Ku Salah Menilaimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 April 2016

Bel tanda masuk telah berbunyi. Aku dan Aisyah bergegas menuju ke kelas. Hari ini jam pertama adalah pelajaran bahasa indonesia, Pak Budi yang mengajarnya.
“Huh, tumben ya Pak Budi telat masuk ke kelas kita?” kata Dina.
“Entahlah, aku juga tidak tahu,” jawabku.
Sudah sepuluh menit kami menunggu, tapi Pak Budi masih belum datang ke kelas.
“Huft, ini menyebalkan!” kata Aisyah.
“Kita ke kantin ajah yuk, aku bosan di kelas dan perutku lapar,” kata Dina.
Aku dan Aisyah menganggukkan kepala tanda setuju.

Kami bertiga ke luar dari kelas menuju ke kantin yang jaraknya tidak jauh dari kelas kami. Kami bertiga langsung membeli makanan dan makan di sana dengan sedikit tergesa-gesa karena takut Pak Budi sudah ada di kelas. Tapi ternyata saat kami kembali ke kelas, Pak Budi masih belum ada. Ternyata yang membuat Pak Budi telat adalah Rizky si anak baru. Rizky ternyata membuat onar dengan kelas sebelah. Jadi Pak Budi selaku wali kelas kami harus repot mengurusi urusan itu. Entah apa yang dilakukan Pak Budi pada Rizky waktu itu, Rizky kini berubah menjadi anak yang baik. Dia juga sering belajar bersamaku. Aku senang bisa dekat dengannya, dia membuatku nyaman, aku pun selalu menikmati kebersamaan kami saat sedang belajar bersama. Hari itu, di saat jam istirahat aku sengaja berpura-pura pergi ke perpustakaan hanya untuk melihat Rizky di sana.

“Kalian bodoh banget sih! Tugas mudah banget seperti itu saja tidak bisa!” kata Rizky dengan sombongnya.
Aku tidak menyangka Rizky seperti itu.
“Memangnya kau sudah mengerjakan tugas ini Riz?” tanya temannya.
“Haha tentu saja. Aku kan punya andalan si Fely. Dia sepertinya menyukaiku, dan dia cewek yang lumayan pintar, jadi aku manfaatkan saja!” jawab Rizky.

Bagaikan disambar petir telingaku saat mendengarnya. Aku tak menyangka, aku benar-benar marah pada Rizky yang dekat denganku ternyata hanya untuk memanfaatkanku. Aku masuk ke perpustakaan lalu ku berikan satu tamparan di pipi Rizky. “Dasar cowok kurang ajar lo! Gue benci sama lo! Gue benci!” kataku dengan berteriak. Aku berlari menuju kelasku dan tertunduk lemas di bangkuku. Air mataku tak dapat lagi aku tahan. Di saat aku sedang menangis, Aisyah datang menenangkanku dan memberiku banyak nasihat. Aku berterima kasih padanya, karena dialah satu-satunya temanku yang paling peduli padaku.

Cerpen Karangan: Sri ayu SaMs
Facebook: Seanicha athazuya SaMs

Cerpen Ku Salah Menilaimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jerrot Makin Melorot (Part 2)

Oleh:
WANITA JAHAT Matahari yang menyorot begitu panas suasana saat aku baru saja sampai di rumah sehabis pulang sekolah di hari sabtu. Kejadian 2 hari yang lalu yaitu saat aku

The Culprit

Oleh:
Dunia ini tidak bisa berhenti menangis. Mengapa tangisan itu tak kunjung reda hingga akhirnya kami terpaksa menunggu di sekolah? Ada apa dunia. Mengapa kau menangis tersedu-sedu tanpa henti hingga

Unpredictable

Oleh:
Apa kabar dunia? semoga secerah seperti biasanya. Hari ini hari pertama MOPDB di SMAku. Salah satu sekolah ternama di karanggede. Kenalin Feylin Anastasha. Temen-temen bisa manggil aku fey. Aku

Indahnya Cinta

Oleh:
Pagi yang cerah, dengan bersemangat Dera berangkat sekolah. Tak lupa dia berpamitan dengan orangtuanya. “Ma, pa.. Dera berangkat dulu ya” ucapnya sambil mencium tangan kedua orangtuanya. “Hati-hati ya” ucap

Kena Sangka

Oleh:
Jalan raya tampak lengang hari ini, ibu sudah merapikan dagangannya untuk kembali berjualan. Aku selalu membantunya selepas kuliah karena kulihat beliau selalu cepat lelah dan berkeluh kesah. “Ibumu ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *