Hari Yang Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 March 2018

“Icha,… Bangun, udah jam berapa ini? Kamu telat lho sekolahnya! Kebiasaan deh habis shalat subuh tidur lagi!” omel ibu.
“Ahh ibu! Iya deh Icha bangun!” jawabku sambil duduk dan sedikit membuka mata.
“Habis shalat Subuh itu harusnya dipake buat baca buku, Al-Qur’an, atau bantuin ibu, bukannya malah tidur lagi.” Kata ibu.
“iya deh… besok nggak lagii.” jawabku sambil turun dari kasur dan mengambil baju.

Aku segera masuk ke kamar mandi. Seusai mandi aku ganti seragam sekolah dan segera menuju meja makan, di sana sudah ada ayah, kak Aya dan juga Ryza adikku. Kemudian kami sarapan bersama.
“Cha, tadi ibunya Veranda datang ke sini ngasihin ini.” Kata kak Aya memberikan sebuah amplop.

Kami pun segera menghabiskan makan, dan cuci tangan. Setelah makan, kami bertiga segera masuk mobil dan berangkat ke sekolahan. Aku dan kak Aya satu sekolahan di SMAN 1 Surabaya. Sementara Ryza di SMPN 1 Surabaya.

Sesampainya di sekolahan, aku segera menuju kelas dan duduk di bangkuku.
“Cha, kamu bawa baju olahraga nggak?” belum sempat aku menaruh tas udah ditanyain kayak gitu sama Alissa.
“Bawa lah. Kenapa, Kamu gak bawa?” tanyaku balik.
“Bawa.” Jawabnya, dan teeeeeeett… bel masuk berbunyi. Semua siswa segera berhamburan menuju kelas masing-masing,
“Berdoa sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing, berdoa mulai.” Ucap ketua kelas kami pun berdoa. Kemudian bu Ridha guru bahasa Indonesia kami masuk kelas dan segera menyampaikan materi.

“hari ini siapa yang tidak hadir?” tanyanya.
“Veranda bu.” Jawabku sambil berdiri menuju ke depan kelas memberikan surat izin yang dititipkan ke aku tadi.
“Anitta Veranda Anadilla, kah?” tanyanya kembali,
“Benar bu.” jawabku dan segera menuju tempat dudukku.

Pelajaran pun usai, aku segera mengambil baju olahragaku di tas,
“Ayo cha, ganti baju.” Ajak Keviana teman sebangkuku.
“Ayo..” ajakku kembali. Kami berdua segera menuju kamar mandi dan ganti baju, lalu kami bertemu dengan Shinta dan Kiky teman kami yang duduk di belakang kami.

“Hei aku boleh gabung gak?” tanya Alissa.
“Cha Vera kenapa sih kok gak masuk?” tanya Alissa
“Aku gak tau, tugasku cuman ngasihin surat izin itu ke guru udah itu doang.” Jawabku. Kami berlima segera ke lapangan dan pelajaran olahraga dimulai.

Seusai pelajaran olahraga, aku dan teman-temanku menuju kantin, namun tiba-tiba ada sesuatu yang mengganjal, belum sempat aku bercerita dengan mereka aku melihat kak Rava sedang makan. Seperti biasa teman-temanku menggodaku
“Aku makan di sini aja deh.” Ujar Kevi.
“Ya udah terserah. Aku di sebelah.” Jawabku.
“Eh gak jadi wes. Aku sama kamu aja.” Kata kevi.

Kevi dan ketiga temanku mengikutiku ke kantin sebelah. Aku, Alissa dan Kiky memesan Mie Bakso dan es jeruk. Sementara Kevi dan Shinta memesan Gado-gado, dan es teh. Sambil menunggu makanan dan minuman, mereka menggodaku ‘Cha kak Rava tuh lho, gak bok liatin?’ begitu salah satunya. Karena mereka begitu heboh, kakak kelas yang sedang makan di meja sebelahku bertanya
“Dek, kamu suka sama Rava? Itu temen sekelasku lho…”
“Icha kak!” jawab mereka serempak, aku gak sadar kalau ternyata ada kak Aya di meja itu, dan “Icha.. kamu suka sama Rava?” tanya kak Aya.
“Eh, kakak… ehm enggak kok.” Jawab ku mengelak.
“Nggak salah maksudnya kak.” Sahut Kiky.
“Udah ngaku aja Cha. Mmm Rav! Sinio ini adikku mau ketemu sama kamu!” panggil kak Aya.
“Iya sebentar, aku bayar dulu.” Jawab kak Rava, dari sebelah. Ya Tuhan.. cobaan apalagi ini?!

Benar saja, setelah membayar, Ia menuju ke arah kami
“Tadi yang nyariin aku siapa?” tanya kak Rava.
“Ini nih adikku Icha.” Jawab Kak Aya, kak Rava duduk di sebelahku, aku hanya diam, menunduk, dan menikmati rasa ini. Makanan dan minuman pesanan kami pun datang, namun aku tak mampu menghabiskan makanan itu,
“Dimakan toh Cha, makanannya…” kata Shinta.
“Iya Cha ntar sakit lagi lho.” Kata kak Aya, aku tau karena aku sudah hafal banget sama dia. “Apa mau disuapin Rava aja?” lanjutnya.
“Heh apaan kakak ini!” kataku. Aku melirik sedikit ke arahnya dan tak kusangka dia juga melirikku. Segera kualihkan pandanganku darinya.

“Buruan! Habis ini pelajarannya Pak Tris lho, kalo kalian telat ntar dihukum kayak Arinta kemaren!” begitu kata kak Rava.
“Eh iya! Aku lupa, ya udah mmm Cha, kakak ke kelas dulu ya, bye..” seru kak Aya, Ia dan teman-temannya segera pergi.

Setelah kak Rava, kak Aya, dan teman-temannya pergi aku bertekad untuk menghabiskan makananku, namun aku benar-benar tak nafsu makan. Dan akhirnya Kevi yang menghabiskan makananku. Lalu kami berlima segera menuju ke kelas kami, dan meneruskan pelajaran.

THE END

Cerpen Karangan: Aimanda Inastasia
Facebook: Aimanda Inastasia

Cerpen Hari Yang Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Datang Dan Kembali

Oleh:
“Huaaah…” rasa ngantukku kalah dengan semangatnya hari ini. Namaku Reina. Hari ini adalah hari pertamaku masuk ke dunia SMA. Rasanya benar-benar nggak sabar. Ingin sekali merasakan SMA tuh seperti

Sudut Pandang

Oleh:
Pernah semasa SMP dulu, ada teman yang ditindas. Bisa dikatakan, dia kurang menyenangkan. Sering menentang otoritas dengan lidah yang tajam meski mempunyai pendapat baik. Sikapnya dingin, cuek, mudah marah

Cinta Lingkungan Alam

Oleh:
Suatu hari, di suatu sekolah menengah atas yang bernama SMA Negeri 1 Kateman akan segera mengadakan penghijauan, menanam pohon di sekitar halaman sekolah yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Andi,

Indah Pada Waktunya

Oleh:
Pertemuan dengan seorang cowok di ruangan exkul itu memberikan kesan yang sangat mendalam di hati vivi. Seorang gadis berusia 15 tahun, entah mengapa ada getaran yang begitu hebat dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *