Cewek Mobile

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 January 2016

“krenteng, teng, teng, teng, teng!” berisik bunyi motor vespa kesayangan si Rian hentikan obrolan kami saat itu di sebuah kedai kopi pinggiran jalan ijen malang.

Kami, gue (Tole), Katon, Adit sama yang satunya lagi Wahid sempat tercengang ngelihat anak cewek yang nyempetin dateng jauh-jauh dari kostnya cuma karena ulah iseng si Katon nge-SMS dia, padahal udah jam setengah sebelas, “wah, wah, wah, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya si Wahid bilang, metal nih cewek!”
“Eh lo dateng beneran ian? kan gue cuma iseng SMS lo” kata si Katon giliran ngomong setelah si Wahid.

“eh kalian yang bener aja, iseng-iseng, gue dateng jauh-jauh emang karena siapa? lo kan yang nge-Message gua, kalau bukan lo yang nge-Message gue, gue mah ogah, atau gue balik nih!” sahut si Rian dengan nada kesal. “iya, iya sayangku maaf, jangan marah gitu dong, entar ilang manisnya” respon si Katon yang emang lagi deket sama si Rian. “ya udah cepatan sini duduk deket gue, biar gue pesenin kopi item demenan lo” kata si Katon sembari beranjak memesan kopi.

Kopi udah dateng, kami pun lanjut ngobrol, ngomongin seputar cewek, gebetan, mantan, sepak bola, moto GP, banyak lah pokonya. Maklum, di antara kita yang ngobrol kan cuma si Rian yang cewek, jadi dia cuma duduk manis aja dengerin kita ngobrol, “alah cowok mah emang itu-itu aja yang diomongin gak ada lagi, kalau nggak cewek ya seputar hobi” komentar si Rian tentang obrolan kita. “gue anak vespa biasa aja tuh” ujar si Rian dengan santai.
“lah terus mau ngobrolin apa coba? yang lain kan nggak seru” jawab si Wahid dengan meringis.

Obrolan canda tawa dan saling komentar terus berlangsung sampe-sampe jam menunjukkan setengah satu dini hari. “udahan yuk, udah larut nih” kata gue dengan nada ngantuk.
“ah lo apaan sih, besok nggak ada tugas aja, masa pada udah mau balik” komentar si Rian santai.
“bukan gitu ian, besok dosen gue sengaja masuk jam setengah enam, karena sebelum jam 8 dia ada perlu katanya” jawabku dengan melas.
“oh gitu, nyok kita balik” kata si Rian.

Pas di parkiran ternyata si Rian kenal sama si tukang parkir, ya udah deh kita ikutan kena imbas baiknya, gratis parkir, “wiih lincah ya si Rian, ternyata banyak relasinya, tiru tuh si Rian, lo tuh cowok mestinya harus lebih banyak relasinya dibanding si Rian” komentar si Wahid ke gue saat beranjak bonceng.
“Lo tuh juga dodol, kenapa lo jadi nyalahin gue?!” sahutku kesal yang cuma direspon meringis oleh si Wahid. Kami tambah tercengang saat si Rian menyapa si tukang kopi. Alahmak, anak ini lincah sekali batinku, rasa takjubku mengiringi perjalananku menuju kontrakan saat itu.

Cerpen Karangan: Taufiq (Tole)
Facebook: Taufiq (ccbledos[-at-]yahoo.co.id)
Ahmad Taufiq (Tole) lahir dan dibesarkan oleh keluarga petani Bp. Taslim dan Ibu. Jum’ati kota asal Probolinggo, sekarang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Malang.

Cerpen Cewek Mobile merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mengagumimu

Oleh:
Pagi yang cerah, begitu indah. Matahari terbit dengan kehangatannya. Terlihat seorang gadis berjalan dengan santainya. Ia adalah Uffi. Uffi adalah seorang gadis SMP. Ia hendak berangkat sekolah dengan penuh

Thanks For Everything

Oleh:
Ya, seperti biasanya aku terduduk di kursiku yang terletak di pojokan paling pinggir di kelas, ditemani buku jurnal dari kulit hadiah dari ayah, sambil menatap semua keributan di dalam

Just Friendship

Oleh:
Antara Cinta dan Persahabatan. Mungkin itulah permasalahan yang saat ini lagi ada di fikiranku. Aku cinta dia, tapi dia adalah sahabatku. Aaaa… Aku galau tingkat dewa. Namaku Andien. Aku

Satu Menit Pandangan

Oleh:
Udara pagi yang sejuk, membuatku semangat untuk menyambut hari yang bahagia ini. Setelah 3 minggu kita berlibur sekolah, meskipun libur sekolah kemarin bukanlah hari yang membahagiakan bagiku. Karena saat

Maaf Aku Salah Sangka

Oleh:
Aku menatapnya sekali lagi. Menurut penilaianku sebagai seorang perempuan, dia tak begitu cantik. Tapi dengan gigi gingsul di rahang kiri atas membuat senyumannya begitu mempesona. Selalu saja membuatku iri,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *