I Don’t Mind

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 January 2019

Aku pengen punya teman.. Itulah anganku yang ada dalam benakku saat itu. Ketika mereka lalu lalang dalam keasyikan bermain bersama yang lain. Ketika itu aku berfikir.. Kenapa aku sampe sekarang nggak punya teman? Dan… Aku tolerir hari hariku, aku emang punya teman.. Seru pake banget.. Mereka teman aku bolang, ngemall, wefie-an dan masih banyak lagi. Dan aku anak nggak selalu berterimakasih atas itu semua. Kenapa? Lagi lagi aku masih bertanya, kata terimakasih sulit untuk aku bayangkan agar dapat diucapkan. Seketika angin berhembus… Dan entah kenapa mataku hanya tertuju pada satu arah.. Karena aku memang suka melamun.

Seketika ada adik kelasku yang sedang ngobrol dengan teman temannya… “Aku diskors nih..” hah kenapa? Bukannya aku kaget tapi, anak yang diskors itu adalah anak yang suka banget aku omongin lewat batin, alias nggak keluar lewat mulut. Dia adalah bintang di anggota choir.. Dan penyuka sama k pop.. Sedangkan aku nggak pernah ikut ekskul, gara gara emang aku nggak nemuin asyiknya ekskul.

Kembali dengan percakapan mereka yang sedang asyik asyiknya mencari jalan keluar dan dukungan. Salah seorang anak dengan nggak sengaja menatap mataku yang nggak sengaja bertemu.. Dan aku hanya mengalihkan mata menuju salah satu anak yang tadi itu sang diva choir dengan dia yang hanya membersihkan matanya seraya merasa hidupnya yang entah mengapa juga kalo aku liat nggak kebaca.

Demi hari demi hari aku lewati.. Dan nggak nyangka aku semakin menyukai menjadi orang awam.. Nggak terlalu protes sama keadaan. Sampai ketika aku bosen dengan kebiasaanku yang gitu gitu aja. Dan akhirnya aku ikut kontes kecantikan hanya dengan speech maksimal 4 menit. Gak taunya aku ketemu sama salah satu kakak kelas.. Aku balesin smsnya katanya aku harus cerewet. Dan jadilah aku cerewet buat bales smsnya.

Sebulan aku jadian.. Akhirnya aku aneh liat salah satu adik kelasku yang masuk kelasku dan jadi siswa tetap di kelasku itu. Aku familiar banget sama wajahnya dan nggak salah aja aku inget dia anak yang diskors beberapa bulan lalu. Terkaget, aku melihatnya dia berubah.. Menjadi lebih tinggi dengan kebiasaanya suka senyum. Gak tau kenapa pada saat itu aku mikir apakah dia diva? Yang menyukai atau obses sama cowok.. Karena dia suka nyanyi melow dengan suara lantang ketika free gak ada guru.. Semakin hari aku dekati dia.. Karena pada saat itu jamannya remaja nggak pilih pilih teman. Anaknya baik, kalo ketawa suaranya kaya aneh, dan dia humble keliatannya. Tanpa ada apa apa aku pun menjadi temannya tanpa memikirkan adanya kejanggalan.

Hingga akhirnya aku dicuekin para cewek cewek plus beberapa cowok.. Aku bingung.. Harus gimana dan sang diva nggak juga suka deket sama yang lain kecuali sama bbfnya yang aku kenal. Aku duduk dengan lelaki tinggi.. Dan anaknya emang keliatan senior dari sikapnya. Aku gak tau segimana penilaian teman sebangkuku itu, aku lagi suka banget cerita banyak macem ke dia. Dan dia tanggepin baik juga. Pokoknya aku masih berfikir dia teman baik buat aku. Sedangkan aku melihat diva duduk sejajar dengan aku selalu memegang ponselnya. Dalam hati aku semakin terancam dengan pikiranku karena gerak gerik temanku yang aneh kepada sang diva. Di lain hati aku iri melihatnya. Walau aku memiliki kecantikan namun sering melihatnya anggun karena kesakitan di matanya.

Ketika hubunganku dengan kakak kelas yang sudah lulus masuk sma berjalan mulus, nggak sadar ketika aku menelepon kakak kelasku itu samar aku mendengar lirih suara perempuan yang lembut.. Ketika aku nggak tau jalan obrolanku dengan kakak kelas, teman temanku, bahkan teman sebangkuku mulai mengarah sinis, aku berpikir kenapa siapa dengan suara lembut itu? Aku gak tau kenapa.. Sedangkan aku nggak nemu apa apa alasan kenapa semua jadi kaya gini. Aku masih ceria, aku masih bisa berfikir jernih. Hingga aku tersadar mereka memusuhiku dengan cara masih berteman denganku. Sayangnya, aku masih bodoh pada saat itu.

Dia mungkin gak tau rasa penasaranku. Gara gara gak taunya aku merasa beruntung memiliki lelaki kakak kelas yang akhirnya aku terima di kehidupanku sampai aku mendengar teman sejajarku menertawakan sesuatu dan memanggil istilah “Key”.. Yang hampir sama dengan nama kakak kelasku itu..

Sepulang sekolah.. Aku merasa terpukul.. Dan nggak sadar ketika itu juga dia adalah adek kelasku sang diva yang aku batin batinin itu dan juga aku inget pake banget tentang isu skorsnya itu.

Cerpen Karangan: Andin Anargya
Blog / Facebook: Andinanargya

Cerpen I Don’t Mind merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


True Love (Part 1)

Oleh:
Cuaca pagi yang cerah menghiasi taman sekolah SMK itu, terlihat seorang gadis yang tengah membaca buku di Taman sekolah. Gadis itu bernama Rere, tidak jauh dari tempat Rere membaca

Tetanggaku

Oleh:
Seperti biasa, sore itu Afira dan temannya Tanti jualan Jus di depan rumah Tanti untuk berbuka puasa, setelah lama menunggu gak ada juga yang beli, tiba-tiba datang seorang cowok

Aku dan Pelangiku

Oleh:
Ku ingin jumpa dia, berjumpa dengan mereka sahabat kecilku. Mereka bagaikan pelangi dengan lima warna yang berbeda, tapi perbedaan itu seperti saling melengkapi, aku sangat senang jika dapat bertemu

Misteri MOS

Oleh:
Hai namaku Lyla Putri baru saja ini aku tamat SMP. Hari ini tepatnya tanggal 10 Juli aku mempersiapkan segala pakaian untuk melakukan mos seperti sepatu sebelah putih sebelah hitam

Cerpen Pertamaku

Oleh:
Sekitar beberapa minggu yang lalu, temanku iseng-iseng bikin cerpen (cerita pendek) awalnya sih seru gitu lihat dia bikin cerita cerita yang bisa dibilang menarik dan ide-idenya pun bisa dibilang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *