohol, dan banyak hal-hal yang sebenarnya bodoh yang telah kami lakukan di sana. Memang tidak mengagumkan namun ketika bisa berkumpul dan melakukan suatu hal secara bersama mereka adalah hal yang sangat menyenangkan.

Pak Popi Damarta adalah guru yang ditakuti oleh kami, ia adalah guru BP. Sampai sekarang aku masih belum tahu apa itu singkatan dari BP, yang jelas dia adalah guru yang sangat menyeramkan. Kumisnya yang terlihat dari kejauhan seolah alarm peringatan perang. Baju yang kami keluarkan, segera kami rapikan. Karena hukuman baju yang dikeluarkan pada saat itu adalah dijemur di lapangan upacara tanpa mengenakan baju. Aku pernah sekali merasakannya, cukup menyiksa dan sangat memalukan. Hampir seluruh siswa lelaki juga pernah dijemur di lapangan upacara. Karena mereka kompak untuk bolos sekolah. Alasannya karena Lilis pindah dari sekolahan kami. Lilis. Dia cewek yang manis dan baik. Kami pernah sangat dekat, namun kami hanyalah teman dekat. Mungkin hubungan kami hanya sebatas teman dekat karena kami takut merusak pertemanan ini dengan mengatakan keinginan untuk menjadi lebih dekat daripada teman.

Alkohol dan Nark*ba adalah hal menarik dan rahasia umum untuk setiap pelajar-pelajar SMA yang tidak mampu menahan rasa ingin tahuannya. Cinta dan cabut juga termasuk hal-hal menarik di masa-masa SMA. Namun perkelahianlah yang merupakan hal paling menarik untuk dikenang dan diceritakan kembali. Kami sering terlibat keributan ataupun terlibat perkelahian. Baik antar sesama kawan, kakak kelas, anak SMA, atau anak sekolah lain. Semuanya sangat menarik, walaupun tidak ada yang semenarik ketika kami ribut dengan anak kelas satu SMA dulu.

Waktu itu kami telah duduk di kelas tiga. Awal keributan ini tidak begitu jelas. Yang jelas pada saat itu Wawan, Virgo, Ardi, Eko, dan beberapa teman mendatangi anak tersebut ketika akan pulang sekolah. Ia masuk pagi. Setelah berbicara sebentar Wawan langsung melayangkan pukulannya ke anak kelas satu itu. Mendengar kegaduhan guru-guru pun mulai berdatangan. Wawan yang telah memukulnya segera mengamankan diri agar terhindar dari para guru. Virgo menjadi korban, anak SMA itu mengincar Virgo. Ia melayangkan pukulan dan tendangannya kepada Virgo, dengan sigap virgo selalu mampu menangkisnya. Tangan anak itu terluka ketika mencoba memukul Virgo, tangannya terkena kaca jendela yang bisa di buka tutup ketika Virgo menangkisnya pukulannya. Anak SMA tersebut bersama Virgo diamankan ke ruangan guru oleh guru yang berdatangan.

Kisah ini tidak sampai di situ, siswa dari STM sembilan lurah yang merupakan teman-teman dari anak SMA ini menyerang kami dari gerbang utama. Mereka memasuki sekolah kami dengan gagah beraninya. Sebuah tindakan yang cukup berani, namun sangat bodoh. Hal ini bisa dibilang bunuh diri. Bagaimana tidak, mereka hanya beberapa orang saja. Mereka bisa dihitung dengan jari sementara jumlah kami ada banyak ditambah lagi dengan anak-anak Sma yang pulang sekolah. Kontan saja, kegagahberanian mereka harus dibayar mahal. Satu orang dari mereka sampai pingsan dan ada yang giginya lepas dihantam helm oleh anak kelas 2. Yang lainnya berhasil selamat dan mengamankan temannya yang pingsan tersebut. Masih teringat ketika pak Baktiar meneriakkan kata “Maju” sambil mengacungkan penggaris kayunya. Ia seperti komandan perang yang memimpin berandalan-berandalan kecil.

Kami semua diperintahkan untuk memasuki kelas masing-masing ketika aparat dari kepolisian datang ke sekolahan kami. Tidak ada pelajaran saat itu, tidak ada keributan dan yang ada hanya ketegangan. Kami semua diam mengintip ke arah ruangan kepala sekolah melalui kaca-kaca kelas kami yang letaknya ada di lantai 3. Ketika mendengar ada ribut-ribut dan polisi terlihat berlarian ke arah gerbang, kami semua siswa-siswa lelaki langsung berhamburan ke lapangan upacara kami. Di sana kami diperintahkan oleh guru untuk memasuki kembali kelas kami. Perintah yang tidak bisa dituruti karena pada saat itu ada anak SMA yang terlibat keributan dengan kami. Wajahnya belum terlihat terlalu parah dan ia masih nyolot dan sok-sokan.

“Woi kau ngapo,” katanya kepada salah satu anak kelas dua yang membawa penggaris besi.
“Eh kau ini, sok-sokan!” kataku sambil mengarahkan jari telunjukku ke wajahnya yang jaraknya hanya beberapa langkah saja.

Eko langsung melayangkan pukulan dengan tangan kanannya. Setelah memukul ia baru berkata, “Ah kau, ku pukul nanti kau!” Sebuah hal yang lumayan lucu memang jika dikenang. Ardi juga langsung menyambut pukulan dari Eko dengan pukulan yang telak di wajahnya, disambut oleh anak-anak lainnya. Anak SMA itu sempat diamankan oleh guru kami. Namun Indra yang dari dulu keberaniannya untuk mendekati wanita lebih besar daripada keberaniannya untuk berkelahi melayangkan sebuah tendangan Jackie Chan ke anak tersebut. Tendangan yang telak. Anak tersebut tersungkur jatuh. Bayu tidak mau ketinggalan, ia langsung memukulnya wajahnya beberapa kali. Kami segera dibubarkan oleh guru, karena polisi telah kembali ke kantor guru dengan membawa dua orang yang mengenakan pakaian bebas. Tapi Virgo dan Indra ditangkap guru, termasuk Wawan. Mereka semua dipukul dan ditanyai oleh para guru. Kemudian mereka bersama anak SMA dibawa oleh pihak kepolisian untuk diproses di kantor polisi.

Kisah kami sempat menjadi buah bibir ketika tayang di Jambi TV dan masuk koran. Indra, Virgo, dan Wawan sempat menjadi Artis dadakan. Harus diakui kalau kami bangga dengan kisah ini, lucu memang. Mungkin kami tidak akan pernah dikenal oleh guru karena kebaikan atau prestasi kami, tapi kisah ini akan sulit dilupakan oleh mereka. Alkohol, bolos, dan semua perkelahian yang kami lakukan memang bukanlah hal yang baik. Kami tahu itu. Namun kami menyukainya, hanya itu alasan kami melakukannya. Satu alasan itu sudah cukup untuk membuat kami tetap melakukannya. Mungkin sangat sulit untuk menjelaskan kegilaan-kegilaan yang kami lakukan ini kepada orang banyak. Namun untuk apa mencemaskan hal itu. Tidak ada yang perlu dicemaskan selama kami senang.

Semua kebersamaan ini pasti akan berakhir suatu saat nanti. Perpisahan adalah satu hal yang jelas tidak kami inginkan, namun tidak bisa kami hindari. Dan akhirnya hal tersebut pun terjadi. Aku yang pertama memulainya ketika berhenti bersekolah karena sebuah alasan konyol. Selanjutnya mereka yang tersisa dipisahkan dengan pekerjaan dan pernikahan mereka masing-masing. Dan satu hal yang tak pernah terpikir oleh kami terjadi, ketika Eko harus mendahului kami menghadap Yang Maha Kuasa. Sebuah kesedihan yang mendalam bagi kami yang ditinggalkannya. Sahabat atau hubungan apa pun itu ada kebersamaan dan ada perpisahan. Sengaja ku tulis kisah konyol yang menurut kami hebat ini agar mereka yang lupa bisa mengingatnya. Agar hubungan yang telah rusak dimakan waktu bisa sedikit terbaiki.

Cerpen Karangan: Nanda Satria
Facebook: https://web.facebook.com/08127402163a

Cerpen Berandalan Remaja merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masa Putih Abu Abu Khusus 3 TKJ 2

Oleh:
Hari ini tepat jam 07:00 aku berangkat ke sekolah baruku Smk Negeri 4 Jeneponto, aku mengendarai sepeda motor pespa motor yang selalu menemaniku kemana-mana, dalam perjalanan ke sekolah aku

Tertaphobia

Oleh:
Aku Ellyane Rushton, umurku 15 tahun. Aku sekolah di Media Global School (MGS). Aku tinggal bersama dua sahabat aku lainnya yaitu Cassie, dan Agnes di asrama sekolah. Aku mengidap

Idol Tak Akan Menghianati

Oleh:
Dulu aku punya teman baik saling tolong menolong. Namanya Ge, kita juga tidak pernah bertengkar sekalipun bertengkar itu hanya candaan semata. Hingga ada satu hal yang membuat persahabatan kita

Cinta Berbelit

Oleh:
“Res, aku mau ngomong sesuatu sama kamu” Kataku kepada Resya, sahabatku “Iya ngomong apaan” “Eemm aku suka sama Bagas senior kita kelas 10/1 SMA” “Ohh itu pantesan kamu suka,

Suara Tengah Malam

Oleh:
Ayam berkokok, menandakan sang fajar telah terbit. Aku pun segera beranjak dari tempat tidur untuk mandi, lalu mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah, karena hari itu Sabtu, 23 Desember

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *