Kertas Putih di Ulang Tahunku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 February 2018

Puluhan kado tergeletak berantakan di atas kasur kamar tidurku. Bersatu padu dengan semua yang sebelumnya juga berantakan, baju kotor, buku tugas, bantal dan lainnya. Hari ini ulang tahunku dimana semua orang yang tetlibat dalam hidupku ikut memberiku kado hadiah. Orang-orang yang tak kukenali juga bertebaran memberiku selamat di facebook. Amplop-amplop kartu ucapan juga menumpuk di meja kamarku. Sementara harapan dan do’a-do’a pasaran juga masih mengalir deras di kronologiku.

Terlepas dari telur busuk dan tepung putih yang melapisi kepalaku tadi siang serta uang yang berkurang karena mentraktir teman. Ada hal yang sekiranya kalau dihitung-hitung ini sebuah keuntungan tapi juga sebuah utang. Adalah puluhan kado yang menumpuk di kamar.

Tanganku dengan penasaran merobek-robek bungkus kado yang tersusun rapi. Sedikit eman sebenarnya, mereka membuat bingkisan sedemikian rupa hanya untuk aku hancurkan. Satu persatu isi kado mulai kuketahui.
Sepatu, Jam tangan, Handphone, Lukisan, Bedak dan banyak lagi

Dari sekian banyak kado yang kuterima. Satu kado terakhir menarik perhatianku. Bentuknya balok ukuran 10×20 centi. Dibungkusnya dengan sederhana menggunakan kertas kado bermotif batik jlamprang warna coklat. Saya rasa ini kado paling istimewa. Karena biasanya yang luarnya sederhana menyimpan rahasia di dalamnya. Saya yakin kado ini istimewa dan mengejutkan.

Dengan mata terpejam aku membuka kado ini. Memulainya dengan menyeset kertas kado bagian tengah lewat jempol kananku yang panjang lalu menyobeknya pelan tak beraturan. Ketika tanganku meraba-raba, isinya sebuah gulungan. Kubuka mata, benar saja gulungan itu merupakan kertas putih yang diikat pita merah menggunakan simpul hidup. Jariku kemudian menarik ujung simpul sehingga terlepas. Kubuka lembaran kertas itu dengan penasaran. Ada keheranan tersendiri di sini. Kertas ini kosong tak ada apa-apanya. Hanya kertas kosong. Aku langsung mencari tau siapa pengirim hadiah konyol ini. Tanganku segera mengambil wadah kado ini. Kucoba cari-cari adakah nama si pengirim. Kubalik-balik kardus bekas wadah kertas kosong tadi. Dan benar, ada tulisan di pojok kiri bawah bertuliskan Septian.

Siapa septian, ketika kuingat-ingat kembali. Septian adalah teman kelas sebelahku. Bocahnya sederhana namun penuh kekonyolan dalam kesehariannya. Kemarin saja ia mengirimi surat cinta kepada seluruh wanita di kelasnya hanya untuk mengetahui reaksi wanita ketika dihadapkan dengan cinta. Jelas ini sangat konyol. Sementara aku hari ini dihadiahi kertas kosong. Apa maksud ia melakukan kekonyolan ini lagi.

Esok harinya aku berusaha menggali maksud kertas putih ini. Berpapasan di jalan ketika hendak menuju kelas. Aku langsung mencegat dan mencobanya untuk mau sedikit mengobrol denganku.

“Septian, terimakasih atas kadonya. Tapi jelaskan apa maksudmu menghadiahiku kertas putih” tanyaku penasaran sambil menunggu jawaban yang keluar dari mulutnya.
“Ya itu terserah kamu, itu kan sudah jadi milikmu” jawabnya santai namun masih menyimpan misteri.
“Jelaskan apa sebenarnya maksudmu. Bukankah kau sering melakukan hal aneh agar semua orang memperhatikanmu” tanyaku kembali dengan penuh pancingan.
Dia malah tersenyum dan pergi begitu saja meninggalkanku. Menyisakan penasaran yang mendalam tentang maksud kertas putih di ulang tahunku.

Saya rasa percuma saja kalau aku terus-terusan menanyainya maksud kertas putih ini. Bisa-bisa malah menambah besar rasa penasaranku. Sampai aku berfikir, bahwa rahasia-rahasia seseorang itu terletak pada sahabatnya. Dan Febri, adalah orang yang tepat dan tau maksud kertas putih ini. Dia adalah sahabatnya Septian. Dia pasti tau akan hal ini.

Dengan segera kulangkahkan kaki menuju kelas sebelas C dimana Febri memang penduduk asli kelas itu. Ketika kutemui, dia masih menyendiri di bangku kedua paling kanan dengan buku pelajarannya. Dan ini adalah sebuah kebetulan. Aku langsung menghampirinya dan langsung bertanya to the point.

“Feb, kau kan sahabatnya Septian dan pastinya kau tau juga maksud kertas putih hadiah ulangtahunku dari septian. Tolong jelaskan Feb” tanyaku penuh serius dan penasaran.

“Mana saya tahu. Yang kutahu bahwa Septian kemarin bilang kalau wanita yang selama ini dicintainya akan ulang tahun. Dan dia akan menghadiahi sesuatu yang akan membuat namanya terus ada di hati si wanita”

Setelah kurasa sudah mengantongi jawaban maksud itu. Aku bergegas menuju kelasku lagi, namun ada sesuatu yang berbeda. Perasaanku main di sini. Aku mulai merumuskan sendiri apa maksud kertas putih dari Septian. Ternyata dia memberiku sesuatu yang aneh agar aku penasaran dan agar aku terus-menerus membayangkan namanya, semata-mata karena ia mencintaiku. Cerdas juga dia dan sukses juga dia masuk pikiranku akhir-akhir ini setelah kado hadiahnya yang konyol membuatku begitu penasaran. Apakah benar dia mencintaiku dan apakah ini kado istimewa dihari ulangtahunku.

Cerpen Karangan: Syariful Anam
Facebook: Syariful Anam
Sebentar lagi menamatkan pendidikan di MA NU Karangdadap, Pekalongan. Memaksakan diri untuk menulis apa aja, sebisanya dan seadanya.

Cerpen Kertas Putih di Ulang Tahunku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masih Amatir

Oleh:
Siang itu aku berjalan dengan santai menuju ruang guru untuk melaksanakan tugas yang telah diamanahkan kepadaku, tak terbebani sama sekali aku ini namun mata-mata yang curiga dan sok tau

Menjauh Dari Cintamu

Oleh:
Langit kini cerah, mentari melihatkan sinarnya yang indah, saatnya untuk pergi sekolah. Hari ini bagiku selalu sama setiap harinya, tak ada yang begitu indah bagiku, ya beginilah aku apa

Hanya Sebuah Tulisan Kacau

Oleh:
Mungkin sudah satu bulan lebih kau tak mengabariku dan memberi tanda-tanda kehidupan darimu, memang saat itu kita terpisahkan oleh jarak yang tidak lebih dari 30 km. Apa kau tau?

Cinta Tak Bersatu

Oleh:
Disaat kecil, aku sama seperti layaknya anak kecil lainnya. Aku seorang yang periang, seorang yang selalu tertawa, belum mempunyai beban hidup dan aku menjalani keseharianku dengan bahagia. Pada saat

Fly High (Part 2)

Oleh:
Saat bel berbunyi, seluruh siswa berlari memasuki kelas mereka masing. “Anjir.. gua belum belajar. Ulangan biologi kan sekarang? Ya ampun.” Hensa berdiri sambil meremas botol minuman yang tadi dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *