Lelah Keberuntungan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 August 2016

Hari liburan akan segera berakhir, kira-kira kurang dari lima hari lagi. Dan hari ini aku harus pergi ke sekolah karena harus daftar ulang untuk syarat aku naik ke kelas berikutnya, sejujurnya aku sangat malas sekali hari liburku diganggu oleh syarat sekolah tersebut, tetapi jika aku tidak ke sekolah, aku tidak akan dianggap lagi oleh sekolah ketika aku nanti masuk kembali ke kelas. Tetapi besok juga masih bisa sih, tapi karena besok hari Jum’at aku jadi tambah malas, mending hari ini saja. Mau tidak mau aku harus pergi ke sekolah.

Jam 7 pagi aku mandi, biasanya sih ketika hari libur aku mandi ketika jam sudah menunjukkan pukul 10, tetapi karena aku harus datang ke sekolah, aku harus mandi jam 7 walaupun jam 7 juga sudah siang. Aku pun diberi bekal oleh ibuku, dan langsung berangkat menuju sekolah. Di perjalanan menuju sekolah, aku sangat lelah dan rasa kantuk masih menghantui diriku, hampir saja aku tertidur di jalan tetapi tak jadi karena ada bunyi handphoneku, dan itu pesan dari temanku. Katanya ia juga mau daftar ulang saat itu juga bareng denganku. Syukurlah jika ada temanku juga yang ingin daftar ulang di waktu yang sama denganku.

Sesampainya di sekolah aku tidak langsung masuk ke sekolah, aku menunggu di warung depan sekolahku untuk menunggu temanku datang karena ia minta ditunggu olehku supaya bisa bareng masuk ke sekolahnya. Tetapi sudah 15 menit ia masih juga belum datang, dan aku pun mencoba untuk mengirimnya pesan bahwa dia masih dimana. Ketika ada balasan, ternyata ia baru saja mandi, dan penantianku itu sia-sia, aku kira sebentar lagi ia sampai. Ternyata ketika akan mandi tadi, ia ketiduran karena semalaman begadang seperti denganku. Ah begitulah kelakuan temanku yang sering menjengkelkan, tapi hal tersebut sudah biasa bagiku, karena sering sekali dia beromong kosong.

Aku pun memutuskan untuk langsung menuju ke sekolah daripada harus menunggu lebih lama lagi temanku yang tengil itu. Ketika aku masuk ke sekolah hanya ada satu siswi saja yang bareng denganku, sepertinya mereka sudah daftar ulang ketika kemarin atau mungkin belum datang atau hari esok. Aku pun langsung menuju ruang Tata Usaha untuk mendaftar ulang, tapi ketika aku baru saja akan masuk ke ruangannya tiba-tiba saja teman sekelasku memanggilku dari arah masjid sekolahku, ternyata mereka sedang diam di masjid, aku kira mereka tidak pergi ke sekolah. Aku pun menuju masjid terlebih dahulu untuk sekedar bersalaman dengan mereka karena sudah lama tidak bertemu semenjak libur sekolah. setelah itu aku langsung kembali ke ruang Tata Usaha untuk melakukan daftar ulang, aku pun diantar oleh temanku.

Ketika aku baru saja menyelesaikan administrasi dan daftar ulang, temanku yang tengil tadi baru saja datang, lama sekali dia mandinya pikirku. Dan dia pun langsung menghampiriku, aku langsung mengatainya karena dia terlalu lama untuk datang ke sekolah. Tetapi dia hanya menghiraukan perkataanku, kemudian dia langsung memintaku untuk mengantarnya daftar ulang, aku pun mengantarnya karena walaupun dia tengil tapi dia adalah teman dekatku di sekolah atau bisa dibilang sebagai sahabat tengilku. Baru saja aku baik kepadanya, eh dia malah membuatku kesal lagi karena ketika akan membayar administrasi ia lupa mengambil uangnya di meja rumahnya. Alah ni anak teledor banget, dia juga langsung memintaku untuk mengantarnya pulang ke rumah, kalau bukan teman mana mau aku mengantarnya pulang apalagi rumahnya cukup jauh dari sekolah. Di perjalanan dia malah curhat inilah itulah tentang kehidupannya di rumah, katanya dia suka solat di masjid karena rumahnya dekat dengan masjid, curhat tentang ibunya yang mengesalkan lah semuanya dibahas. Dasar nih anak, aku pun hanya mendengarkan curhatannya saja tanpa menananggapinya.

Sesampainya di rumah temanku, aku lansung duduk di warung dekat rumahnya karena aku malu untuk masuk ke rumahnya. Tidak lama kemudian, temanku muncul dari balik pintu rumahnya sambil memegang uang yang tadi ia tinggalkan ke sekolah, dan saat itu juga kami langsung kembali lagi menuju ke sekolah.

Jam setengah sebelas siang, temanku itu baru menyelesaikan administrasinya karena ketika tiba di sekolah sudah ada banyak siswa yang mengantri untuk daftar ulang. Sesudah menyelesaikan semuanya, aku dan temanku pun langsung menuju ke rumah. Ketika di gerbang sekolah, aku bertemu dengan ketua ekstrakulikulerku, ia langsung menyuruhku untuk tidak pulang terlebih dahulu karena ada hal yang hasrus diselesaikan di ruangan UKS, saat itu aku sangat kesal karena aku sangat lelah. Tadinya aku akan kabur dan tidak akan kumpul, tetapi karena itu merupakan tanggungjawabku, terpaksalah aku harus menuruti perkataannya, dan temanku yang tengil tadi langsung pulang tanpa pamit denganku, tengil sekali dia.

Aku pun langsung menuju ke ruangan UKS bersama ketua PMR itu, sesampainya disana aku langsung berbaring di kasur UKS karena kasurnya begitu empuk dan nyaman. Ternyata di ruangan UKS sudah ada banyak pasien karena mereka kelelahan melakukan OSPEK dari ara anggota OSIS karena saat itu juga sedang di adakannya OSPEK di dalam kelas. Aku pun harus menangani semua pasien itu bersama dengan anggota PMR yang lain. Saat itu aku benar-benar lelah, sumpah sangat lelah. Tiba-tiba saja salah satu pembimbing siswi yang sedang sakit dari anggota MPK datang menjenguk anak didiknya. Sepertinya aku baru melihat dia, ternyata dia adalah anggota MPK. Ia begitu perhatian terhadap anak didiknya, suaranya lembut dan indah sekali ketika ia menanyai anak didiknya itu sambil sesekali tersenyum dengan senyum yang begitu indah. Menurutku ia begitu cantik dan baik sekali, dan sepertinya juga aku langsung tertarik kepadanya. Entah mengapa aku langsung dapat merasakan hal itu, tetapi ketika pertama kali melihat wajah dan mendengar suaranya aku langsung jatuh cinta kepadanya. Dan kebetulan aku baru saja putus dengan pacarku yang lama, dan aku sangat berharap kalau wanita itu belum mempunyai kekasih. Walaupun ia kakak kelasku aku sama sekali tidak peduli, yang terpenting aku langsung jatuh hati kepadanya.

Mataku tidak bisa berkedip sama sekali melihat wajahnya yang begitu indah, aku melihatnya di balik pintu ruang perawatan sambil duduk di kursi yang ada di dekat kaca. Aku sangat menikmati pemandangan yang selama ini belum aku dapati, pemandangan itu begitu indah sekali ketimbang pemandangan di pantai-pantai di Bali. Aku sama sekali tidak bisa berpaling dari tatapan mataku terhadap matanya, dan telingaku terfokus kepada suaranya yang begitu indah mengucapkan perhatian kepada anak didiknya itu.

Seketika lelah yang tadi melanda tubuhku ini menghilang begitu saja ketika aku melihat sosok wanita yang baru saja aku temui dan lihat itu. Aku sangat beruntung sekali tidak jadi kabur dan pulang ke rumah, karena jika aku pulang aku tidak dapat melihat dia dan mungkin tidak bisa mengenalinya. Rasa ini terlalu jatuh di dalam sosok wajahnya.

Sepertinya dia yang sedari tadi aku perhatikan merasa malu dan cukup terganggu dengan mataku yang tidak berkedip-kedip. Aku pun langsung beranjak dari tempat dudukku yang tadi dan menuju ke meja yang ada di dekat pintu UKS. Dan saat itu juga bidadari itu keluar dari ruang UKS dan langsung kembali ke kelasnya untuk membimbing calon anak-anak baru di sekolahku itu. Ketika dia akan kembali ke kelasnya, tiba-tiba matanya yang indah itu sedikit menoleh ke arahku dengan senyuman yang manis lalu menghilang terhalang oleh bangunan UKS. Aku begitu terkesima dan sekaligus senang karena ia bisa melihatku dengan senyumannya yang manis.

Hari itu begitu indah, begitu menyenangkan, begitu mengesankan, ingin rasanya aku mengulanginya lagi tetapi tidak untuk mengantar temanku yang tengil. Untuk hal yang itu bukan hari yang indah karena aku sangat lelah dibuatnya, tetapi lelah itu sirna seketika aku berjumpa dengan wanita yang menurutku indah itu. Tapi aku juga berterimakasih kepada temanku yang tengil itu, karena jika ia tidak lupa mengambil uang untuk daftar ulangnya mungkin aku tidak akan bisa bertemu dengan wanita itu. Karena waktu yang dipakai untuk mengambil uang itu adalah waktuku untuk berjumpa dengan wanita itu, karena jika tidak aku akan langsung segera pulang ke rumah dan tidak bertemu dengan ketua PMR itu, terimakasih untuk pak ketua dan temanku yang tengil. Aku akan segera menceritakan ini semua kepadamu, tengil.

Cerpen Karangan: Erfransdo
Facebook: Erfransdo MisterBoy Vgb
Erfransdo

Cerpen Lelah Keberuntungan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Happy Ending

Oleh:
“kamu mau kemana, flo?” tanya sarah saat didalam kelas. “aku mau ke perpus bentar cari buku.” “iya aku tau kamu pasti cari buku. Mangnya buku apa..” “hehe.. sejarah.” Jawabnya

Misteri MOS

Oleh:
Hai namaku Lyla Putri baru saja ini aku tamat SMP. Hari ini tepatnya tanggal 10 Juli aku mempersiapkan segala pakaian untuk melakukan mos seperti sepatu sebelah putih sebelah hitam

Truntung

Oleh:
Lelah rasanya pagi ini, harus segara bersiap di jam ternikmat untuk diam di bawah selimut. Terpaksa pergi ke kamar mandi untuk berperang melawan dinginnya suasana pagi. Melewati waktu dengan

Cinta Yang Tak Terbalas

Oleh:
Namaku Nayla Cantika Maulana.. kalian bisa memanggilku nay. Aku bersekolah di sekolah Swasta, sekolah itu baru memiliki 8 angakatan yaa bisa dibilang sekolah baru. Di sekolah aku Duduk di

Cinta Yang Terlambat

Oleh:
Deretan cerita di kehidupanku, entah kenapa aku tidak bisa melupakan dia. Banyak momen-momen bersama dengannya. Aku selalu mengenang ceritaku bersamanya di kelas 10 SMA ini. Berawal dari perjumpaan kami,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *