Karena Terbiasa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 July 2017

Hei, aku Via. Saat ini aku kelas satu SMA. Aku ingin berbagi cerita sedikit tentang kisah cintaku saat SMP dulu. Waktu itu aku kelas 8 SMP. Aku mempunyai teman dekat bisa dibilang sahabat, namanya Edo. Aku sudah berteman lama dengan dia dari SD. Aku dan dia sangat dekat sekali. Kadang dia membuat aku kesal sampai marah, tapi setelah itu dia membuat aku tersenyum.

Entah hanya kebetulan atau sekedar tidak kesengajaan atau takdir, aku tak tahu, tapi yang jelas aku satu kelas dengannya saat kelas satu dan dua SMP. Awalnya aku merasa biasa-biasa saja waktu masih kelas satu, tapi… semenjak kelas dua, aku merasa ada yang beda sama dia. Dia semakin aneh sikapnya. Seperti saat itu…

“Via, nih ada coklat buat kamu,” katanya.
“Makasih,” kataku.
“Enak?” tanyanya.
“Semua coklat itu memang enak hahaha… eh ngomong-ngomong karena apa nih kamu ngasih coklat?” jawabku yang berbalik bertanya.
“Yaa nggak ada apa-apa sih.. sekali-sekali biar kamu ngerasain coklat hahaha,” katanya.
“Yaelah hem aku tahu coklat dari kecil kali hahaha,” kataku.

Dari kedekatanku dengan Edo, menimbulkan ledekan dari teman-temanku sekelas. Mereka mengira aku mempunyai hubungan khusus dengan Edo. Tapi padahal sama sekali enggak, hanya teman.
“Ehem ehem coklat ya…” kata si Reni ratu bawel.
“Cie cie ada yang pacaran nih, mana pajak jadiannya nih?” teriak si Robi ketua kelas.
“Iya nih, ayo dong ke kantin satu kelas, bayarin ya Do ..” sahut Ovan si cowok playboy.
“Ye apaan sih. Siapa juga yang jadian, orang enggak kok.” bantah Edo.
“Iya kan sekarang enggak tapi besok hahahaha…” kata Ovan
Yap begitulah ledekan dari teman-teman kelasku 8D. Uhh apaan sih…

Seminggu setelah itu…
“Hai Via lagi ngapain?” SMS dari Mega, temanku
“Hai juga, lagi nonton tv nih. Ada apa?” balasku.
“Enggak ada apa-apa sih.. Cuma mau tanya, kamu tu benar jadian sama si Edo ya?” pesan dari Mega yang membuatku kaget.
“Hah? Ya enggak kali..” balasku.
“Yang benar? Kamu suka sama Edo kan?” balasnya.
“Hah? Apaan sih? enggak juga kok.” Balasku dengan cepat.
“Edo itu beneran suka sama kamu lho… Emang kamu nggak ngerasa? Dia kan perhatian banget sama kamu. Dibalik pemberian coklat itu pasti ada maksudnya.” Kata Mega di SMS. Ummm masa sih.
“Aduh udahlah enggak penting. Aku mau tidur .. dah Mega” balasku yang sudah mengantuk.

Pagi ini aku berangkat sekolah dengan gembira. Pastinya dong kan ada mapel olahraga. Saat olahraga ada pembagian kelompok untuk mempraktekkan permainan basket. Tumben aku nggak satu kelompok dengan Edo. Si Edo sekelompok degan Bela, ya memang sekelopok hanya 2 orang. Dan permainan pun dimulai. Aku melihat Edo sama Bela sangat asyik bermainnya sampai-sampai saking semangat dan asyiknya mereka jatuh berdua. Ohh… setelah itu Edo menggandeng Bela ke UKS. Aku merasa iri, tapi kenapa? Apa aku cemburu? Apa-apaan aku ini.

Di kantin…
Aku sedang makan bakso sama Edo. Dia yang bayar hehehe entah dari mana bisikan ini datang, tiba-tiba aku memandangi wajah Edo. Hem OMG ternyata dia ganteng juga. Meskipun sudah dari SD aku berteman dengannya tapi baru kali ini aku sadar bahwa ternyat Edo itu ganteng. Tak sadar aku telah memandanginya sejak dari tadi, sampai anak-anak 8D datang dan mengagetkanku.
“Hayo!!! Via udah berani aja melamun memandangi wajah Edo hahahaha” teriak si Reni.
“Ah apaan sih” jawabku singkat. Walaupun sebenarnya iya. Aduh kenapa sih teman-teman ini kayaknya hobi banget ngledek aku sama Edo. Hingga akhirnya dari ledekan itu aku mulai memperhatikan Edo mulai dari sikapnya ke aku dan cara perhatiannya ke aku. Dan ternyata apa yang dibilang teman-temanku benar. Si Edo perhatian banget sama aku. Aku jadi merasa nyaman setiap kali bersamannya dan saat dia tak menemaniku sehari saja rasanya sangat sepi.

Hari terus belalu aku semakin sadar kalau aku telah jatuh cinta padanya. Dan sampai pada saat itu tanpa kuduga di taman sekolah seusai kegiatan ekskul…
“Via kamu tahu enggak kalau persahabatan itu bisa menimbulkan sesuatu yang berbeda dan berubah menjadi rasa yang istimewa melebihi sahabat?” Tanya si Edo’
“Oh ya? Masa sih hahaha” jawabku.
“Vi, aku udah pendam rasa ini sejak kelas enam SD, tapi aku baru berani mengatakannya sekarang kalau aku suka sama amu Via.. apa kamu mau jadi pacar aku yang tidak cuma ledekan dari teman-teman?” Tanya si Edo menembakku. Dan akhirnya kujawab..
“Emm iya Do ku mau jadi pacar kamu” jawabku sambil malu-malu.
“Aku sayang kamu Via,” kata si Edo.
“Aku juga…” kataku.
Dan semenjak saat itu aku pacaran sama Edo. Cintaku ini datang karena terbiasa dekat sama dia dan berawal dari ledekan teman-temanku yang menyadarkanku.

Cerpen Karangan: Niken Kessia Ningrum
Facebook: Niken Kessia

Cerpen Karena Terbiasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sekolah Ke 13

Oleh:
Ku tak mengerti apa arti hidup. Disaat aku sudah merasa patut untuk disayangi orang lain, hal itu bagaikan kesalahan. Semua orang selalu meengungkit hal yang sudah berlalu. Bagi mereka,

You’re My Trouble

Oleh:
Astaga… Astaga… Astaga. Dia mendatangiku. Dia berjalan ringan ke arahku. Ah, senyumnya! Nino benar-benar membuatku gila. Jantungku serasa ingin meledak. Badanku panas-dingin tak menentu. “Cit, lo mau nggak jadi

Cinta Dalam Hening

Oleh:
Hai… Ketemu lagi sama gue yang super duper unyu-unyu… Haha… #ditimpok batako… Eh.. Balon. Buat para remaja remaji… Pasti tau, pernah, pasti faham kan gimana rasanya jatuh cinta? Nah..

Dira

Oleh:
Andira Permata Sari, teman Mira yang kurang mampu, akan tetapi, Andira anak yang baik dan pintar. Suatu hari “Semuanya turun ke lapangan, untuk latihan upacara.” ujar Kak Novi, ketua

Untuk Kakak

Oleh:
Aku dan rana adalah sepasang saudara kembar yang lahir 16 tahun yang lalu. Orangtuaku memberikan nama yang mirip kepada kami berdua yaitu Rana dan Rena. Meskipun kembar tetapi wajahku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *