Love Crazy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 July 2016

Teriknya sinar matahari siang ini menambahkan stres untuk siswa SMA yang sedang ulangan kimia dengan guru killer yang sedang mengawasi siswa-siswinya.
Vany dan teman sebangkunya yang sedang menyontek di bangku paling sudut semakin gencar membolak-balik catatan kimianya. Karena tidak ada juga yang dicari di bukunya maka saatnya aksi tanya jawab jerapah dimulai.
“Mil, Nyontek dong!” pinta vany pada orang yang duduk di depannya.
“nomor berapa?” tanya vany Mila bisik-bisik.
“5?” pinta vany
“belum” jawabnya.
“7?” pinta Vany lagi
“belum” jawaban yang sama.
“9?” tanya Vany yang masih sabar berharap pada temannya itu.
“Beluum” jawaban wajah tanpa dosanya. Vany merasa putus asa.
“lahh..elah.. jadi nomor berapa aja elu yang dah siap?” tanyanya penuh harap.
“gak ada!” WaTaDos
“ya udah, makasih!” akhirnya vany Nyerah sama temannya itu. Capek juga ngeladenin orang begituan. Dan Vany sadar sebodoh-bodohnya dia tapi Mila lebih bodoh lagi. Eh, sorry ya Mil.
Vany mencoba melanjutkan aksinya ke temannya yang lain dengan jawaban gelengan kepala yang berarti belum juga. Dan akhirnya harapan terakhirnya, ia bertannya penuh harap pada cowok yang terus ngebully dan merusak masa remajanya, tapi…
“Lex..Lex..! Nyontek punya elo lah?” pintanya dengan memasang puppyface. Sebenarnya Vany muak memasang muka seperti ini apalagi kalau orang yang bernama Alex Efron ini.
“apa? Vany mau nyontek punya gue? Gue Van?” jawabnya yang sengaja dengan suaara lantang dan pasti bergema tiap detiknya di kelas itu. Dan si guru killer mendengarnya dan mengeluarkan Vany dari kelas dan memberi vany nilai D. Vany merasa menyesal dan kalap dengan nilainya nanti.
“ini gara-gara si Alex bule, otak kosong, tengil, tuyul kapal pisang, nyebelin itu” pekik Vany dalam hati.
“tunggu aja balasannya nanti, Alex Efron” kata Vany.
Vany terus kepikiran untuk membalas Alex yang direncanakannya nanti. Bel istirahat pun berbunyi. Vany dan temannya pun pergi ke kantin untuk makan. Vany makan dengan pikiran untuk balasannya. Mungkin orang lain mikir Vany sedang melamun tapi dia sebenarnya berpikr. Tapi perasaan sebenarnya pada Alex itu adalah rasa suka. Tapi apalah daya. Gengsi Vany sangat tinggi maka dari itu dia gak mau ngungkapinnya.
Alex sebenarnya gak enak hati karena tingkah usilnya tadi pada Vany. Cewek yang sebenarnya disukai dari masa SMA nya. tapi Alex tidak berani ngungkapin perasaannya pada Vany dan dia melakukan hal-hal yang membuat Vany kesal dan marah padanya.
“Ahaa..”
Akhirnya vany dapat ide untuk ngerjainnya bel masuk berbunyi. Yang tersenyum bangga dengan rencananya. Hingga semua temannya menatapnya curiga. Vany mengambil bunga yang ada di taman sekolahnya. Lalu ia menyusun kata-kata yang akan diungkapkan nanti dalam kepalanya. Ia lalu mencri dimana Alex berada.
Dan akhirnya Vany menemui Alex di kelas. Sebenarnya Vany malu dan ragu karena banyak orang yang akan menonton. Vany masuk dengan bunga di punggungnya.
“Alex!” panggil Vany pada Alex dan berdiri di depannya dengan senyuman paling manis dibuatnya.
“Vany?” Alex terkejut dengan kedatangan Vany dan ia sedang tersenyum pada Alex yang membuat dahu Alex berkerut.
“Lex, aku mau bilang sesuatu ke kamu!” Mulai Vany
“bilang apa?” tannyanya penasaran dengan kelakuan wanita di depannya.
“Lex, sebenarnya aku tuh suka sama kamu Lex. Dri kelas 10 dulu aku dah suka. Aku suka dengan candamu, tawamu, senyummu. Aku sayang sama mu Lex.”
“wa..What?” tanya Alex dengan wajah yang sangat terkejutbdan tak bisa berkata-kata lagi.
“iya. Aku beneran. Gak bo’ong”. Suer. Aku tuh selalu mikirin kamu tiap detik, kamu buat hidupku sangat berwarna dengan kehadiranmu di dunia ini. Aku happy kok meskipun kamu selalu ngerjain aku. Hidupku tuh gak ada apa-apanya kalau Alex gak dilahirkan di dunia yang sama denganku.” Kata Vany panjang lebar kali sisi.
“wait, Wait Van!” masih dengan rasa terkejutnya. Belum selesai alex bicara, Vany bicara lagi.
“tapi…” Vany menggantung ucapannya yang membuat seluruh penonton ikut berkata “tapiii…” dengan sanagat antusias dan penasaran.
“tapi… aku bo’ong beneran” Vany tertawa dengan tangan memegang perutnya karena ekspresi Alex yang sangat membuatnya puas.
“Bo’ong?” pekik seluruh penonton bersamaan.
“dah keras mainmu ya Van..” kata salah satu temannya yang lain
“loh agak encer otakmu ya kalau masalah ini. Pinter tapi aktingnya maksud gue” kata Mila.
Dan akhirnya semua penonton satu kelasnya ikut tertawa dengan Vany. Tapi tidak dengan Alex. Alex masih sangat terkejut dengan semua yang dikatakan vany tadi sampai pelajaran terakhir.

Perasaan Vany semakin tak karuan. ia sebenarnya sangat khawatir dan gak enak hati dengan perlakuannya tadi. Dan Vany segera ke atap sekolah karena itu tempat favoritnya untuk mencari Alex. Dan benar saja Alex sedang disitu. Vany menghampiri Alex yang sedang mendengarkan musik.
“hai Lex!” sapa Vany
Alex membiarkan Vany melanjutkan bicaranya.
“gue minta maaf ya! Kali ini beneran kok gue nyesal banget tadi. Itu karena loe rese di ulangan kimia tadi. Ya elo sih, kenapa ngomong kencang-kencang tadi.” Jelas Vany panjang lebar.
Alex masih diam. alex sebenarnya tidak marah lagi tapi di mau ngerjain Vany lagi. Dia sebenarnya ingin ketawa dengan ekspresi Vany.
“hmm.. Lex. Ngomong kek dikit, kan punya mulut”
Tiba-tiba Alex tertawa dengan kecang. Alex tidak bisa menahan tawanya lagi dan pecah begitu saja.
“loh.. Lex! Kok loe pada ketawa sih”
“kan lucu”
“apa yang lucu?” sekarang Vany mulai kesal dengan tingkah alex itu.
“gini ya Van, gue tuh gak marah sama loe. Cuma gue pingin loe rasa in apa yang gue rasa. Sekarang tahu kan betapa malunya gue tadi. Ini belum semuanya dengan yang loe lakuin ke gue tadi”
“ya kan gue kesal banget ama elo. Gue kan dah minta maaf tadi tapi malah ketawa.”
“oh ya udah. Gini aja ya Van. Gue mau jujur sama loe sekarang dan tidak ada bo’ong nya. Sebenarnya aku memang suka elo dari pertama kita bertemu di sekolah ini. Ini gak bo’ongan kayak yang loe lakuin tadi. Gue beneran suka sama loe, tapi gue gak berani nembak elu makanya gue gangguin elo terus. Tadi gue terkejut banget dengan pengakuan elo tadi. Gue senang tapi disitu juga gue kecewa karena elo bo’ong. Jadi jawab sejujurnya. Elo beneran suka sama gue?” kata Alex
“hmm…” Vany ragu untuk menjawab pengakuan Alex tadi.
“hmm?” tanya Alex penasaran dan penuh harap.
“iya”
“iya?”
“iya, gue juga suka sama elo.” Jawab Vany.
“oke, elo mau gak jadi pacar aku?” tanya alex lagi dengan perasaan dag-dig-dug.
“gak” jawab Vany
“gak, tapi…” Alex merasa sudah putus asa.
“gue belum siap ngomong, tapi elo dah nyerocos”
“so?”
“so, gak mau nolak. Gue mau jadi pacaran sama elo” jawab Vany yang langsung dipeluk oleh Alex dengan sayang.
Vany dan Alex akhirnya berhenti membohongi diri sendiri sampai Alex mengakui perasaannya langsung di atap sekolah dan Vany bersedia menjadi pacarnya. Mereka selama ini gengsi mengakui perasaannya sendiri dan menjadi seperti kucing dan tikus yang saling memusuhi tapi karena salah satu mengakuinya dan salah satunya lagi menerimanya, kucing dan tikus menjadi benang sari dan putiknya. Cinta yang dilalui Vany sekarang itu Love crazy. Yang awalnya pertengakaran menjadi sepasang kekasih gila.

END

Cerpen Karangan: Nella
Facebook: maria.helen.501[-at-]facebook.com

Cerpen Love Crazy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mungkin Dia Bukan Untukku

Oleh:
“dyan, dyan..” panggil seseorang yang duduk di belakang bangkuku.. “iya dit. Ada apa?” “ini gimana sih caranya?” tanyanya yang terlihat bingung mengerjakan soal matematika. “hehe… Aku juga gak tau

Banyak Yang Jauh Lebih Baik

Oleh:
Ossy dikenal sebagai gitaris di sekolahanya karena ia punya bakat bermain gitar dengan mahir. Ossy merasa bahwa dia tidak pintar bermain gitar masih ada beberapa teknik yang belum bisa

Teman Baruku Si Cinta Pertamaku

Oleh:
Saat matahari mulai lelah menyinari bumi, pelen-pelan dia terbenam ke arah barat, dan bersembunyi di belakang pegunungan, langit pun menjadi kemerahan. Saat itu juga aku terbangun dari tidur siangku.

Humor Tuhan

Oleh:
Terkadang, Tuhan punya selera humor yang aneh. Seperti apa yang ku alami hari ini. Lagi, hingga lelah aku menanti, mengusahakan segalanya. Genap 20 kali sudah aku mengikuti berbagai lomba.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *