Gara Gara Senyumannya, Aku Masuk Kantor

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 7 July 2020

Seulas senyuman manis dari seseorang yang kuanggap tak pernah dikenal menyapa pagi ini, saat kuberjalan ke sekolah. Senyumannya membuat hati ini penasaran. Sesok laki-laki seragam putih abu-abu berdiri di sudut persimpangan jalan. Senyum sapanya yang begitu lembut di awal pagi, seolah seperti sedang menyapa mentari yang indah.

Senyum sapanya masih terus melekat dalam benakku sampai aku tiba di sekolah. Siapa dia? Kenapa dia kenal aku? Tanyaku penasaran. Aku berusaha mengingat-ingat kembali ingatanku. Dasar cowok aneh. Kenal saja tidak. Eeh, malah senyum-senyum pula sama aku. Sok kenal, sok dekat kali tuh cowok. Alias SKSD.

Namaku Diana, siswi kelas XI-A SMAN 1 BINA SATRIA. Hari ini jam pertama pelajaran adalah matematika, pelajaran kesukaanku. Pelajaran yang membuat aku bergairah untuk selalu datang ke sekolah. Namun, untuk kali ini berbeda. Senyuman manis cowok itu mengganggu konsentrasiku untuk menyelesaikan soal matematika yang diberikan oleh Bu Manulang. Guru ter-killer di sekolahku, katanya. Namun karena aku suka dengan mata pelajarannya dan mampu menyelesaikan semua tugasnya, beliau berubah menjadi guru yang baik. Baik banget malah. Tidak segalak yang dikhayalkan teman-temanku.

Masalah pertama terjadi. Semua ini terjadi karena senyumannya, pikiranku jadi terganggu. Sudah berkali-kali aku salah menjawab soal di papan tulis. Bagaimana tidak, soal-soal yang ada di papan tulis ini berubah menjadi wajahnya. Kacau. Pikiran aku jadi kacau. Berulang kali aku mengucek-ucek mata, tetap saja bayangan itu tidak hilang. Sampai akhirnya Bu Manulang menyuruhku duduk. Mungkin karena beliau sudah bosan denganku yang terlalu lama berdiri di depan tidak bisa menjawab satupun dari soal yang diberikannya.

Bu Manulang menjelaskan kembali soal-soal yang tidak bisa kujawab. Dan kali ini beliau menyuruh kami menyelesaikan soal-soal di buku cetak halaman 130. Dan lagi-lagi senyuman cowok itu kembali muncul di buku tulis matematikaku. Spontan aku berteriak, “Aaaaaa… dia lagi, dia lagi!” lalu aku menutup bukuku. Sebel.

Semua teman-teman memandangiku. Bu Manulang juga. Teman sebangkuku, Dita menyenggol tanganku dengan sikunya. Dia seperti memberi kode isyarat bahwa tindakanku diplototin oleh Bu Manulang dan kini beliau sedang berjalan mendekatiku.

“Kamu kenapa Diana?” tanya Bu Manulang.
Aku bingung mau jawab apa. Beliau bertanya lagi.
“Dia siapa? Ibu, maksudmu? Apa kamu bosan dengan pelajaran yang ibu berikan?”
Aku masih membisu.
“Diana, jawab!” bentaknya kemudian. Suaranya yang besar dan matanya diplototin menambah seram wajahnya. Seketika beliau berubah menjadi galak. Sekarang aku percaya bahwa Bu Manulang adalah guru ter-killer di sekolahku.

Kemudian beliau mengulangi pertanyaannya lagi.
“A… ah, (aku manarik napas, lalu mengeluarkannya) bukan ibu!” jawabku tergagap.
“Jadi siapa?” Beliau mengerutkan keningnya. “Kamu sedang ada masalah, ya?”
“I… Iya, bu. Ma… ma… maaf, bu!” aku mendadak jadi orang gagap.
“Nanti saat istirahat, kamu ikut ibu ke kantor!” titahnya.
Aku mengangguk pelan. Sungguh, aku tidak menyangka karena senyumannya sekarang aku harus melaksanakan hukuman dari Bu Manulang. Dan ternyata benar, kalau Beliau adalah guru ter-killer di sekolahku.

Cerpen Karangan: Masliana Savitri
Blog / Facebook: Putri Atau Pitri

Cerpen Gara Gara Senyumannya, Aku Masuk Kantor merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rangga (Part 1)

Oleh:
“Nunggu mulu, emang gak cape apa tuh hati?!” Tanya Rara sahabatku. Dengan santai ku menjawab, “Gak tuh, Nunggu kan gak sambil lari larian.” Kudengar Rara mengerang sebal. “Kalo lo

Hanya Mimpi

Oleh:
10.30 Berlibur ke kota malang, Bersama keluarga, yang terdiri dari 3 orang. Ayah, ibu, anak (yang tentu saja itu aku). Pemandangan indah. Udara sejuk yang menusuk ujung hidung. Pohon-pohon

Hadiah Dari Bunda

Oleh:
“via, ayo bangun, sudah jam 6 nanti kamu telat lagi ke sekolah” kata bunda membangunkanku. “hoaaam.. iya bunda, lagian masih jam 6 kan” jawabku yang masih menutup mata “viiaa..

Love or Need

Oleh:
Kring.. kring.. kring.. begitu nyaring terdengar di telingaku hingga membuatku terbangun dari dekapan bantal namaku Nana. Di masa remaja seperti ini terkadang para remaja sibuk dengan cinta monyet tapi,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *