Love With Ranika

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 May 2017

Aku ian, tinggal sederhana dengan sekolah berbasic pertanian di kota ternama di indonesia. Aku baru saja dipindah sekolahkan karena alasan keuangan yang tidak memungkinkan.
Pada hari pertama ini menjadi awal yang sulit karena adanya materi baru, kelas baru, teman serta pola pikir yang 180 derajat berbeda.

“Perkenalkan namaku ian, saya dipindahkan karena ada alasan keluarga, semoga kita bisa menjadi akrab.” Kataku dengan sedikit nada canggung, “OK ian kamu boleh duduk di tempat kosong di pojok sana, dan yang lain harap tidak membully teman baru kalian ya.” ujar wali kelas, lalu sambil merangkulku salah seorang siswa berkata “Tenang pak, dia aman. Iya kan?” yang kujawab dengan anggukan takut sambil berusaha lepas dari tatapannya. Orang yang menyeramkan pikirku takut.

Beberapa pelajaran baru melahapku tanpa rasa kasihan bersamaan dengan tatapan sinis seisi kelas yang saling berbisik. Itu sangat membuatku tidak nyaman, sampai akhirnya “kriiinggg…!!” Bell istirahat berbunyi..
Aku berpikir untuk mengistirahatkan tubuhku dengan makanan yang ada di kantin. Sesaat aku makan, sepasang wanita menghampiriku “eh lo yang namanya ian-ian itu ya?” ya ampun kira kira apa lagi yang datang ini. “Iya saya ian, ada apaa?”, “udah gak perlu terlalu formal, lu tertarik jadi nakal gak?” nakal? Pertanyaan aneh yang sesuai dengan jam jam yang aku habiskan hari ini. “maksudnya? Untuk jadi nakal saya kurang tertarik.”, “ya udah Kalo emang gitu, tapi kalo berubah pikiiran gue ada di gerbang ok.” setelah itu mereka berdua pun pergi. Apa apaan itu. Penasaran!! Aku harus tau, toh aku sudah dewasa aku harus coba sesuatu yang baru.

Sepulang sekolah benar saja mereka berdua berdiri di depan gerbang sekolah. “Berubah pikiran?” tanyanya yang kujawab dengan mengangguk. “sip kita berangkat ke rumah gue, iya kan des?”, “iya kak kita ajarin dia kak”. Dan perasaan ku pun mulai menjadi biru saat perjalanan ke arah rumah salah seorang gadis ini. Mereka hanya berbisik sambil tersenyum dan sesekali melirik ke arahku. Ahhh cekikikan serta pekikan mereka membuatku gila, aku harap tidak ada hal buruk yang terjadi.

“Ok ini rumah gue ian. Home sweet home ya.”, “hmmm ok, ortu kamu ke mana? Aku mau salam salam dulu kak”, “ada kok, di luar kota.” dan ungkapannya tersebut membuatku kaget karena ini pertama aku ada di rumah gadis tanpa didampingi orangtua. Dan aku adalah seorang pecundang yang tidak berani melakukan hal diluar norma apapun.

Setelah kecanggungan merasukiku, aku duduk di sofa dengan penuh keringat dingin karena takut hal hal buruk terjadi. Dan akhirnya mereka berdua pun keluar dari dapur disertai tiga cangkir teh hangat. “ian silahkan minum, gak aku racun kok.” ujar ranika. Logat bahasa yang berubah membuatku semakin tidak nyaman. Lalu kuminum teh itu satu teguk hanya untuk menghormati sang pemilik rumah. Tidak beberapa lama kemudian tubuhku sangat ringan dan lebih santai. “kamu tau gak Aku tuh masukin amphetamin ke dalam teh kamu” celoteh deska dengan senyumannya. Apa itu? Sejenis obat? Atau.. Entah lah..

Lalu ranika pun mengeluarkan pisau lipat bertuliskan sellery pada batangnya. “Jadi gini Ian aku mau kamu nyobain ini.” dia menyibakan lengan bajunya dan menjulurkan tangannya ke arah temannya. Lalu “Mhhhh.. Dess.” lenguhannya itu. Tanpa kusadari ternyata deska menyayat lengan ranika dengan sangat dalam. Darah mengalir keluar “RANIKAA..!! maksud kamu apaa! Ini juga kalian, m…maksudnya apa.. Kenapa di lengan, gak di leher aja sekalian?!”, “ini bukan buat bunuh diri tau, cepet sini kamu jilat”. Apa intinya? Menjilat luka?
Beberapa tetesan darah menetes di lantai deska pun menjilat darah yang ada di lengan ranika.
Kepalaku semakin pusing akhirnya aku pun terlelap bersandar pada punggung bangku.

Sakit bibirku sangat sakit.
Aku terbangun pada rangkulan tangan ranika dengan bibir kami saling menyatu. Dengan keadaan lemas aku tidak dapat melawan, tapi aku tau bahwa itu ciuman pertamaku dan bibirku berdarah digigitnya.
Sampai saat terakhir pun aku masih Belum mengerti kenapa mereka menyukai darah, mungkin itu hanya pelarian mereka dari kehidupan yang mereka jalani.
Tetapi setelah kejadian tersebut mataku tidak pernah dapat pergi dari wajah ranika yang selalu ceria di sekolah..

Cerpen Karangan: Nugraha Prilian
Facebook: cbaon13yahoo.com
Spesialis Cerita twist ending Yang ngambang gimanaa gituu

Cerpen Love With Ranika merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Friendzone Itu…

Oleh:
Sebenarnya friendzone itu apa sih? dan kenapa harus ada yang namanya friendzone, agak sakit juga sih kalau kita sayang sama seseorang tapi seseorang itu cuma menganggap kita sahabat, kakak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *