Emas Yang Berharga Di Nusa Tenggara Timur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 September 2017

Rissa Permata namanya, dia biasa dipanggil Rissa. Dia adalah pemenang lomba Duta Lingkungan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dia dipilih untuk mewakili Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti pemilihan Duta Lingkungan Nasional.

Rissa pun pergi ke Jakarta, dimana tempat perlombaan itu berlangsung. Di sana Rissa bertemu gadis cantik yang berasal dari Provinsi Sumatera. Dia sama seperti Rissa, dia ditunjuk untuk mewakili Provinsinya, gadis cantik itu bernama Stevi Cantika, di mata Rissa, Stevi adalah gadis lugu yang cantik dan cerdas.

Keesokan harinya semua peserta lomba mendapatkan perintah dari panitia perlombaan untuk berkumpul di aula gedung. Di aula itu mereka dibagi menjadi beberapa tim, dimana satu tim beranggotakan tiga orang. Ternyata Stevi dan Rissa menjadi satu tim, dengan seorang lagi peserta dari Provinsi Aceh yaitu Nurul Aisyah, dia biasa dipanggil Aisyah. Semua peserta ditugaskan oleh panitia perlombaan untuk membuat perubahan pada daerah yang akan ditentukan oleh panitia.

Kami bertiga ditugaskan untuk membuat perubahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dan kami bertiga memilih membuat perubahan pada daerah paling selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu lebih tepatnya di daerah pamana. Dan panitia perlombaan hanya memberikan waktu selama tiga bulan untuk para peserta. Bagi kelompok Rissa, tiga bulan adalah waktu yang terlalu singkat untuk melakukan sebuah perubahan. Sehingga mereka harus memikirkan ide yang efektif untuk membuat perubahan, di mana perubahan itu harus memakan waktu yang singkat, tetapi perubahan itu harus sangat bermanfaat bagi para penduduk.

“Apa yang akan kita lakukan Ris, Ai?” Tanya Stevi
“Sebentar aku akan berpikir.” Jawab Rissa
Lalu Rissa melihat ke sekelilingnya dan akhirnya ia mendapatkan sebuah ide
“Aha…!!! Aku tahu apa yang harus kita lakukan.” Kata Rissa
“Apa, apa idenya Ris?” Tanya Aisyah dengan antusias
“Menurutku, lihatlah ke sekeliling. Di daerah pamana ini banyak sekali warga yang kekurangan pasokan air bersih. Bagaimana jika keadaan yang sedang dihadapi oleh warga, kita jadikan sebuah ide untuk perubahan.” Kata Rissa
“Aha betul juga! Tapi bagaimana caranya?” Tanya Stevi
“Jadi begini caranya, pertama-tama kita cari sumber air bersih yang ada di sini, lalu kita beli pipa, kita sambungkan pipa itu ke sumber air bersih yang ada di sini dengan bantuan para warga, lalu kita alirkan airnya dekat rumah para penduduk. Bagaimana apakah kalian setuju denganku.” Kata Rissa
“Ya aku sangat setuju denganmu” Kata Aisyah dan Stevi dengan penuh semangat

Mereka setuju dengan usul Rissa karena, menurut mereka setetes air bersih di sini bagaikan emas yang sangat berharga. Para penduduk di daerah pamana sangat berharap kepada mereka bertiga untuk menolong mereka mendapatkan setetes air bersih.

Satu setengah bulan pun telah berlalu, perlahan tapi pasti air-air bersih mulaikan tersalurkan ke rumah para warga. Kini mereka hanya perlu membuat laporan untuk ditunjukkan ke panitia.
“Akhirnya, sedikit lagi kita akan selesai. Kita hanya perlu membuat laporannya saja!” Kata Rissa
“Iya benar, tidak terasa waktu kita hampir selesai” Sahut Aisyah

Tiba-tiba Stevi datang dengan terburu buru, dan sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu. Denga nafas yang terengah engah Stevi berusaha menyampaikan sesuatu.
“Ada apa stev, apa kamu ingin menyampaikan sesuatu?” Tanya Rissa
“Riss… Telah terjadi masalah dengan pipa-pipanya!” Jawab stevi dengan panik
“Apa? Memangnya apa yang terjadi dengan pipa-pipanya?” Tanya Rissa dengan nada yang tak kalah panik
“Entahlah apa yang terjadi, aku pun mengetahui itu dari penduduk, mereka marah karena air bersih tiba tiba berhenti mengalir. Ternyata setelah aku mengecek ke sumber air bersih, ternyata ada salah satu pipa yang terputus.” Kata Stevi
“Apa!!! Itu tidak mungkin, pipa yang kita beli sangat kuat. Sehingga tidak mungkin terputus begitu saja” Kata Rissa
“Sudahlah daripada kita bingung, lebih baik kita ke sana untuk mengecek sekali lagi. Kenapa pipa itu bisa terputus.” Kata Aisyah
“Baiklah tunggu aku sebentar, aku akan berganti pakaian.” Kata Rissa

Mereka bertiga akhirnya pergi untuk mengecek sekali lagi. Ternyata pipanya tidak terputus melainkan terpotong.
“Kalau ini namanya bukan terputus tapi terpotong.” Kata Rissa dengan kesal
“Hah? Memang apa bedanya terputus sama terpotong ris.” Tanya Aisyah
“Kalau terputus tidak mungkin ada bekas goresan gergaji di pipa yang terputus ini. Pasti ada seseorang yang sengaja memotong pipa ini. Tapi aku pun juga tidak tahu siapa yang memotong pipa ini.” Jawab Rissa
“Sudahlah lebih baik kita perbaiki pipa ini. Selagi kita memiliki banyak waktu.” Kata Stevi
Mereka hanya membutuhkan waktu setengah bulan untuk memperbaiki pipa itu. Dan akhirnya mereka hanya perlu membuat laporannya saja, lalu mereka dapat kembali pulang ke Jakarta.

Hari pun menjelang sore, dan mereka mulai membuat laporannya. Agar laporan itu cepat selesai mereka membagi tugas. Rissa mendapat bagian mengetik, Stevi bagian mendiktekan apa yang akan diketik, dan Aisyah mendapat bagian paling sulit yaitu untuk mengkoreksi hasil laporan. Tak butuh waktu lama untuk mereka menyelesaikan laporan itu, mereka hanya perlu waktu satu minggu.
Akhirnya mereka kembali ke Jakarta. Mereka adalah tim yang pertama kali sampai ke Jakarta. Karena mereka hanya membutuhkan waktu dua bulan lebih satu minggu untuk menyelesaikan tugas dari panitia.

Sesampainya di Jakarta mereka langsung memberikan hasil laporan mereka ke panitia. Mereka pun mendapat pujian dari panitia karena mereka dapat menyelesaikan tugas dengan cepat selain cepat hasil laporan mereka juga sangat tepat menurut panitia. Selang beberapa minggu, tim yang lain pun sudah kembali ke Jakarta. Dan kini semua tim telah kembali. Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua pesertapun akan segera tiba. Dimana mereka tidak sabar menunggu hari itu.

Tiga minggu kemidian, hari yang ditunggu-tunggu oleh para peserta pun tiba. Para panitia memutuskan untuk langsung mengambil lima besar dari seluruh peserta yang ada. Dan yang lolos ke dalam lima besar itu adalah: Duta Lingkungan dari Sumatera, Jawa Timur, Aceh, Bali dan yang terakhir yaitu Duta Lingkungan dari Jawa Barat. Dari kelima finalis itu mereka akan dipilih kembali untuk masuk kedalam tiga besar. Tak disangka yang lolos kedalam tiga besar itu adalah anggota satu tim yaitu Duta lingkungan dari Jawa Timur, Aceh, dan Sumatera. Rissa sangat senang melihat hal itu tetapi di sisi lain ia juga sedih karena harus bersaing dengan sahabatnya sendiri

Setelah itu acara penobatan pun tiba. Para panitia masih sibuk menyiapkan mahkotanya. Setelah mahkota siap mereka pun memulai acara penobatannya
“Juara tiga di raih oleh… Duta lingkungan dari… Aceh…” Kalimat yang diteriakkan oleh panitia disambut oleh tepuk tangan dari penonton
Mendengar Hal itu Aisyah sangat senang dan sangat bersyukur. Dan kini panitia akan memulai menobatkan juara dua. Kini hanya tinggal Rissa dan Stevi, mereka pun bergandengan tangan dengan erat mendengarkan kalimat yang akan diucapkan panitia.
“Juara dua di raih oleh Duta Lingkungan dari… Jawa Timur…” Kata panitia dengandisambut teriakan dan tepuk tangan yang tak kalah heboh dari penonton
“Dan secara otomatis Juara satu diraih oleh Duta Lingkungan Sumatera” kata panitia
Mendengar hal itu sebenarnya Stevi masih tidak percaya kalau ia yang akan memenangkan lomba ini. Tapi memang itulah keputusan para panitia. Sebentar para juara akan dipasangkan mahkota dan diberikan karangan bunga.

Satu persatu para pemenang akan dipakaikan mahkota dan diberikan karangan bunga. Dan kini giliran Stevi untuk dipakaikan mahkota. Tetapi tiba-tiba Aisyah berteriak.
“Tunggu…!!! Hentikan semuanya.” Kata Aisyah dengan berteriak
“Ada apa Aisyah, kenapa kamu menghentikan penobatannya?” Tanya Rissa
“Aku tidak setuju jika Duta Lingkungan dari Sumatera yaitu Stevi Cantika dinobatkan sebagai juara satu. Aku lebih setuju jika yang dinobatkan menjadi juara satu yaitu Rissa Permata yaitu duta lingkungan dari Jawa Timur.” Kata Aisyah
Para panitia dan penonton sangat kebingungan dengan apa yang terjadi.
“Apa yang kau katakan Aisyah? Stevi memang pantas untuk mendapatkan itu” Bentak Rissa
“Ada hal yang tidak kalian ketahui” Jawab Aisyah
“Apa itu yang tidak kami ketahui?” Tanya para panitia
Sebelum berbicara Aisyah menghela nafas panjang. Kemudian ia mulai berbicara

“Sebelumnya aku mau minta maaf kepada kalian semua, terutama kamu Rissa. Jadi begini sebenarnya kami telah mengalami kendala saat membuat perubahan. Kendala itu adalah pipa-pipa yang kami gunakan untuk menghubungkan sumber air bersih agar dapat mengalir ke rumah warga terpotong. Dan ingatkah kau rissa saat kau menemukan goresan gergaji?” Kata Aisyah
“Iya aku ingat, memangnya kenapa.” Jawab Rissa
“Sebenarnya memang benar jika pipa itu telah sengaja dipotong. Dan yang memotong pipa itu adalah dia.. Duta Lingkungan Sumatera, Stevi Cantika dan aku telah membantunya.” kata Aisyah dengan terdengar sesenggukan di kalimat terakhir yang ia ucapkan
“Apa kau sadar dengan apa yang telah kau katakan Ais.” Tanya Rissa dengan ekspresi kecewa
“Iya Ris aku sadar, dan tolong maafkan aku.” Jawab Aisyah dengan air mata yang telah menetes
“Cukup Aisyah!!! Hentikan, aku diam bukan berarti apa yang kau katakan tentangku benar.” Kata Stevi dengan nada marah
“Sudahlah Stevi, lebih baik kau mengaku saja. Kebusukanmu telanh terbongkar.” Kata Aisyah
“Iya! Baiklah aku mengaku! Memang aku yang memotong pipa itu.” Pengakuan Stevi
“Apa..? Kenapa kau tega melakukan hal itu padaku.” Tanya Rissa sambil menahan tangisannya
“Mengapa? Karena aku tidak senang melihat orang lain berhasil atau mereka lebih mengungguliku. Jadi aku melakukan hal itu” Jawab Stevi sinis

Lalu para panitia mulai berunding dan memutuskan untuk mendiskualifikasi Duta Lingkungan Sumatera yaitu Stevi Cantika. Maka secara otomatis Duta Lingkungan dari Jawa Timur, Rissa Permata menjadi juara satu, sedangkan Nurul Aisyah Duta Lingkungan dari Aceh tidak didiskualifikasi namun ia diturunkan menjadi peringkat lima. Rissa senang karena ia telah menjadi juara satu. Begitupun Aisyah ia merasa lega karena ia telah mengungkapkan kebenaran dan untuk kedua kalinya Aisyah meminta maaf kepada Rissa.

“Ris maukah kau memaafkanku?” Tanya Aisyah
“Apakah kau bercanda Aisyah, bahkan sebelum kau meminta maaf, aku telah memaafkanmu. Bahkan kau telah aku anggap sebagai saudaraku sendiri.” Jawab Rissa
“Terimakasih Rissa kau memang sangat baik.” Kata Aisyah sambil memeluk Rissa
“Sama-sama Aisyah.”

Cerpen Karangan: Lucky Tiara
SMP NEGERI 1 PURI

Cerpen Emas Yang Berharga Di Nusa Tenggara Timur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Traitor

Oleh:
Ini kisahku saat aku merasa dikhianati oleh temanku. Sebut saja Seryna dan panggil aku Bella. Seryna itu baik sekali sikapnya di depanku, tapi di belakangku Seryna membicarakanku. Entah apa

An Impossible Love

Oleh:
Huaahh… Gadis bernama nauva atau akrab dengan panggilan ova itu menguap lebar-lebar. Good morning world. Ia baru saja bangun dari tidurnya yang mungkin lumayan nyenyak. Ia melihat ranjang tempat

Bukan Pemeran Utama

Oleh:
Hari yang cerah dimulai dengan pagi yang cukup dingin, masih jam delapan pagi. Aku bersiap berangkat sekolah dan sempat membetulkan kerudungku di depan kaca rumahku, lalu bersiap pergi namun

Perjuangan Menuju Jadian (Part 2)

Oleh:
Hari jumat sudah menjadi jadwal wajib anak kelas X untuk mengikuti pramuka, saat itu anak kelas XI tengah menjalani prakerin, anak kelas XII baru saja menjalankan ujian nasional dan

Filosofi Diam

Oleh:
Diam? Menurut kalian diam itu apa sih? Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia alias KBBI, diam berarti tak bergerak, tak bersuara. Sedangkan filosofi merupakan kerangka berfikir kritis untuk mencari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *