Diary Diandra

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 October 2017

Bagaimanapun juga aku sangat membencimu Azrial Rifaldhy Anggara! Walaupun para cewek memujamu bagai Dewa… Aku tetap enggak akan tunduk di bawah kakimu…
By: Diandra Allysa Framezty

“Azzrriiaall…” teriak Diandra ke kelas 11 ipa 1 suara cemprengnya membuat semua orang di dalam kelas menutup telingannya.
“Apa sih kamu? Baru datang udah teriak-teriak kaya tarzan, Jangan-jangan kamu tarzan ya?” Azrial cengengesan sambil memainkan novel di tangannya.
“Hey cowok Sableng! ngapain kamu naruh permen karet di bangku aku hah?” Diandra sewot.
“Oppss ketauan deh! kira kamu katarak ternyata normal toh. Tumben kamu manggil aku cowok ganteng? kesambet di mana?” Azril mulai usil.
“Aku gak katarak! Amit-amit deh manggil kamu cogan, kayaknya kamu harus cepat ke Dokter THT deh!”

Diandra menggebrak meja Azrial dan akan membanting buku novel tapi tangannya ditangkap oleh Azrial.
“Eeiittss sabar nona… Digampar novel itu sakit loh ntar muka aku gak ganteng lagi, mahal loh perawatannya.” Azrial mulai narsis
“Ciihh.. Biarin aja! Kamu kudu tanggung jawab pokoknya.” Dindra melepaskan genggaman Azrial
“Tanggung jawab? kapan saya hamilin kamu?” Seisi kelas tertawa mendengar jawaban Azrial
“Azrialll… Kursi aku bersihin pokoknya titik!”
“Itu kursi siapa ya?”
“Yang bikin usil siapa?”
“Pemilik kursi siapa?”

“Stooop!” teriak Listi
“Ok! Azrial karena kamu yang bikin ulah, Kamu harus dan wajib bersihin kursi Diandra!” Tegas Listi
“Enak aja! yang duduk di kursi itu siapa? catat yang duduk Diandra bukan aku!” Azrial ngeles
“Yang bikin Usil siapa Azrial catat! Ngapain juga gue bersihin, Gentle dong kalau ngaku cowok!” Diandra tak mau kalah
Sampai akhirnya mereka berhenti debat karena kedatangan Pak Alif Guru biologi

“Diandra kenapa kamu tidak duduk?” tanya Pak Alif melihat Diandra berdiri.
“Dia ambeyen Pak!” jawab Azrial dan sukses seluruh kelas tertawa.
“Sudah.. Sudah!” Pak Alif menenangkan
“Bukan Pak! Kursi saya diberi permen karet dan pelakunya Azrial.
“Fitnah Pak!” Sahut Azrial
“Azrial kamu tanggung jawab bersihin kursinya!” perintah Pak Alif
“Lho kok gitu pak? ya bersihin sama Diandra manja banget sih?” Protes Azrial
“Azrial bersihin kursinya atau kamu saya suruh kamu mangkal di depan taman lawang!” Perintah Pak Alif.
“Iya Pak!” Azrial dengan hati dongkol membersihkan kursi Diandra.

Setelah pelajaran IPA selesai dan kebetulan pelajaran Matematika Kosong.
“Diandra…” Azrial cengengesan dan duduk di sebelah Diandra.
“Apa loe?” Diandra Jutek
“Masih marah ya?” Azrial sok imut
“Peduli apa kamu?” Diandra masih aja jutek
“Jangan marah dong, Cantiknya ntar layu loh!” Azrial mulai menggoda
“Ciihh… layu? kamu pikir saya bunga? Kesambet apa lo?” Diandra muak
“Kesambet jin Cinta!”
“oh pantesan otak kamu rada sengklek! Awas kamu aku mau lewat!”

Baru juga keluar melewati meja eh Gubbbraakkk Diandra jatuh ke lantai karena dikait kaki Azrial sedang yang punya dosa tertawa Puas.
“Puas gue jatuh? Ketawa aja sana sampe 7 hari 7 malam!” Teriak Diandra dan pergi ke luar menuju kantin

Dan hari itu aku sukses dipermalukan sama Orang Yang katanya paling kece di sekolah Azrial Rifaldhy Anggara…
Orang yang bikin naik darah tiap hari karena Ulahnya…
Oh aku tersiksa mengenalmu…
By: Diandra Allysa Framezty

Cerpen Karangan: Elva Marliah
Facebook: Elva Marliah
Nama: Elva Marliah
Kelas: 9.2
Sekolah: SMPN 1 Ciwaru kab. Kuningan Jawa barat
Hobi: Menulis Puisi, dan menulis Cerpen

Cerpen Diary Diandra merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hai

Oleh:
Semua mata memandang ke arahku, mata mereka terus berpijar tanpa henti. Seperti ingin menerkam mangsa. Apa yang telah kuperbuat sehingga mereka menatapku seperti itu? Perlahan kuperhatikan satu demi satu

Ada Apa Dengan Rama

Oleh:
Hari ini hari pertama Ku masuk sekolah di jenjang SMA. Namaku Nadia, umurku 15 tahun bulan depan. Masa ini begitu sulit bagiku. Meninggalkan masa SMP yang penuh cerita. Entah

Khiar Sang Singa

Oleh:
“Pagi guys,” “Pagi juga Fel,” jawab Riska “Kenapa lo murung begitu Ris? Ada yang salah? Terus ini, mereka semua kenapa jadi kayak begini?,” tanya Felly saat melihat segerombolan teman-temannya

Kertas Dalam Buku

Oleh:
Seperti biasa, dia di sana. Berdiri di depan sebuah rak buku yang tinggi berisikan buku-buku yang begitu membosankan bagi sebagian besar orang. Matematika, Fisika, Kimia. Meskipun rak itu tinggi,

The First Drama

Oleh:
Mungkin kisah cinta di masa lalu adalah suatu kenangan yang buruk tetapi bila dipikir lagi kisah cinta di masa lalu itu cukup indah untuk dilupakan begitu saja di masa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *