First Time

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 23 November 2016

Sekolah menunggu bemo lewat tapi bemo seakan enggan ada yang lewat di depan sekolahnya, semua ini karena lina teman sebangku sekaligus sahabat Dinda yang meminta ditemani karena sedang menunggu pacarnya yang bernama dimas, setelah dimas datang Dinda harus rela sendirian menunggu bemo. Lelah satu kata itu pantas menggambarkan apa yang ia rasakan saat ini,

Sekolah yang sepi sejak 30 menit yang lalu dan hanya menyisakan anak eksul menambah kebosanannya, selang beberapa menit muncul seorang laki-laki dengan tubuh tinggi serta berwajah seperti orang arab dengan hidung mancung, bulu mata yang lentik serta mata yang indah menjadikan nilai plus dalam penampilannya, terpesona kata itu menggambarkan Dinda saat ini. Pria itu menoleh kearah Dinda saakan pria itu tau bahwa Dinda terpesona olehnya. Pria itu tersenyum dan berjalan ke arah Dinda, Dinda refleks tersenyum dan menatap pria itu.

“loh dari tadi ada di sini?” dengan senyuman yang masih merekah di bibir pria itu dan langkah lebar pria itu terus melangkah ke arah Dinda.
“iya dari 1 jam gue ada di sini” balas Dinda dengan wajah berseri dan senyuman manis yang masih merekah di bibir mungilnya.

Saat pria itu di depan Dinda pria itu berjalan di samping Dinda melewati Dinda yang seakan terpaku, refleks Dinda menoleh ke belakang dia baru menyadari betapa bodoh dirinya ternyata senyuman dan sapaan hangat pria itu untuk seseorang laki-laki yang berada di belakangnya.
Pipinya memanas menahan malu ia sibuk merutuki dirinya yang begitu bodohnya yang tidak menyadari sapaan dan seyuman pria itu sampai ia tidak menyadari bahwa di depannya ada bemo, ia baru sadar ketika sang sopir memanggilnya, dengan keadaan masih malu dan setengah sadar ia masuk ke bemo tersebut, setelah sadar sepenuhnya ia melihat sekeliling tempat duduknya di depannya ada seorang pasangan kakek nenek yang berpegangan tangan betapa irinya ia melihat hal itu, selama ini Dinda belum pernah merasakan pacaran karena ia takut patah hati, alasan sederhana itu yang membuat ia takut jatuh cinta, lalu matanya beralih ke sebelah pasangan lansia itu ada seorang perempuan yang terlihat seperti seoarang karyawan muda lalu matanya terpaku pada seorang pria yang duduk di sebelahnya, pria itu ya pria yang membuat dia tidak menyadari sejak sepuluh menit yang lalu membuat ia malu, Dinda bisa melihat dengan jelas wajah arab nan mempesona itu matanya tak berkedip sama sekali seakan terpaku oleh ciptaan tuhan satu itu. Seakan pria itu sadar akan tatapan terpesona Dinda pria itu menatap Dinda dan dengan senyuman yang sama yang membuat dunianya seaakan berhenti.

“loh, anak yang ada di depan gerbang tadi kan?” dengan senyuman kecil di bibir pria itu, dengan anggukan Dinda membalas pertanyaan itu
“nama gue azka anak 11 ipa 1”
“gu.. Gue Dinda anak 10 ips 2” dengan wajah yang terlihat tegang dan keringat dingin yang membasihi tangannya pertanda bahwa dia sedang nervous

Azka yang melihat kegugupan Dinda sedikit mengernyit lalu selang 5 detik ia tersenyum “elo adik kelas gue yah.. Lo lucu” kalimat itu seketika membekukan Dinda, ia yakin kalimat yang ia dengar barusan benar-benar berasal dari azka bukan imajinasinya. Seketika Dinda segera menoleh ke arah azka yang sekarang sibuk mendengarkan lagu di earphonenya refleks terbit senyuman di bibir mungil Dinda.

Cerpen Karangan: Awh Elz

Cerpen First Time merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dinding Sekolah Rahasia

Oleh:
Senin pagi… Tok… tok… tok… Seseorang mengetuk pintu kamarku dari luar. Pintu sengaja aku kunci, karena aku benar-benar gak mau di ganggu semaleman. “klara, bangun!!! Dari semalem, mama pulang

Peristiwa Komedi Batang Ubi

Oleh:
Di pagi cerah dan sedikit mendung tepatnya saat itu hari selasa Wafik dan keempat sahabatnya Elisabeth, Elisa, Widiya, dan Mutia salah membawa batang ubi “Woy Bet, ubi yang kita

Ku Tak Peduli

Oleh:
Malam itu aku hanya bisa terdiam di tempat tidur. Kecelakaan siang tadi membuat aku malas untuk bangun dari tempat tidur ini. “assaamualaikum” salam itu membuat aku tersentak kaget. Sosok

Dika, Zaki Dan Wahyu (Part 2)

Oleh:
Sudah hampir 15 menit aku menunggu Wahyu tapi tidak keluar-keluar. Aku jadi penasaran dan ingin masuk ke rumahnya, tapi kan kita tidak boleh masuk rumah orang tanpa seizin dari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *