Khayalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 April 2016

Aku terlahir menjadi orang miskin di kampungku, jangankan punya rumah bagus, makan untuk setiap hari aja susah. Namaku Dino sekarang aku sudah di kelas X-3 S,AN 16 di kabupaten sriwali, dan aku mempunyai 4 sahabat terbaikku. Yang pertama Toni dia adalah orang paling ganteng di sekolahku, yang kedua adalah Sobri dia adalah siswa paling pintar di sekolah ini, yang ketiga adalah Putri dia adalah cewek yang paling cantik. Sudah lama aku suka sama dia tapi aku malu untuk mengungkapkannya. Dan yang terakhir adalah Moriel dia adalah sahabatku yang paling kami, sedangkan diriku penuh dengan kekurangan, tapi aku bersyukur mempunyai 4 sahabat terbaikku ini.

Kisahku ini berawal dari Moriel mengajak kami berkunjung ke rumah neneknya di kota Jambi. Keesokkan harinya kami bersiap-siap untuk berangkat ke kota Jambi menggunakan mobil Moriel. Ayah dan ibu Moriel sudah lama sampai di kota Jambi, sedangkan Moriel akan berangkat pagi ini bersama kami berempat. Di tengah perjalanan kami dikejutkan dengan cuaca yang sangat gelap dan mendung. Rupanya hari mau hujan, dan Sobri pun mengajak kami untuk berhenti sejenak karena takut kehujanan di jalan, kami pun berhenti di tempat warung makan. Ternyata benar saja, tidak lama kami makan di sana hujan turun sangat deras, tapi tidak lama hujan berhenti, kami pun melanjutkan perjalanan. Saat lagi dalam perjalanan kami dikejutkan dengan 2 orang pemuda yang sangat besar dan membawa senjata tajam berada di tengah jalan.

Rupanya mungkin saja itu begal, aku pun ketakutan, Putri mengingatkan kami untuk berdoa agar bisa selamat dari 2 orang pemuda tersebut. Tapi sayang seribu sayang kami telah dihadang oleh 2 orang pemuda tersebut, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami turun dari mobil tersebut, dalam keadaan kesal, marah, dan emosi, semua harta kami diambil oleh begal yang sangat kejam tersebut. Moriel pun menangis atas kejadian itu, dalam pikiranku pasti ayah Moriel akan marah besar karena mobil yang kami pakai tadi adalah mobil kesayangan ayah Moriel. Kami berlima pun hanya duduk di tepi jalan berharap ada bantuan datang. Tak lama kami menunggu ternyata ada salah satu mobil kery (bak belakang) lewat, dan kami menyetopnya.

Alhamdullilah mobil tersebut berhenti. Dan kami minta antar ke kota Jambi. Hari sudah malam dan ternyata aku dan keempat sahabatku ini ketiduran, tapi kami masih berada di dalam mobil tersebut. Aku membangunkan semua sahabatku, dan keempat sahabatku tidak ada yang tahu jalan ini, dan tidak ada yang tahu tempat di mana kami sekarang, dan akhirnya mobil itu berhenti di salah satu gedung yang sangat besar. Kami diajak ke sana oleh pak supir kery tadi, kami hanya mengikuti saja tanpa rasa curiga, kami heran banyak sekali anak-anak di sini. Tapi kami tetap berpikiran positif, akhirnya sampai juga kami di lantai paling atas, dan baru aku sadari ternyata ini tempat penjualan manusia online. Aku pun menyuruh sahabatku untuk pergi dari sini, tapi kami sudah terkepung kami tak bisa berbuat apa-apa.

Hari ini adalah hari kesialan bagiku, aku tak bisa berbuat apa-apa, dan kami pun tidur di gedung tersebut bersama anak-anak lainnya yang tak kami kenal. Pada pagi harinya aku terbangun tapi aku heran karena di sini ayah dan ibuku ada di sini, dan semua sahabat-sahabatku juga ada. Aku sekarang berada di rumah sakit, aku sangat heran kenapa aku bisa berada di sini. Ternyata aku hanya bermimpi, dan kata ayahku, aku sudah 3 hari koma di rumah sakit karena ketabrak mobil ayah Moriel yang tidak sengaja menabrakku. Ayah Moriel sangat bertanggung jawab karena sudah mau membayar semua biaya rumah sakit. Sekarang aku bisa pulang ke rumah karena kondisiku sudah membaik. 2 hari kemudian Moriel mengajak kami pergi ke rumah neneknya di kota jambi, dan aku pun bertanya-tanya dalam hati, apakah mimpiku akan menjadi kenyataan.

Cerpen Karangan: Rahmat Sabirin
Facebook: Rahmat Sabirin

Cerpen Khayalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Och!

Oleh:
“Din, gue mau ngomong sesuatu sama lo! Tapi lo jangan marah ya, pliss” Ucap Sarah. “apa sih Sar? Kayanya serius banget nih. Hahah selow aje” jawab Dina. “gue cemburu

Dear Friend

Oleh:
“Teman… bolehkah kau ku panggil Sahabat? Meski sikapku padamu dulu tak bersahabat!” Aku menuliskan kata itu di sebuah mading sekolah sebagai tanda isi hati sekaligus penyesalanku pada sosok teman

Waktu Di Balik Senja (Part 4)

Oleh:
– Nathan Aditya POV Hari ini aku sungguh tidak bersemangat untuk sekolah. Apalagi ditambah dengan janjiku sama Salman agar tak mendekati Secret Admirerku, Rayya Arthamevia. Entah apa yang membuat

My First Love Itu Sahabatku

Oleh:
“Yasmin tunggu!” kata seseorang kepadaku sambil menarik tanganku. “Apa?” jawabku singkat. “Minta datanya dong, kurang nih” pintanya kepadaku. “Oyaudah tukeran aja aku juga kurang” jawabku sambil menyodorkan buku. “Minta

Dasar Payah Dasar Lemah

Oleh:
Aku adalah seorang remaja laki-laki yang baru lulus sma. Setelah lulus aku memilih bekerja daripada melanjut ke perguruan tinggi, bukannya aku tidak ingin, tapi kondisi keluargaku yang membuatku memutuskan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *