LKBB Di Pulau Coklat (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 May 2018

“Kepada penerima no urut pertama dipersilahkan unjuk diri di depan juri,” Ucap pembawa acara.

Regu Lavender dari pulau kopi pun segera mengambil posisi untuk unjuk diri. Atribut mereka sangat bagus. Mereka memakai baju putih dan rok putih dengan selempang bertuliskan regu melati. Tak lupa dengan kopiah laki-laki yang dihias sedemikian rupa. Dan yang membuat mereka tampak manis yaitu sepatu pentopel yang melekat pada kaki mereka. Saat ini, para juri meng arahkan pandangan mereka pada regu melati. Ketua regu melati menghembuskan napas panjang lalu menarik napas panjang.

“Siiaaappp, GERAK!” Perintahnya
“Hadap kanan, GERAK!”
“balik kanan, GERAK!”
“jalan di tempat, GERAK!”
“Langkah tegak maju, JALAN!”
“buka barisan!” Serunya yang dibalas, “Siapppp,”
“Formasi!!” serunya lagi yang di balas, “Siaappp,”
“Mulai!”

Nada: Balonku

Reguku paling maju yes yes…
Pinter-pinter siswa nya..
Reguku nomor satu..
Regu Lavender nama nya..

“Selesai!” Tepuk tangan menggema di lapangan terbuka di pulau coklat.

“Selanjutnya,” Ucap pembawa acara.

Regu aster dari pulau delima pun segera menggantikan tempat regu lavender. Regu aster me
Makai baju chers dengan rambut dikuncir dua dan memakai make up tipis sehingga menambah kesan feminin mereka. Topi berwarna oranye yang memang senada dengan baju chers bertengger cantik di kepala mereka.

“Siaaappp, GERAK!” perintahnya dengan suara lantang seolah mengabaikan kesan femininnya.
“Hadap kiri, GERAK!”
“balik kanan, GERAK!”
“Maju, JALAN!”
“istirahat di tempat, GERAK!”
“Formasi!” Teriak nya dan dibalas “Siaappp,”
“Mulai!”

Nada Lagu: Anak Gembala

Kami adalah anak pramuka…
Dari regu aster yang paling kece..
Regu kami lah yang nomer satuu..
Karena kami yang paling kompak..
la la la, la la la la, la la la, la la la, la la la, ..

“Selesai,” Tepukan tangan terdengar lebih nyaring untuk regu aster dari pada regu melati. Beberapa juri tersenyum melihat penampilan mereka.

“Selanjutnya,”

“Selanjutnya,”

“Selanjutnya, dan seterusnya,”

“Dan yang terakhir,” Ucap pembawa acara.

Vivi menarik napas lalu meng hembuskannya, kemudian ia menarik napas lagi lalu meng hembuskannya lagi. Para juri kelihatan tak sabar menanti penampilan mereka untuk menutup acara yang sangat menguras pikiran dan tenaga. Vivi dan teman-temannya menundukkan kepala untuk berdoa. Setelah itu, mereka pergi ke tempat dimana peserta lain unjuk diri.

Vivi memimpin regu sakura untuk mewakili pulau melon. Regu mereka sudah mengalahkan berpuluh-puluh sekolah dari pulan melon. Mereka membawa nama SMA TUNAS BANGSA.

Vivi dan teman-temannya saat ini memakai baju pramuka lengkap dengan celana PDL. Baju mereka semua dipenuhi tempelan tanda-tanda keaktifan, kemampuan, keberanian, dan masih banyak lagi. Kacu mereka beda dari yang lain. Kacu mereka berwarna hijau dan kuning di masing-masing sisinya. Ikatan kacu mereka hanya memakai dari bahan bambu sehingga membuat mereka tampak kreatif. Topi mereka juga terbuat dari bambu. Sepatu mereka senada dengan nama merek jaguar sehingga menambah kesan tegas mereka.

“Siaappp, GERAK!” titah Vivi dengan suara penuh kewibawaan dan tegas bak pemimpin perang.
“Hadap kanan, GERAK!”
“Hadap kiri, GERAK!”
“Balik kanan, GERAK!”
“Istirahat di tempat, GERAK!”
“Jalan di tempat, GERAK!”
“Langkah tegak maju, GERAK!”
“henti, GERAK!”
“Luruskan,” seru Vivi dan di balas oleh Ani yang menempati posisi paling belakang sebelah kiri barisan, “Lurus”
“Berhitung! Mulai,” perintah Vivi
“1.. 2.. 3.. 4.. 5.. 6.. 7.. 8.. 9.. 10.. selesai,”
“Periksa kerapian!” Teriak vivi yang dibalas dengan, “Siaappp,”
“Mulai!”
“1.. 1.. 2.. 2.. 3.. 4.. 5.. 5.. 6.. 6.. 7.. 7.. 8.. 8.. 9.. 9.. 10.. 10.. selesai,”
“Formasi,” teriaknya menggebu.
“Siaapp,” balas seluruh anggota dan langsung membuka barisan.
“Mulai!” Dan mereka pun mem bentuk lingkaran dengan Vivi di tengahnya.

Nada: Versi Regu SAKURA

Dengan gerakan menepuk dada dua kali dan tangan satu kali.

Wake up wake up…
every body wake up…
any body one…
scouting mania…
Will Give Song…
We are regu sakura (2×)

Sing One, Every Body (2×)
and You are Sake Sake Sake…

Up and down..
up up andown sekedappp..

Up and down..
up up andown sekedappp…

“Siapa kita?” Tanya Vivi semangat dengan mengacungkan kepalan tangannya diudara.
“SMA TUNAS!” balas mereka nyaring.
“Siapa kita?”
“SMA TUNAS!”
“Dari mana kita?”

Kami dari Sma tunas..
Datang kesini ikut berlomba..

Untuk menjadi sang juara..
Pada kesempatan kali ini..
Eaaa eeeooo eeeaa eooo eaaa…

“Siap, GERAK!”
“Formasi awal,”
“Siap!”
“Mulai!” regu Vivi pun kembali keposisi awal lalu menghadap ke dewan juri.

“Lapor! Regu sakura telah melaksanakan perintah,” ujar Vivi penuh ketegasan.
“Laporan diterima, kerja kalian bagus. silahkan kembali ke tempat,” sahut juri dengan tepuk tangan diakhir kalimatnya.
Vivi pun mengangkat tangan untuk hormat dan dibalas hormat juga oleh juri. kemudian, ia kembali di sisi kanan regunya.

“Hormat, GERAK!”
“Tegap, GERAK!”

Vivi dan regunya pun keluar dari lapangan dengan jalan leader. Tepuk tangan tiada hentinya untuk mereka. Banyak orang memandang mereka takjub dengan kekompakkan mereka. Ada banyak orang yang memfoto dan memvideo mereka.

Setelah keluar dari lapangan. Vivi dan kawan-kawan meng hembuskan napas lega. Mereka telah berhasil. Respon para juri dan penonton pun membuat mereka bahagia tiada tara. Tapi, mereka juga takut. Karena pada penampilan regu-regu lain juga banyak yang bagus. Mereka kini tinggal menunggu pengumuman pemenangnya.

1 jam berlalu..
“Kepada seluruh peserta diharap kan berkumpul di lapangan,” Ucap seorang kakak berpangkat pandega dengan nama Danis di dada kanannya.

“Sudah berkumpul semua?” Tanyanya.
“Siap, sudah,”
Danis mengangguk,
“Siiaaappp, GERAK!” Seluruh peserta mengikuti aba-aba dengan berdiri tegap.
Danis tersenyum, “baiklah adik-adik. Saya berdiri di sini ingin memberi tahu bahwa daftar pemenang ada di tangan saya dan saya akan membacakannya. Apakah kalian siap?” jelasnya dengan mengacungkan tangannya untuk memperlihat kan kertas berisi daftar pemenang.
“Siaapp!” Sahut segelintir peserta
Danis menggelengkan kepala, “Hanya sedikit yang mau.”
“Siaaapp!” Sahut seluruh peserta
Danis tersenyum misterius, “kurang keras,”
“Siiiaappppp!” Sahut seluruh peserta lantang.
Danis terkekeh, “Baiklah. Saya akan membacakannya. Tunggu sebentar.” Ucapnya seraya membolak balikkan kertas kemudian mendongkak dan menatap lurus kedepan.

“Juara tiga didapatkan oleh regu lavender dari pulau kopi” kata Danis dan tepuk tangan menggema di lapangan terbesar di pulau coklat.
“Juara kedua didapatkan oleh regu aster dari pulau Delima,” tepuk tangan terdengar lebih nyaring dari sebelumnya.
“Juara pertama didapatkan oleh…” ucap Danis terpotong dan menaik turunkan alisnya membuat regu Vivi dan regu lainnya gelisah. Vina bahkan ingin menangis ditempat itu. Vivi me mejamkan matanya mencari ketenangan andaikan mereka kalah.

“Regu… Sakura dari pulau melon,” kata nya yang membuat Vivi sejenak tergelak kemudian tersenyum lebar. Vivi dan teman temannya pun berpelukan. Mereka semua menangis bahagia. “Kita menang,” ucap mereka bersamaan dan membuat mereka semua tertawa.
“Kepada ketua regu diharapkan naik ketribun untuk di beri piala dan hadiah.” ucap pembawa acara

Teman-teman Vivi mendorong Vivi agar segera naik ke tribun. Vivi menggelengkan kepala melihat kelakuan teman-teman nya. Vivi pun segera naik ke tribun bersama dua orang dari regu lain yang juga menang. Vivi memberikan senyumnya kepada dua orang itu yang dibalas juga senyuman tipis dari mereka.

Proses pemberian hadiah pun berlangsung. Untuk juara ketiga di beri piala, piagam, medali dan uang tunai sebesar 5 juta rupiah. Juara kedua diberi sama juga dengan juara ketiga bedanya uang tunainya 7 juta. Dan untuk juara pertama diberi Piala, piagam, medali, liburan di pulau coklat selama 1 minggu dan uang tunai 10 juta rupiah. Para pemenang mengangkat piala mereka masing-masing. Tanpa terkecuali Vivi. Vivi tersenyum bahagia.

End

Cerpen Karangan: Resti Nurwahyuni
Facebook: Resti Nurwahyuni
Hay..
Saya penulis amatir yang perlu kritikan kalian
kalau kalian mau kenalan sama saya atau mau baca karya saya yg lain ayo follow wattpad aku..
Namanya restynw..

Cerpen LKBB Di Pulau Coklat (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pretty May (Part 1)

Oleh:
Karena tugas kantor, keluarga Baskoro harus pindah ke kota. Pagi itu mereka sibuk menata barang-barang di rumah baru yang akan ditempati. “May.. tolong rapikan kamar! Ibu mau membersihkan dapur

Sampur Terakhir

Oleh:
Lina mematikan musik lalu duduk di sebuah bangku. Raut wajahnya menampakkan dirinya sedang tidak bersemangat. Rifa yang melihat Lina bertingkah aneh akhir-akhir ini lalu menghampiri Lina. “Kamu ini kenapa

Cinta Bersemi di Warung Mie Ayam

Oleh:
Aku mengenal Daniel sejak satu bulan yang lalu, ketika aku hampir tertabrak motor saat hendak menyeberang menuju warung mie ayam. Daniel pun menyelamatkanku. Setelah itu dia meminta nomor handphone-ku

Sesosok Monster

Oleh:
“Dan peringkat pertama kelas kita pada semester pertama ini diraih oleh…” ucap Bu Vira secara perlahan. Semua murid tampak duduk dengan rapi dan tenang. Tak ada seorang pun yang

Meets Undeliberate

Oleh:
Mata Fadha menyusuri deretan buku-buku materi fisika yang menurutnya bagus juga harganya tidak lebih dari 50 ribu. Karena dia membeli buku ini hanya untuk remedial mapel fisika, yang nilai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *