Love Or Terror Letter?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 June 2016

Matahari tersenyum kembali, menampakkan cahayanya dari arah jendela kamar Vanie. Dinding kamar yang berstiker panda dan kelinci tersenyum itu seolah ingin membangunkan dan menyapa Vanie yang sedang asyik tidur dan bermimpi indah. Rambutnya yang panjang tergerai indah di atas bantal pinknya juga wajah terlelapnya bagaikan bidadari yang sedang tertidur. Perlahan ia membuka matanya, “Aku akan memberikan dia surat rahasia lagi!” batinnya tersenyum sendiri dan memeluk bantal pinknya itu. Jam dinding kamarnya telah menunjukkan pukul 4. 30 pagi. Ia turunkan kakinya satu persatu dari ranjangnya. Mengambil ikat rambut di meja dan mengikat rambutnya. Lalu Venie menuju kamar mandi.

“Kak Venie, sarapan yuk!” Ajak Bobby, Adik Venie mengetok pintu kamar Venie. “Bentar dek” Venie menggendong tasnya dan membuka pintu kamarnya. Dilihatnya adik laki-lakinya yang tersenyum dan memegang lengannya, Venie gemas sehingga ia mencubit kedua pipi chubby Bobby. “Kak!! sakit!” Sambil mengelus-elus pipinya, Bobby terlihat cemberut. “Maaf deh! salah sendiri punya pipi chubby banget! haahaha” Venie langsung menggendong Bobby.

“Ma.. pipi Bobby abis dicubit Kak Venie! nih merah!” Adu Bobby ke Mama Yuna, Mama Bobby dan Venie. “Venie..” Mama Yuna melirik Venie “Maaf ma, lagian cuma nyubit doang kok!” Venie kesal. “Ya udah, ayo sarapan. Mama udah buat Sup Ayam.” Ajak Mama Yuna tersenyum dan mengambilkan sepiring nasi untuk Venie. Venie dan Bobby duduk. Bobby asyik makan nasinya pelan-pelan dan bibirnya belepotan, maklum umurnya masih 5 tahun. “Ma, aku nanti pulangnya agak siangan, soalnya ada sesuatu yang penting di sekolah.” Ucap Venie, lalu ia lanjut mengunyah nasinya. “Iya, sayang” Mama Yuna mengusap rambut Venie.

Sesampainya di sekolah, Venie langsung menaruh surat-suratnya di laci Vernon, cowok yang disukainya. “Akhirnya beres!” Venie tersenyum lebar dan lari ke kantin. Tak lama kemudian Charoline masuk ke kelas. “Masih sepi..” gumam Charoline, lalu ia duduk di bangkunya. Dilihatnya sekeliling, tak ada orang. Ia memejamkan matanya dan menghirup udara yang segar di pagi hari. Ia mendengar suara dari luar kelas yang tak asing lagi.
“Zoey curang!!” Vernon menarik-narik tas Zoey, sahabatnya sekaligus teman sebangkunya. “Salah sendiri dibohongin mau, haahaha” Zoey tertawa lepas. “Charoline udah sampai? sendirian lagi, hati-hati lohh..” Zoey menakut-nakuti Charoline, Charoline membuka matanya “Biasa aja kaliii” Dengus Charoline. “Ver, lihat nih. ada surat di lacimu!” Zoey mengibas-ngibaskan ketiga surat itu. “Dari siapa? coba sini kulihat” Vernon meraih surat itu dan membukanya.

(SURAT PERTAMA)
To : Pecel Boy
From : ^^
Hallo Vernon! aku adalah gadis yang sangat mengidolakanmu!

(SURAT KEDUA)
To : Pecel Boy
From : ^^
Vernon!! akhir-akhir ini aku akan membuat beberapa surat untukmu!

(SURAT KETIGA)
To : Pecel Boy
From : ^^
Tanya kenapa Pecel Boy? kan Vernon suka pecel sama es teh.. iya kan?

“Apaan ini, Pecel Boy? dasar cewek aneh.” Gumam Vernon sebal. “Ver, kenapa?” Zoey melihat bingung akibat tingkah Vernon setelah membaca surat itu. “Aku diterror” Vernon kesal, “Teror? huaaaaa hati-hati loh..” Zoey tertawa “Bukan terror psikopat atau penjahat, tapi terror CINTA!” Tegas Vernon.

“Vernon, mungkin kita harus melakukan sesuatu!” ucap Zoey memberi rencana ke Vernon. “Apa itu?” Tanya Vernon ingin tau. “Kita harus melaporkan ini ke Detektif Conan!” Wajah Zoey bersungguh-sungguh. “Zoey Kebanyakan makan komik! sini aku keluarin komiknya!” Vernon menepuk-nepuk punggung Zoey. “Hei!” Charoline menepuk meja kelas dengan keras, Vernon dan Zoey kaget dan menghentikan gerakannya, “kalian berdua baru dateng bikin ribut, stttt! diem kagak!” Lanjut Charoline. “Sttt! kamu sih” Vernon menjitak Zoey. “Aduh!” Ringis Zoey.

Venie yakin, suratnya akan dibaca Vernon. Venie akan mengirimi Vernon surat rahasia itu selama seminggu dan dia akan kencan dengan Vernon. “Ke kelas ah..” Venie berjalan menuju kelas 10A. “Hallo Charoline sahabatkuuu” Venie memeluk seseorang erat “hari ini aku seneng banget dehh” lanjut Venie dan mempererat pelukannya. “Woy!” “S-suara itu…” ia mendongak keatas dan… DEG! Vernon di depan matanya! “Huaaaaaa” Venie mundur dan melototkan matanya. “Venie, kamu ngapain peluk Vernon?” Charoline menghampiri Venie. “Maaf.. tadi kukira Charoline! aduh sial!” Venie mengulurkan tangannya di depan Vernon “Udahlah gak papa, lupain”
“Kamu ceroboh sih” bisik Charoline.

Hari ke-7!
“Ini surat terakhir!” Vernon membacanya,

(SURAT TERAKHIR)
To : Pecel Boy
From : :p
Aku makin jatuh cinta sama kamu. Penasaran dengan aku? aku adalah cewek yang suka berangkat pagi. Cukup sekian surat dariku^^

“Aku yakin pasti Charoline! dia kan yang selalu berangkat pagi!” gumam Vernon tersenyum. “Ver, kamu yakin itu Charoline? aku pernah mengintai pagi-pagi ada Venie naruh surat di lacimu.” Zoey menyakinkan “Hanya itu saja kan? mungkin dia disuruh seseorang kan? sahabatnya? Charoline! apa Fiska?” Vernon memegang dagunya dan berpikir lagi “Venie ya!! waktu itu Charoline sama Fiska belum dateng” Zoey menyakinkan lagi. “Yaudahlah terserah!” Vernon pergi meninggalkan Zoey.

Venie di taman sekolah membayang-bayangkan sesuatu
“Aku yakin pasti Vernon tau kalau itu aku!” Venie tersenyum lebar. “Charoline!” teriak Vernon memanggil Charoline, Venie menoleh. “kamu tau gak Charoline dimana?” tanya Vernon, Venie mengangkat kedua bahunya. “Ya udah makasih” Vernon berlari lagi. “Vernon ngapain cari Charoline?” batin Venie aneh. Ia pun mengikuti Vernon diam-diam.

“Charoline! akhirnya ketemu juga!” Vernon memegang kedua tangan Charoline. Charoline terlihat bingung atas apa yang dilakukan Vernon di depannya. Venie bersembunyi dibalik tembok dan melihat mereka berdua dari jauh.
“Ada apa, Ver?”
“Aku yakin pasti kamu!”
“Apanya?”
“Jangan pura-pura gak tau ya.. kamu selalu berangkat pagi kan?”
“Mmm.. iya”
“Berarti kamu! kamu mau gak jadi pacarku? selama ini aku suka kamu sejak kelas 7, akhirnya kau menyukaiku juga”
“Maksudmu?”
“Kamu mau gak jadi pacarku? jangan malu-malu dong!”
Charoline menganggukan kepala
“Aku juga.”

Venie menangis dan menghampiri mereka berdua “Ver, aku jadi tau. Kamu suka Charoline sejak kelas 7. apa kamu gak lihat tulisanku? apa kau kira tulisanku sama dengan Charoline?” Isak tangis Venie semakin menjadi dan menoleh ke sahabatnya “Charoline, hidupmu enak banget.. mantanmu, Yoga suka kamu. Zoey gebetanmu suka sama kamu. bonus Vernon!” Venie semakin menangis dan lari meninggalkan mereka berdua.

Venie sangat bersedih, ia tau Vernon suka sama Charoline selama ini. Yang dipikirannya pasti Charoline. Kaki Venie lemas dan terduduk di kelas, ia tak kuat atas apa yang terjadi hari ini. Fiska, Yoga, dan Zoey menghampiri Venie
“Venie, kenapa?” ucap Yoga
“G-gak” jawab Venie
“Disakitin Vernon ya?” sahut Fiska
“Gak, gak apa apa. udahlah” kata Venie tersenyum tipis
“Ven, sebenernya surat darimu aku tukar.” ucap Zoey
“Apa katamu???”
“Maaf, itu semua demi kebaikanmu. sebenarnya suratnya aku tukar dengan surat buatanku. karena aku tau, Vernon sejak kelas 7 suka sama Charoline, Charoline juga gitu. Yoga udah jadian sama Fiska” Ucap Zoey merasa bersalah
“Kau benar Zoey, tak apalah yang penting sahabatku bahagia, masih banyak cowok” Venie tersenyum tipis kembali.
“Kita berenam masih sahabat oke? besok minta maaf ke Vernon dan Charoline” Fiska menenangkan Venie.

Taman Kota (14.30)
“Vernon, Charoline maafin aku ya. Aku tau kalian saling suka, aku tak mau mengganggu hubungan kalian lagi. Congrast, yang penting kita masih sahabatan” Venie tersenyum “Iya, aku juga minta maaf” jawab Charoline “aku juga” sahut Vernon.
“Baaaaaa!! cieeee maaf an ahaahah” Fiska, Yoga, dan Zoey mengagetkan mereka bertiga. “Gantian aku nembak Venie!!” Zoey langsung memegang tangan Venie dan berkata “kamu mau gak jadi pacarku?” Zoey terkikik pelan “Oke. aku mau Zoey” Venie tertawa. “Aneh, masa hari H nya malah ketawa..” sahut Yoga. “suka suka dong” Venie menjulurkan lidahnya. “hahaahahahaa” mereka berenam tertawa lepas.

End

Cerpen Karangan: Latania Rokhim
Facebook: Tataniaa

Cerpen Love Or Terror Letter? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kau Tak Boleh Mencintaiku

Oleh:
Jenika terus memandangi sebingkai foto yang terletak di atas meja belajarnya. Tak henti-hentinya dia memandang foto itu. “Kau curang, kau juga kampungan menjerat hati tanpa mengikatnya” katanya mengalihkan pandangannya

Seni Hari ini

Oleh:
“Pemandangannya indah sekali ya, cepat kita harus tiba sebelum langit gelap”. Tiba-tiba “burrr, burr” satu ember air membasahi sekujur tubuh ku. “Reyhan, bangun kamu. Kuliah hey sudah jam berapa

Menjadi Salehah

Oleh:
Namaku Sara Stacie Febiella. Panggil aku Sara. Yap, aku keturunan Inggris. Mamaku adalah keturunan Inggris. Aku beragama Islam. Mama memang sudah memeluk agama Islam sejak lahir. Aku anak sulung,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *