Kawan Lima Sejalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 June 2019

Mungkin di dunia ini banyak arti nama dari pertemanan/persahabatan, tetapi kita tidak tahu betapa persahabatan sangat erat dengan rasa toleransi yang tinggi dan kemauan menghargai pendapat orang lain.

Kawan Lima Sejalan. Ada suatu lima orang sahabat yang bernama Nisa, Nina, Banu, Pandu dan Risma. Mereka bersahabat baik sejak mereka duduk di bangku (SMP).

Pada pagi hari mereka saling bangun kesiangan. Seperti Banu dan Pandu yang sering dimarahi oleh orangtuanya, karena selalu bangun kesiangan. Tetapi salah satu dari mereka yang selalu rajin bangun pagi yaitu Nisa.

Mereka berlima selalu berangkat ke sekolah bersama-sama dengan berjalan kaki, karena sekolah mereka dekat dari rumah mereka. Tetapi sebelum mereka berlima berangkat ke sekolah, salah satu dari mereka yaitu Nisa harus menunggu empat sahabatnya yang sedang bersiap-siap.
Setelah mereka sudah siap semua, akhirnya mereka bergegas pergi ke sekolah.

Disaat mereka hampir mendekati pintu gerbang sekolah, disaat itulah bell sekolah telah berbunyi, bell tersebut menandakan bahwa mereka harus cepat-cepat masuk, tetapi sayangnya pak satpam pun menutup gerbang sekolah itu lebih dulu, karena menurut pak satpam ketika bell telah berbunyi anak-anak telah masuk ke kelasnya masing-masing.

Ketika mereka telah menunggu kurang lebih 5 menit di luar pintu gerbang sekolah, ada salah satu guru yang melihat mereka berlima dan akhirnya guru tersebut menghampiri mereka, guru itu pun bertanya. “mengapa kalian di luar?”. Mereka berlima pun menjawab apa kata guru tersebut. “maaf, pak kami berlima terlambat, karena kami bangun kesiangan tadi pagi”. mengatakan hal yang jujur.
Guru itu pun memberikan hukuman kepada mereka berlima. Hukumannya mereka harus hormat kepada bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Setelah 30 menit mereka dihukum dan akhirnya mereka pun diejek oleh teman-temannya yang ada di kelas. Karena keterlambatan mereka mereka untuk sampai ke sekolah tepat waktu. Tetapi mereka berlima tetap sabar menghadapi ejekan teman-teman yang lain di kelas mereka.
Karena mereka yakin setiap orang lain merendahkan kita, derajat kita lebih tinggi dibandingkan orang yang merendahkan kita.

Disaat di kelas ada seorang guru memberikan tugas, tugasnya setiap kelompok harus merancang sebuah benda. Mereka pun langsung mendiskusikan tugas tersebut, disaat mereka sedang mendiskusikan, bell pulang pun berbunyi.

Setelah pulang sekolah mereka pun mengerjakan tugas yang diberikan, tugasnya merancang sebuah Kipas tanpa listrik, setelah itu mereka pun mempersiapkan bahan-bahannya. Dengan sekuat tenaga dan penuh usaha mereka pun berhasil menciptakan Kipas tersebut. Terlalu senang mereka sampai menangis bahagia dan merangkul satu sama lain.

Pada keesokkan harinya mereka pun membawa hasil karyanya dan dengan bangga menyerahkan kepada gurunya. Teman-teman yang sering mengejek mereka pun terdiam melihat mereka berhasil.

Mereka berlima pun menyadari bahwa kegagalan tidak begitu pahit, jika kita tidak putus asa dengan masa yang akan datang.

Cerpen Karangan: Riana Salsabila
Blog / Facebook: Riana Salsabila
Nama: Riana Salsabila
Kelas: 8
Sekolah: SMPN 1 Curug Tangerang
Umur: 13 Th
Ttl: Tangerang, 26-08-2004

Cerpen Kawan Lima Sejalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keep Black Skin

Oleh:
Siang semakin terang, matahari pun semakin bersemangat memamerkan cahayanya. Semua manusia yang berada di daerah tropis pun akan bertingkah sebagai cacing kepanasan. Terkhususnya anak sekolah. Cuaca panas, perut yang

Asa Di Balik Koran Shania

Oleh:
Di sebuah kota yang sangat padat penduduknya, tinggalah seorang gadis yang duduk di bangku SMP terfavorit di kotanya. Dia tahu kewajiban setiap umat Islam bagi perempuan, sehingga ketika di

Canda Tawa Kita

Oleh:
Teng… teng… teng lonceng sekolah berbunyi menandakan berakhirnya pembelajaran. Sekejap suara teriakan meledak tak karuan mengisi ruang kelasku. Semua bahagia tak tanggung- tanggung. “Horeee,” kata itulah yang terucap tanpa

Rebutan Buku

Oleh:
Hari senin minggu lalu cukup membuat Yunna bahagia, karena ia mendapatkan sebuah hadiah berupa tulisan sederhana atau sebuah karya yang terlahir dari seorang laki-laki kreatif yang baru-baru ini ia

Weak In A Head You

Oleh:
“Ka! Bangun!,” bisik Leo membangunkan Arka yang tengah tertidur di bangku kelasnya. Arka tidak menjawab, melainkan langsung berdiri dan berjalan. “Tch! Dasar!,” gumam Leo saat ia lupa bahwa itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *