Dewa dan Kykan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 September 2016

Hai namaku Kykan, aku punya pacar namanya Dewa. Kami pacaran sudah 1 tahun, sebenarnya kami sudah lama kenal, sejak smp tapi kami pacaran saat SMA. Menurut aku dewa itu beda dari yang lain dia itu penuh dengan kejutan, hari-hariku selalu penuh dengan kejutan yang diberikannya. Walaupun Dewa adalah kakak kelasku, tapi dia gak merasa malu pacaran samak adik kelas, dia selalu bisa meluangkan waktunya hanya untuk ketemu aku, padahal jadwal kegiatannya sangat padat.

Tapi akhir-akhir ini sikap dewa ke aku gak seperti biasanya, setiap aku ajak ketemuan dia selalu sibuk.
“wa.. sore ini jalan yuk” kataku saat di kantin
“maaf sayang kayanya aku gak bisa, sore ini ada latihan basket.. maaf yaa” jawab dewa padaku
“oh gitu.. ya sudah lain waktu” jawabku agak kecewa.
Aku memang maklum akhir-akhir ini dewa memang sibuk dengan kegiatannya, dengan tim basketnya, dan dengan grup bandnya.

Saat pulang sekolah aku pun menghampiri dewa
“wa.. kamu anterin aku kan” tanyaku
“maaf ki kayanya gak bisa deh.. kamu pulang sama erin aja ya.. gak papa kan” jawab dewa meminta maaf.
“emang kamu mau kemana sih” jawabku penasaran
“hari ini ada latihan band sayang” kata dewa,
“wa.. sesibuk itu ya sampai-sampai kamu gak ada waktu buat aku, bahkan buat makan bareng di kantin pun kamu gak bisa” kataku dengan nada kesal
“oke aku minta maaf.. ya memang akhir-akhir ini aku sibuk banget sampai gak ada waktu buat kamu… aku janji week end nanti kita jalan seharian, terserah kamu mau kemana” jawab dewa.
Aku pun tak menghiraukan perkataan dewa dan aku pergi meninggalkan dia.

Dari pulang sekolah sampai malam aku terus memperhatikan hpku, aku menunggu sms dia, BBM dia, dan telepon darinya tapi sampai saat ini dia gak ada ngabarin aku. Aku kecewa banget sama sikap dewa sekarang dia berubah banget gak kaya dulu waktu kami PDKT.

Pagi week end dewa janji mau ngajak aku jalan seharian, aku pun langsung siap-siap pukul 09.00 dewa sampai di rumah, kami langsung pergi di sepanjang perjalanan aku gak ada ngomong apa pun sama dia, aku masih marah sama dia yang seharian gak ngabarin aku.

Akhirnya kami sampai di tempat makan favorit kami berdua, dewa pesan makanan kesukaanku, saat menunggu makanan datang, aku sedikit pun gak ada ngomong bahkan untuk melihat wajahnya pun gak, aku terus memainkan hp ku “sayang.. kok gak ngomong sih” Tanya dewa
“gak ada yang diomongin” jawabku singkat
“kamu masih marah ya sama aku… aku minta maaf ya janji mulai besok akan luangin waktuku buat kamu” pinta dewa
“kamu gak usah janji-janji deh kalau nanti gak bisa nepatin” jawabku masih kesel
“sumpah aku akan nepatin janjiku ke kamu.. tapi please maafin aku” kata dewa memohon padaku. Aku gak enak hati lihat dewa memohon kaya gitu sama aku, akhirnya aku pun memaafkannya.

Seharian ini aku ditemenin sama dewa seneng deh bisa kaya gini lagi. Pukul 18.00 aku diantar dewa pulang ke rumah
“thanks for today ya sayang” kata ku pada dewa
“iya sayang aku seneng bisa jalan seharian sama kamu” ucap dewa sambil memegang tanganku
“janji ya sama aku kamu gak akan berubah kaya kemaren lagi.. aku sedih tau gak kamu cuekin aku” kataku pada dewa. “iya aku janji gak bakalan kaya kemaren… ya sudah kamu masuk gih gak enak sama orangtuamu” kata dewa padaku
“iya… kamu hati-hati ya di jalan… ingat langsung pulang jangan kelayapan kemana-mana” kataku
“iya sayangku.. aku pulang ya assalamualaikum” kata dewa berpamitan padaku
“walaikumsalam” jawabku.
Setelah dewa pergi aku langsung masuk ke dalam rumah dan langsung pergi ke kamar, hari ini adalah hari yang paling bahagia bagiku dan aku berharap besok bisa seperti ini lagi.

Cerpen Karangan: Halifatul Nazemi

Cerpen Dewa dan Kykan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secret Admirer

Oleh:
Aku menutup buku diaryku sambil tersenyum puas. Suasana pagi ini benar-benar terasa sejuk. Pancaran sinar matahari pagi yang beriringan dengan suara gemerisik daun-daun dari atas pohon yang terkena angin.

Kelilipan

Oleh:
Musim kemarau telah tiba, banyak debu yang berterbangan. Ini adalah bulan ketiga aku bersekolah di salah satu SMA di Pekanbaru ini. Aku pun berjalan menuju kantin bersama sahabat-sahabatku, Fatehha,

Inikah Akhirnya

Oleh:
“Rasanya tidak mungkin!” gerutuku dalam hati. “Hai, kenapa kamu melamun?” tanya Safa sambil memegang pundakku. “Tidak, aku tidak melamun!” ucapku. “Kamu pasti sedang memikirkan seseorang?” tanya Safa. “Tidak,” kataku.

Sebuah Kisah Klasik

Oleh:
Kuraih sebuah buku hitam berlapis debu, Tertera sebuah tulisan di sampul buku yang sudah sangat kumuh termakan oleh waktu. Kubersihkan beberapa debu yang menutupi tulisan tersebut. “Perpisahan”, Buku tersebut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *