Gara Gara Alif

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 February 2020

Pagi mentari tersenyum lebar, sinarnya yang begitu hangat menyentuh wajahku. Aku dengan ranselku siap berangkat sekolah.
“Semoga hariku menyenangkan” harapku dalam hati yang teringat kejadian semalam yang penuh kejadian menyebalkan yang terjadi karena Alif teman sekaligus tetangga baruku.

Pagi itu aku terlambat dan itu menunggu Alif. “Ros, kamu berangkat sama Alif ya” suara ibu dari dapur “Tapi bu, Alif belum terlihat” jawabku dari teras “Duduk di kursi, tunggu Alif nyamannya Ros,” jawab ibu. “Lama banget si” kataku kesal “Orang sabar disayang tuhan Ros” jawab ibu yang duduk di sampingku.

“Ayo Ros, berangkat” Kata Alif yang baru datang, “Rosa berangkat bu” kataku sambil mencium tangan ibu “Alif berangkat juga ya bu eits bi” katanya sambil mencium tangan ibuku. “Sok akrab banget si” batinku

Di perjalanan Alif sangat menyebalkan, bayangkan, selama 20 menit dia cerita tentang waktu dia duduk di bangku TK.
Sampai di sekolah aku berlari karena mendengar bel berbunyi. “Auwwh” rintihku kesakitan “Kenapa Ros” tanya Alif menuju ke arahku “Nggak papa kok, cuma luka” jawabku “Sini kubantu” kata Alif sambil merangkulku.

Kami pun berjalan menuju kelas. Di tengah perjalanan aku bertemu Yusril yang telah aku nobatkan jadi gebetanku “Pacar baru Ros?” tanya Yusril “nggak, cuma temen” jawabku jujur “Pacar juga gak papa kok Ros, longlast ya” jawabnya sebelum pergi dengan kecewa
“Iya makasih ya” jawab Alif sambil tertawa “Apanya kau Lif, ntar kita dikira pacaran pula” jawabku kesal “Biarin” jawabnya singkat “APA!” Kataku sambil melotot. “Iya karena, kita memang cocok” jawabnya “Ya. cocok, kamu pembantunya dan saya nyonyanya” jawabku kesal. Tapi, Alif terus berjalan sambil memancarkan senyum di wajahnya.

Sesampainya di depan pintu kelasku 12 IPS 1, ada 3 pengurus OSIS, salah satunya Rizky Mantanku, yang tadi malam minta balikan, tapi aku belum jawab. Padahal aku mau, ya lumayan, dia bisa jemput aku, dari pada aku sama Alif.

“Silahkan masuk, lain kali jangan telat ya” kata Reni bendahara OSIS. “Sementang cowok baru, jadi panas deh” sanbung Devi sekertaris OSIS. Tapi, ketuanya (Rizky) diam saja, hanya dengan lirikan mata dia bereaksi.

“Ros, tadi malam Rizky cerita, katanya dia mau ngajak kamu flashback?” kata Desi teman semejaku “memang. Tapi, aku diam aja” jawabku. “kalau kamu gak mau lagi sama Rizky, biar buatku aja” bisik Mia. Aku diam dan berpikir kalau Mia sama Rizky, artinya aku gak ada yang jemput lagi. Itu artinya aku sama Alif “OH NO” teriakku “Iya loh nggak. Gak usah teriak juga” jawab Mia

Siangnya ada tugas kelompok sialnya aku sekelompok sama Alif. Kami sepakat tugas itu dikejakan malam. Tapi, baru jam 15.30 Alif udah datang. “Kerjakan sekarang aja ya” katanya yang duduk di teras rumah ku. “OK” jawabku.

“Ros, kamu mencium bau sesuatu” tanya Alif. “Nggak” jawab yang lagi konsentrasi. “masa si, tapi ini nyengat banget loh, kayak bau gosong gitu” kata Alif. “HAH! Telurku” aku pun berlari ke dapur, dan benar telur hitam dengan aroma gosong untuk adikku, sudah siap di pengorengan.

“Ros, Rosa!” kata ibu mengagetkanku “Ada apa bu?” kataku kaget. “Kamu kenapa Ros? Kok senyum sendiri” tanya ibu bingung. “Rosa ingat kejadian kemarin bu” jawabku. “Owh, terus kamu mau kemana” tanya ibu. “Ke sekolah bu” jawabku, “Coba lihat, ini warna apa?” tanya ibu sambil menunjuk tanggal hari ini. “Hah! Warna merah” jawabku kaget. “Nggak usah kaget, ini kan hari minggu Rosa sayang” kata ibu sambil tertawa, “Pantas ibu telat bangun, ternyata ini minggu toh” kataku malu berjalan menuju kamar ganti baju.

“Ini semua gara gara Alif, kurasa dia ada bakat jadi anak pembawa sial dalam hidupku” pikirku dalam hati. “ALIf…!!!” teriakku tanpa suara

Cerpen Karangan: Riska Amelia
Blog / Facebook: Ryska amelia

Cerpen Gara Gara Alif merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keempat

Oleh:
Ini adalah yang keempat kalinya aku menulis cerpen, dan jika gagal semua aku akan jadi petani saja di desaku (emang punya rumah? punya sih, milik orangtua). Mungkin memang sudah

Sesal Di Ujung Senja

Oleh:
Kriiing… Bel istirahat berbunyi. Aku bergegas menuju sungai-sungai kecil di samping sekolahku. Sungai itu adalah tempat favoritku saat istirahat, ataupun saat aku ingin sendiri. Sandra Nacita, seorang remaja 16

Kekuatan Hidup Ku

Oleh:
Angin pagi yang mulai menyambutku, membuat sekujur tubuhku terasa dingin dan segar, disertai suasana hati yang tenang dan damai. Entah apalah yang terjadi, tepat pukul 11.00 siang aku mendengar

Cantikmu, Hatimu

Oleh:
Pelan. Selangkah demi selangkah kakiku berjalan. Ku kontrol sekali agar kedatanganku tidak diketahuinya. Tangan kiriku membawa kue kecil. Sedangkan tangan kananku siaga menghalau angin agar tidak membunuh api lilin

Jalanan Hitam Putih

Oleh:
Aku duduk di bawah pohon jambu ini, sambil melihat ke arah utara. Di sana, mereka sedang bermain dan berlari tak tentu arah. Ya, sekarang kami sedang jam olah raga.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *