Kumbang Di Taman Bunga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 November 2017

Masa libur panjang hampir usai, pendaftaran untuk memasuki dunia perkuliahan pun telah dibuka. Semua Universitas maupun Sekolah Tinggi seluruh dunia mengeluarkan amunisi untuk bersaing menarik calon mahasiswa/i memasuki kampusnya. Hingga salah satu sekolah tinggi yang ada di Sulawesi terdengar oleh salah satu siswa SMK N 2 Tanjung Selor.

Seleksi pun dimulai dengan cukup cepat dan ketat, semua calon mahasiswa/i berkumpul untuk menunggu keputusan dari pihak kampus. Semua saling berkenalan satu sama lain, Sarwana duduk melamun sendiri jauh dari keramaian calon mahasiswa/i lainnya. Salah satu panitia pun keluar dari ruang rapat dengan membawa selembar kertas pengumuman. 178 Nama-nama yang lulus seleksi, semua pulang dengan rasa senang untuk menyiapkan keperluan memasuki dunia kampus akan tetapi Sarwana masih tetap di tempatnya hingga Sari salah satu panitia menghampirinya.

“Kenapa hanya melamun di sini?”, “Tidak ada apa-apa, Kak” menatap paras cantik seniornya yang duduk tepat di hadapannya, “Sudah lihat pengumuman?”, “Belum”, “Kenapa?”, “Tidak ada apa-apa kok Kak, cuma takut kecewa saja akan hasilnya!”, “Kenapa, emangnya tadi soalnya tidak bisa diisi?”, “Bisa Kak”, “Kalau begitu saya temani untuk melihat hasilnya” berdiri dan menarik tangannya menuju papan informasi.

Sesampainya mereka di papan informasi Sarwana heran ternyata semua lolos seleksi. Sari bertanya sambil fokus melihat daftar nama tersebut “Oh ya, nama kamu Siapa?”, “Nomor 76 Saya, Kak!”, “Oh, Sarwana” memalingkan wajah ke arahnya calon maba itu, “Iya Kak, Kenapa terlihat kaget begitu?”, “Tidak, ternyata kamu yang dari sekolah luar”, “Kenapa, memang di kampus ini ada peraturan tidak menerima dari luar?” menatapnya dengan wajah kebingungan, “Tidak, Cuma teman-teman panitia penasaran sama kamu”, “Penasaran kenapa, Kak?”, “Tidak, cuma mau lihat orangnya saja”, “Hmm, saya kira ada apa”. Sari dan Sarwana pun mengobrol banyak hal mengenai kampus, karena terlalu asik mereka tidak sadar hari sudah menjelang malam mereka pun mengakhiri pembicaraan dan pulang ke rumah masing-masing.

Satu minggu berlalu, masa Orientasi Akademik (ORMIK) pun dimulai semua mahasiswa/i berkumpul di ruangan aula kampus yang telah disiapkan oleh panitia. Sarwana mulai mencari teman dengan mengajak kenalan orang yang ada di sampingnya, “Hay, sudah lama dimulai acaranya ini?” sambil menduduki kursi yang kosong, “Belum terlalu lama, Kenapa kamu telat?”, “Aku sempat nyasar tadi”, “Kenapa bisa, Kamu orang baru di sini?”, “Iya”, “Kamu tinggal di mana?”, “Di Dadakitan, Kalau kamu?”, “Di Tambun, Oh ya Nama kamu siapa?” sambil mengulurkan tangan tanda perkenalan, “Namaku Sarwana, kamu?” membalas uluran tangannya, “Namaku Fajar”, “Senang berkenalan denganmu, semoga kita bisa berteman bukan hanya di acara ini saja”, “Iya, kamu ke sini naik apa?”, “Naik motor”, “Sama siapa?”, “Sendiri, memangnya ada apa?”, “Tidak ada apa-apa, bagaimana kalau nanti sore kita jalan-jalan, agar kamu tidak akan nyasar lagi”, “Oke, boleh juga itu. Tapi saya harus ke ruang panitia sebentar”, “Iya tidak apa-apa, memang kamu ada urusan apa?”, “Tidak, cuma mau nepatin janji saja sama Sari” spontan Fajar kaget mendengarkan pernyataan Sarwana “Apa, Kamu sudah kenal dengan Kak Sari?”, “Iya, kemaren waktu pengumuman dia yang temani saya melihat pengumuman dan dia bilang teman-teman panitianya mau bertemu dengan saya”, “Emangnya ada apa, kenapa senior-senior yang lain mau ketemu dengan mu?”, “Aku juga tidak tahu”.

Acara pembukaan ORMIK pun telah selesai Sarwana bergegas menuju ruangan paniti mencari Sari. Sesampainya iya di depan pintu tanpa sengaja menabrak teman akrab Sari. “Kamu ini tidak punya mata ya!”, “Maaf kak saya tidak sengaja!” sambil membantu memungut barang bawaan seniornya yang berserakan, “Kamu mau ke mana?”, “Saya mau ke ruang panitia, Kak”, “Ada keperluan apa?”, “Tidak Kak, cuma mau ketemu dengan Kak Sari”, “Ada apa ini, Nirma?” Sari pun keluar untuk melihat apa yang terjadi, “Ini loh, ada MABA yang jalan tidak menggunakan matanya, bilang mau ketemu sama kamu”, “Sarwana, Ada apa?” Sari pun heran melihatnya, “Tidak apa-apa kak” sambil menundukan kepalanya, “Kamu kenal dia, Sari?”, “Iya, Ini loh orang yang kalian heran kan kemarin-kemarin kenapa bisa nyasar kemari!”, “Hm, Ya sudah aku ke Aula dulu” Nirma pun pergi meninggalkan mereka.

Masa ORMIK berlalu begitu saja, tiga hari MABA dikerjain habis-habisan oleh panitia, pembagian ruangan pun telah ditempelkan di papan informasi “Kamu di kelas apa Sarwana?”, “Di kelas A, Kalau kamu di mana Fajar?”, “Aku tidak tahu juga, karena saya cek nama di semua kelas tidak ada namaku!”, “Kenapa bisa?”, “Aku tidak tahu” dengan muka bingungnya, “Kalau begitu kita tanyakan sama staf BAAK”, “Iya!” mereka berjalan menuju rungan BAAK,

“Assalamualaikum, Pak!”, “Wa’alaikumsalam, ada yang bisa saya bantu?”, “Begini Pak, maksud kedatangan kami ingin menanyakan kenapa nama teman saya tidak ada di setiap kelas?”, “Namanya siapa?” spontan Fajar pun menjawab “Fajar, Pak”, “Hm, Fajaaaarrr” Staf itu pun mengecek namanya di arsip berkasnya, melihat eksperesi Staf itu yang tidak menemukan nama Fajar, spontan Sarwana langsung bersuara “Ada Pak, kalau tidak ada masukkan di kelas A saja dengan saya” Staf itu pun langsung setuju “Oke. Kamu di kelas A saja Fajar” sambil memeluk namanya di arsipnya tersebut dan kuliah perdana pun dimulai Sarwana Dan Fajar satu ruangan hingga suatu hari, sehelai kertas menempel di papan informasi semua mahasiswa/i yang ada binggung dan bertanya-tanya “Ada informasi apa lagi ini?” semuanya menghampiri untuk mencari tahu informasi apa yang di tempel begitu pula dengan Sarwana dan Fajar yang kebetulan beru saja keluar dari ruangan, mereka pun pergi melihatnya, ternyata informasi yang mengharuskan mereka berpisah ruangan karena Fajar dan beberapa nama lainnya dipindahkan kelas.

Sarwana mengikuti perkuliahan merasa tidak seru lagi karena teman akrabnya tidak lagi satu kelas dengan dia, hingga sore mata kuliah matematika kelasnya diberikan kuis “Baiklah hari ini Bapak akan berikan soal barang siapa yang bisa jawab, saya akan beri nilai terbaik tidak perlu mengikuti ujian final mata kuliah ini”

Dosen pun menuliskan soal di papan tulis, semua mahasiswa/i mencoba untuk menyelesaikan soal yang diberikan itu, akan tetapi semua cara penyelesaian yang mereka gunakan salah, “Sarwana kamu tidak mencoba untuk menjawab soal ini?” Resa menghampiri Sarwana yang sedang duduk santai di kursi paling belakang, “Tidak” jawabnya dengan tidak semangat, “Kenapa, kan bisa dapat nilai bagus tanpa mengikuti ujian final!” Resa memberikan semangat padanya, “Iya sih, kalau dipikir-pikir bagus, tapi lagi malas mikir saya”, “Ya udah!” Resa pun meninggalkannya sendiri.

Setelah Resa pergi Sarwana pun berfikir kalau dia terus begini bisa hancur nilai kuliahnya, ia pun mulai mangambil alat tulisnya dan mulai mengerjakan soal itu ditengah penyelesaian beberapa senior memasuki ruangan itu, “Assalamualaikum” sambil mengetuk pintu dan menghampiri Dosen yang sementara mengawasi mereka mengerjakan soal, “Wa’alaikumsalam, ada keperluan apa Andhy?”, “Maaf mengganggu Pak, kami ingin menyampaikan kepada teman-teman mahasiswa/i untuk mengikuti Organisasi HmI”, “Iya silahkan” setelah mendapatkan ijin dari dosen senior pun memaparkan tentang organisasi mereka, setelah panjang lebar pemaparan itu Sarwana tidak menghiraukan dia tetap asik mengerjakan soal. Dengan selesainya pemaparan senior itu selesai pula lah apa yang ia coba selesaikan, karena usahanya akhirnya Dosen itu memberitahukan kepada semua teman-teman bahwa cara penyelesaian Sarwana yang paling benar, kerena itu setiap ada tugas Matematika semua bertanya kepadanya, kerena itu Resa mulai akrab dengan Sarwana.

“Sarwana kamu tidak mau ikut kegiatan pengkaderan HmI?” Resa menunjukkan selebaran yang dibagikan oleh senior-senior, “Kapan kegiatannya?”, “Minggu depan”, “Hm, Kamu juga mau ikut?”, “Boleh, asal kan kita ikut sama-sama ajak juga Fajar”, “Oke lah nanti kita bilang sama dia” setelah mereka semua sepakat untuk memutuskan mengikuti organisasi itu mereka pun mengambil formulir peserta dan berperoses sampai sekarang mereka sudah seperti saudara menjalani kehidupan susah senang mereka lewati bersama waktu mereka pun sering dihabiskan bersama.

Cerpen Karangan: Ni 71 Scm
Blog / Facebook: nirwanscm.bloggsport.com / Nirwan Scm
Nama Asli Nirwan dan memiliki nama pena Ni 71 Scm adalah seorang mahasiswa jurusan Ekonomi Manajemen angkatan tahun 2014 di STIE YPP MUJAHIDIN TOLITOLI, Sulawesi Tengah. Ia memiliki alamat e-mail nirwan.scm.7[-at-]gmail.com, dan akun facebook Nirwan Scm. Dan salah satu kader HmI Cabang Tolitoli Komisariat STIE Mujahidin angkatan 6 ( Enam )

Cerpen Kumbang Di Taman Bunga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Aku dan Senpai

Oleh:
Minggu, 25 Agustus 2013 “iya aku berangkat, tunggu sebentar” Hari ini aku tidak mengikuti acara di sekolah karena jarak rumahku dengan sekolah sangat jauh. Tetapi aku masih mengikuti acara

Kamu yang Dulu

Oleh:
Hari ini tepat 11 bulan jika aku dan dia masih bersama. Kami memang satu sekolah, tapi kami layaknya tak pernah mengenal setelah aku meninggalkan mu. Aku masih selalu memikirkan

Harapan

Oleh:
Keringat keringat sebesar biji jagung mulai diproduksi tubuhku. Mengalir dari dahi ke pipi, dari tangan berjatuhan dan tertiup angin, mengalir di kaki yang tertutup celana panjang sekolah. Dengan sekuat

Ini Kisahku

Oleh:
Semua orang pasti punya sahabat. Begitu juga denganku. Ini kisahku dengan sahabatku. Kisahku yang penuh dengan canda tawa juga kesedihan. Semua kulalui dengan mereka. Ya mereka, sahabat-sahabatku. “Sasa! Buruan

One Special Love For Mom

Oleh:
“Fel.. gue boleh nanya sesuatu nggak sama lo?” tanya Bram di tengah langkah mereka saat mereka telah melakukan rutinitas seperti biasanya. Yaitu, latihan band bersama. “Tanya aja pake izin.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *