Lappy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 April 2016

Adren, itu yang biasa orang-orang panggil agar aku menoleh ke arahnya. Aku baru saja pulang sekolah jam setengah empat ini, Ku naiki mobil antar jemput sekolahku karena rumahku jauh dari sekolah, jika saja aku sudah SMA aku pasti sudah menaiki motor untuk pergi sekolah, Tapi sayangnya aku masih SMP. Ku rebahkan badan lesuku di sofa depan TV, ah cape sekali rasanya. Belajar matematika memang tidak mudah bagi orang-orang, kalau diperhatikan sebenarnya matematika hanya mengolah angka kosong sampai angka Sembilan, itu yang ada di pikiranku. Walaupun mahir matematika aku lemah dalam sejarah. Ku nyalakan TV yang berada di depanku, dan menampilkan kartun-kartun anak di setiap channel, seru juga ujarku dalam hati.

“Assalamualaikum,” terdengar suara orang di depan rumahku, lantas aku segera ke luar, dan itu ternyata Dhani teman sekelasku. “Ada apa Dhan?” tanyaku kepadanya.
“Ke rumahku yuk, kita main game di laptop, bawa laptopmu ke rumahku kalau kamu mau, ku tunggu ya,” rupa-rupanya dia mengajakku untuk main ke rumahnya.
“Oke, aku ke rumahmu sebentar lagi, sekarang aku masih cape,”
“Ku tunggu oke,” katanya sambil mengayuh sepedanya untuk pulang.

Aku segera mandi, dan mengambil beberapa biskuit untuk cemilan sore, dan ku ambil tas laptopku menuju rumah Dhani. Di sana rupanya sudah ada beberapa temanku, kami bermain game yang bisa dimainkan beberapa orang dengan koneksi antar laptop, kami bermain sampai maghrib tiba. Aku pulang dan belajar tentang sejarah. Paginya aku berangkat sekolah dengan membawa laptop di tasku, dengan senang hati aku berangkat sekolah, karena pelajaran tentang komputer adalah favoritku sejak kelas 1, sekarang aku sudah kelas 2.

Tapi rupanya harapanku berbalik arah, hari itu tidak ada pelajaran karena esoknya akan diadakan tes murid baru, karena itu kami hanya dikomandokan untuk membersihkan kelas dan pulang lebih awal. Karena aku tak dibutuhkan aku menitipkan tas kepada temanku karena aku lapar dan ingin pergi ke kantin untuk makan, setelah itu aku berlari menuju kantin karena takut temanku mengotak-atik laptopku karena dia bukan sendiri, dan mereka nampaknya sedang bercanda ria, tending sana-sini, karena khawatir laptopku rusak, aku berlari dengan cepat, dan membeli makanan yang ada di kantin.

Tak sampai lima menit aku sudah kembali dan mengecek laptopku. “Oy ini gak diapa-apain kan?”
“Nggak tenang aja Dren,” Lalu aku pulang dengan senang hati, saat itu hari rabu hari yang mana kartun favoritku ada di TV, ku buka TV dan mengambil makan siang. Adikku masih sekolah, jadi aku bebas mengatur TV di rumahku. Aku bosan dengan hanya menonton TV, Saat itu ku buka tasku dan ku ambil laptopku, dan ku lihat. “Ahh, Ini Kenapa? kok bisa rusak,” kataku dalam hati sambil marah setengah hati.

Ku nyalakan laptopnya dan gambar hitam muncul di pojok kiri atas laptopku. Dengan berat hati aku ceritakan kepada ibuku. Dan aku mendapat hadiah, yang berupa nasihat panjang disertakan nada marah. Ayahku tahu rupanya, karena ibu yang bilang. Ketakutanku semakin bertambah dengan tahunya ayah dengan keadaan ini. Saat ayahku pulang, ia tidak marah melainkan berkata jika aku mendapat ranking 1, maka ia akan pergi memperbaikinya. Mendengar kata-kata tersebut, lantas aku belajar dengan giat. Dan hasilnya laptopku kembali, dan kalian tahu apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya.

Cerpen Karangan: Yudha Biru Pradana
Facebook: Yudha BiruPradana Slytherine
Alo :p

Cerpen Lappy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ku Ingin Namaku di Hatimu

Oleh:
Awalnya kita dipertemukan dalam suatu keadaan yang tak memungkinkan kita bertegur sapa, hanya melihat dan mendengar sentakan kaki mu saat engkau lewat di hadapan ku. Senyumanmu membuat hatiku hilang

Si Humor

Oleh:
Namaku yovy cristina aku biasa dipanggil ovie. Aku dijuluki gadis gila. Begitulah karena aku tak takut apa-apa. Aku suka ketawa gak jelas dan suka iseng. Teman-teman ku senang kepadaku

Bocah di Sudut Pasar

Oleh:
Aku sekarang duduk di bangku kelas IX SMP tapi Ayah masih juga belum menambah uang sakuku. Kadang aku kesal, ketika melihat teman-temanku membeli aksesoris cantik yang harganya cukup mahal.

Buih

Oleh:
Dengan pikiran kacau, Buih mencoba memperhatikan penjelasan pemuda di depannya tentang logaritma. Beberapa kali ia tampak melamun ketika Hilal, pemuda itu, menjelaskan materi. Lambaian tangan di depan wajahnya berhasil

Aku, Kamu dan Dia

Oleh:
Sore yang indah dengan paparan cahaya senja yang menyinari. Saat itu di lapangan, Aldi sedang asyik latihan bermain bola bersama teman-temannya. Sambil istirahat dan sesekali meneguk air yang sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *