Kesialan Adam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 March 2019

Seperti pagi-pagi sebelumnya. Siswa yang sudah dicap nakal ini kembali terlambat masuk sekolah. Siswa itu tak lain adalah Adam. Dia adalah salah satu siswa SMA Tanjung Bakti 01, yang sekarang sudah menduduki kelas 11 IPS 3.

Pintu gerbang sudah ditutup dan Adam baru sampai. Adam melihat seorang Satpam yang sedang berjalan menuju ruang guru. Satpam itu juga membawa benda yang sedang Adam cari. Benda itu adalah kunci pintu gerbang sekolah.

“Pak Satpam!” Panggil Adam dari luar pintu gerbang.

Satpam yang Adam panggil pun menoleh. Ia berjalan menjauhi ruang guru dan mendekati Adam.

“Lho?! Zaman gini masih ada anak yang telat?” Ledek Satpam itu.
“Iya masih lah. Pak! Buruan bukain pintu gerbang! Hari ini ada ulangan tau.” Ucap Adam sambil mendorong-dorong pintu gerbang.
“Enak aja! Ini kan sudah jam tujuh lebih, lain kali kalo ada ulangan berangkat gasik dong.”
Satpam itu tak mau membukakan pintu gerbang untuk Adam. Dia malah kembali berjalan menuju ruang guru. Tanpa pikir panjang, Adam memarkirkan motornya di halaman rumah orang. Ia nekad, memanjat pagar pembatas sekolah.

Setelah memasuki kawasan dalam sekolah. Adam segera berlari menuju ruang kelas. Untung saja belum ada satu pun guru yang masuk ke kelas Adam. Secara, kelas Adam cukup jauh dari ruang guru. Dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berjalan menuju ruang kelas.

“Kok telat Dam?” Tanya Rio, salah satu teman Adam.
“Biasa, tadi malam nonton bola dulu.” Jawab Adam singkat.

Tak berapa lama kemudian, Bu Ratna pun masuk ke kelas Adam. Hari ini adalah jadwalnya ulangan sejarah. Bu Ratna segera membagikan kertas ulangan pada masing-masing anak.
Setiap anak dapat satu lembar kertas jawaban dan satu lembar kertas soal. “Dicek baik baik!” Ucap Bu Ratna sambil membagikan kertas satu per satu.

Ditengah ulangan, Adam ketahuan mencontek oleh Bu Ratna. Lembar jawab milik Adam pun dirobek tanpa sisa oleh Bu Ratna. Lalu, Adam diusir keluar kelas untuk membersihkan kamar mandi laki-laki.
Adam mematuhi perintah Bu Ratna. Namun ia tidak pergi ke kamar mandi laki-laki untuk dibersihkan. Ia pergi menuju kantin untuk makan pagi.

Bel istirahat berbunyi. Adam kembali ke kelas, karena sudah puas makan tadi. Ia melihat kelasnya sangat sepi dan sunyi. Ia menghampiri tempat duduknya lalu duduk berdiam diri disitu.

Sesaat kemudian, terdengar bunyi pengumuman dari sentral. Pengumuman tersebut berisi, “Bagi siswa/siswi yang memarkirkan sepeda motor sembarangan, yaitu di depan halaman rumah orang lain, harap segera menuju ke depan pos satpam.”

“Itu pasti motorku! Haduh! Ketahuan deh, kalau menyelinap masuk.” Ucap Adam sambil berlari.

Setelah mendengar pengumuman itu, Adam segera menuju pos satpam. Satpam yang Adam temui tadi pagi mengira bahwa Adam adalah anak yang terlambat.

“Kamu anak yang tadi pagi terlambat kan? Kok bisa masuk sih? Masuk dari mana?” Tanya Pak Satpam heran.
“Ehm.. mm…” bungkam Adam.

“Itu motormu?” Tunjuk Pak Imran, guru olahraga Adam.
“I..iya Pak.” Jawab Adam singkat.
“Kenapa parkir di halaman rumah orang!? Apa parkiran sekolah kurang luas!?” Bentak Pak Imran.
“Maaf Pak, tadi saya terlambat.”
“Udah! Sekarang kamu masukin motormu! Terus kamu lari keliling lapangan 10 kali. Dan sebelum pulang sekolah, kamu bersihin semua kamar mandi yang ada di sekolah ini. Mengerti!?” Jelas Pak Imran.
“Mengerti Pak.”

Kali ini Adam tak mau mencari masalah dengan Pak Imran. Ia melakukan apa yang Pak Imran suruh. Ia mengelilingi lapangan sambil membawa tulisan yang tergantung di lehernya.

‘AKU ADALAH ANAK NAKAL. JANGAN CONTOH AKU TEMAN-TEMAN.’

Seperti itulah kira-kira tulisannya. Sebelum pulang sekolah pun, Adam membantu petugas kebersihan membersihkan kamar mandi.

“Hari ini hari paling sial yang pernah aku alami.” Keluh Adam sambil mengepel lantai kamar mandi.

Namun, ada hikmah dari setiap peristiwa. Sejak kejadian itu, teman-teman Adam merasa bahwa Adam sudah sedikit berbeda. Kali ini ia nampak sedikit rajin dan tidak lagi terlambat masuk sekolah. Guru-guru sekolah pun beranggapan bahwa sekarang Adam mulai berubah menjadi lebih baik.

Cerpen Karangan: Annisa Kusuma Noviyanti
Blog / Facebook: Annisa Kusuma Noviyanti
Hai Teman, namaku Annisa Kusuma Noviyanti. Maaf ceritaku rada engga jelas, masih amatiran, hehe 🙂

Cerpen Kesialan Adam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Phira

Oleh:
Phira gak suka sama yang namanya keributan, dia benci sama orang yang suka main kasar, dan benci sama orang yang main otot daripada otak. Tapi hari ini, tanpa sengaja,

180 Derajat

Oleh:
Pagi yang cerah mengiringi hari ini, sinar mentari dengan hangat dan penuh kelembutan meresap dalam tubuhku. Pagi itu. Ku berdiri di depan cermin. Mengambil sisir untuk menyisir rambutku, biar

Senyum

Oleh:
Pagi itu cuaca cukup dingin di daerah kota Bandug timur, matahari masih terlihat samar-samar, burung-burung masih banyak yang berkicau, terlihat di depan rumah Fadil orang-orang sudah banyak yang bergegas

Laras

Oleh:
Angin berhembus malu-malu membawa aroma laut yang berada di ujung barat sana. Matahari mulai tenggelam karena memang hari sudah hampir senja. Laras menendang-nendang tembok pembatas atap sekolah. Sudah hampir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *