Jadian Dalam Mimpi

Judul Cerpen Jadian Dalam Mimpi
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 January 2017

Seperti biasa saat jam istirahat sekolah, kantin selalu ramai. Rachel dan sahabatnya yaitu si Nisa ngobrol sambil menikmati jajanan kantin. Layaknya anak jaman sekarang, yang diobrolin pasti nggak jauh-jauh dari yang namanya cowok. Jadi si Rachel ini sudah lama suka sama kakak kelasnya, namanya Farel. Sampai pada akhirnya Farel ini lulus, rasa suka Rachel tetap sama. Walaupun hanya dipendam, dan beruntungnya Farel ini anak yang aktif saat di bangku sekolah, jadi ketika sudah menjadi alumnipun dia diminta oleh guru-guru untuk mengajar ekstrakurikuler di sekolah.

Saat lagi asik-asiknya ngobrol, nggak sengaja Nisa melihat sosok Farel dari kejauhan lagi berdiskusi dengan teman-temannya. Dan Nisa tanpa berpikir panjang langsung memberitahu Rachel.
“Rachel, itu ada kak Farel..” bisik Nisa.
“heee? Mana?” tanya Rachel.
“Itu lhooo.. bentar ya aku panggilin..” jawab Nisa sambil menunjuk ke arah Farel.
“Kak Fareeeel..” teriak Nisa.
Farel pun mendengar teriakan itu dan berusaha mencari sumber suara.
Kedua matapun bertemu.. yaitu antara Rachel dan Farel. Farel berpikir kalau orang yang memanggilnya tadi adalah Rachel, karena Nisa langsung ngumpet setelah berteriak tadi. Rachel pun kaget bukan main, salah tingkah. Dia memang selalu seperti itu ketika bertemu dengan Farel.

Tanpa diduga, ternyata Farel menghampiri Rachel.
“Rachel, kamu tadi manggil aku ya? Ada apa?” tanya Farel.
“eee itu anu..” jawab Rachel sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali nggak gatal.
Nisa dari kejauhan tampak mengedipkan sebelah matanya pada Rachel, tanda bahwa inilah saatnya ngobrol dengan Farel, mumpung ada kesempatan.
Akhirnya Rachel pun mengiyakan pertanyaan dari Farel tadi.

Mereka pun duduk bersebelahan di kursi kantin. Awalnya Rachel merasa canggung mengobrol dengan Farel, karena biasanya dia hanya melihat orang yang disukainya itu dari jauh, dia masih tidak percaya kalau orang yang di sebelahnya itu adalah Farel, orang yang selama ini disukainya.

Di tengah-tengah ngobrol tiba-tiba..
“Rachel, aku mau tanya sama kamu.”
“Tanya apa kak?”
“Apa benar kamu suka sama aku?”
Sontak Rachel kaget dengan pertanyaan itu, rasanya seperti tersambar petir di siang bolong.
“Sebenernya aku udah tau semuanya, aku tau kalau kamu suka sama aku sejak aku masih sekolah di sini, kenapa kamu nggak pernah bilang?” tambah Farel.
Rachel hanya terdiam.
“Sebenarnya, aku juga punya perasaan yang sama, aku suka sama kamu dari awal kita ketemu..” Farel menyatakan perasaannya pada Rachel.
“kakak serius kak? Kakak beneran suka sama aku?” tanya Rachel seolah nggak percaya dengan perkataan Farel barusan.
“Iya, jadi mulai sekarang kita resmi jadian ya..” jawab Farel sambil tersenyum.
“i i iya kak.. ” jawab Rachel dengan terbata-bata.

Hari itu Rachel merasa senang sekali, dia merasa akhirnya penantiannya selama ini nggak sia-sia. Dari dulu dia hanya suka dengan Farel, dan tetap setia menunggu pujaan hatinya itu. Tidak terlintas dalam benak Rachel, kalau dia bakal jadian dengan Farel seperti yang terjadi barusan.

Teeet.. teeet.. bel tanda masuk berbunyi.
“Aku masuk kelas dulu ya kak..”
“oke.. nanti pulang sekolah kita ketemu ya di taman dekat perpus..” pinta Farel.
“oke kak..” jawab Rachel.

Walau sudah jadian, Rachel tetap memanggil Farel dengan sebutan kakak, karena dia merasa nyaman dengan itu. Farel pun nggak mempermasalahkannya.

Di kelas, Rachel senyum-senyum sendiri sambil membayangkan apa yang barusan terjadi antara dia dengan Farel.
“Hayooo senyum-senyum sendiri niii.. cerita dooong!!!” paksa Nisa pada Rachel.
“Hehe.. aku barusan jadian sama kak Farel.. ” jawab Rachel.
“Serius? Waaah selamat yaaaa..” Nisa memeluk sahabatnya itu.

Entah kenapa Rachel sangat bersemangat saat jam pelajaran fisika saat itu. Dia seperti mendapat energi dari pacar barunya itu. Dia sangat ingin segera bertemu dengan Farel saat pulang sekolah nanti.

Teeet.. teeet.. teeet.. bel tanda pulang berbunyi.
Rachel langsung berlari keluar kelas setelah mendengar bel. Dia langsung pamit dengan sahabatnya.
Di taman dekat perpus, Farel telah menunggu Rachel sambil membaca buku. Yap, hobi Farel dari dulu adalah membaca. Dia selalu melakukan hobinya itu saat ada waktu luang.

Beberapa menit kemudian, Rachel pun datang menghampiri Farel.
“Udah lama nunggu kak?” tanya Rachel.
“Nggak kok. Ayo pulang, aku anterin kamu ya..” jawab Farel dengan senyum.
“oke” segera Rachel mengiyakan tawaran Farel.

Saat berjalan menuju parkiran, Rachel bertanya satu hal pada Farel.
“Kak, ini aku nggak mimpi kan?” tanya Rachel sambil terus mencubit pipinya, memastikan bahwa dirinya nggak mimpi.
“Nggak Rachel” jawab Farel sambil mencolek hidung Rachel.
Rachel tersipu malu dan pipinya pun tiba-tiba memerah.

Bruuuk..
Rachel terjatuh dari tempat tidurnya. Ternyata semua cerita indah tadi hanya mimpi. Rachel pun menggerutu karenanya.
“Yaaaah Cuma mimpi…”
Namun setelah itu Rachel berharap mimpinya itu akan menjadi kenyataan. Karena sampai saat ini Rachel sudah memendam perasaan pada Farel sudah hampir 5 tahun. Dia tetap senang dan bersyukur walau semuanya itu hanyalah mimpi.

Cerpen Karangan: Zulfatun Ni’mah
Blog: mynewzn.blogspot.co.id

Cerita Jadian Dalam Mimpi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Apa Sih Cinta? (Part 4)

Oleh:
“Cinta itu butuh pengungkapan, karena kita bukan Tuhan yang tahu semuanya, jadi bagaimana kita tau perasaan seseorang tanpa pernyataan.” Driana segera menyuruh Chika untuk ke rumah sakit, tempat Bayu

Alien Dan Penyihir

Oleh:
Pagi yang benar-benar cerah, hh.. badanku benar-benar segar pagi ini. Aku ke luar dari kamarku dan berjalan menuruni tangga dengan senyum yang merekah, semangatku benar-benar menggumpal hari ini, pasalnya

Ayahku Yang Lain

Oleh:
Seorang pria terus memandang ke arah gerbang sekolah memandangi setiap orang berpakian putih abu yang ke luar dari gerbang itu. Mata pria itu bertemu dengan mataku, dia menatapku begitu

Menatap Dari Belakang

Oleh:
Sudah 3 tahun sejak aku meninggalkan tempat ini. Tempatku menghabiskan 3 tahunku. Tempat yang aku pikir akan menjadi sangat membosankan untukku. Tempat yang siapapun tidak akan tahu pengalaman dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *