Corak Pelangi Dibalik Hujan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 February 2017

Sejuk kini meraba pori-pori kulit yang masih setia menemani suasana pagi yang kian bersahabat pada lembutnya hembusan angin yang terus bersenandung di pelupuk jiwa setiap insan yang rela terjamah akan hembusan nafasnya. Pagi ini tampak terlihat rona sinar cakrawala mulai hadir di bibir langit nan mempesona.

Hari puncak untuk semua perjuangan para siswaku. Sudah beberapa bulan aku melatih mereka dengan semangat pantang menyerah. Walau ketika diri ini mulai lelah. Tetapi kobaran semangat mereka untuk menjadi pemenang dihari akhir membuat semangatku pun kembali menyala bersama mereka. Kecintaan yang teramat besar begitu teramat kurasakan, ketika aku bersama mereka yang memberi corak warna bagi hidupku. Menjadi bagian yang mengisi sepenggal perjalanan dari cerita hidupku yang tersisa.

Pagi yang cerah tepat sekitar arlojiku menunjukan pukul 06.00 Wib. Kini kami pun melaju ke SMAN 3 Sampit yang tahun ini menjadi tuan rumah dari perlombaan yang akan diikuti oleh para siswaku. Nampak rona semangat optimis tergambar dari wajah mereka. Satu demi satu kupandangi wajah polos mereka betapa masih sangat melekat di otakku perjuangan yang telah mereka lewatkan selama latihan berlangsung.

Willy, Tuti dan Hastri siswa yang kupercayakan mengikuti lomba Monolog lomba yang kali pertama diadakan tahun ini. Betapa selama ini mereka latihan dengan semangat tanpa mengenal rasa lelah. Setiap sepulang sekolah selama beberapa bulan ini mereka tak langsung pulang ke rumah namun mereka lebih memilih latihan bersamaku. Diwarnai canda tawa kebersamaan yang tak mungkin aku lupakan. Bahkan aku masih ingat latihan terakhir yang kami lewatkan tadi malam. Tepat ketika sepulangnya aku dari SMAN 3 Sampit setelah mengikuti technical meeting lomba aku langsung pulang ke rumah Willy terlebih dulu untuk melakukan latihan terakhir bersama mereka. Tanpa adanya rasa lelah dari diriku.

Kemudian Toha, Mitha dan Raisa siswa yang ku percayakan mengikuti lomba film pendek. Ketika yang masih sangat kuingat tahun lalu siswaku yang mengikuti film pendek mendapatkan kegagalan total bahkan salah satu dari mereka ada yang pingsan dan masuk ke rumah sakit Murjani Sampit. Entahlah aku tak tau tragedi apa lagi yang akan terjadi ditahun ini untuk perlombaan yang satu ini. Namun yang aku harapkan semoga tahun ini menuai hasil yang baik. Karena mereka bertiga juga telah berlatih dengan sangat keras.

Lalu sosok Roni dan Lopi peserta yang mengikuti Desain Poster. Aku tak mengetahui sejauh mana kemampuan yang mereka miliki karena untuk selama proses latihannya aku percayakan lomba Desain Poster dan Film Pendek pada rekanku. Tapi aku yakin dengan raut wajah optimis yang tergambar dari wajah mereka aku yakin mereka mampu untuk siap melakukan hasil yang terbaik untuk lomba kali ini.

Dan sosok Aidil dan Iwi peserta dari Kriya. Awalnya Aidil aku tempatkan di band acoustik tetapi setelah dinas memberikan surat edaran lomba ternyata band acoustik ditiadakan aku pun memindahkan Aidil ke bagian Kriya. Apapun hasilnya yang terpenting bagiku mereka telah bekerja keras. Namun untuk siswaku Iwi aku meyakini kemampuannya karena sejak awal dia telah dilatih untuk lomba yang satu ini.

Hingga tatapan mataku tertuju pada sosok Rendy yang mengikuti Gitar Solo. Untuk kemampuan bermainnya sangat aku acungkan jempol. Bahkan dengan semangat yang tinggi dia rela menginap di rumahku untuk latihan bermain gitar bersama. Hal yang sangat aku apresiasikan untuk semangat juangnya menghadapi lomba kali ini.

Pandangan berikutnya singgah pada sosok Agnes. Siswa yang mengikuti baca puisi dia satu-satunya siswa yang mengikuti baca puisi. Selama latihan aku telah mengukur kemampuannya. Daya saingnya cukup kuakui. Bahkan kemampuannya pun sudah kuuji di panggung perpisahan untuk membaca puisi berjudul ‘Ibu’ karya salah satu siswaku juga.

Hingga tatapan mataku. Kini singgah pada Eka dan Jemi yang mengikuti Vokal Solo. Sosok Eka yang aku kenal anak yang baik, rajin bahkan sopan begitu pun dengan Jemi. Kemampuan mereka dalam musik tak bisa dianggap remeh. Bahkan untuk eka aku telah mengujinya juga dipanggung acara perpisahan untuk menyanyikan lagu Kalteng Harati.

Selanjutnya dari peserta tari wajah yang kulihat adalah Santi dan Isna meski bukan aku yang melatih mereka tapi keyakinan serta harapan besarku pun juga kuletakkan di pundak mereka untuk menampilkan usaha keras mereka selama ini.

Namun satu siswa yang kini tak berada di pandanganku adalah Dayah siswa yang mengikuti citpa puisi. Ya, hari ini dia tak berangkat bersamaku tetapi menaiki motor. Namun meski begitu aku tetap mengingatnya. Kemampuannya pun sangat aku akui. Tahun lalu dia telah mendapatkan Juara 2 Cipta Pusi untuk lomba FLS2N yang ku harapkan tahun ini dia mengalami perkembangan yang lebih baik. Harapan juga kugantungkan padanya.

Semua siswaku, siswa yang telah dilatih dengan semangat juang tinggi. Aku percaya pada mereka. Selain itu wajah siswa yang ku tunjuk sebagai kru untuk dokumentasi lomba serta properti lomba yaitu Rizqa dan Apri. Siswa yang ikut andil dalam kesuksesan lomba yang akan berjalan hari ini.

Sesampainya kami di SMAN 3 Sampit kini seluruh siswa mengikuti parade acara pembukaan lomba pada hari ini. Semua siswaku, binar mata yang tampak dari wajah mereka menunjukan rasa optimis yang luar biasa besarnya.

Perlombaan pun kini akan segera dimulai. Seluruh siswa kini memasuki ruangan dari masing-masing lomba yang mereka ikuti. Memakan waktu yang cukup lama, untuk menantikan hasil dari perjuangan mereka namun meski begitu aku yakn mereka akan mendapat hasil yang maksimal untuk perjuangan mereka. Tak berapa lama kemudian siswaku Dayah sudah keluar dari ruangan karena lomba cipta puisi hanya berlangsung 2 jam. Jadi tidak terlalu lama untuk menunggunya dia pun kini bergabung denganku untuk menyaksikan pertunjukan Monolog. Berhubung Willy mendapat nomor urut 13 mungkin cukup lama gilirannya untuk maju ke depan. Hingga tak terasa akhirnya Willy pun maju ke depan. Aku saksikan secara langsung penampilannya semua kerja keras kini dia tunjukan di panggung FLS2N. Hasilnya secara keseluruhan sangat maksimal. Aku pun sangat bangga padanya. Tak berapa lama Jemi dan Eka pun menghampiri kami yang berada di depan ruang Monolog untuk bergabung bersama.

Untuk lomba Vokal Solo mungkin sebuah keberhasilan yang tertunda bagi mereka. Tapi masih ada kesempatan bagi mereka setidaknya lomba tahun depan mereka masih bisa mengikuti. Tak berapa lama kemudian hasil dari Cipta Puisi pun keluar ternyata siswaku Dayah hanya mampu memasuki 6 besar untuk lomba di tahun ini. Namun meski dia pun mengalami keberhasilan yang tertunda pula setidaknya mereka telah mengerahkan kemampuan yang mereka punya begitu pun dengan Agnes hanya bertahan di babak penyisihan ternyata keberhasilan pun juga tak berpihak padanya. Tak apa, aku tetap bangga dengan perjuangan mereka. Latihan yang mereka kerahkan selama latihan yang sudah dilakukan bagiku Eka dan Jemi adalah vokalis terbaik yang ku punya, Agnes tetap pembaca puisi yang hebat begitu pun Dayah tetap seorang penulis terbaik dari setiap karyanya. Mereka adalah yang terbaik bagiku.

Beberapa saat kemudian kini saatnya hasil Monolog diumumkan, sungguh mendebarkan untuk sebuah perjuangan yang telah dilakukan. Nama sekolah pertama yang disebutkan adalah SMAN 1 Sampit sebagai juara 4, kemudian SMA IT Almadaniah sebagai juara 3 sungguh kini rasanya benar-benar semakin mendebarkan hingga kini juara 2 diraih oleh SMAN 1 Mentaya Hilir Utara, begitu hasil itu dibacakan kini suara riuh tepuk tangan dari para siswa ku yang lain yang juga menyaksikan dan mendengar langsung hasil yang sudah dibacakan. Meskipun tidak menjadi juara 1 tapi kebanggaan yang luar biasa kini kurasakan akan keberhasilan dari salah satu siswaku.

Akhirnya setelah pengumuman itu selesai dibacakan kami pun berkumpul di masjid SMAN 3 Sampit sambil menunggun peserta yang lainnya. Tak berapa lama kemudian kami kini bertemu Roni dan Lopi sepertinya mereka pun telah menyelesaikan lomba mereka. Aku cukup merasa salut dengan kerja sama mereka. Meski status mereka dalam lomba bisa dibilang juga bersaing namun Roni tetap dengan telaten dan penuh kesabaran mengajarkan Lopi segala kemampuan yang dia miliki bahkan saat istirahat berlangsung pun ternyata Roni masih terus mengajari Lopi. Aku benar-benar salut dengan keikhlasan mereka untuk saling berbagi terhadap satu sama lain. Sebuah kebersamaan dan dengan solidaritas yang tinggi kini berhasil tertanam pada diri mereka.

Lomba yang tersisa untuk hari ini adalah Film Pendek yang kemungkinan waktunya selama kurang lebih 11 jam berlangsung. Lomba yang banyak memakan waktu diantara lomba yang lainnya. Moment yang kami nikmati bersama. Ketika kami berfoto bersama, bercanda bersama dan tertawa bersama. Hingga tepat, senja menyapa setelah Salat Magrib mereka berkumpul menonton film di laptop. Aku melihat canda tawa kebersamaan siswaku yang dengan setia menunggu tanpa rasa lelah. Bahkan aku lihat Rendy sudah nyenyak melayang di negeri awan dalam tidurnya. Roni dan Aidil yang kini hanya mengenakan baju kaos dan melepas baju kegiatannya. Bahkan Dayah yang sudah berbaring di pangkuanku. Sambil menunggu kabar dari Toha cukup mengejutkan saat kami mendapat teks pesannya yang berisi sudah ingin menyerah tak sanggup lagi melanjutkan lomba. Saat itu aku melihat wajah rekanku Agus kini sudah tak karuan dia yang biasanya selalu tertawa kini mendadak diam tak berbicara sepatah kata pun. Hingga tak berapa lama setelah itu Mitha pun keluar dengan berurai air mata ditemani Raisa betapa tidak keadaannya benar-benar sangat mencemaskan ternyata terjadi kesalahan teknis yang dilakukan Toha dalam proses pengeditan.

Kami yang mendengar kabar itu lumayan kaget dan pikiran kami semua tak karuan. Kami pun mencoba menenangkan Mitha agar tetap sabar untuk hasilnya hingga aku berinisiatif untuk menemui Toha dan memberikannya semangat untuk terus berjuang karena sosok Toha yang aku kenal adalah sosok yang pantang menyerah. Betapa raut wajah ketegangan, rasa khawatir semua berkumpul dan bercampur dari raut wajahnya. Beberapa kali aku mencoba untuk terus berbicara hingga akhirnya dia pun tersenyum kembali nampak dari yang aku lihat kini keadaan sudah mulai membaik.

Dan hingga diakhir perjuangannya kesalahan teknis yang terjadi kini mampu diperbaiki oleh Toha dan rekan-rekannya. Hingga berangsur-angsur keadaan pun mulai membaik dan kini tepat pukul 20.00 WIB lomba film pendek pun selesai. Sayangnya kami tak dapat mengetahui hasilnya di hari itu hingga kami pulang dengan hasilnya yang masih gantung. Sebelum pulang kami sempatkan makan bersama. Sungguh luar biasa kebersamaan yang kami rasakan hari ini. Sepanjang saat kami makan bersama Toha pun menceritakan ketegangan bahkan tekanan yang dia rasakan selam proses pengeditan film tersebut dan luar biasa mereka bertiga dapat menyelesaikan film pendek itu bersama-sama. Setelah makan bersama kami pun pulang dalam perjalanan pulang suasana perjalanan tetap menyenangkan bahkan dari mereka ada yang menyanyikan lagu-lagu untuk mengusik kejenuhan. Sambil memandangi bintang-bintang mungkin pengalaman lomba ini terdengar biasa. Tetapi, sensasi yang dirasakan untuk para peserta yang langsung terjun dalam perlombaan akan menjadikan ini pengalaman yang sangat luar biasa.

Kini hari kedua berjalan, semua berjalan sama seperti kemarin hanya beberapa siswa sudah tidak ikut lagi. Terlebih lagi salah satu siswa ada yang sakit yaitu Dayah kesehatannya menurun sebelum lomba. Setidaknya dia sudah mengambil izin di sekolah untuk hari ini agar dia bisa beristirahat memulihkan tenaganya.

Hari ini kabar baik terus berdatangan ternyata SMAN 1 MHU memenangkan Gitar Solo sebagai juara 2. Dan film pendek yang menuai kesulitan yang amat besar ternyata meraih juara 3. Tak berapa lama setelah itu hasil dari Desain Postes pun keluar dan ternyata sungguh membahagiakan Lopi mendapatkan juara 1 Desain Poster dan berhak melanjutkan perjuangannya di Ibu Kota Provinsi Kalteng tepatnya di Kota Palangka Raya. Hingga sore menyapa dari Kriya ternyata Iwi mendapatkan juara 2. Sungguh membahagiakan tahun ini ppada perlombaan FLS2N 2016 SMAN 1 MHU mampu membawa pulang 5 piala atau bisa dibilang 5 kemenangan dari 5 cabang mata lomba yang berbeda, Jika di tahun lalu pengobat hati untuk kekalahan besar yang kami dapatkan hanyalah 2 piala untuk 2 kemenangan yaitu juara 2 dan juara 3 lomba cipta puisi. Namun di tahun ini sekolah mengalami kemajuan ketika 5 kemenangan pun kini berada di genggaman.

Ketika corak pelangi hadir setelah hujan. Mungkin kemarin mendung berkaca hanya satu kabar baik yang didapatkan. Hingga hujan menyelimuti ketika air mata dari sosok Mitha berjatuhan takut akan kegagalan. Tapi hari ini keejayaan menyongsong di depan ketika prestasi yang luar biasa mampu dilukiskan dari semua perjuangan yang benar-benar membahagiakan. Harapku bukan hanya sebuah kemenangan ini saja. Tapi, kebersamaan dan rasa solidaritas yang tinggi sukses aku kembangkan dalam diri mereka dalam sebuah persahabatan. Setidaknya hal ini adalah cerita menarik yang bisa untuk selalu mereka kenang dimasa SMA mereka. Salam cinta untuk seluruh siswaku. Kami selaku para dewan guru bangga terhadap kalian dan seluruh perjuangan dari setiap usaha yang sudah kalian kerahkan. Tetap semangat dan lukis hari berikutnya dengan ribuan keberhasilan nyata lainnya.

Cerpen Karangan: DiraNH
Kelahiran Sampit 02 Oktober 1999.
Nama Pena: DiraNH
Facebook: Noor Hidayah Dira
BBM: D2EE8D6A
LINE: noorhidayahdira
Blog: masihuntukmudiimanku3.blogspot.com

Cerpen Corak Pelangi Dibalik Hujan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mencari Cinta Saat MPLS

Oleh:
Senang sekali rasanya bisa naik kelas dengan hasil yang cukup memuaskan. Aku naik ke kelas sembilan sebagai peringkat pertama di kelas 8B. Aku berhasil mengalahkan saingan beratku yang bernama

Liliput (Part 3)

Oleh:
Morning world.. seneng deh, satu persatu kebaikan Lili mulai kelihatan. Usahaku ngerubah dia selama ini rupanya nggak sia-sia. “Senyum-senyum neng? Udah mulai naksir nih sama musuh bebuyutan?” sindir Alvin

Berawal Dari Percaya Diri

Oleh:
Namanya irpan, dia tinggal bersama ibu dan bapaknya, yang sama sama berprofesi sebagai buruh. Irpan adalah anak tunggal, Aktivitas kesehariannya memprihatinkan. Dia sangat pemalu juga pendiam, dan kedua karakter

Hanya Untuknya

Oleh:
Satu-satunya, tak akan ada yang lain. Hanya dia seorang. Cinta pertamaku. Kak R. Setiap hari, aku hanya bisa memandang Kak R. Kenapa hanya dia? Karena semua debaran ini, semua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *