Cinta Karena Nyaman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 September 2015

Gue Fala, masih duduk di SMP. Di sekolah gue ada laki-laki yang mungkin bisa dibilang playboy, gak cakep-cakep amat sih, tapi menurut gua dia punya karisma yang kuat hampir-hampir semua cewek takluk sama dia. Namanya Rafa tapi gue gak pernah sekelas sama dia dan gue gak pernah suka sama dia, tapi pas gue kelas 3 ternyata gue sekelas sama dia, awalnya dia duduk di belakang gue dan gue gak pernah ngobrol sama dia.

Awal pertama ngobrol dia nanya sama gue tentang salah satu pelajaran, gue langsung menjawab. Setelah beberapa hari dia nembak temen gue, temen gue juga lumayan deket sama gue, dari situlah juga gue deket sama Rafa, gue suka sms-an sama dia, telponan, bbm, dan lainnya tapi sahabat gue juga tahu, berapa bulan mereka putus yang mutusin Rafa. Gue tanya sama dia.
“kenapa lo mutusin sahabat gue, emang ada yang salah sama dia?” Dia hanya menjawab.
“gak apa-apa, gue cuma gak suka karena dia suka lirik-lirik orang”
“alesan yang gak wajar” ucap gue.

Sekitar berapa bulan gue masih suka chat sama dia, ketawa bareng, duduk bareng, ke kantin bareng, dan gue mulai merasa ada yang aneh sama diri gue, setiap gue chat, dan berada di samping dia gue merasa seneng banget, ternyata gue mulai suka sama dia. Rafa punya mantan namanya Lisa, dia memang masih suka sama Rafa tapi Rafanya biasa aja sama dia, sampai akhirnya Lisa gak suka sama gue karena gue terlalu deket sama Rafa. Dia sempet bertanya sama gue.

“Lo suka yaa sama Rafa?”
“Gak kok, gue sama dia cuma temen biasa” ucap gue dengan wajah santai.
“oh gitu fal”
“Iya lis, emang kenapa? Lo cemburu sama gue? Tenang aja lis gue itu gak suka dan gak ada hubungan apa-apa sama Rafa, jadi lo gak usah cemburu sama gue”
“Gak kok fal, gue gak cemburu, oh udah yaa, gue ke kelas dulu”
“oh iya”

Dan gue langsung cerita sama Rafa.
“raf kayaknya mantan lo cemburu deh sama gue”
“Siapa fal?” Tanya dia.
“itu si Lisa”
“Lisa? Oh dia mah emang masih suka sama gue, dia aja pernah nembak gue tapi gue tolak”
“kok ditolak raf? Kenapa? Dia kan cantik?”
“Ah gak apa-apa, terlalu ganjen orangnya”
“emang tipe cewek kayak lo itu apa si? Bukannya lo suka sama yang kayak dia?” Tanya gue, dan Rafa pun menghentikan makan baksonya.
“tipe gue si simple aja, tipe gue itu kayak lo” dan gue langsung nge fly.
“ah elah lo, masih bercanda aja, udah ah pulang yuk”
“ayo, gue anterin pulang yaa” ucap dia.
“gak usah, gue pulang sendiri aja”
“Oh ya udah kalau gitu”

Beberapa hari setelah itu semua, gue tiba-tiba langsung dicuekin sama temen-temen gue, gue bingung sama itu semua. Di rumah gue coba intropeksi diri apa salah gue, yang ada di otak gue. “apa mereka menjauh dari gue, gara-gara gue deket sama Rafa? karena mereka cemburu sama gue?”

Keesokan harinya Rafa nyapa gue.
“Hallo fal?” gue hanya tersenyum sambil bilang baik, dia mengajak gue pergi ke kantin bareng sama ngajak pulang bareng tapi gue nolak itu semua dan gue mulai menjauh dari dia, setelah gue menjauh dan gak pernah ngobrol, ke kantin atau yang lainnya sama dia, tiba-tiba temen-temen gue langsung pada nemenin gue lagi, gue hanya tersenyum kecil gue berpikir.
“kalau apa yang gue pikirin bener, ternyata mereka ngejahuin gue karena pada gak suka kalau gua deket sama Rafa”

Semenjak itu gue gak pernah ngobrol sama dia lagi, setelah gue udah gak ngobrol, and chat lewat via apapun, gue udah gak suka lagi sama dia, gue berpikir apa yang membuat gue suka sama dia, padahal menurut gue dia jelek, ternyata yang membuat gue suka sama dia karena gue nyaman deket dia, dia selalu buat ketawa, dan lainnya, tapi itu hanya masa lalu dan gue udah gak suka lagi sama dia.

Akhirnya kelulusan pun tiba, gue lulus, dan melanjutkan sekolah di SMA favorit di Jakarta, dan ternyata gue 1 sekolah lagi sama Rafa walaupun beda kelas. Di SMA itu gue masih belum ngobrol sama dia, sampai akhirnya pas pulang dia nyamperin gue dan bertanya.
“Hai fal, lo kenal Febri gak?” gue jawab.
“enggak, febri siapa emangnya?”
“Lo gak kenal? Kan yang namanya Fala di kelas X cuma lo doang. Tapi kata dia, dia temen lo dan dia kenal sama lo” gue coba mengingat ingat siapa itu Febri, tapi gue belum masih ingat”.
“gue gak tahu, nanti deh gue inget-inget lagi.”

Dan semenjak itu gue suka ngobrol sama dia, suka bercanda, suka ketawa bareng, rasanya semua yang ada pada waktu SMP terulang kembali, tapi bedanya kalau dulu gue suka sama dia, sekarang gak.

The End

Cerpen Karangan: imajin

Cerpen Cinta Karena Nyaman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nana dan Nina

Oleh:
Di salah satu sekolah swasta Yogyakarta, ada 2 anak yang menjalin persahabatan sejak mereka bertemu saat kelas X di SMA-nya. Nina dan Nana. Mereka bersekolah di sekolah islami. Tidak

Kembalilah

Oleh:
“Woi! Ali! Ali!” teriak Indri diantara kerumunan teman-teman lelaki sekelasnya. “Ah, kok enggak denger sih.” gumam Indri pada sosok yang disukainya tersebut. Rupanya, ada seseorang yang memperhatikannya dalam diam.

Tukang Fotokopi Bikin Cinta Mati

Oleh:
Bruakkk!!” suara gebrakan meja yang dilakukan Bu Dian menggema hingga ke seisi kelas, Ali yang tertidur karena penjelasan Geografi bu Dian yang ngalor-ngidul langsung terbangun dan ternyata yang tertidur

Dika, Zaki Dan Wahyu (Part 1)

Oleh:
Di hari yang sangat cerah begini, aku sudah ada di sekolah. Sekolah ini bukan sekolah biasa. Banyak tanaman-tanaman hijau, dan ada lapangan sepak bola, walaupun bukan milik sekolah lapangannya.

Ikhlas

Oleh:
Liburan. Banyak anak yang menantikan liburan akhir semester termasuk teman-temanku. Tapi bukan aku. Aku bukan orang yang suka menunggu liburan tiba. Aku lebih suka menunggu kapan aku bisa bersama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *