Cerita SMA

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 22 April 2017

Seperti pasar.
Satu kata itu yang tidak pernah lepas dari kelas X-5. Bayangkan saja dalam satu kelas terdapat 49 spesies manusia yang berbeda jenis. Terdiri dari perempuan dan laki-laki. Yaps, belajar dengan satu kelas yang terdiri dari 49 spesies manusia itu tidak efektif. Karena biasanya satu kelas hanya terdapat 32 siswa. Maklum saja, sekolahku ini sekolah favorit di daerahku.

Kelas X-5 ini adalah kelas terkutuk, kata kakak kelasku. Entah terkutuk dari sudut mana yang jelas aku rasa juga begitu. Aku beritahu keadaan kelas tercintaku sekarang ini. Pertama, barisan pertama dari pintu didominasi oleh 11 perempuan dan 4 orang laki-laki pojok kelas. Jangan berfikir keempat laki-laki itu pendiam apalagi kutu buku karena memilih tempat di pojokan. Karena sebenarnya mereka adalah salah satu dari sekian laki-laki pembuat kekacauan di X-5. Ahh yaa salah satu dari mereka adalah raja dari terminal listrik sekaligus mr. Coc di X-5, Faisal.
Okay, lanjut ke baris ke dua. Terdiri dari 8 perempuan dan 2 laki-laki yang salah satunya Ketua kelas X-5. Ketua kelasku bisa dibilang unik, karena setiap ada informasi yang harus disampaikan kepada siswa/i di kelas pasti tidak akan sesuai dengan informasi yang sebenarnya. Barisan kedua bisa dibilang barisan yang sangat anteng dan super tenang.
Selanjutnya baris ke tiga. Barisan ini hampir sama dengan barisan kedua, hanya yang membedakan adalah satu perempuan aneh bin gajelas yang terjebak di barisan ke tiga. Di barisan ini terdapat 12 orang, dengan 3 diantaranya laki-laki.
Dan yang terakhir, barisan ke empat. Barisan tempat dimana sang wakil ketua kelas berada.

Tidak heran bila suasana hari kamis ini keadaan kelas seperti ini. Seperti pasar. Kenapa? Biar aku beritahu, pagi ini di kelas X-5 sedang berlangsung tawar menawar. Kali ini yang berdagang adalah si perempuan aneh bin gajelas, Sofi. Dia baru pertama kali berjualan di kelas, dan tidak sia-sia. Dagangannya habis sekali serbu.

Lanjut ke jam setelah istirahat pertama. Pelajaran kali ini adalah geografi lintas. Sekarang ini si wakil km yang super polos sedang bertanya kepada guru biografiku. Kali ini pelajaran yang diberikan adalah tentang teaga geologi dan sedang menjelaskan keberadaan gunung merapi dan merbabu yang jika dilihat di solo akan terlihat menjadi sebuah pemandangan indah. Juga menjelaskan tentang dua buah gunung yang memiliki kawah di antaranya. “pak, kok bapa tau di solo ada pemandangan indah?” Mulai terdengar helaan nafas lelah dari penghuni kelas bagian belakang. “Karna saya emang orang solo.” Si Bapak menajawab.
“Terus pak, kan kata bapak gunung yang ada kawahnya itu kayak gunung bromo. Nah gunung yang bapak gambar di depan itu kan lancip, itu ada bolongnya gak pak? Terus bolongnya di mana?” demi apapun si wakil km terlalu memancing kemes*man spesies laki-laki di X-5. Aku ingatkan, spesies laki-laki di kelasku ini sedikit nakal. Mereka terlalu mes*m, bahkan hal sekecil apapun mereka sangkut pautkan dengan hal yang berbau 18 keatas.

“Rio, sini maju” si bapak nunjuk Rio, laki-laki berkepala pelontos tertinggi di kelas. Rio maju dengan muka polos. Saking polosnya si gendut runo dan si bohay bayu ketawa. Entah apa yang mereka pikirkan nmun begitu adanya.
“Apa pak?” logat jawa campur indonesianya keluar.
“Periksa dia, cari di mana yang ada lubangnya” si bapak memerintah sambil menahan tawa. Jangan tanya bagaimana keadaan kelas setelah si bapak menjawab. Keadaan kacau. Semua spesies laki-laki tertawa bahagia. Bahkan si Luciano sampai memegangi perut saking gelinya. Aku? Jelas aku hanya diam. Jangan berpikir aku diam karena aku tidak mengerti apa yang dimaksud si bapak. Diam-diam aku sungguh mengerti apa yang si bapak maksud.

“Padahal kesempatan yaa itu.” Kali ini suara bisik-bisik bayu ke runo dibarengi kekehan dari si subur runo. “heeh heeh bener yaa bay” suara besar si runo kali ini. “hey you. Kau pikir kau menarik? Banyak yang suka? Oh jelas tidak” ali ini si imut dhiki yang memulai aksi ngereffnya. “berisik item. Lagu gak enak juga” kataku. Dengan sok kerennya si dhiki mengerlingkan mata. Ewhh bayangkan saja betapa imutnya seorang dhiki. Dia berperawakan kecil untuk seorang laki-laki. Tingginya hanya 5 cm diatas sikutku. Tubuh mungil. Warna kulit coklat gelap, gigi putih, brsyukurlah bola matanya berwarna hitam. “Berisik heh. Berisik” suara si km yang “mungkin” tegas kali ini. Tapi percuma saja dia meminta untuk diam. Kutekankan sekali lagi “PERCUMA”.
Karena itu sama saja seperti menyuruh orang mati hidup kembali.

“Eh kalian kenapa ketawa coba? Aku kan nanya bener. Gunung yang lancip di mana lobangnya. Kalian mah.” Keluh kesah polosnya seorang wakil km -sri- terucaplah sudah. “Ci, kamu nanya begitu mereka mikirnya ke yang berbau mes*m. Kamu ini telat mikir atau emang polos sih?” Tasya atau yang sering dipanggil caca yang menjawab. Cukup dengan satu gelengan kepala dan satu helaan nafas berat, sang wakil km langsung menelungkupkan tangannya di atas meja. Lelah.

Cerpen Karangan: Hilda Sicylia Safitri
Facebook: Hilda Sicylias
Maaf jika ada salah kata atau semacamnya. Karena ini hanya untuk menghibur pembaca.

Cerpen Cerita SMA merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hanya Memberi

Oleh:
Perkenalkan, namaku Renata Syavira atau Rina. Aku bersekolah di salah satu sekolah favorit di daerah Boyolali. Sekarang aku duduk di kelas 3 SMP. Sebentar lagi lulus. Aku belum terlalu

Harta Kirun

Oleh:
“Oowwaaahmm…” aku terbangun dari tidurku karena kedinginan. Kemudian kubuka jendela kamarku yang besar. Angin sejuk menerpa tubuhku. Kulihat jalan raya di depan rumahku. Ada seorang anak laki-laki. Yaa dialah

Zizi

Oleh:
Setiap malam aku selalu di rumah seorang diri, tak ada satu pun orang di rumah kecuali bibi yang selalu memenuhi apa yang aku butuhkan di rumah. Orangtuaku yang selalu

Sarwono Sang Pemandu

Oleh:
Kini telah tiba masa masa menegangkan, masa dimana sering kali menjadi pertaubatan manusia kelas 3 SMA yaitu semester akhir pembelajaran. Di ruang kelas F bu Sri selaku wali kelas

Impian (Part 2)

Oleh:
Pesawat yang aku tumpangi sedang lepas landas. Alhamdulillah pesawat yang aku tumpangi lancar sampai Jepang. Ku segera turun, tiba-tiba ada seseorang yang bertanya kepadaku. “Apakah anda Cici Nuraeni?” tanyanya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *