Cowok Idaman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 August 2015

“Aku cinta kamu Vita, maukah kamu jadi pacarku?” detak jantungku, yang semakin kencang mengiringi ucapanku yang terlotar dari bibirku. Aliran darah yang mengalir deras ke ubun-ubunku. Keringat dingin mulai membasahi ragaku.
Semua itu telah kembali normal.
“Aku ingin jadi pacar kamu Nda..” ketika ucapan itu keluar dari bibir manis Vita. Penantianku yang lama di sebuah danau yang indah, sepi, dengan air yang tenang serta rumput hijau, telah terbayar ketika Vita membalas rasa cintaku.

Di depan danau itu kita banyak membahas tentang diri kita masing-masing dan saling mengagumi kelebihan pasangannya. Ketika Vita menyebutkan banyak kelebihanku, aku selalu tertunduk malu. Mungkin jika yang mengucapkan itu orang lain aku tidak akan semalu ini, tapi ini beda yang mengucapkan adalah kekasih yang aku sayang.
Hampir dua jam kita berada di depan danau.

“Vita, kamu pulang naik apa?” berharap aku bisa mengantar Vita pulang.
“Belum tahu nih Nda.. mungkin nanti Ayahku bakalan jemput” Vita menjawab dengan muka agak sedikit kebingungan.

Aku pun menyadari bahwa kesempatan inilah yang dicari olehku. Tanpa pikir panjang aku pegang tangan kekasihku, lalu aku tarik perlahan ke sepeda untaku.

“Aku akan mengantarmu pulang Vita” Vita pun terdiam sejenak dan aku langsung saja menyiapkan diri di atas sepeda kebanggaanku. Aku tahu jika cewek itu diam itu artinya “IYA”.

Walaupun di jalan perbincangan kita terus berlanjut dan semakin seru, maklumlah kan kita pasangan baru. Di dalam perbincangan itu kita sepakat bahwa kita besok pagi berangakat ke SMA dengan unta kebanggaanku.
Vita sudah sampai rumah.

Kayuhanku ketika pulang ke rumahku semakin ringan bahkan tidak terasa karena hatiku yang semakin berbunga-bunga, pandanganku dan pikiranku yang tak terpusat ke jalan tetapi terpusat pada bayangan cantiknya wajah kekasihku, Vita.

Sesampainya aku di rumah seperti biasa aku ganti baju, makan dan beranjak akan tidur siang. Tapi di saat aku membaringkan raga ini terbayang kejadian itu semua. Semakin aku berusaha untuk melupakan kejadian itu untuk tidur siang, semakin aku mengingatnya dan hatiku kembali berbunga.

“Nanda sayang kamu lagi apa?” sms dari Vita masuk di Hp-ku. Oh, rasanya ingin terbang ke langit diperhatiin Vita sampai seperti itu, itu adalah pembuka sms kita. Dan kita terus saling berbalas pesan selama satu jam.
Ngobrol selama dua jam, sms selama satu jam dan itu semua serasa kurang puas.

“Apakah ini yang namanya rasa sayang?” Pertanyaan yang kuajukan untuk diriku sendiri.

Akhirnya siang itu aku mengurungkan niat aku untuk tidur. Gara-gara rasa sayang ini ke Vita lebih besar dari niat aku untuk tidur. Ketika malam sudah lewat. Ketika sang surya mulai tersenyum ke ibu pertiwi. Aku sudah siap dengan segala aktifitas hari ini dan bersiap menjemput Vita dengan tunggangan kebanggaanku.

“Maaf ya Nda.. kalau aku lama” Ucapan yang kudengar dari belakang tubuhku.
“Iya gak apa-apa kok” Namanya juga sayang pikirku dalam hati, apapun akan kuberikan termasuk juga rasa maafku.

Seperti pulang sekolah aku dan Vita berbincang banyak hal mengenai pribadi sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, dan lainnya. Kejadian antar jemput itu terjadi selama empat bulan sesudah aku berpacaran dengan Vita. Rasa sayang ini ke Vita seperti kuku di tanganku, walau hanya kecil rasa itu akan selalu tumbuh sedikit demi sedikit.

Di bulan keempat masa pacaranku dengan Vita. Ada cewek yang mulai mendekatiku. Ada cewek yang mengakrabkan komunikasi denganku. Cewek itu adalah Rina yang aku sayang di masa SMP. Rina itu semakin mendekatkan hubungan denganku dan bilang kepadaku bahwa ia ingin menjadi kekasihku.

Tak tahu apa hal yang harus aku lakukan akhirnya aku menawarkan Rina untuk menjadi Adikku. Aku tidak bisa menjadikan Rina sebagai kasihku karena di sisi lain aku masih berpacaran dengan Vita. Rina pun tak kuasa untuk memaksa aku untuk menjadikan ia kekasihku dan tak menolak saat ia kutawarkan menjadi adikku.

Di masa SMP aku sangat mengagumi Rina karena dia adalah seorang atlet badminton yang sudah sering menjuarai ajang-ajang bergengsi di daerahku, selain itu dia juga penah mengikuti lomba-lomba pramuka dan lomba cerdas cermat dan Rina selalu mendapatkan ranking satu di kelasnya.

Rina adalah seorang gadis yang berasal dari Bandung. Biasa cewek-cewek Sunda terkenal dengan kulit yang putih, halus, manis dan cantik. Dan dua bulan sudah aku mempunyai adik beda ayah beda ibu itu, selama enam bulan pula aku berpacaran dengan Vita. Namanya juga cowok idaman, ketika status pacaranku berumur enam bulan dengan Vita. Ada kembali temanku yang menggagumi diriku.

“Nanda, aku sayang sama kamu” ujar Amy dari bibir kecilnya.

Di saat Amy mengucapkan itu, aku bingung nggak karuan aku bingung apa yang harus aku lakukan. Di sisi perasaan, aku nggak tega kalau harus nolaknya. Tapi di sisi logika, aku harus menolaknya karena aku masih berhubungan dengan Vita.

“Apa yang kau inginkan dariku?” aku berbalik tanya dengan Amy. Soalnya aku juga bingung apa yang harus aku lakukan dan apa yang aku harus jawab waktu itu.
“Jika kesempatanku memilikimu sudah tertutup, izinkanlah aku tetap berkomunikasi padamu, soalnya aku sayang kamu?” saat aku mendengar itu, aku bingung nggak karuan.
“Besok aja aku jawabnya” lalu ku tinggalkan Amy, bukan karena aku nggak cowok atau gimana, soalnya aku terlalu bingung mau menjawab apa.

Saat istirahat pertama di SMA-ku, kutemui Amy.

“Oke, walau kita enggak saling memiliki, tapi kita boleh selalu komunikasi”. Jawabku singkat yang ku kira itu jawaban yang terbaik dan terbijak.

Aktifitas-aktifitas itu berjalan dua bulan, jadi totalnya aku berpacaran dengan Vita delapan bulan, punya adek Rina empat bulan, dan yang terakhir selalu berkomunikasi denga Amy dua bulan.

Ketika aku punya pacar Vita, punya adik Rina, dan akan selalu berkomunikasi dengan Amy. Yang dulunya aku sering tidur siang, kalau malam selalu belajar, kalau ada ulangan nilai lumayan bagus, kalau dijelaskankan guru selalu memperhatikan.

Tapi semenjak aku harus membahagiakan tiga cewek remaja itu, semua itu telah lenyap. Nilaiku jeblok, kalau siang nggak pernah istirahat, kadang yang satu sms, lama lagi, ketika udah selesai, ehh nggak lama, yang satunya juga ikut ikutan sms, kalau udah selesai, satunya nyambung lagi. Waktu istirahatku, waktu makanku, waktu belajarku “Hilang semua!!”

Aku semakin tertekan atas nilai jeblokku “Kalau aku gini terus, bagaimana kehidupanku, bagaimana masa dewasaku, apa hal ini jika terus terusan bakalan baik untukku?” Perang batin yang sangat hebat melanda.

Akhirnya aku putuskan untuk cuek sama semua cewek-cewek itu, aku kembalikan, aku yang dulu. Aku yang selalu berprestasi. Keputusanku sudah bulat!! Nggak bisa diganggu gugat!

Walau mereka bertiga sama-sama sayang denganku mereka bertiga bisa memaklumi itu. Walau tetap semakin banyak cewek yang mendekatiku, aku tetap cuek, banyak teman-teman akrabku memujiku, bahwa aku banyak Fans. Semua itu nggak luput dari aku seorang ketua kelas dan sebuah organisasi bergengsi yang kuikuti di sekolahanku yaitu organisasi Pramuka.

Cerpen Karangan: Kanda Rudiyanto
Facebook: Shinichi Virgo Rudy

Aku adalah seorang penulis amatiran, masih belajar jadi harap maklum kalau cerpen masih di bawah standar pembaca. Aku masih butuh saran dari pembaca. Aku adalah Kanda Rudiyanto anak kelas XI IPS3 SMA N 6 Purworejo. Terimakasih.

Cerpen Cowok Idaman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Because of You (Part 1)

Oleh:
Dunia ini adalah rangkaian benang takdir yang membentuk bola kehidupan. Di mana setiap benang mengikat manusia satu sama lain, memaparkan ribuan warna berbeda tiap helainya. Termasuk di dalamnya ada

Sahabat Sejuta Mimpi (Part 1)

Oleh:
“TEMAN BARU” hari ini, Senin yang begitu berkesan di hati Dini, bagaimana tidak, untuk kali pertama ia merasakan indahnya bangku SMA, yang selama ini hanya ia dengar dari kakaknya

Ratu Baper Kepeleset Cinta (Part 1)

Oleh:
Seorang gadis sedang duduk di bawah pohon sambil memandang sunset di depannya, tidak terasa butiran bening meluncur dari sudut mata sipitnya dan kini butiran itu semakin deras berjatuhan membasahi

Heart

Oleh:
Aku melangkah menuju ruang tunggu di rumah sakit ini. Ibuku melarangku untuk menemaninya berkonsultasi dengan dokter yang menangani penyakitku. Dengan bosan, aku pun menuju ruang tunggu. Kulihat tidak terlalu

Cinta Tak Bersatu

Oleh:
Disaat kecil, aku sama seperti layaknya anak kecil lainnya. Aku seorang yang periang, seorang yang selalu tertawa, belum mempunyai beban hidup dan aku menjalani keseharianku dengan bahagia. Pada saat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *