Hanya Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 January 2018

Seperti biasanya aku selalu bersemangat untuk pergi ke sekolah, kalian tahu apa alasanya?, yup itu karena aku tidak sabar untuk bertemu dengannya.

Kali ini aku berangkat lebih awal dari biasanya, sesampainya di sekolah aku duduk manis di bangkuku berharap ia datang dan menyapaku dengan senyuman manisnya.

Upss… Ya aku hampir lupa, aku tunisha hamda biasa dipanggil tunu atau nisha. “Hei tunu!… Tumben kau pagi sekali??”. Yah dia mengagetkanku saja. Dia temanku namanya sherya. “Yahhh kau tau sendiri lahhhh…”. Jawabku santai. “Ya ya aku tau, kau pasti sedang menanti kedatangan pangeranmu itu kan?”. “Nah itu kau tau”.

Tidak lama siswa siswi pun mulai banyak yang berdatangan. Ada sedikit rasa was was di hatiku. “Kenapa dia belum datang juga?”. Gumamku. Sherya yang melihatku resah pun ia mencoba menghiburku. “Tunu sudahlah kau jangan resah dan gelisah seperti itu, dia pasti datang”. “Tapi ini sudah jam 7.15 dia belum datang juga”.

Tok.. Tokk.. Tokk.. Sekiranya seperti itulah bunyi langkah kaki seseorang “Itu pasti siddharth!” ucap sherya antusias. Yah pria yang aku sukai itu bernama siddharth nasution cowok blasteran indo-india. Dia memang pria yang mampu memikat hati para wanita siapapun itu yang melihatnya karena ketampanannya termasuk diriku. Dan saat sosok itu memasuki ruang kelas “Pagi anak anak!” yah dia ternyata si guru killer itu. “Hehe maaf kukira itu sidd tadi” “Iya tidak papa”.

Saat guru killer itu menerangkan pelajaran tiba-tibaaa… “Maaf pak saya terlambat” sontak diriku pun menoleh ke sumber suara itu. Dan betapa bahagianya aku ketika melihatnya. Begitu pula dengan sherya yang ikut bahagia. Namun sesaat senyum di bibirku memudar ketika melihat tatapan mata guru killer itu. “Kau!!! Jam berapa ini kenapa kau baru datang?” “Maaf pak tadi mancet!” aku pun tidak tega melihatnya dimarahi oleh pak guru tapi apa yang bisa aku lakukan? “Sekarang juga kau berdiri di depan selama bapak mengajar!!”. “I.. Ii.. Iyy.. Iyyaaa.. Pakkk”.

Kini jam pelajaran pun selesai, aku pun sedikit lega. Aku bergegas nenghampiri sidd. “Sidd kau baik baik saja?” “Yah seperti yang kau lihat” “Ayo duduklah kau pasti lelah kan 2 jam berdiri di sini”. Aku pun mengajaknya duduk. Ia pun mengangguk.

“Sidd ini minumlah!”. Aku menyodorkan aqua ke sidd dan ia menerima aqua itu. Ia langsung meneguk habis aqua itu. “Tunu terima kasih yaa”. “Iya sama sama”. Terjadilah suasana hening di antara kita. Aku pun mencoba untuk mencairkanya. “Emm tunu/sidd”. Ucapku bebarengan. “Kau dulu” bebarengan lagi dan akhirnya aku mengalah. “Kau saja sidd”.

“Tunu aku tau selama ini perasaanmu kepadaku”. Aku sedikit terkejut mendengarnya. “Tapi maaf aku tidak diizinkan sama sekali untuk berpacaran oleh kedua orangtuaku, sebenarnya aku juga menyukaimu, tapi maaf aku tidak bisa menerimamu!”. “Tidak apa apa sidd aku nengerti, karena cinta itu tidak harus memiliki bukan?”. “Yah kau benar, tapi kita masih bisa berteman kan?”. “Iya kita bertemanlah”. “Janji?”. “Janji!”.

Aku dan sidd pun kini berteman. Sejak kejadian itu hubunganku dengan sidd sangat dekat tapi bukan sebagai sepasang kekasih melainkan sebagai seorang sahabat.

Tamat

Cerpen Karangan: Lina Maftukhah
Facebook: Lina Maftukhah

Cerpen Hanya Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yang Kau Sebut, Teman

Oleh:
Bak sebuah langgam lama. Bukan hilang dan pudar termakan usia. Melainkan makin mempesona klasiknya. Layaknya kenangan yang begitu indah terpatri, masa dahulu begitu indah terlewati. Semakin dalam menggurat kesan

Tak Akan Pernah Sama

Oleh:
Bulan ke-4 aku bersekolah di sini, di SMP baruku. Aku baru saja lulus dari SD dan sekarang berada di bangku Sekolah Menengah Pertama. Namaku Amita Rahmawati, murid baru SMP.

Secret Admirer

Oleh:
“Ted, ada info terbaru nggak soal pangeran gue?” tanya gue pada Teddy sahabat dekat gue sejak SD sambil menikmati makan siang gue, mie ayam mang ujang. “Gaya lo manggil

Tak Sesederhana Kata Cinta

Oleh:
Selesai salat Isya Rara langsung berbaring di tempat tidur, ia lelah sekali dengan aktifitasnya yang lumayan padat hari ini. Ia berniat tidur cepat. Rara menyalakan radio kesayangannya, mulai mencari

Cieeee Pupus

Oleh:
Yah seperti biasa, siang itu aku berjalan di lorong depan kelas bersama sahabatku gita. Wanita berambut pendek dan hitam manis ini sahabatku sejak aku duduk di kelas 10. Dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *