Berangkat Sekolah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 May 2016

Jam udah menunjukkan pukul 04.30 aku mulai bergegas salat subuh. Lalu aku lanjutkan seperti biasa 2 hari sekali aku ngebersihin tempat wudhu. Jam udah menunjukkan pukul 06.00 waktunya mandi dan siap pergi ke sekolah. Seperti biasa aku jalan kaki dulu sekitar 3 km buat nyamperin bus. Hebat kan aku. Bus aja aku samperin apalagi kamu. Hehehe. Sebelum aku nyamperin bus biasane aku nunggu temen aku namane Bagus. Dia orange agak item tapi asyik.

Setelah Bagus udah nyampe baru deh berangkat bareng nyamperin bus. Waktu asyik lagi ngobrol sambil jalan aku sama Bagus lihat busnya. Oh iya bus yang aku tumpangin itu namane (Surya E). Lanjut cerita aku dah mau deket sama bus tiba-tiba bus nyalain reteng ke kanan. Bagus bilang ke aku.
“San kok busnya nyalain reteng. Kayaknya mau jalan itu busnya.”
Aku pun jawab, “Wah Gus iya busnya jalan,” aku dan Bagus lari sambil teriak teriak.
“Woooyyy pak berhenti paakkk woooooy.” Dan akhirnya busnya jalan deh….
Waktu dah nunjukin pukul 06.30. Aku bilang sama Bagus. “Tenang Gus masih ada bus Surya E nanti.”

Dan kami pun duduk berdua sambil nunggu bus yang kedua dateng. Cieee kayak pacaran aja. Hehehe. Jam terus berjalan waktu menunjukkan pukul 06.50 tapi busnya belum dateng juga. Gak apa-apalah masih belum jam 07.00 kataku. Lalu kami berdua mulai resah jam pun menunjukkan pukul 07.15 menit busnya pun belum ada yang datang. Waktu terus berjalan sampe jam 08.00 belum juga datang. Lalu aku bilang sama Bagus temenku.
“Gus bolos aja yuk. Udah jam segini nih. Gak bakal datang busnya.”
“Gimana Gus? Apa kita sms Bu Mas Ayu?” Si Bagus jawab, “Iya di coba dulu aja San mungkin kita masih boleh masuk.”

Dengan niat yang besar buat bersekolah aku dan Bagus pun mengambil keputusan buat jalan kaki ke sekolah. Dan soal izin berangkat terlambat akhirnya diizinkan oleh bu Mas Ayu wali kas kita. Aku dan Bagus jalan kaki sekitar 5-6 km lelah letih pun gak masalah buatku karena ada teman dan saling bercandaan itu yang membuatku lebih semangat. Keringat pun mulai bercucuran. Waktu menunjukkan pukul 08.30 kami pun terus berjalan. Udah sampe tengah jalan kamu pun coba berhenti sapa tahu ada bus yang lewat searah ke sekolah. Dan ternyata hasilnya zonk tidak ada satu pun bus yang lewat saat itu. Kasihaaaaan..

Dan hampir kurang 2 km Bagus bilang. “San itu ada bus mau ke arah sekolah ayo kita naik.” Akhirnya kami berdua pun naik bus itu. Dan kejadian yang lucu waktu itu saat bus mau berhenti temen aku udah gak sabar pengen cepet-cepet turun. Dan alhasil temenku langsung deh anjlok keadaan bus masih jalan. Temenku Bagus pun saking masih agak kencangnya busnya dan langsung anjlok jadi berlarian gak jelas lalu di depan apa papa reklame kecil gak bisa ngerem dan ditabrak sama Bagus sialnya lagi sampingnya ada lumpur. Wkwkwkwk jatuh deh temenku Bagus di lumpur.

Aku pun bantuin dia bangun dan jalan menuju ke sekolah. Jam pukul 09.00 aku baru sampe sekolah. Udah ditungguin sama wali kelas aku. Lucunya lagi wali kelasku malah ketawa terbahak-bahak ngelihat temenku Bagus penuh lumpur. Lalu Bagus pun disuruh mandi dan make baju yang ada di sekolah. Kasihaaaann temanku Bagusss.. Hahaha. Lalu aku bergegas masuk ke kelas dan siap mengikuti pelajaran. Emang masa sekolah itu banyak cerita. Banyak kenangan. Itu sedikit ceritaku waktu perjuangan buat berangkat ke sekolah. Semoga menghibur yaah.

Cerpen Karangan: Ekhsan
Facebook: Ekhsan Eko Saputro

Cerpen Berangkat Sekolah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sleeping Beauty (Part 1)

Oleh:
“Aira… wake up” seru Poppy sahabat karibku dengan suara cemprengnya dan dengan sok-sok’an berbahasa Inggris, padahal nilai rapornya kadang-kadang merah. Ia sedang berusaha membangunkanku dari tidur nyenyakku dan membuyarkan

Larutnya Senja

Oleh:
Ada yang berbeda dalam detak jantungku, membuat setiap nafasku terasa berat. Rasa sakit di hati kian menggebu di balut goresan luka yang telah mengelupas dan terbuka lagi. Tersentak kaget

Indahnya Meraih Keberhasilan

Oleh:
Seorang pelajar yang bernama Azahra, dia terlahir dari keluarga yang sederhana. Sejak kecil dia memiliki bakat bernyanyi. Ketika usia 5 tahun dia memiliki keinginan untuk sekolah ke TK. Begitu

Eccedentesiast

Oleh:
Eccedentesiast. Itulah reina. Gadis yang selalu menyembunyikan semua masalahnya dibalik senyumannya. Banyak hal yang terjadi di hidupnya namun kini masalahnya tak dapat lagi ditutupi oleh sebuah senyuman. “Reina…” Panggil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *