Hari Hukuman Nathalie

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 January 2016

Mentari pagi menyapa dengan sinar hangat yang terpancar dari jendela kamar. Nathalie, cewek yang periang, cerdas, dan mudah bergaul ini sudah terbangun dari mimpinya. Sedangkan Nathan yang notabennya cowok, belum juga bangun meski sudah berkali-kali dibangunkan Nathalie.

“Nath, ayo bangun aku udah siap nih!!” teriak Nathalie dari depan pintu kamar Nathan.

Merasa perkataannya tak digubris gadis itu berniat untuk masuk ke dalam kamar tersebut. Namun ia teringat peraturan yang melarang memasuki kamar tanpa pengetahuan pemilik, atau jika ia melanggarnya akan diberi sanksi tidak mendapat jatah uang jajan 1 minggu. Nathalie mengurungkan niatnya dan akhirnya hanya diam dan memikirkan apa yang harus ia lakukan.

“kring, kring, kring,”
“hmmm ya halooo..” terdengar suara Nathan yang berat dan terkesan mengantuk.
“Nathan!!! ayo keluar udah jam 7 kurang nih!” teriak Nathalie dengan nada tak sabar.
“apaan sih Nath? masa satu rumah aja mesti nelepon?” Tanya Nathan tanpa ada rasa salah sedikit pun.
“ya apa gue harus nelepon dulu biar lo bangun?” ucap Nathalie tak mau kalah.

Setelah bersiap-siap mereka pun berangkat sekolah. Yap untuk pertama kalinya Nathalie berangkat sekolah bersama kembarannya, Nathan. Dan untuk pertama kalinya juga Nathalie terlambat sekolah.

“ahh Nathan! terlambat nih gue!” keluh Nathalie.
“aelah, cuma sekali juga. Lagian apa salahnya kalau terlambat?” ucap Nathan sambil hormat ke Bendera Merah putih.
Setelah waktu hukuman selesai, mereka memasuki kelas masing-masing. Untung saja saat Nathalie masuk ke kelas, guru Biologi yang terkenal KILLER itu belum menampakkan batang hidungnya.

“Nath, dari mana aje lo? tumben amat kesiangan?” tanya Vera, teman sebangku Nathalie.
“Nathan nih! Bangunin dia susah bet dah! berangkat jam 7” Jawab Nathalie sambil menyenderkan badannya di tembok.
“yang bening lo sama Nathan? sejak kapan kalian akur?” Ucap Vera yang seakan menginterogasi Nathalie.
“baru tadi malem,” ucap Nathalie. Tak lama setelah itu, Pak Joko memasuki kelas. Semua murid di kelas itu langsung diam dan suasana menjadi hening, beliau hanya menatap anak muridnya dengan wajah yang sulit diartikan.

“baik! sekarang letakkan buku biologi kalian di atas meja. Saya akan memeriksa satu per satu!” kata Pak Joko dengan tegas. Sedangkan Nathalie yang sedari tadi sedang bermain ballpoint, kini mencari keberadaan bukunya.
“buku lo mana Nath? udah ngerjain belum?” tanya Rizal, teman cowok Nathalie yang duduk di belakang meja Nathaiie dan Vera.

“gue udah ngerjain kok zal,” terdiam. “ya Ampun!! Nathan! buku gue dibawa Nathan nih!” ucap Nathalie dengan menggigit ibu jarinya, itu menandakan bahwa dirinya ketakutan.
“you in a big trouble Nath!” ucap Vera yang sedari tadi memperhatikan Nathalie.
“dah! nih buku gue,” menyodorkan buku. “bilang ini buku lo! dan lo nggak bakal dihukum.” ucap Rizal dengan nada mantap. “gue nggak dihukum, terus yang dihukum lo? nggak Zal! gue bukan orang kek gitu!” ucap Nathalie dengan nada tegas. Tanpa disadari Pak Joko sudah dekat dengan meja Nathalie. Nathali hanya berdoa dalam hati semoga Nathan datang ke kelasnya dan membawa buku biologinya.

“Nathalia mana buku kamu?” tanya Pak Joko.
“tok, tok, tok!” suara ketukan pintu itu sedikit membuat Nathalie sedikit lega.

“maaf Pak saya terlambat”
“Harry, terlambat lagi? berdiri di lapangan!!” Harapan Nathalie pupus, orang yang ia harapkan tak kunjung datang. Ternyata itu Harry, teman sekelasnya yang juga terlambat.
“Nathalia mana bukumu?” tanya Pak Joko lagi.
“hm,.. anu Pak! ehrrm anu, buku saya dibawa Nathan Pak!” Jawab Nathalie sejujur mungkin sambil tersenyum, senyum ketakutan.

“saya tidak terima alasan! cepat keluar dan ikuti Harry!” ucap Pak Joko.
“Pak saya bisa buktiin kok Pak, saya nggak bohong.” ucap Nathalie mencoba meyakinkan Pak Joko.
“keluar Nathalia Putri Wicaksana.” Nathalia ke luar dan menuju lapangan upacara. Untuk kedua kali pada hari yang sama, ia harus hormat kepada bendera Merah Putih.

“kenapa lo Nath, tumben dihukum?” tanya Harry penasaran.
“buku gue dibawa Nathan, tapi Pak JK nggak percaya, dia pikir gue nggak bawa buku kali.” jawab Nathalie dengan nada kesal.
“nggak usah monyong juga kali itu mulutnya” ucap seseorang yang langsung berdiri di samping Nathalie.
“Rizal? ngapain di sini?” tanya Nathalie.
“dihukumlah, gue pura-pura nggak bawa buku, mana gue tega lihat Harry dihukum!” jawab Rizal sambil tertawa, dan memakaikan topinya pada Nathalie.
“oh Harry kirain gue, thanks Zal” kata Nathalie sambil membetulkan topi yang miring.

“Teeett.. Teeett!”

Suara bel istirahat menggema, menandakan jam pelajaran Biologi selesai dan waktu istirahat telah tiba. Sedikit melegakan memang, namun badan Nathalie terasa pegal dan sakit. Saat jam Istirahatlah waktunya Nathalie buat ke perpus, namun badannya terasa sangat lelah, hingga tertidur di perpus tanpa ia sengaja.

“Nath, bangun! udah bel masuk nih!”
“Nathalia!!!”
“Nathalie ayoo!” ucap Rizal dan Vera untuk membangunkan Nathalie yang tertidur dengan pulasnya.
“hmmm, gue cape banget nih!” ucap Nathalie tanpa membuka matanya.
Akhirnya Nathalie terpaksa bangun, ia kapok jika harus dihukum lagi. Ia berniat melanjutkan tidurnya di kelas. Sesampainya di kelas, ia mendapati tempat duduknya kotor, seperti air jus jambu yang tumpah.

“arghh apaan nih?” bentak Nathalie.
“maaf Nath, tadi Miko ngambil jus gue eh, si Miko kesandung kursi, yaa jatohnya di meja lo.” ucap Tiara.
Akhirnya Vera dan Nathalie duduk di tempat Tiara. Karena Nathalie duduk di tempat paling belakang, ia tak bisa melihat dengan jelas papan tulis, sedangkan Bu Yulia sedang menuliskan materi Bahasa Indonesia yang cukup banyak. Ia berniat untuk meminjam buku Vera dan menyalinnya di rumah.

“nggak nulis Nath?” tanya Vera.
“nggak bawa kacamata nih, jadi burem, minjem buku lo ya Ver?” pinta Nathalie sambil menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal.
“eaaa bayar dong!” ucap Vera sambil menengadahkan tangan kanannya.
“aelahh sama temen sendiri juga, nanti gue kasih foto Nathan deh!” kata Nathalie menggoda Vera.
“ihhh apaan sih Nath?” ucap Vera tersipu malu.
“cieee blushing!” ucap Nathalie sedikit berteriak.

Nathalie tak sadar bahwa suaranya sampai terdengar Bu Yulia.
“ada apa Nathalia?” tanya Bu Yulia
“nggak Bu… itu si Toyo blushing Bu!” kata Nathalie asal. Toyo, anak cupu yang naksir sama Vera sejak kelas X. Tapi Vera nolak mentah-mentah Toyo di depan temen sekelasnya, agak sadis memang, ya tapi itulah Vera. Berusaha mengelak dari kesalahan, Nathalie mencoba meyakinkan Bu Yulia. Pelajaran berlanjut, merasa bosan dengan pelajaran Nathalie tidur di kelas.

“Nathalia!”

Suara perempuan paruh baya itu menggema di ruang kelas. Nathalie tak menghiraukan sama sekali suara nada tinggi itu. Vera yang sedari tadi mencoba untuk membangunkan Nathalie sudah putus asa, karena ia tahu itu sudah sia-sia.

“Nathalia Putri Wicaksana!”
“hah!!” teriak Nathalie, ia merasa jantungnya turun sampai lutut saking kagetnya.
“Nathalia, ayo coba kamu terangkan kembali apa yang saya katakan tadi!” perintah Bu Yulia.
“oalah namanya juga nona kecil putri tidur, ya kerjaannya cuma tidurlah!” Kata Yuri dengan ketusnya.

Yurina Dwi Gunawan, entah teman atau musuh Nathalie, ia satu kelas dengan Nathalie dan sikapnya yang tak pernah ramah dan sangat angkuh. Sikapnya yang membuatnya tak pernah ada yang menyukainya. “Yuri kamu juga mau maju?” tanya Bu Yulia. Yuri cuma menggelengkan kepala, yap! memang untuk prestasi Yuri tak begitu menonjol. Akhirnya Nathalie maju dan menerangkan apa yang tadi Bu Yulia terangkan, Nathalie memang tidur tapi ia semalam sudah belajar, jadi paling tidak ada materi yang nyangkol di otaknya.

“Teet, teet, teet, teet,” Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid ke luar berhamburan dari kelas. Termasuk juga Nathalie. Hari Kamis yang panjang, yang penuh hukuman.

“Dear, Diary. Apa karena ini hari Kamis? perasaan banyak banget hukuman yang gue terima. Mulai dari terlambat, nggak bawa buku biologi, yang terakhir tidur di kelas dan ketahuan Bu Yulia. Argh kapok! ngggak mau lagi kayak gini. Cape bet nih badan!”

Selesai

Cerpen Karangan: Evy Chairani (Siti Kholipah)
Blog: nonakecilputritidur.blogspot.com

Cerpen Hari Hukuman Nathalie merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bagai Bintang Sirius

Oleh:
Plak! Tamparan keras mendarat di pipi Nella yang mulus. “tampar aja terus! Tampar!” ujar Nella penuh emosi. “beraninya kamu dengan ayah kamu sendiri!” balas ayah Nella. “ayah? Ayah gue

Cinta Bersemi di Ekskul Band

Oleh:
Hay guys, Namaku Afifah Indah, aku duduk di kelas 8 F, sekolahku di SMPN 1 PRAMBON (SPENSPRA), dan ini ceritaku… Semua berawal dari perkenalan yang indah di ruang band

Hari Keberuntungan

Oleh:
Pagi hari jum’at yang cerah, seperti biasa ada kegiatan senam pagi di sekolah SMA MAJU. Namun tidak seperti biasanya juga, pagi ini sangat panas sekali. “Aduuuh… Panas banget ya

Amnesia

Oleh:
Seorang gadis berjalan sendiri menyusuri jalan. Dengan membawa tas sekolahnya, Luna, nama gadis itu, berangkat menuju ke sekolahnya. Di tengah perjalanannya, dia disapa oleh seorang temannya, Sarah. Sarah menawari

Rival

Oleh:
Aku mengikat tali sepatuku. Kulihat ayahku sudah siap sejak tadi. Hari ini beliau akan mengantarku untuk mendaftar ke sebuah SLTPN di kota. Sebenarnya, ada sebuah SLTP di dekat rumahku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *